cover
Contact Name
Yoppy Wahyu Purnomo
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
didaktika_pgsd@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1, Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
ISSN : 27161722     EISSN : 27158128     DOI : https://doi.org/10.21831/didaktika
Core Subject : Education, Social,
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar is an international, open access, multidisciplinary, double-blind peer-reviewed journal that is online publishes two times in a year. DIDAKTIKA distributes articles that relate to both meta-analysis (include systematical review) and research and their suggestions for teaching and learning in primary school. Moreover, DIDAKTIKA presents articles that relate the most recent research in teacher education, children development, psychology of learning, inclusion, special education, teaching strategy and innovation, and educational assessment that all related to primary education.
Articles 111 Documents
Analysis of Students Response to Implementation Merdeka Belajar Based Information Technology After Pandemic Amina Divina; Shirly Rizki Kusumaningrum; Radeni Sukma Indra Dewi
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5, NUMBER 2, 2022
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v5i2.54047

Abstract

Technology-based learning has been very popularly used since the Covid-19 pandemic until now. Information technology provides various learning resources to make it easier for students to study independently, anytime, and anywhere in accordance with the Merdeka Belajar curriculum program. The purpose of this study was to see students’ response to the Merdeka Belajar curriculum-based information technology. The research method used is descriptive quantitative method and data collection through questionnaires given to 78 fourth grade students in Sampang District. The software used by students shows 100% using social media in the form of WhatsApp and 73.07% using Google Meet to communicate with teachers. Then as many as 100% used Google, 35.89% used Ruang Guru, 67.94% used Brainly, 53.84% used Wikipedia, and 60.25% used YouTube to find information. 33.3% used Quizizz and 46.15% used the Duolingo application to get practice questions. While students who find it easy to understand the material through digital media as many as 94, 87% and 5.12% find it difficult. Although some students have difficulty, all students or 100% of students feel happy to use digital media as a tool to support the learning process.
Analisis Karakter Religius Siswa Kelas IV Melalui Budaya Sekolah di SD Al Bayyinah Muhammadiyah Nada Amelia; Misriandi Misriandi
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5, NUMBER 2, 2022
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v5i2.43990

Abstract

Sekolah merupakan salah satu sarana belajar yang sangat luas untuk pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan suatu usaha untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik sehingga anak mampu bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi kerpibadiannya. Karakter religius merupakan hal penting untuk diterapkan sejak dini kepada para siswa dengan tujuan untuk memperkokoh moral siswa tersebut. Karakter dilandasi oleh nilai-nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang disesuaikan dengan aturan serta ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran budaya dalam menerapkan karakter religius dalam budaya sekolah di SD Al Bayyinah Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini ialah untuk mengetahui program-program sekolah untuk meningkatkan karakter religius melalui budaya sekolah di SD Al Bayyinah Muhammadiyah, kemudian metode dalam pembentukan karakter ini diterapkan melalui sosialisasi kegiatan, keteladanan serta pengelolaan lingkungan sekolah, dan peningkatan karakter religius ini melibatkan seluruh komponen dalam sekolah tersebut. Dalam penelitian ini menyatakan bahwa  peran budaya sekolah religius dapat membentuk karakter siswa.
Pengembangan Media Gambar Berseri Tema 4 Subtema 1 Materi Unsur Intrinsik Pada Cerita Anak Dwi Kartika Yulistanti; Innany Mukhlishina
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5, NUMBER 2, 2022
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v5i2.51881

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebagai sumber belajar membantu guru memperkaya wawasan siswanya. Siswa dan guru membutuhkan media pembelajaran untuk memudahkan penyampaian materi pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang sudah disusun sebelumnya dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan media gambar berseri yang layak digunakan dan mendeskripsikan respon siswa terhadap media gambar berseri. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE dari Dick and Carey. Ahli materi dan media menyatakan bahwa media ini “layak” untuk disampaikan dan diberikan kepada siswa serta dijadikan media dalam pembelajaran. Hasil analisis pada validasi ahli materi mendapatkan nilai sebesar 92% dan ahli media mendapatkan nilai 94% media gambar berseri dinyatakan layak dengan mendapatkan kategori sangat baik untuk digunakan dalam pembelajaran kelas IV tema 4 subtema 1 pembelajaran 1. Respon siswa terhadap media gambar berseri termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai sebesar 98%, oleh karena itu media gambar berseri ini dapat menarik minat dan membuat siswa lebih mudah dalam mengingat materi
Penggunaan Buku Cerita Bergambar dalam Menumbuhkan Gerakan Literasi sebagai Kesiapan Asesmen Kompetensi Minimum di Sekolah Dasar Rizky Arianty
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.41475

Abstract

Media pembelajaran buku cerita bergambar dapat dijadikan salah satu sarana untuk menumbuhkan gerakan literasi di sekolah utamanya dalam mempersiapkan Asesmen Kompetensi Minimum. Literasi yang diharapkan bukan hanya sebatas kemampuan membaca dan berhitung saja, namun juga pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Perhatian serius terhadap kemampuan literasi ditunjukkan oleh upaya Kemendikbud yang tercantum dalam kebijakan Asesmen Kompetensi Minimum. Review ini mengkaji penggunaan buku cerita bergambar dalam menumbuhkan gerakan literasi untuk mempersiapkan Asesmen Kompetensi Minimum di sekolah dasar. Review dilakukan dengan menganalisis manuskrip hasil riset yang diperoleh dari google scholar yang terindeks secara nasional dan internasional. Review ini melibatkan 20 artikel jurnal hasil riset yang berkaitan dengan buku cerita bergambar, literasi membaca dan literasi berhitung. Artikel disusun dalam bentuk systematic review dengan menggunakan metode prisma. Berdasarkan hasil review didapatkan bahwa media buku cerita bergambar dapat menumbuhkan gerakan literasi siswa di sekolah dasar, sebagai salah satu upaya untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum.
Urgensi Kegiatan Upacara Bendera Untuk Meningkatkan Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar SDN Pondok Bahar 6 Kelas 4B Tahun Ajaran 2022/2023 Semeter Ganjil Ikhsan Nur Rizki; Lu`luil Maknun
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.56722

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian tentang urgensi kegiatan upacara bendera untuk meningkatkan nasionalisme siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di sekolah SDN 6 Pondok Bahar semester ganjil tahun 2022/2023. Metode yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Penelitian juga didukung dengan penelusuran artikel jurnal yang relevan baik nasional maupun internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tujuan penelitian ini antara lain yaitu untuk mengetahui serta mengkaji mengenai prilaku dan sikap pada anak-anak SDN Pondok bahar 6 kelas 4B mengenai kepekaan dan pengetahuan tentang nasionalisme yang terdapat pada upacara bendera.
Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Integratif Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar Ika Dwi Lestari
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.41699

Abstract

Salah satu perangkat ajar yang diciptakan oleh seorang pendidik adalah modul pembelajaran tematik integratif berbasis kearifan lokal. Modul pembelajaran dibuat untuk membantu peserta didik dalam memahami topik pembelajaran dan membangun pengetahuan mereka berdasarkan peristiwa atau keberagaman ekonomi, sosial, dan budaya di lingkungan sekitar. Melalui implementasi modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat mendorong peserta didik mencitai tanah air, mengagumi keberagaman di Negara kita melalui satuan terkecil yaitu wilayah tempat tingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah modul pembelajaran berbasis kearifan lokal valid dan efektif. Tinjauan pustaka dilakukan sebagai pendekatan penelitian. Artikel ini melihat tujuh karya yang diterbitkan di jurnal internasional dan nasional antara tahun 2016 sampai 2021. Esai ini melihat bagaimana modul pembelajaran tema integratif berbasis kearifan lokal dikembangkan. Temuan kajian tujuh artikel mengungkapkan bahwa inovasi merupakan pembaruan yang selaras dengan lingkungan sekitar dan karakteristik peserta didik. Modul pembelajaran ini sangat baik dalam mengembangkan tiga komponen kompetensi siswa. Diantaranya sikap, pengetahuan dan keterampilan.   
Penerapan Metode Discovery Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Krisniarti Musdalifah
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.43963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan metode Discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berupa metode Quasi Eksperimen. Pada penelitian ini peneliti menggunakan dua kelas yang akan diberikan tindakan, yaitu pada kelas eksperimen yang diterapkan metode Discovery Learning sedangkan pada kelas kontrol yang diterapkan metode konvensional dengan memberikan soal pre-test dan post-test pada kedua kelas tersebut. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Negeri Wanasari 08 dengan jumlah seluruhnya 93 siswa. Sampel diambil dengan teknik Porposive Sampling dan jumlah keseluruhan sampel yaitu 58 siswa. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan metode Discovery Learning lebih efektif. Hal ini dibuktikan dari hasil uji N-Gain yang didapat bahwa adanya peningkatan sebesar 75%. Oleh sebab itu, hasil dari penelitian ini menunjukkan dengan diterapkan metode Discovery Learning memiliki penagruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai signifikansi uji T Independent yang didapat nilai sig. (2-tailed) = 0,000 0,05 maka dinyatakan signifikan atau H0 ditolak Ha diterima.
Learning Environments Sebagai Pendukung STEAM Guna Mengasah Kecakapan Abad 21 Siswa Sekolah Dasar EVY NUR ROCHMAH
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.61373

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur dengan kajian kepustakaan (library research) yang menggambarkan bagaimana learning environment sebagai pendukung metode STEAM (sains, technology, engineering, art, and mathematics) untuk mengasah kecakapan abad 21 siswa sekolah dasar. Pada penelitian studi literatur ini penulis menggunakan berbagai sumber tertulis seperti artikel, jurnal dan dokumen-dokumen yang relevan dengan kajian dalam penelitian ini. Pustaka yang menjadi studi literatur ini berjumlah 42 literatur. Studi ini memfokuskan pada wacana pentingnya penggunaan metode STEAM dan untuk membantu mengasah kecakapan abad 21 yang harus dimiliki oleh siswa sekolah dasar. Kecakapan atau keterampilan abad 21 merupakan keterampilan yang mengasah kecakapan 4C (critical thingking, creativity, communication, and collaboration). Keterampilan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan marketability, kemampuan employability dan kemampuan readiness for citizenship. Untuk mecapai tujuan tersebut, diperlukan system pendukung dalam proses pembelajaran. Metode STEAM merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat mendukung learning environments tersebut. Proses pembelajaran dalam STEAM tersebut bersifat menyeluruh dan saling berkaitan satu sama lain sebagai metode untuk menyelesaikan masalah. Sehingga, diharapkan dari pembelajaran menggunkan STEAM ini siswa dapat belajar menyelesaikan masalah dengan tata cara keilmuan yang luas. Hasil studi menunjukkan bahwa learning environment mampu mendukung metode STEAM dalam mengasah kecakapan abad 21 siswa sekolah dasar, terlihat dari pelaksanaan pembelajaran dengan mengintegrasikan pengetahuan dengan lima disiplin ilmu tersebut yang mengasah critical thinking, creativity, communication, and collaboration.
Analisis Kesulitan Guru dalam Mengajar di Masa Tatap Muka Terbatas Sekolah Dasar Kelas 2 Wilayah Desa Pacarejo Sindi Asmiati Wardani
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.49747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas kelas 2 Sekolah Dasar di wilayah Desa Pacarejo; (2) mendeskripsikan dan memaparkan hambatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas kelas 2 Sekolah Dasar di Desa Pacarejo; dan (3) menganalisis dan mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas kelas 2 Sekolah Dasar di Desa Pacarejo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.  Subjek penelitian yaitu sebanyak 8 orang yang menjadi guru kelas 2  Sekolah Dasar wilayah Pacarejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik deskriptif yang kemudian diinterprestasikan kedalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas kelas 2 Sekolah Dasar di wilayah Desa Pacarejo mematuhi protokol kesehatan. Pembelajaran dilaksanakan secara terbatas yaitu 1 jam pelajaran selama 25 menit.; (2) Hambatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dalam aspek prokes sebanyak 28%, materi sebanyak 42%, durasi waktu sebanyak 67%, interaksi sebanyak 91%, dan rombongan belajar sebanyak 69%; (3) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan tersebut yaitu guru melakukan bimbingan dan pendekatan kepada siswa.
Blended Learning as an Alternative Learning in Elementary Schools Hendra Prasetia Prasetia
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2023): VOLUME 6, NUMBER 1, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i1.60592

Abstract

The problem of learning during the Covid-19 pandemic was that it could not be held face-to-face so that blended learning was an alternative learning solution. This problem occurs in various regions. Learning in the conditions of the Covid-19 pandemic is difficult to find a solution, because it is caused by various problems from students, teachers and schools. So that learning outcomes and student motivation do not decrease, Blended Learning is used to overcome them. The writing of this article uses the systematic literature review method in reviewing it. From the findings of research results in various journals by writing down keywords totaling 104,000 articles, then identified based on citations and years, so that there are 16,900 articles. Then verification of the articles based on topic suitability was carried out into 10 articles and synthesis analysis was carried out on the existing articles into 5 articles, and the final stage was to describe the findings of the articles to draw conclusions. Various findings in research show that blended learning motivates and improves student learning outcomes. Blended-Learning is seen as providing a variety of variations, completeness and learning flexibility in the use of place, time, and access to lessons.

Page 7 of 12 | Total Record : 111