cover
Contact Name
Stikes Mataram
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6281392340322
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Jl. Swakarsa III No. 10 Kekalik Gerisak Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : https://doi.org/10.47506/2xrgnn93
Core Subject : Religion, Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific adalah platform publikasi ilmiah untuk artikel penelitian, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram. Jurnal ini bertujuan untuk menyediakan ruang komprehensif bagi penyebaran karya akademik yang membahas berbagai topik dalam ilmu kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Prima Scientific diterbitkan dua kali setahun, dengan edisi yang dirilis pada bulan Juni dan Desember. Cakupan artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Kesehatan Ibu dan Anak, Administrasi Kesehatan, Administrasi Rumah Sakit, & Artikel Teknologi Kesehatan.
Articles 153 Documents
HUBUNGAN PEMANFAATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK DENGAN PERTUMBUHAN ANAK TODDLER  DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAMPUAN LOMBOK BARAT Endah Sulistyani; Huswatun Hasanah; Nurhayati Hasanah; Ageng Abdi Putra
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/kkycx642

Abstract

Introduction: The future of the nation is greatly influenced by the quality of children's growth, especially during the golden period of the first 1,000 days of life. Based on identification during the Posyandu visit, researchers found that many mothers did not utilize the Maternal dan Child Health Handbook and around 30 children still experienced abnormal growth in the Perampuan Community Health Center Work Area. The hope is that the Maternal and Child Health Handbook will be utilized more so that children's height and weight growth will be normal. In West Lombok, there are 65,566 children, and 65 children aged 24-36 months in the Perampuan Community Health Center Work Area. Nurses have a role as researchers who focus on identifying the use of Maternal and Child Health books and child growth. Objective: to determine the relationship between the use of MCH Handbook within and the growth of toddlers in the Parampuan Health Center area, West Lombok. Method:: This is a quantitative study with a population of 65 mothers with children aged 24-36 months. The sampling technique used was purposive sampling with 40 respondents. The method used was cross-sectional. The instrument for the utilization of the Maternal and Child Health Handbook was a questionnaire, and for growth, the Maternal and Child Health Handbook instrument was used. Results: The results of the study on the utilization of the Maternal and Child Health Handbook showed that 25 (63%) respondents were categorized as Good and 15 (37%) respondents were categorized as Poor. For growth, 26 (65%) children's height was Normal, 14 (35%) were Abnormal, and 25 (60%) children's weight was Normal, and 15 (40%) were Abnormal. The Spearman rank test showed a p-value >0.05 for both growth indicators, namely height (0.810) and weight (0.820). Conclusion: There is no relationship between the utilization of the Maternal and Child Health Handbook and the growth of toddlers at the Perampuan Community Health Center, West Lombok.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DALAM FUNGSI SOSIALISASI DENGAN INTERAKSI SOSIAL REMAJA USIA PERTENGAHAN DI DUSUN LINGSAR KELING DIBAWAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGSAR LOMBOK BARAT Sri Masdiningsih Utami; Ageng Abdi Putra; I Made Eka Santosa; Jihan Qirani
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/sdtqkn73

Abstract

Adolescentsocialinteractionisdefinedastherelationshipandcommunicationthat occurs between adolescents and their peers. It includes emotional aspects and various shared social activities that play an important role in adolescents’ social and emotional development. Thisstudyaimstodetermineandanalyzetherelationshipbetweenthefamily'srole in the function of socialization and the social interaction of middle-aged adolescents in Dusun Lingsar Keling, under the working area of Lingsar Public Health Center, West Lombok Regency, in 2025. This research used a quantitative design with an analytical survey method and across-sectional approach .Atotal of 40 respondents were selecte dusing purposive sampling base don inclusion and exclusi oncriteria.The instrument sused were, questionnairesonthe family's role in the socialization function and the social interaction of middle-aged adolescents. TheresultsoftheSpearman'srhotestshowedthatthe numberofrespondentswas 40, with a significance value (2-tailed) of 0.000. Since the significance value is less than 0.05, it indicates a significant relationship between the family’s role in the function of socialization and adolescents’ social interaction. The correlation coefficient was 0.543, indicatingamoderateandpositiverelationship.Thesefindingsreinforcetheimportanceof the family’s role in shaping adolescents’social skills.
Identifikasi Pengetahuan Tentang Penyakit Tidak Menular Dan Riwayat Penyakit Tidak Menular Keluarga Zaenal Arifin; Baiq Ruli Fatmawati; Dewi Nursukma Purqoti; Ilham
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/dq9ne643

Abstract

ABSTRAK   Pendahuluan: Penyakit tidak menular menyebabkan kematian 41 juta orang setiap tahun atau 74% dari semua kematian secara global (WHO, 2022). Sebanyak 80% kematian dini pada penyakit tidak menular disebabkan oleh 4 penyakit tidak menular yaitu penyakit kardiovaskuler (17,9%), kanker (9,3%), penyakit pernafasan kronis (4,1%) dan 20% disebabkan oleh diabetes mellitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang penyakit tidak dan adanya riwayat penyakit tidak menular pada keluarga dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di STIKES Yarsi Mataram. Metode:Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan pengambilan datanya secara cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah civitas akademika STIKES Yarsi Mataram dengan jumlah sampel sebanyak 62 responden melalui teknik consecutive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan [87,1%], berdasarkan usia paling banyak adalah usia dewasa [88,7%], sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak [82,3%] dan riwayat penyakit tidak menular pada keluarga yang terbanyak adalah hipertensi [41,9%]. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahun baik dan riwayat penyakit tidak menular pada keluarga yang terbanyak adalah hipertensi. Guna mencegah terjadinya penyakit tidak menular perlu adanya kegiatan promotif dalam bentuk penyuluhan tentang PTM serta perlu upaya deteksi dini atau skrining terhadap faktor risiko. Kata kunci : Pengetahuan, penyakit tidak menular, riwayat keluarga
Analisis Hubungan Status Gizi Berdasarkan Nilai Indeks Masa Tubuh Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri. Damayanti, Rini; Rochmawati; Tunggal Mutika, Winnie
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/9h0f5e95

Abstract

Abstrak Tahap remaja ialah masa peralihan yang terlihat dari perubahan fisik serta mental yang cepat. Kebutuhan zat gizi meningkat selama fase ini guna mendukung pertumbuhan dan pembentukan sel darah merah. Ketidakseimbangan asupan gizi dapat menyebabkan masalah metabolisme, termasuk anemia yang ditunjukkan dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengevaluasi korelasi antara status gizi remaja menurut nilai indeks massa tubuh (IMT) terhadap kadar hemoglobin. Desain cross-sectional melalui pendekatan kuantitatif diterapkam dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Kebidanan sebanyak 92 responden pada periode tahun 2025 yang dipilih secara teknik purposive sampling. Selain memeriksa kadar hemoglobin menggunakan alat digital, data dikumpulkan melalui pengukuran perbandingan berat badan beserta tinggi badan guna menghitung nilai indeks masa tubuh. Uji korelasi spearman rank diterapkan guna mengetahui korelasi antara status gizi berdasarkan nilai indeks masa tubuh terhadap kadar hemoglobin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya mayoritas peserta mempunyai status gizi normal (60,9%) dan kadar hemoglobin berada di batas normal (64,1%). Nilai rs = -0,279 dengan p = 0,007 (p < 0,01) menunjukkan adanya korelasi negatif sekaligus signifikan antara status gizi berdasarkan nilai IMT dan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia pada remaja, kesadaran gizi harus ditingkatkan melalui pengaturan pola makan seimbang dan pemantauan status gizi.   Kata kunci: status gizi, IMT, kadar hemoglobin, remaja
TREND KADAR GULA DARAH DI USIA PRODUKTIF: RESIKO TERJADINYA DIABETES MELLITUS Supriyadi; Winarti Tuti Mayani; Dewi Nur Sukma Purqoti; Dian Istiana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/sydf9s48

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkendali pada usia produktif menjadi isu penting karena dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren kadar gula darah pada kelompok usia produktif. Metode:  Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 288 responden dengan jumlah sample 74 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, sumber data yang digunakan data primer, instrument yang digunakan berupa lembar observasi dan glukometer, kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunkan uji Univariat. Hasil:  Responden dalam kategori usia produktif dengan kadar glukosa darah pada kategori Normal, namun Sebagian responden juga berada dalam kategori prediabes (32.4%). Kesimpulan: Usia produktif memiliki Resiko untuk terjadi DM jika tidak memperhatikan kebiasaan makan, istirahat,aktifitas fisisk dan kendali stress yang baik.  
Barotrauma: Faktor Risiko dan Patomekanisme FEBBI ANGGY, FEBBI ANGGY; Mutiara Syifa, R.R. Ditya
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/391svw72

Abstract

Pendahuluan: Barotrauma adalah cedera akibat perbedaan tekanan antara rongga berisi udara dalam tubuh dan lingkungan luar yang sering menimbulkan keluhan klinis, terutama pada telinga tengah. Tujuan: Mengidentifikasi faktor risiko dan memahami patomekanisme barotrauma. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan desain narrative review menggunakan literatur dari database ScienceDirect, SpringerLink, dan PubMed selama 10 tahun terakhir (2016–2024). Artikel yang dianalisis merupakan full-text berbahasa Inggris dengan desain randomized control trial yang relevan dengan topik. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa barotrauma paling sering mengenai telinga tengah dengan prevalensi tinggi pada penyelam. Faktor risiko utama mencakup usia ≥35 tahun, masa kerja panjang, kedalaman dan frekuensi penyelaman, serta riwayat penyakit seperti asma dan paten foramen ovale. Patomekanisme utama adalah gangguan fungsi tuba Eustachius yang menyebabkan ketidakseimbangan tekanan, ruptur pembuluh darah, perdarahan, hingga perforasi membran timpani. Mekanisme ini sejalan dengan hukum Boyle yang menjelaskan perubahan volume gas akibat perubahan tekanan. Kesimpulan: Barotrauma merupakan masalah yang sering dialami penyelam, dengan mekanisme dominan berupa kegagalan ekualisasi tekanan. Identifikasi faktor risiko dan pemahaman patomekanisme sangat penting untuk pencegahan serta penanganan dini.
Analisis Faktor yang Berhubungan Dengan Risiko Kejadian Obesitas  pada Anak Usia 6-12 tahun Marlita; Dewi Sartika; Cut Oktaviyana
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/80p6ec49

Abstract

Pendahuluan: Obesitas pada anak merupakan kondisi ketika anak memiliki lemak tubuh berlebihan yang dapat meningkatkan berat badan yaitu melebihi batas normal sehingga tidak sesuai dengan usia dan tinggi badannya. Kejadian ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Obesitas seringkali dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti pola makan tidak teratur, aktivitas fisik yang kurang serta kurangnya waktu tidur pada anak sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan risiko kejadian obesitas pada anak usia 6-12 tahun. Metode: Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional study. Populasi yaitu seluruh anak sekolah kelas IV - VI sebanyak 280 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 74 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan di SD Negeri 3 Kota Banda Aceh pada tanggal 6 s/d 12 Agustus tahun 2025. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian hubungan pola makan dengan risiko kejadian obesitas didapatkan p-value = 0,000, hubungan aktivitas fisik dengan risiko kejadian obesitas didapatkan p-value = 0,006 serta hubungan waktu tidur dengan risiko kejadian obesitas didapatkan p-value = 0,006. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan pola makan, aktivitas fisik dan waktu tidur dengan risiko kejadian obesitas pada anak usia 6-12 tahun di SD Negeri 3 Kota Banda Aceh.
Pengaruh Modul Hipertensi Berbasis Model IMB (Information, Motivation, end Behavioral Skill) dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Nelyta Oktavianisya; Sugesti Aliftitah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/9qta9w29

Abstract

Hypertension remains the most common chronic disease found in primary healthcare facilities. Many patients return with recurring complaints due to uncontrolled blood pressure, one of the main causes being non-compliance with medication. Patient compliance can be defined as a patient's adherence to prescribed therapy. Medication adherence and adherence to treatment are crucial for a speedy recovery. Blood pressure control and adherence to antihypertensive treatment are crucial for preventing complications. The purpose of this study was to determine the effect of the Hypertension Module Based on the IMB Model in Improving Medication Adherence in Hypertensive Patients. The design used was a one-group pre-post test design. The population in this study was 68 people, and using simple random sampling techniques, 36 people were obtained. The results showed that the average medication adherence before the intervention was 5.61 with a standart deviation of 0.766. The average medication adherence after the intervention increased to 5.89 with a standart deviation of 0.919. The Wilcoxon test for medication adherence data showed a ρ value of 0.006 with an α of 0.05. Since ρ value <α, the IMB-based hypertension module is effective in improving medication adherence in hypertensive patients. With adequate knowledge, a person will strive to adhere to treatment, seek further understanding of the disease, and utilize experience to motivate them to adhere to treatment and change behavior
Kejadian Enterobiasis Pada Anak Di Dusun Kiuteta Noelbaki Kabupaten Kupang Agnes Rantesalu; Muammar Aldizar; Meylani F. Bessie; Gabriela Haning; Father Nyong Omay; Andi Rizki Alamsyah
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/ydm62445

Abstract

Abstract Introduction: Enterobiosis is a common infection in children and remains a significant health issue, particularly in areas with inadequate sanitation.. Objective: This study was conducted to identify the incidence of Enterobiasis in children in Kiuteta Noelbaki Hamlet, Kupang Regency. Method: This descriptive study involved 76 children aged 2–12 years using a total sampling technique. Specimen collection was carried out using the adhesive cellophane tape method and analyzed through microscopic examination. Results: 19 children (25%) of the 76 children examined, and tested positive for Enterobius vermicularis infection. Conclusion: The prevalence of Enterobiasis in the region is still high (25%), so environmental health interventions and hygiene education are needed.
EDUKASI PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA MELALUI SHORT VIDEO DI SMAN 23 BATAM Nuari, Nuari Andolina; Fariningsih, Erika; Ayu Oktavianni Laia, Elisabeth; Valentine Panjaitan, Happy Dea
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/5768tm63

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial yang rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk masalah personal hygiene yang buruk. Personal hygiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, gangguan kesehatan, serta menurunkan rasa percaya diri remaja. Di SMAN 23 Batam, masih ditemukan remaja yang kurang memperhatikan kebersihan diri dan minimnya akses terhadap edukasi kesehatan yang menarik dan sesuai usia. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait personal hygiene kepada remaja SMAN 23 Batam, khususnya organisasi PIK-R, melalui media short video yang dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan praktik hidup bersih serta sehat. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di Aula SMAN 23 Batam pada hari Jumat, 24 Oktober 2025 dengan sasaran 53 siswa organisasi PIK-R. Solusi yang ditawarkan adalah penyuluhan personal hygiene berbasis media short video dan diskusi interaktif. Materi video meliputi kebersihan tangan, gigi dan mulut, tubuh, organ reproduksi, serta pakaian dan lingkungan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pre-test dan post-test Berdasarkan hasil Pelaksanaan kegiatan melibatkan pemaparan materi menggunakan PowerPoint dan pemutaran short video. Diskusi interaktif berfokus pada kebersihan genitalia remaja. Berdasarkan sesi diskusi, disimpulkan bahwa kebersihan genitalia pada siswa di SMAN 23 Batam sudah dianggap baik, optimal, dan konsisten. Luaran kegiatan ini diharapkan meliputi peningkatan pengetahuan remaja, dokumentasi, dan publikasi kegiatan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan Berdasarkan data dari sesi diskusi interaktif, disimpulkan bahwa kebersihan genitalia pada siswa di SMA N 23 Batam dinilai sudah baik, optimal, dan konsisten. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan lancar dengan metode edukasi visual yang menarik, dan peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, khususnya pada topik kesehatan reproduksi/kebersihan genitalia.