cover
Contact Name
REZKY AULIA YUSUF
Contact Email
rezkyauliayusuf94@gmail.com
Phone
+6285782269756
Journal Mail Official
ghpjurnalpengabdianjscp@gmail.com
Editorial Address
Jalan. Kaliurang Selatan, No. 1, Makassar City, 90234, South Sulawesi, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Sustainable Community Practices
ISSN : -     EISSN : 31234526     DOI : https://doi.org/10.65280/jscp.v2i2.2
Focus and Scope The scope of the Journal of Science and Community Practice covers various fields of application of science and technology in community service activities, including but not limited to: Health and Well-being, including Health promotion and clean and healthy living behaviour; Community nutrition and family food security; Environmental health and sanitation; Community empowerment in reproductive, maternal, and child health; Education and Social Humanities; Community education development and digital literacy; Improvement of community-based education quality; Strengthening character, culture, and social values; Innovation in community-based learning Engineering and Technology, including Application of appropriate technology; Innovation in information systems and computer technology for community empowerment; Sustainable environmental engineering and technology; Renewable energy and community-based technical solutions. Agriculture and Food Security, including Sustainable agriculture and agroecology; Development of agribusiness and rural economy; Empowerment of farmers and farmer groups through technological innovation; Community-based natural resource management. Economy creative and Community Empowerment, including Development of MSMEs and social entrepreneurship; Innovation in locally-based creative economy; Strengthening organisational and institutional capacity of communities; Empowerment models based on local potential. This journal aims to: Encourage the application of research findings and innovations for community welfare; Serve as a medium for exchanging ideas, best practices, and effective empowerment models; Promote the realisation of inclusive, self-reliant, and sustainable community development. Types of Manuscripts Accepted: Articles based on community service activities; Models and innovations for community empowerment; Conceptual reviews on sustainability approaches in community engagement.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): October" : 5 Documents clear
Pemberdayaan Wanita Menopause dalam Pencegahan Hipertensi melalui Edukasi dan Deteksi Dini: Empowering Menopausal Women in Hypertension Prevention through Education and Early Detection Riska Nuryana; Sumarmi Sumarmi; Sulaiman Putra Nagaring; Jesica Mulyadi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.2

Abstract

Menopause merupakan fase fisiologis alami yang dialami setiap wanita seiring bertambahnya usia, umumnya pada rentang 45–55 tahun. Fase ini ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh terhadap sistem kardiovaskular, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Rendahnya kesadaran wanita menopause terhadap pemeriksaan tekanan darah rutin menyebabkan banyak kasus hipertensi tidak terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan melalui edukasi dan deteksi dini hipertensi pada wanita menopause. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah, Kota Gorontalo, dengan melibatkan 45 peserta wanita menopause. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, pemeriksaan tekanan darah, serta evaluasi tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42%, yaitu dari 35% sebelum kegiatan menjadi 77% setelah edukasi. Selain itu, sebanyak 40% peserta terdeteksi mengalami hipertensi, di mana sebagian besar belum pernah melakukan pemeriksaan tekanan darah sebelumnya. Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, perilaku, dan keterampilan peserta dalam pencegahan hipertensi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan wanita menopause dalam upaya pencegahan hipertensi. Deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah mandiri menjadi langkah strategis untuk menekan angka kejadian hipertensi pada kelompok wanita menopause yang berisiko tinggi. Kata kunci: menopause, hipertensi, pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, deteksi dini Abstract Menopause is a natural physiological phase experienced by all women as they age, typically occurring between the ages of 45 and 55. This phase is characterised by the permanent cessation of menstruation due to decreased estrogen and progesterone levels, which affect the cardiovascular system and increase the risk of hypertension. The low awareness among menopausal women regarding routine blood pressure checks has led to many cases of hypertension going undetected in its early stages. Therefore, empowerment efforts through education and early detection of hypertension among menopausal women are essential. This community service activity was carried out in the working area of Kota Tengah Public Health Centre, Gorontalo City, involving 45 menopausal women as participants. The implementation methods included interactive health education, blood pressure measurements, and knowledge evaluation using pre-test and post-test assessments. The results showed a 42% increase in participants’ knowledge, from 35% before the activity to 77% after the education session. In addition, 40% of participants were found to have hypertension, most of whom had never undergone blood pressure screening before. Community-based health education proved effective in enhancing awareness, behaviour, and practical skills related to hypertension prevention. In conclusion, this program successfully improved the knowledge, awareness, and skills of menopausal women in preventing hypertension. Early detection through self-monitoring of blood pressure serves as a strategic step to reduce hypertension incidence among high-risk menopausal women. Keywords: menopause, hypertension, community empowerment, health education, early detection
Edukasi Reproduksi Terpadu untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Putri SMKN 1 Takalar: Integrated Reproductive Education to Prevent Risky Sexual Behavior in Adolescent Girls at SMKN 1 Takalar Nur Andani; Sumarmi Sumarmi; Eny Sutria; Risnah Risnah; Harmawati Harmawati
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.9

Abstract

Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Kondisi ini dapat berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan remaja, infeksi menular seksual, serta gangguan psikososial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi reproduksi terpadu kepada remaja putri di SMKN 1 Takalar sebagai upaya preventif terhadap perilaku seksual berisiko. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi peran menggunakan media audiovisual yang menarik dan sesuai usia peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman remaja putri tentang kesehatan reproduksi, tanggung jawab moral, dan pentingnya menjaga perilaku seksual yang sehat sesuai nilai budaya dan agama. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi serta komitmen untuk menjadi agen edukasi bagi teman sebaya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi reproduksi terpadu yang berkelanjutan di lingkungan sekolah menengah kejuruan.  Kata kunci: Edukasi reproduksi, remaja putri, perilaku seksual berisiko, pencegahan Abstract Adolescent girls are a vulnerable group at risk of engaging in unsafe sexual behaviour due to limited knowledge and understanding of reproductive health. This condition can lead to increased cases of teenage pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Therefore, this community service activity aimed to provide integrated reproductive education to female students at SMKN 1 Takalar as a preventive effort against risky sexual behaviour. The methods included interactive lectures, group discussions, and role-play simulations using age-appropriate audiovisual media. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure improvements in knowledge and attitude changes. The results showed a significant increase in the participants’ understanding of reproductive health, moral responsibility, and the importance of maintaining healthy sexual behaviour consistent with cultural and religious values. Participants also demonstrated high enthusiasm and commitment to becoming peer educators. This activity is expected to serve as a sustainable model for integrated reproductive education in vocational high school environments.   Keywords: Reproductive education, adolescent girls, risky sexual behaviour, prevention
Pembentukan Identitas Profesional Promotor Kesehatan Melalui Strategi Komunikasi Dan Personal Branding: Establishing a Professional Identity for Health Promoters Through Communication Strategies and Personal Branding Nur Afiaty Mursalim; Yuli Rahayu; Nur Indah Atifah Anwar
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.34

Abstract

Abstrak Promotor kesehatan (promkes) memerlukan identitas profesional yang kuat agar tampil kredibel dan berpengaruh di era digital. Namun, observasi awal pada 82 mahasiswa Promosi Kesehatan FIKK UNM menemukan rendahnya pemahaman mengenai strategi komunikasi dan personal branding, karena masih terfokus pada aspek teknis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan soft skills tersebut melalui metode lokakarya interaktif yang meliputi pemaparan materi, studi kasus, dan simulasi praktik. Evaluasi kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil PkM menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dimana nilai rata-rata keseluruhan peserta meningkat dari 48.3 (pre-test) menjadi 85.8 (post-test), atau naik sebesar 77.6%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek personal branding (96.3%). Secara kualitatif, 86.7% peserta aktif berpartisipasi dalam sesi simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa lokakarya efektif dalam menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknis dan soft skills, serta berhasil memberikan fondasi bagi mahasiswa untuk membangun citra diri yang profesional sebagai calon promotor kesehatan. Abstract Health promoters (promkes) require a strong professional identity to appear credible and influential in the digital era. However, preliminary observations of 82 Health Promotion students at FIKK UNM found a low understanding of communication strategies and personal branding, as they were still focused on technical aspects. This community service activity aimed to improve understanding and these soft skills through an interactive workshop method, which included material presentation, case studies, and practical simulations. The activity was evaluated using pre-test and post-test instruments. The results showed a significant increase in understanding, where the participants' overall average score increased from 48.3 (pre-test) to 85.8 (post-test), a 77.6% increase. The highest increase occurred in the personal branding aspect (96.3%). Qualitatively, 86.7% of participants actively engaged in the simulation sessions. These results indicate that the workshop was effective in bridging the gap between technical abilities and soft skills, and successfully provided a foundation for students to build a professional self-image as future health promoters.
Pentingnya Penimbangan Berat Badan Pada Anak Sekolah Dasar Tiga Bulan Sekali Di Posyandu Desa Pattallassang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng: The Importance of Weighing Elementary School Children Every Three Months at the Integrated Health Post (Posyandu) in Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency Andi Sani Silwanah; Keisya Resel; Nursyamsi Nursyamsi
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.35

Abstract

Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah dasar merupakan fase penting yang membutuhkan pemantauan gizi secara berkala. Berat badan merupakan indikator sensitif untuk mendeteksi masalah gizi seperti underweight, stunting, maupun obesitas. Di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, pelaksanaan penimbangan berat badan setiap tiga bulan di posyandu menjadi langkah preventif untuk mengawasi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan keterlibatan orang tua terhadap kebiasaan menimbang berat badan anak usia sekolah dasar secara triwulanan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua/wali murid anak sekolah dasar di Desa Pattallassang  berjumlah sampel 21 responden.  Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, observasi, dan intervensi edukasi melalui tiga tahap kegiatan pengapdian masyarakat, termasuk penyuluhan, pemutaran video pencegahan stunting, dan pemberian edukasi gizi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kerutinan orang tua membawa anak untuk penimbangan, dari 5,6% pada tahap awal (sebelum intervensi) menjadi 85,71% pada tahap akhir (setelah intervensi). Pengetahuan orang tua meningkat dari 8% sebelum intervensi menjadi 100% setelah intervensi, dan sikap positif meningkat dari 46% menjadi 100%. Edukasi kesehatan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta keterlibatan orang tua terhadap penimbangan berat badan anak sekolah dasar secara berkala. Abstract Growth and development of elementary school-aged children represent a crucial phase that requires regular nutritional monitoring. Body weight serves as a sensitive indicator to detect nutritional problems such as underweight, stunting, and obesity. In Pattallassang Village, Tompobulu District, Bantaeng Regency, quarterly weighing activities at the posyandu (community health post) are conducted as a preventive measure to monitor the nutritional status of children. This study aimed to determine the relationship between parents’ knowledge level, attitudes, and involvement and the habit of weighing their children’s body weight on a quarterly basis. The research employed a quantitative descriptive design using a survey approach. The study population consisted of all parents or guardians of elementary school students in Pattallassang Village, with a total sample of 21 respondents. Data were collected using structured questionnaires, observations, and educational interventions through three stages of community service activities, including health education sessions, video screenings on stunting prevention, and nutritional education. The results showed a significant increase in parents’ regularity in bringing their children for weighing from 5.6% at the initial stage (before intervention) to 85.71% at the final stage (after intervention). Parents’ knowledge improved from 8% before the intervention to 100% after, and positive attitudes increased from 46% to 100%. Health education and mentoring proved effective in enhancing parents’ knowledge, attitudes, and involvement in regular body weight monitoring of elementary school children.
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang melalui Program Promosi Kesehatan dan Diversifikasi Pangan Lokal bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Salenrang, Maros: Improving Knowledge of Balanced Nutrition through Health Promotion and Local Food Diversification Programs for Housewives in Salenrang Village, Maros Nur Afiaty Mursalim; Nur Indah Atifah Anwar
Journal of Sustainable Community Practices Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/jscp.v2i2.37

Abstract

Peningkatan pengetahuan gizi seimbang dan pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu bentuk upaya promosi kesehatan masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Hasil observasi terhadap 30 ibu rumah tangga di Desa Salenrang, Maros menunjukkan masih rendahnya pemahaman mengenai prinsip gizi seimbang serta kurangnya variasi dalam konsumsi pangan lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi melalui program promosi kesehatan berbasis edukasi dan partisipatif, yang meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, dan praktik pengolahan pangan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 74,8%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek diversifikasi pangan lokal. Selain itu, 88,4% peserta berpartisipasi aktif dalam seluruh sesi kegiatan. Temuan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis edukasi gizi seimbang dan diversifikasi pangan lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan kemandirian keluarga di tingkat desa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5