cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 153 Documents
Berkumur Rebusan Kayu Siwak Terhadap Penurunan Indeks Plak Pada Santri MA PONPES Ittihaad Al-Umam Desa Suka Makmur Heny Kurniawati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/k1avvw86

Abstract

Latar Belakang: Plak gigi merupakan biofilm kompleks yang tersusun atas kumpulan mikroorganisme patogen yang melekat erat pada permukaan gigi. Akumulasi plak yang tidak terkontrol merupakan faktor etiologi utama dalam patogenesis karies gigi dan penyakit periodontal. Dalam konteks pencegahan berbasis bahan alami, kayu siwak (Salvadora persica) telah lama digunakan dalam tradisi kesehatan mulut masyarakat Timur Tengah dan Asia Selatan karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi sebagai agen antiplak. Tujuan: Mengetahui efektivitas penggunaan larutan rebusan kayu siwak sebagai obat kumur terhadap penurunan nilai indeks plak pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam Desa Suka Makmur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh santri MA Pondok Pesantren Ittihaad Al-Umam yang berjumlah 46 orang, yang sekaligus dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengukuran indeks plak dilakukan menggunakan modifikasi indeks Turesky Gilmore Glickman dari Quigley-Hein. Intervensi berupa berkumur dengan rebusan kayu siwak 10% sebanyak 10 mL selama 60 detik, satu kali sehari selama 7 hari berturut-turut. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan distribusi kategori indeks plak sebelum intervensi didominasi oleh kategori sedang (74%, n=34), diikuti kategori buruk (21,7%, n=10), dan baik (4,3%, n=2). Setelah intervensi, terjadi pergeseran distribusi yang signifikan ke arah kategori baik (87%, n=40), sangat baik (11%, n=5), dan sedang (2%, n=1). Hasil uji Chi-Square menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik antara indeks plak sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat efektivitas yang signifikan dari penggunaan rebusan kayu siwak sebagai obat kumur dalam menurunkan indeks plak pada populasi santri. Temuan ini mendukung potensi pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif dalam program promosi kesehatan gigi dan mulut berbasis komunitas.
DETERMINAN ANEMIA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Umi Musrifah; Heni Febriani; Subagiyono
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/vebqtk46

Abstract

Pendahuluan: Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada remaja putri yang berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, serta kualitas hidup di masa mendatang. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas X. data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar haemoglobin menggunakan Hemocue serta pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan a = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan anemia sebanyak 24 orang (47,06%), tidak patuh mengkonsumsi tablet tambah darah sebanyak 48 orang (94,12%), serta memiliki lama menstruasi normal sebanyak 41 orang (80,39%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan anemia (r = 0,006), tidak terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan anemia (r = 0,632), tidak terdapat hubungan antara lama menstruasi dengan anemia (r = 0,839). Kesimpulan: terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan anemia (r = 0,006), tidak terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan anemia (r = 0,632), tidak terdapat hubungan antara lama menstruasi dengan anemia (r = 0,839).  Kata kunci: Pengetahuan, Tablet Tambah Darah, Menstruasi
Potensi Probiotik Lactobacillus casei dari Dadih Yogurt Minangkabau untuk Restorasi Mikrobiota Usus pada Irritable Bowel Syndrome : Sebuah Tinjauan Literatur Rifqi Al Azim, Muhammad; Azriz, Helena; Fauziah, Rizka
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/z909he94

Abstract

Pendahuluan : Sindrom iritasi usus atau yang biasa disingkat dengan IBS adalah gangguan fungsional pencernaan yang ditandai dengan gejala nyeri perut yang berulang dan perubahan kebiasaan buang air besar (misalnya sembelit, diare, atau keduanya), yang sering disertai perut kembung. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Literature Review. Penelitian dilakukan dengan melakukan pencarian di internet menggunakan mesin pencarian jurnal. Mesin pencarian jurnal yang digunakan pada penelitian ini meliputi Pubmed, Google Scholarr, Science Direct, dengan kata kunci: “Mikrobiota usus, Sinbiotik, Dadih, Irritable Bowel Syndrome”. Hasil : Hasil yang didapatkan dari penelusuran e-resources Google Scholar sebanyak 204 PubMed NCBI sebanyak 90, dan  ScienceDirect sebanyak 10. Dari total    artikel tersebut, dilakukan eksklusi terhadap beberapa artikel yang terduplikasi pada database yang berbeda. Setelahdilakukan screening terhadap judul dan abstrak, ditemukan sebanyak 7 artikel yang berkaitan dengan topik yang akanditeliti serta memenuhi kriteria inklusi. Kesimpulan : Interaksi antara sistem imun, mikrobiota usus, dan genotipe inang diduga mendasari patogenesis IBS, berupa terjadinya ketidakseimbangan mikrobiota usus. Lactobacillus casei asal dadih dapat digunakan sebagai terapi alternatif IBS yang minimal efek samping karena bersifat probiotik.
Penilaian Status Gizi Balita Berdasarkan IMT dan LiLA Dalam Upaya Deteksi Dini Stunting Ardhia, Nisa; Narulita Sari, Rury; Hasniati Rahmah, Anindita; Sundari
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/pemnqt26

Abstract

Pendahuluan. Stunting adalah gangguan pertumbuhan balita yang menyebabkan pertumbuhan anak yang lebih lambat dari normal dan memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani kasus stunting adalah dengan peningkatan dan perbaikan status gizi. Pengukuran status gizi balita diperlukan untuk mendeteksi stunting pada balita. Ini dapat dilakukan dengan mengukur Indeks Masa Tubuh balita dan lingkar lengan atasnya, yang kemudian menghasilkan klasifikasi status gizi. Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi balita berdasarkan ukuran lingkar lengan atas dan Indeks Masa Tubuh. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Al Hasanah Kabupaten Magetan pada tanggal 7 Januari 2025 dengan sampel penelitian berjumlah 20 anak. Dalam melaksanakan penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa pita lingkar lengan atas, grafik indeks masa tubuh terhadap usia, serta wawancara sebagai instrument pelengkap. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yaitu 18 anak (80%) memiliki status gizi yang baik dan 2 anak (20%) lainnya memiliki status gizi kurang. Dari hasil wawancara didapatkan bahwa anak yang memiliki status gizi yang baik mempunyai pola makan yang baik juga serta pola asuh dan social ekonomi yang baik sehingga menunjang pemberian gizi seimbang pada anak, begitu sebaliknya dengan anak gizi kurang. Orang tua perlu mendapatkan sosialisasi terkait dengan kondisi status gizi anak sehingga bisa memantau serta mencegah terjadinya stunting pada anak.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi Naza Angel, Rachel; Fani, Rif'atul
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/wcs2ym76

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi diklasifikasikan sebagai penyakit tidak menular yang prevalensinya bertambah seiring proses penuaan, terutama pada kelompok lansia. Aktivitas fisik berperan penting sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pengendalian tekanan darah. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan kerangka kerja cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 36 lansia penderita hipertensi yang seluruhnya dijadikan sampel melalui total sampling. Data yang berkaitan dengan aktivitas fisik diperoleh dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi pearson untuk menentukan hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0,001, yang berarti nilai tersebut jauh lebih kecil dari batas signifikansi 0,05. Kesimpulan : Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah pada responden. Perawat dianjurkan untuk mendorong lansia secara aktif melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, senam lansia, atau berkebun, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik untuk pengendalian tekanan darah guna mengurangi risiko hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup.
HUBUNGAN EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAGESANGAN Nurhayati; Putriana Sagitha; Srimasdiningsih Utami; Hadi Suryatno; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/brr9q854

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Mataram.Kondisi ini menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta menurunnya kualitas hidup anak di masa depan. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kejadian stunting adalah status ekonomi keluarga yang berperan dalam daya beli pangan, akses terhadap pelayanan kesehatan, dan pola asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pagesangan.
Hubungan Antara Lingkar Perut Dengan Kejadian Diabetes Melitus Mawaddah; Legawinarni, Neni
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/sm0s0q37

Abstract

Pendahuluan: Lingkar perut merupakan indikator obesitas sentral yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan metabolik, termasuk diabetes melitus. Kondisi ini menjadi semakin penting untuk dikaji mengingat meningkatnya prevalensi diabetes melitus sehingga memerlukan strategi deteksi dini yang lebih akurat, praktis, dan dapat diterapkan di berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut dengan kejadian diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan menggunakan metode analitik observasional dan pendekatan cross sectional dengan sampel yang terdiri dari 52 responden. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis statistic yang digunakan yaitu Chi-square. Hasil: Terdapat hubungan antara lingkar perut dengan kejadian diabetes melitus, dengan nilai p-value 0.003. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkar perut dan kejadian diabetes melitus. Pengukuran lingkar perut dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining cepat, murah, dan efektif untuk mengidentifikasi risiko diabetes, sehingga berperan penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini di masyarakat.
STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA  DI RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2024 Sumantri, Widya; Khaerina, Rosita; Lestari, Humaediah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/0w83sp81

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang serius dan salah satu faktor yang diduga berperan dalam kejadiannya adalah status gizi anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita yang dirawat inap di RSUD Provinsi NTB tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 244 balita dengan infeksi saluran pernapasan akut yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan data sekunder berasal dari rekam medis, serta analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (57,8%) dan mengalami pneumonia (82,4%), dengan status gizi terbanyak adalah gizi baik (52,9%), namun proporsi kejadian pneumonia tertinggi terdapat pada balita dengan gizi kurang (92,8%), serta hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian pneumonia (p = 0,021 < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita di RSUD Provinsi NTB tahun 2024, sehingga pemantauan dan perbaikan status gizi balita penting sebagai upaya pencegahan pneumonia.
Identifikasi Kesulitan Makan Pada Anak Usia Pra Sekolah Dengan Kejadian Stunting Di Denggen Wilayah Kerja Upt BLUD Puskesmas Denggen Kabupaten Lombok Timur Sumiati, Eti; Windi Wandari, Irmayanti; Nurhidayah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/ezv01307

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (stunting). Prevalensi stunting yang terjadi di Indonesia pada tahun 2020 menempatkan Indonesia memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi daripada negara lainnya di Asia Tenggara. Pada anak prasekolah lebih dari 20% ditemukan mengalami sulit makan. Tujuan :  Untuk mengeidentifikasi hubungan kesulitan makan pada anak dengan kejadian stunting pada anak usia pra sekolah. Metode : Jenis penelitian yaitu penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun berjumlah 170 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, yaitu seluruh populasi ibu yang memiliki anak usia 2–5 tahun berjumlah 170 orang dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Hasil : Penelitian yang dilakuakn pada 170 anak prasekolah, terdapat 34 anak (20,0%) yang mengalami stunting ,136 (80,0%) anak tidak mengalami stuntig. Sedangkan  sebanyak 36 (21,2%) anak mengalami sulit makan dan  134 (78,8%) anak tidak mengalami sulit makan. Hasil analisis chi-square menunjukan nilai p-value sebesar p=0,001. Kesimpulan : Terdapat hubungan kesulitan makan dengan kejadian stunting pada anak usia pra sekolah di Denggen wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Denggen.
TONSILITIS AKUT DAN KRONIK : Literature review Puspasari, Baiq Sagita; Nanggi Qoriatul Febriana; Nigel Valencia, Perlin; Brilliant Senna, Cantika; Arie Yuliyani, Eka
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/ryhm5x14

Abstract

Pendahuluan: Tonsilitis merupakan penyakit infeksi pada saluran pernapasan terutama tenggorokan yang telah menjadi salah satu masalah paling umum di Indonesia. Tonsilitis dapat dialami oleh segala rentang usia terutama anak-anak usia 5-15 tahun. Tonsilitis kronik dapat menurunkan sensitivitas imun menurun, sehingga sistem imun tak dapat bekerja dengan baik hingga  dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang tonsilitis sehingga dapat membantu dalam memberikan informasi lebih lanjut terkait tonsilitis Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan pencarian literatur untuk artikel yang relevan dengan tonsilitis akut dan kronis berdasarkan sumber berupa berupa jurnal nasional dan internasional ataupun buku resmi dalam kurun waktu 10 – 15 tahun terakhir yang diperoleh dari basis data resmi seperti Medline (PubMed), Google Scholar, NCBI, dan penerbit terpercaya lainnya. Hasil: Tonsilitis sering kali disebabkan karena berbagai infeksi virus dan bakteri. Sebagian besar karena virus yang menyebabkan flu biasa, rhinovirus, selain itu dapat disebabkan karena Eipstein-Barr, hepatitis A, rubella, dan HIV. Patogen penyebab utama dari tonsilitas karena bakteri adalah group A beta-hemolytic Streptococcus (GABHS), yaitu Streptococcus pyogenes selain itu ada juga Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae. Kesimpulan: Tonsilitis merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi terutama pada anak-anak dan remaja. Infeksi oleh virus merupakan penyebab utama tonsilitis, dan Streptococcus pyogenes penyebab utama dari tonsilitis bakteri. Penanganan tonsilitis, deteksi dini, serta pengobatan yang tepat sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi.