cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Gedung Graha Medika Lt. 1, Ruang 104
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 02169347     EISSN : 23380772     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jkb
Core Subject : Health,
JKB contains articles from research that focus on basic medicine, clinical medicine, epidemiology, and preventive medicine (social medicine).
Articles 822 Documents
Hubungan Polimorfisme Gen ACTN-3 (R577X) dengan Daya Ledak Otot pada Siswa Sekolah Sepakbola di Medan Hutahaean, Martina Evlyn Romauli; Tarigan, Amira Permata Sari; Ardinata, Dedi -
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.02.8

Abstract

Gen ACTN-3 merupakan gen yang mengkode sebuah protein sarkomer yang hampir secara keseluruhan diekspresikan dalam serat otot cepat dan menghasilkan daya ledak otot. Daya ledak (power) adalah kemampuan otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kekuatan dan kecepatan tinggi dalam suatu gerakan yang utuh. Daya ledak merupakan komponen penting dalam olahraga sepakbola. Variasi genotif (polimorfisme) ACTN-3 (R/X) cenderung memiliki daya tahan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara varian genotif ACTN-3 (polimorfisme) dan daya ledak otot. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah sepakbola berusia 11-14 tahun yang berjumlah 33 orang. Daya ledak otot diukur menggunakan tes standing broad jump. Varian genotif (polimorfisme) gen ACTN-3 diidentifikasi menggunakan PCR-RFLP dari sampel sel bukal. Uji Fisher Exact digunakan untuk mengetahui hubungan antara polimorfisme gen ACTN-3 dengan daya ledak otot. Hasil studi menunjukkan varian genotif ACTN-3 yang memiliki alel R cenderung menunjukkan daya ledak otot kategori diatas rata-rata dan tinggi, sementara varian genotif yang memiliki alel X lebih banyak menunjukkan daya ledak otot dalam tingkat rata-rata. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan signifikan antara polimorfisme gen ACTN-3 dengan daya ledak otot pada siswa sekolah sepakbola kota Medan (p<0,001) dengan kekuatan korelasi kuat (c=0,623).
JUMLAH SEL TROFOBLAS YANG MENGALAMI APOPTOSIS PADA PRE EKLAMPSIA/EKLAMPSIA LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN KEHAMILAN NORMAL Keman, Kusnarman; Prasetyorini, Nugrahanti; Langgar, Madeline J.
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.644 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.02.8

Abstract

Hypoxia exposed trophoblast cells will cause apoptotic process, that correlate with up-regulation of p53 and Bax protein expression; and down-regulation of anti-apoptotic Bcl-2 protein. Apoptotic process and up-regulation of p52, and down-regulation of anti-apoptotic Bcl-2; also find both on trophoblastic samplefrom preeclampsia/ eclampsia complicated pregnancy, and  normal pregnancy. The aim of this study is, to prove that the amount of apoptotic trophoblast cells on trophoblast tissue sample from preeclampsia/ ecclampsia complicated pregnancy, were higher then those of normal pregnancy. This research was laboratory cross sectional study, that observed immunohystochemically, p53 and BCl-2 protein expression; also the DNA-fragmented technically (TUNEL) to detect apoptotic  cells on trophoblastic samples from preeclampsia/ eclampsia complicated pregnancy, compare by the normal pregnancy. On this study, we found that the amount of trophoblast cells that expressed of p53 protein (22.70 ± 2.90), were higher then those of normal pregnancy. (8.2 ± 4.99). The different was statistically significant. (t test; p  ≤0.000). We also found that an apoptotic process on trophoblast cells of preeclampsia/ eclampsia placenta (15.3 ± 3,56) were higher  then those of normal pregnancy (4.7 ± 1.89). The different was statistically significant. (t test; p ≤0.000).
HUBUNGAN ANTARA DERAJAT OBSTRUKSI SERANGAN AKUT ASMA DENGAN KADAR IgE, IFN- DAN IL-4 TOTAL SERUM Kusuma, HMS. Chandra; Kalim, Kusworini Handono; Riawan, Wibi; Muid, Masdar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 20, No 2 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.883 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2004.020.02.4

Abstract

ABSTRACT Acute bronchial asthma is a common medical emergency the world over. There now exists compelling evidence of a role for Th2-Th1 paradigm in the pathogenesis of asthma in children. We hypothesized that childhood asthma is associated with the activation of  Th2-Th1 lymphocytes whose products regulate at least in part, the expression of IgE, IFN-γ and IL-4 and thereby disease severity. Our aims, therefore were to compare the level of total IgE, total IL-4 and total IFN-γ in serum from asthmatic and non asthmatic control children matched for age and sex, and to attempt to correlate the IgE, IL-4, and IFN-γ total level of serum in the asthmatics children with disease severity. Fifty one children with acute asthma exacerbation were compare with thirty one no asthmatics normal children matched for age and sex. The level of IgE, IL-4, and IFN-γ were measured using Elisa. Asthma severity was assessed by a symptom score and spirometri. The level of IgE and Il-4 in the serum of the asthma were elevated as compared to the non asthmatic normal controls, whereas the IFN-γ was decreased. There was a significant correlation between elevated levels of IgE and IL-4 with the acute asthma exacerbation severity, whereas the decreased level of IFN-γ was not. Conclusions. The increased levels of IgE , IL-4 and the ratio of  IL-4/IFN-γ play a crucial role in the acute asthma exacerbation severity.
DIET ATEROGENIK PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain Wistar) SEBAGAI MODEL HEWAN ATEROSKLEROSIS Murwani, Sri; Ali, Mulyohadi; Muliartha, Ketut
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 22, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2006.022.01.2

Abstract

Atherosclerosis is still a major health problem, because 20% of death in the world is caused by atherosclerosis diseases like stroke and myocardial infarct. One of animal models that was successful in atherosclerosis research was New Zealand white rabbit. The purpose of this preliminary research was to determine the atherogenic diet ofwhite rats (Rattus novergicus strain Wistar) as animal model of atherosclerosis especially to find fixed composition and time of the atherogenic diet taken.This research used male; 2 months age, 150-200 grams body weight of white rats Rattus novergicus strain Wistar. The rats were divided into5 groups in equal number, 4 rats respectively. Theywere a negative control group without diet treatment and 4 groups as treatment groups which were given hipercholesterol diet. Atherogenic diet composed of PAR-S, wheat flour, cholesterol, cholic acid, pork oil and water. Data were obtained by measuring of blood cholesterol level and foam cell formation.
Pengaruh Diet Sambal Tomat Ranti pada Struktur dan Fungsi Hepar Tikus yang Diinduksi Tawas Sulistyowati, Erna; Purnomo, Yudi; Nuri, Sofia; Audra P, Fajar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.897 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2013.027.03.6

Abstract

Masyarakat  Indonesia  mempunyai  kebiasaan  mengkonsumsi  sambal  yang  mengandung  antioksidan.  Paparan  radikal bebas  salah  satunya  tawas  yang  terdapat  pada  air  maupun makanan  bisa  merusak struktur  dan  fungsi  hepar .  Penelitian  ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh diet sambal yakni paduan cabe rawit (Capsicum frutescens)  dengan tomat ranti (Lycopersicum  pimpinellifolium  Mill) pada  struktur  hepar  dan  kadar  SGOT  dan  SGPT  tikus  yang  dinduksi  tawas  secara  akut. Penelitian  eksperimental  laboratorium  dilakukan  dengan  post  test  only  with  control  group  design.  Hewan  coba  tikus  dibagi menjadi enam kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif (induksi tawas 8%), kelompok perlakuan diet tomat ranti 100%,  paduan  tomat  ranti  100,  dengan  cabai  rawit 25%,  50%  dan  100%.  Struktur  hepar  diamati  dengan  menghitung jumlah  nekrosis sel  melalui pulasan Hematoxylin Eosin. Fungsi hepar diamati  melalui pemeriksaan  kadar SGOT dan SGPT. Analisa  data  menggunakan  uji  One  Way  ANOVA,  dilanjutkan  dengan  post  hoc  test  menggunakan  Least  Significant Difference  (LSD).Pemberian  cabai  rawit  dapat  meningkatkan  jumlah  nekrosis  sel  hepar  dan  meningkatkan  kadar  SGOT  dan SGPT  secara  signifikan  bila  dibandingkan  dengan  pemberian tomat  ranti  (tanpa  cabai  rawit). Penambahan  cabai  rawit meningkatkan  kerusakan  struktur  dan  fungsi  hepar  yang  diinduksi  tawas.
Kepatuhan Standar Prosedur Operasional Hand Hygiene pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Fauzia, Neila; Ansyori, Anis; Hariyanto, Tuti
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.657 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2014.028.01.31

Abstract

Kesadaran cuci tangan (hand hygiene) pada petugas kesehatan merupakan perilaku yang mendasar dalam upaya mencegah infeksi silang. Cuci tangan mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi nosokomial di rumah sakit dan perawat mempunyai andil besar karena berinteraksi dengan pasien selama 24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran perilaku cuci tangan perawat di ruang rawat inap rumah sakit X Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode yang digunakan dengan cara observasi hanya pada satu kali momen cuci tangan. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana yang berada di lima ruang rawat inap. Jumlah sampel yang diambil adalah 43 perawat. Pengumpulan data dengan cara observasi langsung menggunakan tabel cek list berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku di rumah sakit X.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku hand hygiene perawat sesuai dengan SPO yang berlaku di rumah sakit tersebut secara keseluruhan sebesar 36% dengan kepatuhan tertinggi pada unit stroke. Tahapan dalam SPO dengan kepatuhan rendah terutama pada detail teknik melakukan cuci tangan.Kata Kunci: Hand hygiene, kepatuhan, perawat, standar prosedur operasional
Efek Ekstrak Etanol Daun Salam terhadap Ekspresi VEGF Podosit Glomerulus Tikus Diabetes Melitus Atabaki, Zulfa; Winarto, Winarto; Kristina, Tri Nur
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.1

Abstract

Stres oksidatif pada diabetes melitus meningkatkan ekspresi VEGF podosit glomerulus sehingga menyebabkan disfungsi endotel. Daun salam mengandung antioksidan yang dapat menghambat ekspresi VEGF. Penelitian ini membuktikan  pemberian Ektrak Etanol Daun Salam (EEDS) dapat menurunkan ekspresi VEGF podosit glomerulus tikus Sprague dawley diabetes melitus. Sampel 20  tikus Sprague dawley jantan diabetes melitus dibagi 4 kelompok: Kelompok EEDS (-), kelompok EEDS(+): dosis 150mg/200grBB; 300mg/200grBB; 450mg/200grBB selama 15 hari. Rerata allred score ekpresi VEGF pada kelompok kontrol (1,2±1,09), dosis satu (1,3±1,15), dosis dua (0,50±1,00), dosis tiga (0,00). Analisa Krusskall Wallis menunjukkan tidak ada perbedaan ekspresi VEGF podosit glomerulus diantara masing-masing kelompok (p=0,20). Dosis 450mg/200gr BB dapat menurunkan ekspresi VEGF  walaupun tidak bermakna (p=0,07). Berdasarkan penelitian ini disimpulkan, EEDS  tidak dapat  menurunkan ekspresi VEGF  podosit glomerulus tikus Sprague dawley diabetes melitus.Kata Kunci: Daun salam, diabetes melitus, VEGF podosit glomerulus
Pengaruh Latihan Hatha Yoga terhadap Kadar Nitric Oxide pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Setiawati, Erna; Suhartono, Suhartono; Ambarwati, Endang
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2017.029.03.8

Abstract

Angka kesakitan dan kematian akibat diabetes melitus di Indonesia cenderung berfluktuasi setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan Hatha Yoga terhadap peningkatan kadar Nitric Oxide (NO) pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian adalah experimental dengan pre-post with control group design. Sebanyak 34 subjek diabetes melitus tipe 2 yang berusia antara 45-75 tahun dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I mendapatkan latihan Hatha Yoga dan kelompok II tidak mendapat latihan Hatha Yoga. Subjek pada kelompok I melakukan 18 kali latihan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama enam minggu dengan durasi 45 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar NO setelah intervensi antara kedua kelompok (p=0,856). Terdapat perbedaan bermakna pada perubahan glukosa darah puasa (p=0,000) dan glukosa darah 2 jam post prandial (p=0,010) antara kedua kelompok, dengan perubahan pada kelompok intervensi lebih baik daripada kelompok kontrol. Latihan Hatha Yoga terbukti dapat memberikan perbaikan perubahan kadar glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam post prandial namun dampak pada kadar NO belum terbukti.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Hatha Yoga, glukosa darah 2 jam post prandial, glukosa darah puasa, Nitric Oxide 
Pengguna Air Rebusan sebagai Alternatif Pengganti Normal Saline pada Debridement Fraktur Terbuka Kurniawan, Titis; Mustamsir, Edi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 19, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1774.902 KB)

Abstract

Air rebusan selama ini masih dipakai sebagai cairan irigasi untuk debridement fraktur terbuka di IRD RSSA Malang, sedangkan cairan irigasi yang direkomendasikan adalah normal saline yang merupakan cairan fisiologis. Alasan memakai air rebusan ini adalah selain harga noemalsaline relatif mahal juga karena belum ada penelitian mengenai kejadian infeksi denganmenggunakan air rebusan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan air rebusan sebagai cairan irigasi terhadap risiko terjadinya infeksi dan inflamasi. Metode yang digunakan adalah eksperimental klinis. Pasien dengan fraktur kruris terbuka grade II yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Satu kelompok dilakukan debridement dengan cairan irigasi normal saline dan kelompok yang lain dengan air rebusan. Efek yang dipantau adalah kadar CRP, jumlah lekosit, angka pertumbuhan kuman dan angka reaksi inflamasi pada luka operasi. Hasil yang didapat berupa kecenderungan peningkatan kadar CRP, jumlah lekosit, angka pertumbuhan kuman dan angka inflamasi luka yang pada luka dilakukan debridement dengan air rebusan dibanding dengan yang dilakukan debridement dengan normal saline. Kesimpulan yang didapat adalah air rebusan tidak dapat dipakai sebagai cairan irigasi pada debridement fraktur terbuka karena secara klinis dan laboratories meningkatkan kejadian infeksi dan inflamasi.
PENGARUH PEMBERIAN CORNMEAL DAN CORNMEAL-SOY TERHADAP KADAR KOLESTEROL DALAM SERUM TIKUS Harti, Leny Budhi; Rudijanto, Achmad; Kristianto, Yohanes
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 24, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.537 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2008.024.02.3

Abstract

Coronary  Heart  Diseases  (CHD)  are  a  serious  health  problem  that  commonly  occur  not  only  in  modern countries, but aslo  in developing countries like  Indonesia. The high cholesterol level in  blood is  a risk factor that  may  cause  CHD  by  atherosclerosis  mecanism.  dietary  fiber  may  be  used  to  prevent  atherosclerosis. Cornmeal and cornmeal-soy are products of corn, that rich in fiber. This research was aimed to study about the  effect  of  cornmeal  and  cornmeal-soy  on  serum  cholesterol  level  of  6-8  mounths  male  wistar  rats.  The subjects  are  25  male  wistar  rats.  These  mice  will  be  provided  into  five  groups.  (1)  gruop  that  given atherogenic  diet  only,  (2)  gruop  that  given  atherogenic  diet  with  cornmeal  3.4  g/day,  (3)  gruop  that  given atherogenic diet with cornmeal 6.8 g/day, (4) gruop that given atherogenic diet with cornmeal-soy 3.6 g/day, (5)  gruop  that  given  atherogenic  diet  with  cornmeal-soy  7.2  g/day.  Data  collecting  include  first  weight,  last weight,  weight  gain,  nutrient  intake,  and  serum  lipid.  Statistic  analysis  that  be  used  is  ANOVA  one  way. Results showed that  wistar rats which given atherogenic diet with cornmeal and cornmeal-soy  had trend to increase  cholesterol  and  LDL  level.  According  to  statistic  analysis,  cholesterol  and  LDL  level  among  groups were not significant (p > 0.05). However wistar rats which given atherogenic with cornmeal and cornmeal-soy in  high  doses,