cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 3 (2015)" : 17 Documents clear
Efek Asam Alfa Lipoat pada Kadar MDA dan Histologi Ginjal Tikus Wistar Diabetes Melitus Tipe1 Putri, Novita Fahrianti; Lyrawati, Diana; Sarwono, Imam
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.539 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.3

Abstract

Asam alfa lipoat (ALA) telah banyak digunakan dalam pencegahan dan mengatasi komplikasi diabetes akibat spesies oksigen reaktif (ROS). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ALA dapat mencegah peningkatan stres oksidatif pada ginjal tikus diabetes mellitus (DM) tipe 1. Penelitian eksperimental menggunakan Post Test Only Control Group dilakukan terhadap 30 tikus Wistar jantan. Sampel dipilih secara acak ke dalam kelompok normal (NTA), DM (DTA), DM dengan terapi per oral ALA 80 (DA80), 200 (DA200), dan 500 (DA500) mg/kg berat badan/hari. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah kadar malondialdehid (MDA) yang diukur dengan spektrofotometri, bobot dan histologi ginjal dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar malondialdehid tertinggi ialah pada kelompok DA80 (45,500 ± 9,4538; p=0,870) dan rasio bobot ginjal/berat badan tertinggi ialah pada kelompok DA200 (0,013 ± 0,0060; p =0,537) namun secara statistika hasilnya tidak bermakna. Pengamatan histologi pada glomerulus ginjal menunjukkan adanya kerusakan (pembentukan stroma dan pengecilan ukuran inti sel) pada kelompok DTA, DA80, DA200, dan DA500. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ALA per oral dalam waktu empat minggu tidak bisa menurunkan stres oksidatif maupun memperbaiki histologi ginjal pada DMT1, bahkan memperburuk gambaran histologi ginjal.Kata Kunci: Asam alfa lipoat, DM1,histologi ginjal, malondialdehid
Terapi Murotal Al-Qur'an Surat Arrahman Meningkatkan Kadar β-Endorphin dan Menurunkan Intensitas Nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Azis, Wahida; Nooryanto, M.; Andarini, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.9

Abstract

Persalinan adalah proses alami dan menimbulkan nyeri, namun banyak ibu yang tidak bisa menahan rasa nyeri tersebut karena dipengaruhi oleh stres. Terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri adalah Murotal Al-Qur'an. Terapi ini dapat menstimulasi gelombang delta yang menyebabkan pendengar dalam keadaan tenang, tentram dan nyaman sehingga hypopfise dan hypothalamus mengeluarkan β-Endorphin sebagai analgesik alamiah. Tujuan penelitian ini membuktikan bahwa terapi murotal Al-Qur'an Surat Ar-rahman dapat meningkatkan kadar β-Endorphin dan menurunkan intensitas nyeri persalinan pada kala I fase aktif. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit Abunawas Kendari dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UNHAS. Desain penelitian Quasi-Experimental dengan pendekatan Pre-Experimental design One-Group Pre-test-Post-test. Pengambilan sampeldengan tehnik purposive sampling sebanyak 30 orang. Pengukuran kadar β- Endorphin dilakukan dengan  ELISA kit dan intensitas nyeri persalinan diukur dengan menggunakan Bourbannis pain scale. Analisis data  dengan Kolmogorov-Smirnov dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan signifikan intensitas nyeri sebelum (6,80±1,52) dibandingkan sesudah (3,37±1,79) pemberian terapi murotal Al-Qur,an surat Ar-rahman selama 25 menit (p=0,000). Terapi murotal Al-Qur'an juga menunjukkan peningkatan signifikan (p=0,000) kadar β-Endorphin sebelum perlakuan (1053,6±606,32ng/L) dan setelah perlakuan (1813,6±546,78ng/L). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi murotal Al-Qur'an dapat menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kadar β- Endorphin.Kata Kunci: β-Endorphin, intensitas nyeri, kala I fase aktif, murotal surat Arrahman 
Insiden dan Gambaran Klinis Hepatitis Akibat Obat Anti Tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang Rifai, Achmad; Herlianto, Budi; Mustika, Syifa; Pratomo, Bogi; Supriono, Supriono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.681 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.14

Abstract

 Hepatitis akibat obat anti tuberkulosis (OAT) merupakan ancaman yang serius terhadap pengendalian penyakit tuberkulosis. Namun belum ada data yang representatif mengenai hal tersebut dalam suatu populasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran klinis dan mengevaluasi efek dari terapi obat anti tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang pada tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif potong-lintang (cross sectional) yang melibatkan sebanyak 460 pasien tuberkulosis (TB) yang menerima directly observed treatment strategy (DOTS). Dari hasil penelitian diperoleh 25 pasien yang mengalami hepatitis akibat OAT dengan nilai insiden sebesar 5,4%. Gejala-gejala yang paling sering timbul adalah rasa mual dan muntah (48%). Terjadi hepatitis ringan (20%), sedang (48%), berat (4%), dan sengat berat (4%). Sebanyak 60% tanpa penyakit penyerta. Efek Hepatitis yang menyebabkan pemberhentian OAT sementara sebesar 56% kasus dan yang tetap meneruskan OAT sebesar 44% kasus,  rata-rata durasi terapi hepatitis akibat Obat Anti Tuberkulosis adalah 18 hari. Hepatitis akibat OAT dapat mempengaruhi angka keberhasilan (outcome) terapi. Adanya insiden hepatitis akibat OAT dan besarnya populasi Hepatitis tersebut di Rumah Sakit Saiful Anwar menunjukkan bahwa mendeteksi efek negatif dari terapi OAT sangatlah penting.Kata Kunci: Anti-tuberculosis drug induced liver injury (ATLI), Obat Anti Tuberkulosis (OAT), tuberkulosis paru
Pengaruh Pemberian Susu Sapi Bubuk terhadap Kadar MDA Hepar pada Tikus Putih (Rattus Novergicus Strain Wistar) Jantan Model Diabetes Melitus Tipe 2 Kurniawan, Adi Lukas; Nugroho, Fajar Ari; Adi, Prasetyo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.143 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.11

Abstract

Susu sapi bubuk mengandung kalsium, dan vitamin D yang dapat mencegah peningkatan kadar Malondialdehyde (MDA) pada diabetes melltus tipe 2 melalui mekanisme perbaikan sekresi dan sensitivitas insulin. Susu sapi bubuk mampu menurunkan kondisi stress oksidatif pemicu peningkatan kadar MDA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian susu sapi bubuk terhadap kadar MDA hepar pada tikus wistar model diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental post test only control group design menggunakan 30 tikus wistar model diabetes melitus tipe 2. Selama 90 hari, kelompok perlakuan diberikan susu sapi bubuk 0,9g (P1); 1,8g (P2); dan 2,7g (P3) per hari. selanjutnya pada hari ke-91 dilakukan pengukuran kadar MDA dari jaringan hepar dengan spektrofotometer. Hasil menunjukkan terdapat pengaruh pemberian susu sapi bubuk dengan berbagai dosis terhadap kadar MDA jaringan hepar tikus (p=0,003), dengan dosis efektif adalah 1,8g/hari karena dapat mencegah peningkatan kadar MDA mendekati kelompok negatif.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Malondialdehyde (MDA), susu sapi bubuk
Infeksi Cacing Tidak Berpengaruh terhadap Kadar Transforming Growth Factor (TGF)-β dan Kejadian Dermatitis Atopik pada Anak Mukhasin, Nadiah Soleman; Wahyuni, Sitti; Ilyas, Faridha S; Amin, Safruddin; Satriono, R; Tabri, Farida
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.152 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.10

Abstract

Infeksi cacing melalui kemampuannya memacu proliferasi sel T regulator dilaporkan dapat mempengaruhi manifestasi klinik dari alergi. Selain Interleukin (IL)-10, Transforming Growth Factor (TGF)-β merupakan sitokin yang di lepaskan oleh sel T regulator. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh infeksi cacing terhadap kejadian dermatitis atopik (DA) melalui TGF-β. Penelitian ini dilakukan di beberapa rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Dermatitis atopik (DA) didiagnosis dengan menggunakan kriteria William, ada dan beratnya infeksi cacing diperiksa dengan metode Kato Katz dan kadar TGF-β serum diukur menggunakan metode ELISA.  Sebanyak 80 anak usia 2-7 tahun berpartisipasi pada penelitian ini. Partisipan dibagi menjadi kelompok DA (30 anak) dan non-DA (50 anak). Persentasi infeksi cacing adalah 21,2% (17/80) dengan intensitas infeksi yang ringan. Infeksi cacing tidak mempengaruhi kadar TGF-β, demikian juga infeksi cacing serta kadar TGF-β tidak mempengaruhi kejadian DA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infeksi cacing dengan intensitas ringan tidak mempengaruhi kadar TGF-β maupun kejadian DA pada anak di Makassar.Kata Kunci: Dermatitis atopik, infeksicacing, TGF-β
Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Lam) terhadap Kadar TNF-Α, Il-6 dan Nf-Κb pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kusumastuty, Inggita; Adi, Prasetyo; Harti, Leny Budhi; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.12

Abstract

Peningkatan stres oksidatif dapat memicu inflamasi yang berperan dalam perkembangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Daun ubijalarungu/Purple Sweet Potato Leaves (PSPL) memiliki kandungan polifenol yang tinggi yaitu sebesar 1805mg GEA (gallic acid eguivalent) dalam 100 gram tepung PSPL. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian daun ketela ungu terhadap perbaikan marker inflamasi yaitu TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok, dipapar asap rokok, dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g, 0,14g, dan 0,28g selama 30 hari dalam bentuk tepung. Pengukuran TNF-α, IL-6, dan NF-κB dilakukan dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus yang dipapar asap rokok dan ditambahkan tepung PSPL sebesar 0,14 g memiliki kadar TNF-α, IL-6, dan NF-κB paling rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap rokok dengan dua dosis PSPL lainnya.Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu, IL-6, NF-κB, paparan asap rokok, TNF-α
Pengaruh Imunoterapi, Probiotik dan Jinten Hitam terhadap CD4+IFNγ, Eosinofil, dan Skor Asma Ratih, Indira; Kusuma, HMS Chandra; Barlianto, Wisnu; Olivianto, Ery
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.744 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.5

Abstract

Mekanisme patofisiologi asma terjadi berdasarkan proses inflamasi jalan nafas yang dipicu oleh limfosit T, dan berhubungan dengan berlebihnya produksi sitokin tipe 2 relatif terhadap sitokin tipe 1. Interferon-γ yang diproduksi oleh sel CD4+ merupakan antagonis IL-4 dan IL-5 yang berperan dalam patofisiologi asma. Pada asma juga terjadi eosinofilia bronkial yang merupakan penanda terjadinya proses inflamasi pada asma. Imunoterapi merupakan salah satu pengobatan pada asma yang menyebabkan pergeseran Th2 ke Th1 tetapi masih memliki beberapa keterbatasan, sehingga perlu penelitian baru mengenai ajuvan seperti probiotik dan jinten hitam untuk meningkatkan efektivitas dari imunoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dan jinten hitam terhadap jumlah CD4+IFNγ, eosinofil dan perbaikan klinis pada anak asma yang mendapatkan imunoterapi fase rumatan. Penelitian ini merupakan penelitian randomized clinical trial. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok (imunoterapi dan plasebo, imunoterapi dan probiotik, imunoterapi dan jinten hitam, serta imunoterapi, probiotik dan jinten hitam). Parameter imunologis diperiksa menggunakan flowcytometry dan perbaikan klinis dinilai menggunakan skor ACT. Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dari CD4+IFNγ dan eosinofil darah jika dibandingkan antar 4 kelompok. Skor ACT menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada semua kelompok. Dengan demikian, pemberian adjuvan probiotik atau jinten hitam, maupun kombinasi keduanya dapat meningkatkan perbaikan klinis pada penderita asma ringan, namun tidak menunjukkan perbedaan parameter imunologis antara lain CD4+IFNγ dan eosinofil.Kata Kunci: ACT, asma, CD4+IFNγ, eosinofil, imunoterapi, jinten hitam, probiotik
Health Seeking Behaviour pada Pasien Stroke Hariyanti, Tita; Harsono, Harsono; Prabandari, Yayi S
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.545 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.15

Abstract

Studi pendahuluan, menunjukkan hasil bahwa pasien stroke yang datang di rumah sakit dalam waktu 3 jam sejumlah <34%. Lebih dari 35% pasien tiba di rumah sakit diatas 24 jam. Fakta ini dapat merupakan fenomena gunung es, yaitu masih banyak pasien stroke yang tidak dibawa ke rumah sakit dengan berbagai alasan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pasien stroke dalam mencari pertolongan kesehatan sehubungan dengan penyakitnya. Disain penelitian ini adalah deskriptif observasional. Penelitian ini menggunakan 101 pasien stroke yang ada di masyarakat Kecamatan Kepanjen. Responden diperoleh dari penelusuran berkas rekam medik pasien stroke dan informasi dari mulut ke mulut (snowball sampling). Hasil menunjukkan bahwa 31,5% pasien langsung datang ke rumah sakit ketika terkena stroke dengan rentang waktu bervariasi. Pasien stroke yang pergi ke rumah sakit dalam waktu 3 jam sebesar 18,7%, sedangkan sisanya tiba dalam waktu >3 jam. Pasien yang diperiksakan ke petugas kesehatan terlebih dulu, kemudian dibawa ke rumah sakit adalah sebesar 46,5%, dan pasien yang tidak dibawa ke rumah sakit setelah dibawa ke petugas kesehatan maupun non kesehatan sebesar 22%. Health seeking behaviour ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor demografi dan geografi, sosio-budaya, klinis, persepsi, dan pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat 3 alur health seeking behaviour pada pasien stroke yang ada di masyarakat, yaitu langsung ke rumah sakit, ke rumah sakit setelah dibawa ke petugas kesehatan atau non petugas kesehatan, dan tidak pergi ke rumah sakit setelah dibawa ke petugas kesehatan atau non petugas kesehatan.Kata Kunci: Deskriptifobservasional, health seeking behaviour, stroke 
Efek Pemberian Asam Alfa Lipoat terhadap Kadar MDA dan Gambaran Histologi pada Hati Tikus Wistar Jantan dengan Diabetes Melitus Tipe 1 Fitria, Nur Lailatul; Lyrawati, Diana; Handaru, Mudjiwijono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.901 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.2

Abstract

Diabetes melitus dan komplikasinya disebabkan oleh hiperglikemia yang menyebabkan stres oksidatif melalui produksi spesies oksigen reaktif (ROS). Asam Alfa Lipoat (ALA) terbukti dalam mengatasi stres oksidatif yang menyebabkan komplikasi vaskular pada diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ALA terhadap kadar malondialdehid (MDA) dan gambaran histologi hati tikus diabetes mellitus tipe 1. Rancangan penelitian ini menggunakan true experimental design dan posttest  only  control  group.  Tiga puluh ekor  tikus jantan (Rattus norvegicus galur wistar)  dibagi menjadi  lima  kelompok yaitu:  kelompok  tikus  normal,  tikus diabetes, tikus  diabetes  dengan  ALA  dosis 80mg/kgBB/hari, tikus  diabetes  dengan  ALA  dosis  200mg/kgBB/hari, dan tikus diabetes dengan ALA dosis 500mg/kg/hari. ALA diberikan sehari sekali secara oral. Induksi diabetes pada tikus dilakukan  secara intraperitonial  dosis  tunggal  streptozotocin  60mg/kgBB. Kadar  MDA  pada hati  diukur dengan metode spektrofotometri dan histologi hati diuji  setelah diwarnai dengan hematoksilin dan eosin. Pada penelitian ini, ALA dosis 80 dan 200mg/kgBB/hari tidak memberikan pengaruh terhadap kadar MDA, namun terjadi perbaikan gambaran histologi, warna hati, dan penurunan perlemakan pada hepatosit dibandingkan tikus diabetes. Pada dosis ALA 500mg/kgBB/hari menunjukkan warna hati lebih pucat, peningkatan perlemakan pada hepatosit, dan tingkat kematian yang tinggi. Kesimpulan  dari  penelitian  ini, pemberian  ALA selama 4 minggu tidak berpengaruh terhadap kadar MDA, namun memperbaiki gambaran histologi hati tikus.ata Kunci: Asam alfa lipoat, diabetes mellitus tipe 1, histologi hati, malondialdehid,perlemakan hepatosit
EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK CINCAU HITAM (MESONA PALUSTRIS BL) PADA TIKUS WISTAR DIABETES YANG DI INDUKSI ALLOXAN Widyaningsih, Tri Dewanti; Wijayanti, Novita; Handayani, Dian; Rochmawati, Nia
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.7

Abstract

Cincau hitam atau black grass jelly (Mesona palustris BL) adalah bahan minuman tradisional Indonesia yang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan. Cincau hitam biasanya dikonsumsi dalam bentuk gel untuk es campur. Pada penelitian ini cincau hitam dibuat serbuk sehingga praktis penggunaannya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek hipoglikemik serbuk ekstrak cincau hitam pada tikus Wistar diabetes karena induksi alloxan, dengan rancangan nested design (faktor perlakuan dan waktu) pada kelompok perlakuan dan menggunakan  kontrol. Pengukuran dilakukan sesudah perlakuan pada semua kelompok. Terdapat 5 kelompok, kontrol negatif (tikus normal), kontrol positif (tikus diabetes), tikus diabetes perlakuan dengan obat glibenklamid, tikus diabetes perlakuan suplemen cincau hitam dosis 1 (7,2mg/200gBB) dan perlakuan dosis 2 (21,6mg/200gBB). Hasil dari penelitian ini serbuk suplemen ekstrak cincau hitam tergolong tinggi aktifitas antioksidannya (IC50=69,04±2,89ppm). Hasil penelitian menunjukkan suplemen ekstrak cincau hitam mempunyai efek hipoglikemik. Efek hipoglikemik perlakuan suplemen dosis 2 bahkan tidak berbeda dengan perlakuan obat diabetes glibenklamid. Hasil histopatologi dengan pewarnaan HE perlakuan dosis 2 selama 4 minggu menunjukkan secara signifikan dapat memperbaiki kerusakan morfologi pulau Langerhans pankreas karena induksi alloxan. Dapat disimpulkan pemberian serbuk ekstrak cincau hitam pada dosis 21,6mg/200g BB selama 4 minggu dapat memberikan efek hipoglikemik setara dengan glibenklamid, dan memperbaiki kerusakan morfologi pulau Langerhans pankreas pada tikus diabetes yang diinduksi alloxan.Kata Kunci: Efek hipoglikemik, induksi alloxan, pulau Langerhans, serbuk ekstrak cincau hitam (Mesona palustris BL), tikus Wistar diabetes

Page 1 of 2 | Total Record : 17