cover
Contact Name
REZKY AULIA YUSUF
Contact Email
rezkyauliayusuf94@gmail.com
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
ghpjurnalpengabdianjscp@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Kaliurang Selatan, No. 1, Makassar City, 90234, South Sulawesi, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Sustainable Community Practices
ISSN : -     EISSN : 31234526     DOI : https://doi.org/10.65280/jscp.v2i2.2
Focus and Scope The scope of the Journal of Science and Community Practice covers various fields of application of science and technology in community service activities, including but not limited to: Health and Well-being, including Health promotion and clean and healthy living behaviour; Community nutrition and family food security; Environmental health and sanitation; Community empowerment in reproductive, maternal, and child health; Education and Social Humanities; Community education development and digital literacy; Improvement of community-based education quality; Strengthening character, culture, and social values; Innovation in community-based learning Engineering and Technology, including Application of appropriate technology; Innovation in information systems and computer technology for community empowerment; Sustainable environmental engineering and technology; Renewable energy and community-based technical solutions. Agriculture and Food Security, including Sustainable agriculture and agroecology; Development of agribusiness and rural economy; Empowerment of farmers and farmer groups through technological innovation; Community-based natural resource management. Economy creative and Community Empowerment, including Development of MSMEs and social entrepreneurship; Innovation in locally-based creative economy; Strengthening organisational and institutional capacity of communities; Empowerment models based on local potential. This journal aims to: Encourage the application of research findings and innovations for community welfare; Serve as a medium for exchanging ideas, best practices, and effective empowerment models; Promote the realisation of inclusive, self-reliant, and sustainable community development. Types of Manuscripts Accepted: Articles based on community service activities; Models and innovations for community empowerment; Conceptual reviews on sustainability approaches in community engagement.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Promosi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat Dusun Tala-tala Desa Bonto Manai Kabupaten Maros: Health Promotion of Clean and Healthy Living Behavior in the Community of Tala-tala Hamlet, Bonto Manai Village, Maros Regency Putri Andriana; Harsida Halandis; Siska Pipi Alpira3
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Dusun Tala-tala, Desa Bonto Manai, Kabupaten Maros bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kegiatan ini diawali dengan persiapan materi penyuluhan menggunakan media poster, kemudian dilanjutkan dengan metode ceramah interaktif yang melibatkan tokoh masyarakat. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2023 di kediaman Kepala Dusun Tala-tala. Evaluasi dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari 76,7% menjadi 96,7%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan perilaku sehat di masyarakat serta menjadi contoh kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, penyuluhan kesehatan, masyarakat, promosi kesehatan, edukasi. Abstract The health promotion activity on Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) in Tala-tala Hamlet, Bonto Manai Village, Maros Regency, aimed to improve community knowledge regarding personal and environmental hygiene. The program began with preparing educational materials using posters, followed by a lecture-based interactive counselling session involving local community leaders. The counselling was conducted on June 14, 2023, at the residence of the head of Tala-tala Hamlet. Evaluation was carried out through pre- and post-observation. The results showed an increase in community knowledge from 76.7% to 96.7%. This indicates that the counselling activity effectively improved public awareness of the importance of practising PHBS in daily life. The program is expected to encourage sustainable, healthy behaviours within the community and serve as a model for promotive and preventive health efforts.  Keywords: Clean and Healthy Living Behaviour, health education, community, health promotion, awareness
Promosi Kesehatan Pentingnya Penggunakan Alat Pelindung Diri Pada Saat Menggunakan Pestisipa: Health Promotion The Importance of Using Personal Protective Equipment When Using Pesticides Nurfadillah Rezky; Vera Yuniar; Yuliati Yuliati
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Paparan pestisida dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan petani apabila tidak diimbangi dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat. Kegiatan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penggunaan APD saat bekerja di kebun atau sawah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif menggunakan media poster. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2023 di Dusun Tala-tala, Desa Bonto Manai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Evaluasi dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah penyuluhan (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan APD dari 60% menjadi 96,7%. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perilaku masyarakat dalam melindungi diri dari bahaya paparan pestisida. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat dapat menerapkan penggunaan APD secara konsisten guna mencegah gangguan kesehatan akibat pestisida dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Kata kunci: alat pelindung diri, pestisida, promosi kesehatan, petani, edukasi masyarakat.   Abstract Pesticide exposure poses significant health risks to farmers if not accompanied by the proper use of personal protective equipment (PPE). This health promotion activity aimed to increase community knowledge and awareness of the importance of PPE use when working on farms or in rice fields. The method used was health education through lectures and interactive discussions supported by poster media. The activity was conducted on June 14, 2023, in Tala-tala Hamlet, Bonto Manai Village, Tompobulu District, Maros Regency. Evaluation was performed through pre- and post-observations (pre-test and post-test). The results showed an increase in community knowledge about PPE use from 60% to 96.7%. This activity had a positive impact on changing community behaviour towards better self-protection from pesticide exposure. It is expected that continuous PPE use will prevent health problems caused by pesticide exposure and promote a safer working environment for local farmers. Keywords: personal protective equipment, pesticide, health promotion, farmers, community education.
Penyuluhan dan Pembuatan Tempat Sampah Percontohan di Dusun Tala-tala Desa Bonto Manai Kabupaten Maros: Counseling and Construction of Model Trash Bins in Tala-tala Hamlet, Bonto Manai Village, Maros Regency Harsida Halandis; Putri Andriana; Siska Pipi Alpira
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang sering dihadapi masyarakat pedesaan. Kurangnya kesadaran dan fasilitas menjadi faktor utama yang menyebabkan masyarakat belum memiliki tempat sampah yang layak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah melalui penyuluhan dan pembuatan tempat sampah percontohan di Dusun Tala-tala, Desa Bonto Manai, Kabupaten Maros. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan ceramah dan diskusi interaktif menggunakan media poster. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepemilikan tempat sampah dari 51,9% menjadi 64,6% setelah dilakukan intervensi. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan penyuluhan disertai tindakan nyata seperti penyediaan tempat sampah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Kata kunci: pengelolaan sampah, perilaku hidup bersih dan sehat, penyuluhan, partisipasi masyarakat, kebersihan lingkungan.   Abstract Household waste management remains a common environmental problem in rural areas, mainly due to limited awareness and inadequate facilities. This activity aimed to increase community knowledge regarding waste management through counselling and the creation of a pilot waste bin project in Tala-tala Hamlet, Bonto Manai Village, Maros Regency. The method employed was health education, utilising a lecture and interactive discussion approach with poster media. The results showed an increase in household waste bin ownership from 51.9% to 64.6% after the intervention. This indicates that educational activities combined with direct actions, such as providing waste bins, can effectively raise community awareness about environmental cleanliness. It is expected that this initiative will continue through active community involvement in maintaining a clean and healthy environment. Keywords: waste management, clean and healthy living behaviour, counselling, community participation, environmental cleanliness.
Pembentukan Identitas Profesional Promotor Kesehatan Melalui Strategi Komunikasi Dan Personal Branding: Establishing a Professional Identity for Health Promoters Through Communication Strategies and Personal Branding Nur Afiaty Mursalim; Yuli Rahayu; Nur Indah Atifah Anwar
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.34

Abstract

Abstrak Promotor kesehatan (promkes) memerlukan identitas profesional yang kuat agar tampil kredibel dan berpengaruh di era digital. Namun, observasi awal pada 82 mahasiswa Promosi Kesehatan FIKK UNM menemukan rendahnya pemahaman mengenai strategi komunikasi dan personal branding, karena masih terfokus pada aspek teknis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan soft skills tersebut melalui metode lokakarya interaktif yang meliputi pemaparan materi, studi kasus, dan simulasi praktik. Evaluasi kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dimana nilai rata-rata keseluruhan peserta meningkat dari 48.3 (pre-test) menjadi 85.8 (post-test), atau naik sebesar 77.6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek personal branding (96.3%). Secara kualitatif, 86.7% peserta aktif berpartisipasi dalam sesi simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa lokakarya efektif dalam menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan soft skills, serta berhasil memberikan fondasi bagi mahasiswa untuk membangun citra diri yang profesional sebagai calon promotor kesehatan. Abstract Health promoters (promkes) require a strong professional identity to appear credible and influential in the digital era. However, preliminary observations of 82 Health Promotion students at FIKK UNM found a low understanding of communication strategies and personal branding, as they were still focused on technical aspects. This community service activity aimed to improve understanding and these soft skills through an interactive workshop method, which included material presentation, case studies, and practical simulations. The activity was evaluated using pre-test and post-test instruments. The results showed a significant increase in understanding, where the participants' overall average score increased from 48.3 (pre-test) to 85.8 (post-test), a 77.6% increase. The highest increase occurred in the personal branding aspect (96.3%). Qualitatively, 86.7% of participants actively engaged in the simulation sessions. These results indicate that the workshop was effective in bridging the gap between technical abilities and soft skills, and successfully provided a foundation for students to build a professional self-image as future health promoters.
Pentingnya Penimbangan Berat Badan Pada Anak Sekolah Dasar Tiga Bulan Sekali Di Posyandu Desa Pattallassang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng: The Importance of Weighing Elementary School Children Every Three Months at the Integrated Health Post (Posyandu) in Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency Andi Sani Silwanah; Keisya Resel; Nursyamsi Nursyamsi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.35

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan fase penting yang membutuhkan pemantauan gizi secara berkala. Berat badan merupakan indikator sensitif untuk mendeteksi masalah gizi seperti underweight, stunting, maupun obesitas. Di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pelaksanaan penimbangan berat badan setiap tiga bulan di posyandu menjadi langkah preventif untuk mengawasi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan keterlibatan orang tua terhadap kebiasaan menimbang berat badan anak usia sekolah dasar secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua/wali murid anak sekolah dasar di Desa Pattallassang  berjumlah sampel 21 responden.  Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, observasi, dan intervensi edukasi melalui tiga tahap kegiatan pengapdian masyarakat, termasuk penyuluhan, pemutaran video pencegahan stunting, dan pemberian edukasi gizi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kerutinan orang tua membawa anak untuk penimbangan, dari 5,6% pada tahap awal (sebelum intervensi) menjadi 85,71% pada tahap akhir (setelah intervensi). Pengetahuan orang tua meningkat dari 8% sebelum intervensi menjadi 100% setelah intervensi, dan sikap positif meningkat dari 46% menjadi 100%. Edukasi kesehatan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterlibatan orang tua terhadap penimbangan berat badan anak sekolah dasar secara berkala. Abstract Growth and development of elementary school-aged children represent a crucial phase that requires regular nutritional monitoring. Body weight serves as a sensitive indicator to detect nutritional problems such as underweight, stunting, and obesity. In Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency, quarterly weighing activities at the posyandu (community health post) are conducted as a preventive measure to monitor the nutritional status of children. This study aimed to determine the relationship between parents’ knowledge level, attitudes, and involvement and the habit of weighing their children’s body weight on a quarterly basis. The research employed a quantitative descriptive design using a survey approach. The study population consisted of all parents or guardians of elementary school students in Pattallassang Village, with a total sample of 21 respondents. Data were collected using structured questionnaires, observations, and educational interventions through three stages of community service activities, including health education sessions, video screenings on stunting prevention, and nutritional education. The results showed a significant increase in parents’ regularity in bringing their children for weighing from 5.6% at the initial stage (before intervention) to 85.71% at the final stage (after intervention). Parents’ knowledge improved from 8% before the intervention to 100% after, and positive attitudes increased from 46% to 100%. Health education and mentoring proved effective in enhancing parents’ knowledge, attitudes, and involvement in regular body weight monitoring of elementary school children.
Penyuluhan 5 Si Jari Merah: Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah (Anemia) dan Pembagian Tablet Fe: 5 Red Fingers Counseling: A Generation of Young Women Free from Anemia and Distribution of Iron Tablets Andi Sani Silwanah; Nurfajriani Nurfajriani; Nurfadilah Nurfadilah; Nur Agustin Rahayu Putri; Mariana Mariana; Sabrina Sabrina; Nursyamsi Nursyamsi; Keysa Resel; Syaifuddin Syaifuddin
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.36

Abstract

Abstrak Anemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi kedua di dunia. Hal ini disebabkan oleh karena anemia dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain penurunan daya tahan tubuh, gangguan kognitif, pertumbuhan terhambat, aktivitas menurun, dan perubahan tingkah laku. Kegiatan Pengabdian Ini Bertujuan Untuk Memberikan Pengetahuan Kepada Remaja Putri Tentang Anemia Dan Pentingnya Mengkomsumsi Tablet Fe. Metode Yang Digunakan Adalah Metode Penyuluhan Berupa Pemberian Materi anemia & tablet fe, Pembagian Tablet Fe dan bubur kacang ijo. Jumlah Peserta Sebanyak 21 Orang Peserta Remaja Putri Siswi MTS Ma’arif Puro’ro. Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Sebelum Dilakukan Penyuluhan Kategori Cukup Sebanyak 5 Orang (25%) Sedangkan Remaja Putri Yang Memiliki Pengetahuan Kategori Kurang Sebanyak 15 Orang (75%). Setelah Dilakukan Penyuluhan Tentang Anemia Pada Remaja Putri, Dilakukan Post Test Dan Didapatkan Hasil Pengetahuan Remaja Putri Kategori Cukup Sebanyak 17 Orang (85%) Dan Sebanyak 3 Orang (15%) Yang Memiliki Pengetahuan Kurang. Ada Peningkatan Pengetahuan Yang Didapatkan Oleh Remaja Putri Setelah Dilakukan Edukasi Dengan Metode Penyuluhan Melalui Program Penyuluhan “5 Si Jari Merah: Generasi Remaja Putri Merdeka Dari Kurang Darah (Anemia) Dan Pembagian Tablet Fe. Abstract Anaemia is the second leading cause of disability worldwide. This is because anaemia can cause various complications, including decreased immunity, cognitive impairment, stunted growth, decreased activity, and behavioural changes. This community service activity aims to provide adolescent girls with knowledge about anaemia and the importance of consuming iron tablets. The method used is an educational method in the form of providing information about anaemia and iron tablets, distributing iron tablets and green bean porridge. There were 21 participants, all of whom were female adolescents studying at MTS Ma'arif Puro'ro. Before the education session, 5 participants (25%) had sufficient knowledge about anaemia, while 15 participants (75%) had insufficient knowledge. After the counselling session on anaemia in adolescent girls, a post-test was conducted, and the results showed that 17 participants (85%) had sufficient knowledge and 3 participants (15%) had insufficient knowledge. There was an increase in knowledge among adolescent girls after education was provided using the counselling method through the “5 Red Fingers: A Generation of Adolescent Girls Free from Anaemia” counselling program and the distribution of iron tablets
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang melalui Program Promosi Kesehatan dan Diversifikasi Pangan Lokal bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Salenrang, Maros: Improving Knowledge of Balanced Nutrition through Health Promotion and Local Food Diversification Programs for Housewives in Salenrang Village, Maros Nur Afiaty Mursalim; Nur Indah Atifah Anwar
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.37

Abstract

Peningkatan pengetahuan gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu bentuk upaya promosi kesehatan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Hasil observasi terhadap 30 ibu rumah tangga di Desa Salenrang, Maros menunjukkan masih rendahnya pemahaman mengenai prinsip gizi seimbang serta kurangnya variasi dalam konsumsi pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi melalui program promosi kesehatan berbasis edukasi dan partisipatif, yang meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, dan praktik pengolahan pangan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 74,8%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek diversifikasi pangan lokal. Selain itu, 88,4% peserta berpartisipasi aktif dalam seluruh sesi kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis edukasi gizi seimbang dan diversifikasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan kemandirian keluarga di tingkat desa.
Edukasi dan Pendampingan Masyarakat dalam Deteksi Dini Stroke dan Tatalaksana Awal di Rumah: Community Education and Support in Early Stroke Detection and Initial Management at Home Hermadin Hermadin; Hamka Hamka; Patmawati Patmawati; Dina Oktaviana; Ernawati Ernawati; Asrar AS
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.38

Abstract

Abstrak Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia setelah penyakit jantung iskemik. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan penanganan stroke menyebabkan keterlambatan mendapatkan pertolongan medis. Kegiatan edukasi dan pendampingan masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap deteksi dini serta tatalaksana awal stroke. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pattallassang, Kabupaten Takalar, pada 20–22 Maret 2025, melibatkan 50 peserta dewasa dan lansia berisiko stroke. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi metode FAST (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call for help), serta pendampingan keluarga berisiko melalui kunjungan rumah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 30% menjadi 88% (kenaikan 58%), dengan peningkatan tertinggi pada kemampuan memberikan pertolongan pertama (naik 62%). Pendampingan keluarga juga meningkatkan perilaku pencegahan stroke dari 28% menjadi 71% (kenaikan 43%), terutama dalam pemeriksaan tekanan darah dan pengenalan tanda FAST. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat terhadap pencegahan serta penanganan awal stroke. Pendekatan edukatif-partisipatif direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan dalam menurunkan risiko stroke di tingkat komunitas. Abstract Stroke is the leading cause of death and disability in Indonesia after ischemic heart disease. The low level of public knowledge regarding early symptoms and initial management of stroke often leads to delays in obtaining medical treatment. This community education and mentoring program aimed to improve public knowledge and preparedness for early detection and initial management of stroke. The activity was conducted in Pattallassang Village, Takalar Regency, from March 20–22, 2025, involving 50 adult and elderly participants at risk of stroke. The methods used included interactive health education, simulation of the FAST method (Face drooping, Arm weakness, Speech difficulty, Time to call for help), and family mentoring through home visits.The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge from an average of 30% to 88% (a 58% improvement), with the highest increase in the ability to provide first aid (62%). Family mentoring also improved preventive behaviors from 28% to 71% (a 43% increase), particularly in regular blood pressure checks and recognition of FAST signs. This activity proved effective in enhancing community knowledge, awareness, and behavior regarding stroke prevention and early management. An educational and participatory approach is recommended as a sustainable strategy to reduce stroke risk at the community level.
Peningkatan Kesadaran Cuci Tangan dan Etika Batuk di SMPN 34 Selayar: Raising Handwashing Awareness and Coughing Etiquette at Junior High School 34 Selayar Resty Amalia Putri; Hardiyanti Syam; Nur Faidah
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i1.40

Abstract

Abstrak Penyakit menular masih menjadi permasalahan Kesehatan Masyarakat, khusunya di lingkungan sekolah yang memiliki tingakt interaksi tinggi antara siswa. Resndahnya kesedaran terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, terutama kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) seperti etika batuk dan bersin. Berpotensi meningkatkan penularan penyakit. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan perilaku CTPS serta etika batuk dan berin pada siswa kelas VII UPT SMPN 34 Kepulauan Selayar. Metode yang digunakan Adalah sosialisasi dan demonstrasi langsung melalui media presentasi yang komunikatif, melibatkan dosen dan mahsiswa Program Studi Adminitasi Kesehatan Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri serta pencegahan penyakit melalui penerapan perilaku sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah mendaji sarana pembelajaran praktis bagi siswa dalam melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat.   Abstract The communicable diseases take a stage as a public health concern, especially at school environments that have a lot of student interaction of students. A lack of awareness of clean and healthy living behaviours, including the habit of handwashing with soap (CTPS) and proper cough and sneeze etiquette, can increase the possibility of transmitting diseases. This community service activity has a plan to develop knowledge and the practice of handwashing with soap and proper cough and sneeze etiquette among seventh-grade students at UPT SMPN 34 Kepulauan Selayar. The methods include counselling and demonstrations along interactive social media, involving lecturers and students from the Health Administration Study Program of the Institute of Science, Technology, and Business Muhammadiyah Selayar. The results present an increase in students’ understanding and awareness of the importance of individual hygiene and disease for through the adoption of healthy behaviours at school. This activity contributes to promoting the Clean and Healthy Living Behaviour (PHBS) program in schools and serves as a practical learning experience for students in serving community service.  

Page 2 of 2 | Total Record : 19