cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Peningkatan NT-proBNP dan cTn-I Serum Pasien Limfoma Non-Hodgkin's yang Menerima Kemoterapi Berbasis Doxorubicin Putra, Aditya Chandra; Hermanto, Djoko Heri; -, Wursito -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.02.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan menilai perubahan kadar cTn-I dan NT-proBNP serum pasien Limfoma Non-Hodgkin's (LNH) yang dikemoterapi berbasis doxorubicin (DOX). Penelitian menggunakan desain prospective cohort observational dengan kriteria inklusi yaitu pasien LNH usia 16 s/d 65 tahun, ECOG scale ≤2, serum kreatinin ≤1,5mg/dl, dan fungsi liver normal. Kriteria eksklusi antara lain memiliki PJK, penyakit katup jantung dengan gangguan hemodinamik, ekokardiografi prekemoterapi LVEF <50%, sedang atau riwayat iradiasi di dinding thorax. Sampel darah diambil sebelum dan 24 jam setelah kemoterapi. Dari 34 pasien yang diteliti, lansia 20 pasien, dewasa 13 pasien dan 1 pasien remaja. Sebanyak 33 pasien dengan skor ECOG 1. Kadar cTn-I 23 pasien meningkat 24 jam pascakemoterapi ke-1 dan berbeda bermakna jika dibandingkan kadar cTn-I prekemoterapi (p<0,001). Kadar NT-proBNP 11 pasien meningkat 24 jam pascakemoterapi ke-1 dan 22 pasien meningkat 24 jam pascakemoterapi ke-2. Kadar NT-proBNP pascakemoterapi ke-1 berbeda bermakna jika dibandingkan prekemoterapi (p<0,001). Kadar NT-proBNP pascakemoterapi ke-2 berbeda bermakna jika dibandingkan prekemoterapi (p<0,001). Kadar NT-proBNP dosis DOX 100mg/m2 LPT berbeda bermakna jika dibandingkan dosis 50mg/m2 LPT (p=0,001). Uji regresi logistik menunjukkan usia tua berhubungan dengan risiko peningkatan NT-proBNP (RR=6,271 (CI:1,295, 30,382), p=0,023). Kesimpulannya, terdapat peningkatan kadar cTn-I dan NT-proBNP pada pasien LNH setelah kemoterapi berbasis DOX. Kata Kunci: Doxorubicin, cTn-I, Limfoma Non-Hodgkin's, NT-proBNP
POLA PROTEIN DARI OUTER MEMBRANE PROTEIN YANG DIIDOLASI MENGGUNAKAN N-OCTYL GLUCOSIDE DAN MENGGUNAKAN SARCOSYL PADA SALMONELLA TYPHI Muwarni, Sri; Santosaningsih, Dewi; Ramadhona, Aisya
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 18, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2402.169 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola protein dari outer membrane protein (OMP) Salmonella typhi, yang diisolasi menggunakan 2 metode yang berbeda yaitu menggunakan sarcosyl dan n-octyl-glucoside (NOG). Apakah dengan cara isolasi yang berbeda akan ditemukan persamaan pola protein OMP tersebut. Harapan lebih lanjut adalah efektivitas kerja dalam mengisolasi OMP. Salmonella typhi diperoleh dari penderita typhoid fever di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang. Bakteri tersebut diidentifikasi dan dimurnikan menggunakan medium yang biasa digunakan untuk identifikasi Enterobactericeae. Kuman yang telah dimurnikan kemudia dipropagasi pada media bifasik Luria agar dan suspensi bakteri pada thyglicolat. Prinsip kerja dari isolasi OMP menggunakan sarcosyl adalah ultrasentrifugasi sonikasi kuman dengan menambahkan sarcosyl sebagai deterjen yang memisahkan OMP dari membran luar. Sedangkan NOG bekerja langsung memecah sel kuman utuh, tanpa sonikasi. Outer membrane protein yang diperoleh dari kedua cara tersebut kemudian didialisa menggunakan phospate buffer saline (PBS) selama 2x24 jam. Outer membrane protein (OMP) dihitung dengan cara mengukur relatif of flow (Rf) fraksi protein dan dihitung menggunakan exponential regression. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan, bahwa penggunaan cara isolasi OMP yang berbeda akan diperoleh gambaran pola protein yang berbeda pula. Dari kedua cara isolasi tersebut, fraksi OMP Salmonella typhi yang terberat molekul kurang dari 65kDa dapat terdeteksi dengan menggunakan NOG dan sarcosyl, sedangkan fraksi protein dengan berat molekul lebih dari 65 kDa hanya dapat terdeteksi dengan menggunakan sarcosyl.
HUBUNGAN TINGKAT THYROID STIMULATING HORMONE DENGAN FUNGSI KOGNITIF Siregar, Dira Wahyuni; Fitri, Fasihah Irfani; Nasution, Iskandar; Dhanu, Rusli
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 4 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.276 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2019.030.04.11

Abstract

Gangguan hormon tiroid merupakan salah satu gangguan endokrin yang utama mewakili 30% hingga 40% dari pasien yang datang dalam praktek endokrin. Gangguan hormon tiroid merupakan salah satu penyebab gangguan fungsi kognitif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan tingkat TSH dengan fungsi kognitif pasien dengan gangguan fungsi tiroid. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang, pada pasien dengan gangguan fungsi tiroid yang berobat di Poliklinik Endokrin RSUP Haji Adam Malik Medan. Tingkat TSH dikelompokkan sebagai tinggi (&gt;4,67?IU/ml), normal (0,49-4,67?IU/ml) dan rendah (&lt;0,49?IU/ml). Fungsi kognitif dinilai dengan menggunakan Montreal Cognitive Assessment-Versi Indonesia (MoCA-INA) dengan nilai normal 26-30. Pada penelitian ini melibatkan 55 pasien yang terdiri dari 11 pasien laki-laki (20%) dan 44 pasien perempuan (80%). Rerata usia adalah 41,69±11,50 tahun. Terdapat 13 pasien tingkat TSH tinggi (23,6%), 15 pasien tingkat TSH normal (27,3%) dan 27 pasien tingkat TSH rendah (49,1%). Nilai median MoCA-INA adalah 24(9-30). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat TSH dengan fungsi kognitif (p=0,017).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PARTISIPASI PADA PEMERIKSAAN PAP SMEAR PADA WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL Kurniawan, Bayu; Asmika, Asmika; Sarwono, Imam
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.8 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.03.5

Abstract

ABSTRACT Carcinoma cervix is the most frequent malignancy and the highest cancer mortality rate in women worldwideas well as in Indonesian. From 4.290 of cervical carciona in Indonesia , 1.326 cases were found in SurabayaOver 70% patients were in the advanced stadium. Pap Smear as a screening test is a prevention strategy focarcinoma  cervix.  Sex  worker    has  a  high  risk  for  carcinoma  cervix.  This  research  was  carried  out  in  GangDolly  Prostitution  Area  Surabaya  aimed  to  describe  the  characteristics  of  sex  worker  and  the  correlationbetween    knowledge  level  and  participation  in  Pap  Smear  examination  .  A  cross  sectional  approach  wasconducted with  67 respondents. The variables: characteristics, knowledge  level and pap-smear  participationwas  measured  by  open  and  close-ended  questionnaire  guided  by  the  researcher.  The  data  were  presentedas  cross  tabulation  and  further  testing  the  correlation  based  on    Lambda  Correlation  test  (α  =  0,05).  Theresults  showed    an  equal  proportion  of  good  and  sufficient  knowledge  and  only  limited  respondent  (2,99%who  have  very  poor  knowledge.  89,55%  respondents  have  had  done  their  Pap  Smear  examination,  fromthose  mostly  were  respondents  with  sufficient  knowledge  (41,79%).    There  was  a  weak  and  not  significancorrelation  between  respondent’s  knowledge  level  about  carcinoma  cervix  and  their  participation  in  PapSmear examination (Lambda Correlation test, Lb = 0,286, approx. sig. = 0,151).  Keywords : Knowledge , Carcinoma Cervix, Pap Smear, Participation
PERBEDAAN PENGARUH PENDIDIKAN SEKS METODE SIMULASI DAN DISKUSI KELOMPOK TERHADAP SIKAPREMAJA PADA UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKS MENYIMPANG Kumboyono, Kumboyono; M, Hanafi,; E. P, Lestari,
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 1 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.273 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.01.9

Abstract

Sex education is a process to express message that one of the purpose is to create adolescense positive attitude avoiding incorrect sex behavior. The method used to create adolescensepositive attitude in order to avoid the incorrect  sex behavior are group discussion method, demonstration, playing role or simulation method. The purpose of this study was to  find out the differences between the influence of giving sex education with simulation method and group discussion of adolescense attitude changes to avoid incorrect sex behavior, and to find out a method that give the biggest score of attitude changes amongthem. The design of this study was quasi experimental pretest posttest design. While the way to collect samples using multi stage random sampling technique with the number of 90 samples divided into 30 groups of  control, 30 groups using simulation method of treatment and 30 groups using discussion group method of treatment. The result from showed that there was difference between score of pretest attitude and score of posttest attitude in the group of simulation treatment (t-test p = 0.644) and the discussion group of treatment (t-test p = 0.000), but there was no difference between score of pretest attitude and score of posttest in control group (t-test p = 0.000)  α = 0.05. Another finding that there was difference attitude among control group, group of simulation treatment, and group of discussion treatment (anova p = 0.000)  α = 0.05.
Perbedaan Pola Peningkatan Suhu Bahan Biologis dan Non-Biologis yang Dipapar Sinar Far-Infrared Soleh, Miftahu; Sujuti, Hidayat; Widjajanto, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.11 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.03.1

Abstract

Low  power  of  Far-Infrared  Rays  (FIR)  emitted  by  artificial  radiators  have  been  used  for  many  diseases associated with blood vessels disorder.  FIR also used to  regulate  temperature  in  incubator  for  infant.  This study aims at exploring correlation pattern between FIR and temperature,  producing a biological simulator model from  a  non-biological  material for  further  research  can  be  initiated.  Differentiation  factors  between biological  and  non-biological  material  that  exposed  to  FIR  also  could  be  determined.  A  radiant  far-infrared  type T -FSR  was placed 20 cm  above the  objects (umbilicus  and gel). Then both surface  and inside  temperature  of the  objects  measured  continuously  using  Thermistor  series  D-S06  and  series  D-RB2.  Room  humidity maintained at constant levels  (60%).  This study found  a significant correlation between FIR and temperature increasing  both on the  umbilicus and on the  gel. Influence  of FIR intensity  on temperature  can be formulated into  the  formula:  T_umb_U1  =  27,6  +  0,00554  FIR  and  T_umb_U2  =  27,8  +  0,00560  FIR,  while  on  the  gel  were T_gel_U1 = 24,9 + 0,00430 FIR and T_gel_U2 = 25,0 + 0,00428 FIR.
Quercetin sebagai Penghambat Aktivasi NF-κβ dan Penurunan Kadar MCP-1 pada Kultur HUVECs yang Dipapar dengan Leptin Masyhur, Muhammad; Handono, Kusworini; Fitri, L Enggar; Indra, M Rasjad
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 4 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.298 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2011.026.04.7

Abstract

Hiperleptin mempengaruhi proses oksidasi enzim N-acetyldiphosphat (NADPH) yang berfungsi pada proses metabolisme dan reaksi redoks sehingga terjadi stres oksidatif. Peningkatan ROS menyebabkan aktifnya nuclear factor kappa beta (NF-κβ) yang mengubah reaksi redoks di dalam sel melalui dimer p50 dan p65 yang bertranslokasi ke inti sel yang akan mempengaruhi gen promoter untuk mengekspresikan faktor kemotaksis yaitu monocyte chemoattractant protein-1 (MCP-1). Tujuan penelitian ini adalah melihat efektifitas quercetin pada penurunan ekspresi protein proinflamasi penyebab aterosklerosis. Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan menggunakan sampel kultur sel endotel manusia (HUVECs) yang diberi leptin 500ug/mL dan diinkubasi selama 6 jam yang selanjutnya diberi perlakuan quercetin dengan variasi dosis 0 µM, 50 µM, 125 µM dan 625 µM dan diamati aktivasi NF-κβ menggunakan metode immunofluorescence dan kadar MCP-1 menggunakan teknik ELISA. Hasil analisa data dengan menggunakan Tukey menunjukan adanya penurunan aktivasi NF-κβ yang signifikan setelah diinkubasi dengan quercetin dosis 125 µM (p&lt;0,001) dan penurunan kadar MCP-1 sebesar 503,40±23,93324 (p&lt;0,001) apabila dibandingkan dengan kontrol positif. Dosis optimal quercetin adalah perlakuan dengan dosis 125 µM karena memberikan pengaruh yang signifikan dalam menurunkan kadar MCP-1 dan penghambatan aktivasi NF-κβ. Dosis 625 µM hanya menghambat aktivasi NF-κβ tetapi tidak signifikan dalam menurunkan kadar MCP-1 (p=0,916). Peningkatan dosis quercetin menunjukkan korelasi yang signifikan dengan penurunan kadar MCP-1 (r=-0,498, p&lt;0,001) dan penghambatan aktivasi NF-κβ (r=-0,803, p&lt;0,001). Kata Kunci: Aktivasi NF-κβ, disfungsi endotel, leptin, MCP-1, quercetin
Pengaruh Imunoterapi, Probiotik dan Jinten Hitam terhadap CD4+IFNγ, Eosinofil, dan Skor Asma Ratih, Indira; Kusuma, HMS Chandra; Barlianto, Wisnu; Olivianto, Ery
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.744 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.5

Abstract

Mekanisme patofisiologi asma terjadi berdasarkan proses inflamasi jalan nafas yang dipicu oleh limfosit T, dan berhubungan dengan berlebihnya produksi sitokin tipe 2 relatif terhadap sitokin tipe 1. Interferon-γ yang diproduksi oleh sel CD4+ merupakan antagonis IL-4 dan IL-5 yang berperan dalam patofisiologi asma. Pada asma juga terjadi eosinofilia bronkial yang merupakan penanda terjadinya proses inflamasi pada asma. Imunoterapi merupakan salah satu pengobatan pada asma yang menyebabkan pergeseran Th2 ke Th1 tetapi masih memliki beberapa keterbatasan, sehingga perlu penelitian baru mengenai ajuvan seperti probiotik dan jinten hitam untuk meningkatkan efektivitas dari imunoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik dan jinten hitam terhadap jumlah CD4+IFNγ, eosinofil dan perbaikan klinis pada anak asma yang mendapatkan imunoterapi fase rumatan. Penelitian ini merupakan penelitian randomized clinical trial. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok (imunoterapi dan plasebo, imunoterapi dan probiotik, imunoterapi dan jinten hitam, serta imunoterapi, probiotik dan jinten hitam). Parameter imunologis diperiksa menggunakan flowcytometry dan perbaikan klinis dinilai menggunakan skor ACT. Penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna dari CD4+IFNγ dan eosinofil darah jika dibandingkan antar 4 kelompok. Skor ACT menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada semua kelompok. Dengan demikian, pemberian adjuvan probiotik atau jinten hitam, maupun kombinasi keduanya dapat meningkatkan perbaikan klinis pada penderita asma ringan, namun tidak menunjukkan perbedaan parameter imunologis antara lain CD4+IFNγ dan eosinofil.Kata Kunci: ACT, asma, CD4+IFNγ, eosinofil, imunoterapi, jinten hitam, probiotik
Efek Polisakarida Mesona Chinensis pada Produksi Sitokin dan Molekul Kostimulator pada Sel Makrofag RAW264.7 S, Andri Praja; Huang, Tzou Chi; Sumarno, Sumarno
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.01.4

Abstract

Polisakarida yang berasal dari tumbuhan telah menjadi pusat perhatian pada keilmuan biomedik karena memiliki berbagai kemampuan biologis dan toksisitasnya yang rendah. Pada penelitian sebelumnnya, polisakarida Mesona chinensis (MCP) yang didapat dari ekstrak tanaman cincau atau grass jelly telah menunjukkan kemampuannya sebagai imunostimulator dan anti kanker, akan tetapi bagaimana mekanismenya belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh MCP pada sel makrofag RAW264.7 dimana pemeriksaan dilakukan melalui pengukuran produksi sitokin dan ekspresi molekul kostimulator pada permukaan sel makrofag. Beberapa teknik pengukuran telah digunakan untuk menggambarkan mekanisme aksi pada sel makrofag seperti flowsitometri untuk menganalisa kostimulator CD80, CD86 dan MHC-II, pengukuran viabilitas sel, nitric oxide (NO) dan TNF-α menggunakan spektrofotometer, ekspresi protein ERK ½, IκB-α, iNOS menggunakan teknik western blot dan analisa aktivitas protein NF-κB menggunakan mikroskop konfokal. Pengukuran aktivitas NF-κB, ekspresi CD80, CD86, MHC-II, produksi NO dan TNF-α dilakukan setelah diberikan MCP pada sel makrofag RAW264.7 dengan konsentrasi 10, 50, 100 dan 200μg/ml. Analisa statistik dengan ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan ekspresi NO, TNF-α, CD80, CD86 dan MHC-II pada semua kelompok perlakuan, selanjutnya uji perbandingan multipel Duncan's menyatakan bahwa terdapat peningkatan ekspresi NO, TNF-α, CD80, CD86 dan MHC-II secara signifikan (p=0,001) bila dibandingkan dengan kelompok lain. Hasil diatas menunjukkan bahwa MCP mampu menginduksi produksi NO, TNF-α, ekspresi kostimulator (CD80, CD86, MHC-II), dan sebagai stimulator terhadap protein ERK ½, IκB-α, dan NF-κB. Hal ini memberikan penjelasan terhadap mekanisme aktivitas seluler yakni melibatkan jalur MAPKs dan NF-κB yang penting dalam menginduksi produksi sitokin dan ekspresi molekul kostimulator. Dengan demikian, MCP telah menunjukkan suatu potensi sebagai agen imunostimulator dan diduga dapat menjadi suatu terapi penting pada penyakit-penyakit infeksi. 
Peran Magnesium Sulfat dalam Menurunkan Kadar TNF-α dan IL-1β pada Bayi Prematur Sulistyowati, Sri; Pujojati, Ferri Waluyo Wiwoho; Respati, Supriyadi Hari; -, Soetrisno -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 4 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.893 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.04.7

Abstract

Prematuritas menyebabkan mortalitas dan morbiditas neonatus yaitu cerebral palsy (CP), gangguan kognitif dan gangguan tingkah laku. Sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-1β diduga secara signifikan meningkat pada bayi prematur. Magnesium sulfat (MgSO4) diduga dapat sebagai neuroprotektor terhadap otak janin, melindungi jaringan terhadap aktivitas radikal bebas, sebagai vasodilator dari vasculature otak dan menurunkan sitokin proinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran MgSO4 terhadap kadar TNF-α dan IL-1β pada bayi prematur, menggunakan metode observasional analitik, cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari-Desember 2015 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan laboratorium Prodia Jakarta. Subjek penelitian berjumlah 40 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 subjek kelompok persalinan prematur yang mendapat MgSO4 dan 20 subjek kelompok persalinan prematur tidak mendapat MgSO4. Semua subjek dilakukan pemeriksaan kadar TNF-α dan IL-1β pada serum dari darah tali pusat bayi pada saat lahir dengan menggunakan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan uji t. Rerata kadar serum TNF-α pada kelompok persalinan prematur yang diberikan MgSO4 (2,24±0,56ng/mL) dan rerata kadar serum TNF-α pada persalinan prematur yang tidak diberikan MgSO4 (2,80±0,85ng/mL) dengan p=0,01 (p&lt;0,05). Rerata kadar serum IL-1β pada kelompok persalinan prematur yang diberikan MgSO4 (0,49±0,22ng/mL) dan rerata kadar serum IL-1β pada persalinan prematur yang tidak diberikan MgSO4 (0,71±0,28ng/mL) dengan p=0,01 (p&lt;0,05). Magnesium Sulfat berperan menurunkan kadar serum TNF-α dan IL-1β pada bayi prematur.