cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
SUMBANGAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PEMEKARAN KOSAKATA BAHASA BUGIS: KASUS PENGGUNAAN BAHASA BUGIS PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK (The Contribution of Indonesian Language on Buginese Vocabulary Development: A Case Study of the Use of Buginese on Facebook Social Media) Muhammad Darwis; Kamsinah Kamsinah
SAWERIGADING Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i2.626

Abstract

AbstrakThe aim of this research is: (1) to identify the forms and categories of Indonesian words that are absorbed into Buginese sentences and (2) to reveal the reasons for the use of Indonesian elements into Buginese sentences by Facebookers in the social media. Data on this qualitative research obtained from social media ‘Facebook’. The data source of this research is the Facebookers who are members of the MABBASA UUGIE KU PESBU’ group, November 2013 to April 2014 edition. Data analyzed are Buginese sentences consisting of three to five examples of Buginese sentences containing Indonesian elements in the form of words, phrases or clauses taken purposively. Furthermore, the analysis was carried out with grounded research strategies. The results of this research indicate that (1) Buginese language can survive as a means of communication within Buginese ethnic groups when writing on the social media ‘Facebook’, due to they have obtained vocabulary contributions from Indonesian in the form of the basic word, affixation word, and phrase. In word categorization, the loan words consist of nouns, verbs, adjectives, and conjunctions. Then, (2) the use of the Indonesian language elements has four main reasons, namely (a) filling in the blanks, (b) adding equivalence variations, (c) clarifying the meaning, and (d) interference. Reasons (a) to (c) can take the form of code-mixing and code-switching. AbstrakPenelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi bentuk dan kategori kata bahasa Indonesia (bI) yang  terserap ke dalam kalimat-kalimat bahasa Bugis (bB) dan (2) mengungkap alasan-alasan penggunaan unsur-unsur bI tersebut ke dalam kalimat bB oleh para Facebooker di media sosial. Data penelitian kualitatif ini diperoleh dari media sosial Facebook. Sumber data penelitian ini ialah para Facebooker yang menjadi anggota grup MABBASA UUGIE KU PESBU’ edisi bulan November 2013 s.d. bulan April 2014. Data yang dianalisis ialah kalimat-kalimat ber-bB yang terdiri atas tiga sampai lima contoh kalimat ber-bB yang berisi unsur-unsur bI, yang berupa kata, frasa, atau klausa, yang diambil secara purposif. Selanjutnya, analisis dilakukan dengan upaya grounded research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bB dapat bertahan hidup sebagai sarana perhubungan intern suku Bugis dalam komunikasi tulisan sosial Facebook karena memperoleh sumbangan kosakata bI yang berbentuk kata dasar, kata berimbuhan, dan frasa atau ungkapan. Dari segi kategorisasi kata, unsur-unsur serapan tersebut terdiri atas kata benda, kata kerja, kata sifat, dan kata sambung. Kemudian, (2) penggunaan unsur-unsur bI tersebut memiliki empat alasan utama, yaitu (a) mengisi kekosongan, (b) menambah variasi kesepadanan, (c) memperjelas pemaknaan, dan (d) interferensi. Alasan (a) sampai dengan (c) dapat mengambil bentuk campur kode dan alih kode.   
CERITA RAKYAT LAKIPADADA: NEGOSIASI KEABADIAN DAN KENISBIAN DALAM PERSPEKTIF HEIDEGGER (Folkore of Lakipadada: Negotiations of Eternity and Relativity in Heidegger Perspective) Eva Yenita Syam
SAWERIGADING Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v24i2.500

Abstract

This writing discusses of Torajan folkore“Lakipadada”which tells the story of someone who is looking for amulet of Tang Mate’eternity after witnessing all people he lovedpassed away. The theme is interesting due to contradictory to the law of nature regarding the changes in life. He makes various efforts to fight fate. Torajan know the principle of life for dying. All things are intended to celebrate a death by doing a ceremony that i sheld very luxury. In thiscontext, the folkore of Lakipadada presents as a story with different view of lifeand the collective memory of people. The data analysis using of Martin Heidegger perspective to understand negotiations of Torajan to wards the eternity and relativity. The result of the analysis has been carried out in finding negotiaton result in Lakipadada folkore, namely celebrating a dignified death. Keywords: negotiation; eternity; relativity; oral literature TorajaAbstrakTulisan ini membahas cerita rakyat Toraja “Lakipadada”yang bercerita tentang seseorang yang mencari azimat keabadian Tang Mate’ setelah menyaksikan semua orang yang disayanginya meninggal dunia. Tema ini menarik karena kontradiktif dengan hukum alam tentang perubahan pada kehidupan. Ia melakukan berbagai usaha melawan takdir. Masyarakat Toraja mengenal prinsip hidup untuk mati. Semua hal yang dilakukan dalam kehidupan ditujukan untuk merayakan kematian dengan upacara yang digelar sangat mewah. Dalam konteks ini, cerita Lakipadada hadir sebagai kisah yang berbeda dengan pandangan hidup dan ingatan kolektif masyarakatnya.Analisis data ini menggunakan perspektif Martin Heidegger untuk memahami negosiasi orang Toraja terhadap keabadian dan kenisbian. Hasil analisis yang telah dilakukan menemukan hasil negosiasi dalam cerita rakyat Lakipadada yaitu merayakan kematian yang bermartabat.
PARADIGMA SIRI ORANG BUGIS DALAM CERITA LA WELLE (Siri Paradigm of Buginese People in “La Welle” Story) Herlina Andi
SAWERIGADING Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i1.3

Abstract

The writing is to describe siri paradigm of Buginese people in La Welle story using structuralism theory of Levi- Strauss. It applies descriptive qualitative method through noting, interviewing technique, and library study. Then, the analysis finds out the description of social-cultural Buginese tribe of sirik that becomes the essence of some one’s life and would be fatal for any one whom disobeys it. Social-economic condition of Buginese people is described as skillful adventurer. Therefore, Buginese people is characterized by brave and wanderer man and having high spirit. Besides strength and skill, emotional and spiritual intelligence must be embedded in sirik building. Keywords: sirik, mythm, synchroni
REFERENSI DALAM WACANA TERJEMAHAN ALQURAN KISAH NABI MUSA ALAIHI SALAM MENCARI ILMU Jerniati I.
SAWERIGADING Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i3.407

Abstract

This writing discussed about translational discourse of Musa prophet (peace be upon him) in Alquran analyzed by grammatical cohesion theory, particularly reference. The aim of this writing was realized into two things that were personal reference and demonstrative reference. This analysis shows that grammatical cohesion of reference had played its role well in cohesion of Alquran translational discourse of Musa prophet story in lookingfor knowledge. Abstrak Tulisan ini membahas mengenai wacana terjemahan kisah Nabi Musa dalam Alquran yang dianalisis dengan teori kohesi gramatikal khususnya referen atau pengacuan. Tujuan tulisan ini direalisasikan dalam dua hal, yakni pengacuan persona dan pengacuan demonstratif. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik kajian pustaka. Realitas kajian ini menyatakan bahwa piranti kohesi gramatikal referen telah memerankan fungsinya dengan baik sebagai pengutuh wacana terjemahan Alquran kisah Nabi Musa dalam mencari ilmu.
Podcast Pedagogy: Transforming Listening Comprehension Education Tuti Wijayanti; Nur Aeni
SAWERIGADING Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i2.1365

Abstract

This study sought to determine how podcasts affected students’ listening comprehension in English-related classes. The study used a quantitative approach using a one-group pre-experimental pre-test-post-test design. Twenty seventh graders from SMPN 49 Makassar were included in the population and sample during the 2023–2024 academic year. This study tool uses questions to gauge students’ comprehension of spoken English. According to the data analysis for this study, the pre-test’s average score was 29.00, which was considered “poor,” and the post-test’s average score, which was 73.35 points, was still considered “poor.” Similarly, the significance of pvalue .000 is less than α (.05). According to the study, the alternative hypothesis (Ha) is accepted, and the null hypothesis (H0) is rejected, students at SMPN 49 Makassar in seventh grade showed improved listening comprehension after receiving repeated treatments, even though it was barely significant. It comes on the surface, the mean’s classification is still “poor”, but there is still significant difference which the mean was increased from 29 to 73 with 47.35 units gain. Students show increased enthusiasm during lessons using podcasts, progressively enhancing their listening comprehension through repeated treatments.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana podcast mempengaruhi pemahaman mendengarkan siswa di kelas yang berhubungan dengan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain one-group pre-experimental pre-test-post-test design. Dua puluh siswa kelas tujuh SMPN 49 Makassar dimasukkan dalam populasi dan sampel pada tahun ajaran 2023–2024. Alat belajar ini menggunakan pertanyaan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bahasa Inggris lisan. Berdasarkan analisis data penelitian ini, nilai rata-rata pre-test adalah 29,00 yang dianggap “buruk”, dan nilai rata-rata post-test adalah 73,35 poin, yang masih dianggap “buruk”. Demikian pula, nilai p (signifikansi) sebesar 0,000 lebih kecil dari α (0,05). Berdasarkan penelitian, hipotesis alternatif (Ha) diterima, dan hipotesis nol (H0) ditolak, siswa kelas tujuh di SMPN 49 Makassar menunjukkan peningkatan pemahaman mendengarkan setelah menerima perlakuan berulang, meskipun tidak signifikan. Terlihat bahwa klasifikasi mean masih berada pada “buruk”, namun masih terdapat perbedaan yang signifikan sehingga mean meningkat dari 29 menjadi 73 dengan perolehan 47,35 satuan. Siswa mendapatkan antusiasme di kelas saat belajar melalui podcast dan mereka mulai meningkatkan pemahaman mendengarkan mereka hari demi hari dalam perawatan.
VERBA BAHASA DAYAK NGAJU Elisten Parulian Sigiro
SAWERIGADING Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i2.428

Abstract

This research reveals verbal aspects of Dayak Ngaju language, which describes base verbs and derivational verbs. In relation to derivational verbs, this research examines its morphological process, such as affixation and morphophonemic arising from the formation of the derivational verb. The methods used in data collection is interview and documentation techniques, whereas data analysis uses descriptive qualitative method because the methods and techniques of this study reflect the reality based on fact findings in the field as it is. This research finding indicates that the construction of syntax of language of Dayak Ngaju language is more productive to function the derivational verb than base verb. Abstrak Penelitian ini mengungkap aspek verba dalam bahasa Dayak Ngaju, yakni memerikan verba dasar dan verba turunan. Dalam kaitannya dengan verba turunan, penelitian ini mengkaji proses morfologisnya, seperti afiksasi dan morfofonemikyang muncul daripembentukan verbaturunantersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni dengan menggunakan teknik wawancara dan teknik dokumentasi, sedangkan penganalisisan data menggunakan metode deskriptif kualitatif karena metode dan teknik penelitian ini mencerminkan kenyataan berdasarkan fakta-fakta(/acfindings)yang adadi lapangan sebagaimanaadanya.Temuanpenelitian ini menunjukkan bahwakonstruksi sintaksis bahasa DayakNgaju sangatproduktifmemfungsikan verbaturunan daripadaverba dasar.
ANALISIS MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF PEMBERIAN PENDAPAT SAKSI AHLI BAHASA: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK (Social Media Analysis as an Alternative to Providing Linguist Witness Opinion: Forensic Linguistic Study) Salimulloh Tegar Sanubarianto
SAWERIGADING Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i2.929

Abstract

AbstractIt is known that statement given by linguist witness is still multi interpreted due to inexistence of methods to measure validity of the testament itself. Thus, this research aims to offer an alternative measure for linguist to provide statement. This research used statute, conceptual, and case approaches. Further, literary study was applied to collect data. The data then was analysed using linguistics forensic experimental description that has been conducted in case study. The result of the study shows that the use of social media as corpus can explain grammatical meaning of a text and its usage tendency in community speaking those languages.Keywords: linguist witness, forensic linguistics, social media analytics AbstrakKeterangan saksi ahli bahasa masih memunculkan ruang multitafsir. Para saksi ahli bahasa belum memiliki alat atau metode sebagai tolok ukur validitas pemberian keterangan. Penelitian ini berupaya menawarkan alternatif tolok ukur pemberian keterangan saksi ahli bahasa. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan statuta, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka. Analisis menggunakan deskripsi eksperimental linguistik forensik yang telah dilakukan dalam studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan analisis media sosial dapat memaparkan makna gramatikal teks kebahasaan dan kecenderungan penggunaannya di masyarakat penutur teks kebahasaan tersebut.       Kata-kata kunci: saksi ahli bahasa, linguistik forensik, analisis media sosial
ANALISIS LEKSEM YANG MENYATAKAN MAKNA RASAPADA PERUT DALAM BAHASA MANDAR (Lexem Analysis Which is Showing that expresses the Sense of Feeling Related to the Stomach in Mandarese) Haruddin Haruddin
SAWERIGADING Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i2.62

Abstract

This writing presents lexem that expresses sense of feeling related to the stomach inMandarese. These lexems are identified by using analysis theory of lexical componentmeaning. There are two semantic fields as aoutputs of this brief analysis, namely 1)semantic field with superordinate without the feeling of illness, and 2) semantic fieldwith superordinate that followed by the feling of illness. The two semantic fieldsuncover thirteen lexemsexpressing the related to the stomach in Mandarese. 
Analisis Wujud Kelisanan Kapata Maluku Tengah Abd Rahim; Nursalam Nursalam; Asri Ismail; Asia M
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.978

Abstract

Kapata is an oral literature that reflects the identity of the Maluku community. Kapata, as an oral tradition product, takes the form of engaging texts. This study aims to identify the form of oral speech in Central Maluku. The data collection method identifies the kapata poems by reading and recording data according to the research focus. The data for this research are kapata poems, while the data source is a collection of kapata poems. This research phase includes the process of (1) reduction, (2) presentation, and (3) conclusion. The data analysis theory used is Walter J Ong's theory of oral analysis. The results of the study found that there were nine forms of orality in words, which included (1) additive, (2) aggregative, (3) redundant, (4) conservative, (5) close to human life, (6) agonistic, (7) empathic, (8) homeostatic, and (9) situational. AbstrakKapata merupakan sastra lisan yang menunjukkan identitas masyarakat Maluku. Kapata sebagai produk kelisanan memiliki wujud teks yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wujud kelisanan kapata Maluku Tengah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan identifikasi terhadap syair-syair kapata dengan cara membaca dan mencatat data sesuai fokus penelitian. Data penelitin ini merupakan syair-syair kapata, sedangkan sumber datanya adalah buku kumpulan syair-syair kapata. Tahap penelitian ini meliputi proses (1) reduksi, (2) penyajian, dan (3) penarikan kesimpulan. Teori analisis data yang digunakan menggunakan teori analisis kelisanan Walter J Ong. Hasil penelitian ditemukan ada 9 wujud kelisanan dalam kapata yang meliputi, (1) aditif, (2) agregatif, (3) redundansi, (4) konservatif, (5) dekat dengan kehidupan manusia, (6) agonistik, (7) empatik, (8) homeostatis, dan (9) situasional. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI MELALUI TEKNIK PEMODELAN PADA SISWA KELAS X2 SMA NEGERI 1 LILIRILAU Abd. Rasyid
SAWERIGADING Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i1.333

Abstract

This writing is classroom action research that is intended to increase students ability in reading poetry usingmodelling technique of students class X2 of SMA Negeri I Lilirilau. Specifically, the aim of this writing is todescribe planning, performing, and learning assessment. Result of research shows that modelling technique inlearning to read poetry can increase students class X2 ability of SMA Negeri I in planning, performing, andassessment level. The ability of reading poetry by paying attention to the pronunciation, tone, stres, andintonation based on the research is in the pre-action only 16,66 % who passes learning completely, circle 159,38% student that passes learning completely, circle II the percentage achieves 80,64 %, and circle III studentsability achieves 96,77 %. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untukmeningkatkan kemampuan membaca puisi melalui teknik pemodelan pada siswa kelas X2 SMANegeri 1 Lilirilau. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanperencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Hasil penelitian membuktikan bahwateknik pemodelan dalam pembelajaran membaca puisi dapat meningkatkan kemampuan siswakelas X2 SMA Negeri 1 Lilirilau pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penilaiankemampuan ditemukan hasil analisis tes kemampuan membaca puisi dengan memperhatikanlafal, nada, tekanan, dan intonasi menunjukan bahwa pada tahap pratindakan hanya 16,66%yang mencapai ketuntasan belajar, siklus I 59,38% siswa yang mengalami ketuntasan belajar,pada siklus II mencapai 80,64%, dan pada siklus III kemampuan siswa mencapai 96,77%.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue