cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Soket Kontraktur Orbita: Definisi, Penyebab dan Klasifikasi D, Debby Shintiya; Lyrawati, Diana
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.971 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.12

Abstract

Soket anoftalmia (SA) lebih sering disebut sebagai anoftalmos atau anoftalmia didefinisikan secara klinis sebagai tidak adanya bola mata di dalam rongga orbita. Prevalensi anoftalmia sebesar 0,3 per 100.000 kelahiran. Berkurangnya volume SA disebut sebagai soket kontraktur (SK), pada keadaan ini soket  tidak dapat menahan protesa. Protesa yang sulit atau tidak terpasang pada soket dengan tepat dan nyaman akan menimbulkan masalah kosmetik bagi penderita. Penyebab SK dapat kongenital atau didapat (acquired). Pengklasifikasian SK sangat penting dilakukan untuk menentukan protesa dan teknik operasi rekonstruksi yang sesuai. SK diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya dari derajat ringan (1) sampai dengan derajat berat (5). Pada derajat 5 terdapat hilangnya semua fornik disertai adanya rekurensi kontraktur yang terjadi setelah dilakukan operasi rekonstruksi yang tidak berhasil dalam 1 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kegagalan rekonstruksi soket yang dilakukan.Kata Kunci: Soket anoftalmia, soket kontraktur, protesa, rekonstruksi soket
Physical Activity Improves Muscle Strength and Reduces Inflammatory Markers in Diabetic Elderly Patients Fitriyah, Lailatul; Sunarti, Sri
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.619 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.02.18

Abstract

Regular exercise has an effect on muscle strength and inflammatory markers. The aim of this study is to determine the relation of regular exercise with muscle strength and inflammatory markers (IL-6, CRP) in diabetic elderly compared to non-diabetic ones. A case control study was conducted to 30 elderly by giving them regular exercise. Fifteen subjects were diabetic and the other fifteen were non-diabetic. The data were analyzed using Chi-Square, independent t-Test and Mann Whitney. The result shows handgrip 24,9(14,8-34,6)kg in diabetic vs. 25(6,8-42,1)kg in non-diabetic (p=0,673); 4 meters walk was 3,38(2,34-8,18)s in diabetic vs 3,26(2,06-4,36)s in non-diabetic (p=0,263); IL-6 level was 1,61(0,37-14,02)pg/mL in diabetic vs 1,47(0,52-10,17)pg/mL in non-diabetic (p=0,983); CRP level was 0,23(0,18-0,33)mg/dL in diabetic vs 0,22(0,11-1,01)mg/dL in non-diabetic (p=0,622). HbA1C was 7,35 (5,9-13)%. There is no significant difference in muscle strength and inflammatory markers on the diabetic and non-diabetic groups who exercise regularly. This study shows that regular exercise and well-controlled HbA1C give a good impact on muscle strength and inflammatory markers of the diabetic elderly patients.Keywords: CRP, diabetes, IL-6, elderly, exercise
Ekspresi Human Leukocyte Antigen–C di Trofoblas dan Natural Killer Cell di Desidua pada Preeklampsia Berat Sulistyowati, Sri; Soetrisno, Soetrisno; K, Nizar Hero
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.12

Abstract

Preeklampsia Berat (PEB) masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal. Kejadian preeklampsia berkisar antara 4,4-17,5% dari ibu hamil. Human Leukocyte Antigen-C (HLA-C) dan Natural Killer cell (sel NK) diduga memegang peranan penting terhadap proses terjadinya preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi HLA-C dan sel NK pada PEB, dengan menggunakan metode observasional analitik dan potong lintang. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2014-Januari 2015 di bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jumlah sampel 40 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 20 PEB dan 20 hamil normal. Semua sampel dilakukan pemeriksaan ekspresi HLA-C pada trofoblasnya dan sel NK pada desidua dengan metode imunohistokimia dan dilakukan analisis statistik dengan uji t. Rerata ekspresi HLA-C di trofoblas pada kelompok PEB : 15,39±3,45 dan kehamilan normal 8,07±3,70, dengan nilai  p=0,00 (p<0,05).  Rerata ekspresi sel NK di desidua pada PEB 14,78±3,57 dan kehamilan normal 8,48±3,35, dengan nilai p=0,00 (p<0,05). Simpulan, ekspresi HLA-C di trofoblas dan sel NK di desidua pada PEB lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan normal.
Pengaruh Loyalitas terhadap Komitmen dan Keinginan Bertahan Berobat pada Pasien Rawat Jalan Fitriasari, Nikma; Rohman, Fatchur; Koeswo, Mulyatim
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.076 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.14

Abstract

Keberlanjutan pelayanan pada rawat jalan menjadi aspek penting untuk keberhasilan program pengobatan pasien. Rumah sakit perlu mengembangkan strategi untuk meningkatkan kepatuhan berobat kembali yang dicerminkan dengan loyalitas dan keinginan bertahan.   Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh loyalitas pasien terhadap komitmen dan  keinginan bertahan berobat di pelayanan rawat jalan RSI Gondanglegi.  Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan membagikan kuesioner selama dua  minggu pada bulan Januari dan Februari 2016.  Pengambilan sampel melalui metode consecutive sampling pada 255 pasien.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang berkunjung di pelayanan rawat jalan RSI Gondanglegi memiliki loyalitas yang tinggi, dan memiliki komitmen untuk tetap bertahan berobat saat mereka berpindah kepesertaan menjadi peserta BPJS. Loyalitas dan komitmen membentuk keinginan bertahan dengan faktor komitmen normatif sebagai indikator yang palin akurat. Rumah sakit perlu membangun strategi mengelola switching barrier dan rasa memiliki untuk meningkatkan keinginan bertahan.
Peran Mesenchymal Stem Cells dalam Regulasi PDGF dan Sel Islet pada Diabetes HS, Zakariya; Putra, Agung
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.4

Abstract

Diabetes merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah sebagai akibat kerusakan sel β pankreas dan atau resistensi insulin. Penelitian klinik menunjukan bahwa transplantasi islet dapat memperbaiki gejala terkait diabetes, meskipun demikian keterbatasan pendonor menjadi masalah serius. Hasil penelitian terkini melaporkan bahwa Mesenchymal Stem Cells (MSCs) berpotensi tinggi dalam meregenerasi kerusakan jaringan pankreas termasuk sel islet dengan melibatkan berbagai growth factor terutama PDGF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh MSCs tali pusat dalam meningkatkan jumlah sel islet dan gambaran kadar PDGF pada hari ke 44 fase remodelling jaringan pankreas yang rusak. Penelitian ini menggunakan 20 mencit (Mus musculus) Balb-C yang diinduksi streptozotocin hingga diabetes. Terdapat 4 kelompok penelitian (n=5/kelompok) terdiri atas kontrol (K) dan perlakuan (P). Kelompok kontrol diberi PBS sementara P1, P2, dan P3 diberi MSCs dengan dosis berbeda, yaitu: P1=1,5x105, P2= 3x105, dan P3=6x105 sel secara intraperitoneal. Pada hari ke 44 dilakukan pemeriksaan ELISA pada sampel darah untuk mengetahui kadar PDGF dan histopatologi jaringan untuk penghitungan sel islet pankreas. Hasil penelitian didapatkan peningkatan jumlah sel islet pankreas secara signifikan (p<0,05) dan kadar PDGF sesuai dengan kelompok kontrol. Penelitian eksperimental pada mencit (Mus musculus) inimengesankan bahwa MSCs mampu meningkatkan jumlah sel islet pankreas dan meregulasi kadar PDGF.
Hubungan Kadar Transforming Growth Factor-Beta 1 (TGF-β1) Urin dengan Proteinuria pada Anak Sindrom Nefrotik Resisten Steroid Ismail P, Prasetya; Fitri, L Enggar; Subandijah, Krisni
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.061 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.02.6

Abstract

 Transforming  Growth  Factor-Beta  1  (TGF-β1)  menjadi  perantara  fibrosis  interstisial,  atrofi  tubular,  dan  kerusakan gromelurus ginjal. Proteinuria menunjukkan prognosis yang buruk pada  sindroma nefrotik. Terdapat kecenderungan persisten proteinuria pada sindroma nefrotik resisten steroid. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan hubungan kadar Transforming Growth Factor-Beta 1 (TGF-β1) urin dengan proteinuria pada anak sindrom nefrotik resisten steroid. Empat puluh  lima  sampel urin dikumpulkan  terdiri dari 15 anak dengan  sindrom nefrotik  resisten steroid, 15 anak dengan sindrom nefrotik sensitif steroid dan 15 anak sehat. Sampel tersebut diukur kadar TGF-β1 dan rasio protein-kreatinin kemudian dibandingkan.  Terdapat  perbedaan  bermakna  dalam  pengukuran  rasio protein-kreatinin  (p=0,000),  tidak terdapat perbedaan bermakna dalam pengukuran TGF-β1 dan tidak terdapat hubungan antara kadar TGF- β1 dan rasio protein-kreatinine  (r=-0,222; p=0,427).Kata Kunci: Kadar TGF-β1 urin, proteinuria,  rasio protein-kreatinin, sindrom nefrotik  resisten steroid
PERBEDAAN BENTUK LUKISAN SIDIK JARI, RIDGE COUNT, PALMAR PATTERN DAN SUDUT A-T-D ANTARA ORANG TUA ANAK SUMBING DENGAN ORANG TUA ANAK NORMAL DI TIMOR TENGAH SELATAN, NUSA TENGGARA TIMUR Iriane, Vincentia Maria; Sanjoto, Pudjo; Loekito, Retno M.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 2 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.849 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2003.019.02.4

Abstract

ABSTRACT The skin and lip-palate are formed nearly at the same period. They might be influenced by the similar genetic factor and environment.The  objective  of  this  research  is  to  find  the  difference  of  dermatoglyphi  between  cleft-lip  children’s  parents  and  normal  childern’sparents.  The  research  is  an  analytical  observation.  It  takes  50  samples  of  cleft-lip  children’s  parents  and  50  samples  of  normalchildren’s  parents.  Each  sample  is  classified  into  two  groups,  that  is,  (25)  fathers  and  (25)  mothers.  Finger  pattern,  ridge  count,palmar  patern  and  a-t-d  angle  are  dermatoglyphi  variables  to  be  measured.  He  result  shows  that:  (1)  The  relationship  betweenfather’s dermatoglifi and cleft-lip children is stronger than that between mother’s dermatoglifi and cleft-lif childern. (2) The percentageof whorl (W) pattern is higher in cleft-lip children’s parents; ehile the percentage of ulnar loop (UL)pattern is higher in normal children’sparents.  (3)  The  ridge  count  of  cleft-lip  children’s  fathers  is  normally  higher  than  that  of  normal  children’s  fathers.  (4)  There  is  nodifference  found  in  palmar  pattern  between  cleft-lip  children’parents  and  normal  children’s  parents.  (5)  A-t-d  angle  of  the  cleft  lipschildren’s fathers is bigger than that of normal children’s fathers. (6) Cleft lips in South East Timor, East Nusa Tenggara is ancertrallyinherited. Key words: Dermatoglyphies, cleft lip patients parent
PERUBAHAN KADAR SITOKIN DAN MOLEKUL AGREGASI PADA BERBAGAI TINGKAT TROMBOSITOPENIA PADA DEMAM BERDARAH DENGUE Djunaedi, Djoni
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.882 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.01.3

Abstract

The uncovering of the changes in the concentration of aggregation molecules (vWF, PGI2) and cytokines (TNFα, IL-1β, IL-6) in different levels of thrombocytopenia in DHF patients can be used as the basis in predicting the occurrence of thrombocytopenia. A prospective-observational studywas undertaken utilizing a 3-day sequentially drawn vein blood of inclusive DHF patients. The TNFα, IL-1β and IL-6 test was conducted utilizing the quantikine high sensitivity human cytokine immunoassay, and the vWF and PGI2test was conducted utilizing the ELISA procedure.  The multivariate and discriminant analyses tests on the deltas between day 1 and 2 observations, and between day 2 and 3 observations of the 6 variables showed Wilks’ Lambda =0.638 with p=0.008 and platelets and vWF as the most powerful discriminating variable (70.5.%). The findings of this study indicated that in DHF patients (1) the changing of the concentration of TNFα, IL-1βand IL-6 cytokines do not play a significant role  in the mechanism of platelets aggregation, (2) platelets count decreases in a condition in which vWF facilitated platelets aggregation, (3) the changing of a positive contribution of vWF causes a determination of the process of platelets aggregation, and (4) a positive changing of vWF’s concentration can be used as a prognostic indicator of a negative changing of platelets count.. Key words: Dengue Hemorrhogic Fever, thrombocytopenia, vWF
Kadar Antioksidan Rendah Meningkatkan Risiko Hemolisis pada Sepsis Neonatus Budhi, Kamilah; Soemantri, Agustinus; Aminullah, Asril; Suhartono, Suhartono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.011 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.03.10

Abstract

Hemolisis  pada  neonatus  sepsis  terjadi  akibat  aktivasi  komplemen  yang  dipicu  oleh  reaksi  inflamasi  sebagai  respons terhadap  invasi  mikroba.  Penyebab  lain  meliputi:  proses    fisiologis,  kelainan  eritrosit  kongenital,  proses  imun,  stres oksidatif ,  obat  dan  enzim  hemolisin.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membuktikan  hubungan  antara  kadar  antioksidan dengan kejadian hemolisis pada neonatus  sepsis. Penelitian dilakukan dengan desain observasional prospektif ,  nested case-control  pada  94  neonatus  sepsis  yang  terdiri  47  kelompok  kasus  (hemolisis  positif)  dan  47  kelompok  kontrol (hemolisis negatif). Hemolisis ditegakkan dengan kriteria indeks retikulosit > 3 pada hari ke 1 dan hari ke 3. Variabel yang diukur  meliputi: antioksidan  (GPx,  vitamin  E,  vitamin  C)  dan  oksidan  (MDA),  hemolisin.  Pemeriksaan  kadar  MDA,  GPx dengan  metode  spektrofotometri,  vitamin  C    metode  colorimetric  assay,  vitamin  E  metode  ELISA,  hemolisin  dengan media  agar  darah.  Data  dianalisis  dengan  Chi-square,  uji  t  tidak  berpasangan,  Mantel-Haenszel  dilanjutkan    regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan kadar GPx rendah (75µ/gHb), vitamin E rendah ((<17,8 µg/mL) merupakan faktor risiko signifikan terjadinya hemolisis dengan OR berturut-turut 6,14 ,  3,12. Kadar antioksidan rendah (GPx  dan vitamin E) merupakan  prediktor  kuat  terjadinya  hemolisis  pada  neonatus  sepsis.
Kepuasan Kerja Mempengaruhi Kinerja Pelayanan Operasi Elektif Sujianto, Sujianto; Koeswo, Mulyatim; Utami, Endah Woro
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.686 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.23

Abstract

Kinerja pelayanan operasi elektif merupakan kontributor penting dalam kinerja dan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja petugas kamar operasi dengan kinerja pelayanan operasi elektif di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan uji regresi linierpada 30 petugas kamar operasi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan kerja dan kinerja pelayanan operasi elektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara kepuasan kerja terhadap kinerja tunggu pelayanan operasi elektif, sedangkan jenis kelamin, status kepegawaian dan pendidikan tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kepuasan yang kurang ada pada perbedaan tarip pelayanan operatif menyebabkan memanjangnya waktu tunggu pelayanan operasi elektif. Kajian dan revisi besaran tarip dan jasa pelayanan dapat menjadi pilihan solusi.Kata Kunci: Kepuasan kerja, kinerja operasi elektif

Page 10 of 83 | Total Record : 822