cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN STRATEGI PEMODELAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PASANGKAYU, SULAWESI BARAT M. Asri B
SAWERIGADING Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i3.446

Abstract

The study aimed at revealing the level of creativity in writing descriptive essays of grade X students at SMAN1 Pasangkayu, West Sulawesi by using modeling strategy. This study was an experiment research with pretestposttestcontrol group design. There were two groups selected by using random sampling technique, the experimentgroup and the control group. The population is eight classes; the samples of the study selected are grade X-7 asthe experiment class and grade X-5 as the control class. The result revealed that there was a significant differenceon writing test result of descriptive essays between the experiment class, which was treated in a modeling strategyand the control class, which was treated conventionally. It was proved by t-test which showed that almost all ofevaluation aspects have tcount ttable except the mechanic aspect. The aspects were the content aspect tcount(6.234 2.000), essays organization aspect tcount (8.154 2.000), the language used aspect tcount (3.310 2.000), vocabulary aspect tcount (5.293 2.000), and the mechanic aspect tcount (0,249 2.000). The resultindicates that the modeling strategy is effective to be used in improving writing descriptive essays of grade Xstudents at SMAN Pasangkayu, West Sulawesi. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap tingkat kreativitas menulis karangan deskripsi siswa kelas X SMA Negeri1 Pasangkayu, Sulawesi Barat dengan menggunakan strategi pemodelan. Jenis penelitian ini adalah eksperimendengan model pre-test-pos-test control group design (rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol). Dalampenelitian ini, terdapat dua kelompok yang telah ditentukan secara acak, yaitu kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Dari kedelapan kelas SMA Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat sebagai populasi penelitian,ditentukan dua kelas sebagai sampel penelitian, yaitu kelas X-7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-5 sebagaikelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil tes menuliskarangan deskripsi antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan strategi pemodelan dan kelompokkontrol yang diberikan perlakuan secara konvensional, yaitu metode ceramah. Hal tersebut dapat dilihat dari uji-tyang menunjukkan bahwa semua aspek penilaian memiliki t-hitung nilai t-tabel, kecuali aspek mekanik (ejaandan tanda baca). Aspek isi karangan t-hitung (6,234 2,000), aspek organisasi karangan t-hitung (8,154 2,000),aspek penggunaan struktur bahasa t-hitung (3,310 2,000), aspek kosakata (pilihan kata) t-hitung (5,293 2,000),aspek mekanik (ejaan dan tanda baca) t-hitung (0,249 2,000). Dari hasil tersebut, dapat dinyatakan bahwa strategipemodelan efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas X SMANegeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat.
PROSES AFIKSASI BAHASA MASSENREMPULU DIALEK MAIWA: ANALISIS MORFOFONEMIS Syamsul Rijal
SAWERIGADING Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i1.351

Abstract

This study aims to describe the morphology, in particular affixation and morfofonetics in Maiwa dialect of Massenrempulu language. Method used is descriptive method with noting and recording techniques. For completing data, analytical documentation has also been conducted through a variety of manuscripts reporting the results of the study of language and literature of Maiwa dialect. Principally, this study uses the theory of structural linguistics to view language as a free system. The result indicates that the affixation process in Maiwa dialect has regular and diversity order either in its nature of distribution or function in construction. The distribution is distinguished on (1) free morpheme, and (2) bound morpheme, while the functions cover (1) basic form, (2) origin morpheme, and (3) affixed morpheme. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses morfologi, khususnya afiksasi dan morfofonemik bahasa Massenrempulu dialek Maiwa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pencatatan dan teknik perekaman. Untuk lebih melengkapi data, dilakukan pula analisis dokumentasi melalui berbagai naskah laporan hasil penelitian bahasa dan sastra Massenrempulu dialek Maiwa. Pada dasarnya, penelitian ini menggunakan teori linguistik struktural yang memandang atau menganggap bahasa sebagai suatu sistem yang bebas. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa proses afiksasi dalam bahasa Massenrempulu dialek Maiwa memperlihatkan keteraturan dan keragaman, baik dari sifat distribusinya maupun fungsi dalam konstruksi. Dari sifat distribusinya dibedakan atas (1) morfem bebas, dan (2) morfem terikat; sedangkan dari fungsi dalam konstruksi dibedakan atas (1) bentuk dasar, (2) morfem asal, dan (3) morfem afiks.
Perempuan dan Wacana Kolonial dalam Cerita Kriminalitas dan Pelacuran : Kajian terhadap Tjerita Si Riboet atawa Boenga mengandoeng ratjoen (1917) dan Kota Medan Penu dengen Impian atawa Njai tertabur dengen Mas (1928) Dwi Susanto
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1312

Abstract

Tan Boen Kim and Kwee Seng Tjoan were responses to the colonial discourse of Peranakan Chinese men through motifs of crime and prostitution. Both authors present indigenous women as a strategy to deal with colonial discourse. This article is to find out the author's voice and the author's way of developing indigenous women in response to colonial discourse. This problem is seen from a postcolonial feminist perspective. The objects of this research study are these two novels, while the formal objects are colonial discourse and indigenous women presented by male Peranakan Chinese authors. The data are ideas that appear in the two novels, representation of women, and colonial discourse. The data interpretation technique is carried out by deconstructing reading through reversing the binary opposition that appears in the study. The research results show that the voices of indigenous women in these two texts are not their own, but rather the voices of male authors who were dominated by colonial racial politics. As a result, indigenous women were racially constructed as the remaining race in the structure of colonial society. Native women are only objects of misfortune and are burdened with being the guardians of tradition (morality versus liberalism).  AbstrakTan Boen Kim dan Kwee Seng Tjoan merupakan respon terhadap wacana kolonial dari laki-laki peranakan Tionghoa melalui motif kriminalitas dan pelacuran. Kedua pengarang tersebut menghadirkan perempuan pribumi sebagai strategi menghadapi wacana kolonial. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui suara pengarang dan cara pengarang dalam membangun perempuan pribumi dalam merespon wacana kolonial. Persoalan tersebut dilihat dari sudut padangan feminis pascakolonial. Objek kajian penelitain ini adalah kedua novel tersebut sedangkan objek formalnya adalah wacana kolonial dan perempuan pribumi yang dihadirkan pengarang laki-laki peranakan Tionghoa. Data penelitian ini adalah gagasan yang muncul dalam kedua novel, representasi perempuan, dan wacana kolonial. Teknik interpretasi data dilakukan dengan pembacaan dekonstruksi melalui pembalikan oposisi biner yang muncul dalam kajian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara perempuan pribumi dalam kedua teks tersebut bukanlah suara mereka, melainkan suara pengarang laki-laki yang terhegomoni politik rasial kolonial. Sebagai akibatnya, perempuan pribumi dibangun secara rasial sebagai ras yang tersisa dalam struktur masyarakat kolonial. Perempuan pribumi hanya sebagai objek kemalangan dan dibebani sebagai penjaga tradisi (moralitas versus liberalisme).
PINTU TERLARANG: POTRET MANUSIA SAKIT (Pintu Terlarang: Figure of Human Being) Resti Nurfaidah
SAWERIGADING Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i3.80

Abstract

Reading Pintu Terlarang by Asmara is simply like seeing through the deepest base of human illness. We found some abnormal sickness behind the soul of the body. We found so many disasters behind the most faboulous and glamorous performances. This asked us to explore the deepest of the darkness lifestyle of the ‘haves’. The ‘haves’ who are truly have nothing inside the body and the soul. The ‘haves’ who only left the great scratches over the surface of the human civilization. Pintu Terlarang asks us to be the wisest judged of being a human, a wife, a husband,a friend, a bestfriend, a neighbour, a brother, a sister, a mother, a father, or a child. It reflects us that the early sin will be the latest and the biggest at the end. Caring of the bad seed will grow the horrible monsters in the future. Children who had bad growing experiences in their first ages always remember those scratches in their grown upness. 
Analisis Tuturan Deddy Corbuzier dalam Podcast “Smart People” di Media Youtube Deri Wan Minto; Dadang S. Anshori; Vismaia S. Damaianti; Ananda Putriani
SAWERIGADING Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i1.1139

Abstract

Advances in technology develop aspects of digital virtual communication. Deddy Corbuzier, the YouTube Channel owner, utilizes digital virtual media for Podcast shows. Problems arise from communication that tends to be straightforward, assertive, and no-nonsense. In the communication process, the other person failed to understand. This study aims to describe Deddy Corbuzier's communication on the YouTube channel. Qualitative research uses a descriptive form of analysis. The analysis technique used was data reduction, data presentation, and conclusions drawn at the end of the study. The research results are essential for Podcast hosts on YouTube Channels to be better and friendlier in choosing language strategies in public spaces. Specifically, the analysis of Deddy Corbuzier's speech in the 'Smart People' podcast on YouTube media should have a socially friendly language order. This is because the YouTube Channel "Smart People" is consumed by the public, which has 8 million followers. Based on the data processed, the most dominant speech uses frank, no-nonsense speech, which is as much as 45%. Meanwhile, negatives are very rare. This is evidenced by the data, which is 11% using vague and negative politeness pleasantries. Good language will cause comfort in the communication system. AbstrakKemajuan teknologi mengembangkan aspek komunikasi virtual digital. Deddy Corbuzier sebagai pemilik Channel YouTube memanfaatkan media virtual digital untuk acara Podcast. Masalah muncul dari komunikasi yang cenderung lugas, tegas, dan tanpa basa-basi. Dalam proses komunikasi, orang lain bisa gagal paham. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan analisis tuturan Deddy Corbuzier di channel YouTube. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis yang dilakukan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan di akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembawa acara pada Podcast di Channel YouTube, harus lebih bagus dan ramah dalam pemilihan strategi bahasa di ruang publik. Secara spesifik analisis tuturan Deddy Corbuzier dalam Podcast “Smart People” di media YouTube sebaiknya memiliki tatanan bahasa yang ramah. Hal ini disebabkan Channel YouTube “Smart People” sangat banyak dikonsumsi publik dengan jumlah pengikut sekitar 8 juta jiwa. Berdasarkan data yang diperoleh, percakapan yang paling dominan menggunakan jenis bertutur terus terang tanpa basa-basi, yaitu sebanyak 45%. Sementara itu, bertutur dengan terus terang dengan kesantunan negatif dan samar-samar sangat jarang ditemukan. Hal ini dibuktikan dengan adanya 11% menggunakan samar-samar dan basa-basi kesantunan negatif. Bahasa yang bagus akan menimbulkan kenyamanan dalam sistem komunikasi.
REFLEKSI KEJUJURAN MASYARAKAT BUGIS DALAM PAPPASENGNA TO MACCAE RI LUWU SIBAWA KAJAO LALIQDONG RI BONE (Honesty Reflection of Buginese Society in ”Pappasengna To Maccae ri Luwu sibawa Kajao Laliqdong ri Bone”) Mustafa Mustafa
SAWERIGADING Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i3.44

Abstract

Pappasengna To Maccae ri Luwu sibawa Kajao Laliqdong Bone is one of the classic oral literary of Buginese society conveyed by symbols. Will/advices implied still could be applied and preserved in Buginese society.It uses library research or literary study and dialectics discussions, as well as pragmatic and sociology ofliterary approachs. The data is collected and then analyzed. Data collection is done by library and fieldresearch. Will/advices are useful as a mean of education that could guide and find out the essence of humanexistence. The results of this study indicate that each person should be honest, good, and it is important thateach individual should always tell the truth, behave well, and keep promises, respect other’s rights, admitmistakes, avoid dissapointing others. Besides that, it also implies that each person must keep tongue, heart,and behavior of bad deeds.
ALTERNATIF VERBA MENGALAHKAN DALAM BERITA OLAHRAGA DI MEDIA DARING INDONESIA (Alternatives toThe Verb Defeating in Indonesia Online Sport News) R Hery Budhiono
SAWERIGADING Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i1.158

Abstract

 The tittle of the research is “Alternatives of the Verb Defeating in Indonesia Online Sport News”. The writer focuses discussion on (1) certain alternatives of the verb defeating and (2) tries to identify their shared semantic components. The purposes of the research then are to figures out the alternatives to the verb defeating and identifies its shared semantic features. The writer uses note-taking technique in collecting data. The data are then inventoried and verified to meet the purpose of the research. Based on the findings, the journalist follow certain convention on when to use such alternative verbs. The appearance of these alternatives verbs are of course to avoid the journalist’s stereotype in writing news and make readers more comfortable in reading ones.  AbstrakJudul penelitian ini adalah “Alternatif Verba Mengalahkan dalam Berita Olahraga di Media Daring Indonesia”. Fokus masalah penelitian ini ada dua, yaitu (1) mencari alternatif verba mengalahkan dan (2) mengidentifikasi fitur makna yang sama. Tujuan penelitian ini ialah menginventarisasi alternatif verba mengalahkan dan mengidentifikasi fitur makna yang serupa di antara verba tersebut. Teknik yang digunakan dalam menyediakan data adalah teknik catat. Data sebagian besar berupa kalimat dan merupakan judul artikel berita. Data kemudian diinventarisasi dan diidentifikasi sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan temuan, wartawan tidak secara serampangan dalam menentukan alternatif verba mengalahkan. Mereka mengikuti konvensi tertentu. Kehadiran alternatif verba mengalahkan bertujuan untuk menghindari kebosanan wartawan dan pembaca dalam membaca berita. 
SKEMA AKTAN DAN FUNGSIONAL CERITA SANGBIDANG (Actant and Functional Schemes of Sangbidang Folkore) NFN Mustafa
SAWERIGADING Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v23i2.164

Abstract

This paper discusses actant and functional schemes of Torajan folkore of “Sangbidang” by using A.J.Greimas theory. This paper aims to describe the actant and functional schemes contained in “Sangbidang.” Datum is analyzed by using qualitative descriptive method with narrative analysis technique that includes two stages of structures, namely (1) literature structure, the level of the story is presented (storytelling), and (2) deep structure, the level of immanent including (a) the level of narrative syntactic analysis (actant and functional schemes) and (b) the level of discursive. Datum collected through literary study. The result shows that there is functional scheme which is devided into; (1) the first situation, (2) the transformation divided into (a) the proficiency test stage, (b) the main stage, and (c) the gloriousness stage; and (3) the final situation on it. AbstrakTulisan ini membahas skema aktan dan fungsional cerita rakyat Toraja “Sangbidang” dengan menggunakan teori A.J Greimas. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan struktur aktan dan fungsional yang terkandung dalam cerita “Sangbidang”. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis naratif yang meliputi dua tahapan struktur, yaitu (1) struktur lahir, yakni tataran perihal cerita dikemukakan (penceritaan), dan (2) struktur batin, yakni tataran imanen yang meliputi (a) tataran analisis sintaksis naratif (skema aktan dan skema fungsional) dan (b) tataran diskursif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat skema aktan pada cerita Sangbidang yang terdiri atas (1) pengirim, (2) objek, (3) penerima, dan (4) subjek. Terdapat pula skema fungsional yang dibedakan menjadi (1) situasi awal; (2) transformasi yang terbagi atas (a) tahap uji kecakapan, (b) tahap utama, dan (c) tahap kegemilangan; dan (3) situasi akhir yang terdapat di dalamnya.
RELIGIUSITAS DALAM KISAH ABDULLAH IBNU SALAM NFN Nasruddin
SAWERIGADING Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v17i2.375

Abstract

The aim of this writing is to trace and to collect completely in order to describe the religiousity nuance in AbdullahIbnu Salam story. Method used in analyzing the data is descriptive method which explains the content of literaturework, while the collecting data method is through library study. The result shows that there are quite a lot ofreligiousity nuance in Abdullah Ibnu Salam story which should be useful to decrease the spiritual life. The religiousitynuance concerns the apostolic of Prophet Muhammad, the creation of Prophet Adam, the exit from heaven of Adam,the position of religion brought the prophets, the Holy Quran, the more evil person than Firaun, the judgement dayand the signs, the Angel Israfil and the (laat) trumpet, the heaviest torture human in the beyond, and the essence ofdeath. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menelusuri dan mengumpulkan selengkap-lengkapnya, kemudianmendeskripsikan nuansa religiusitas dalam Kisah Abdullah Ibnu Salam. Metode analisis data yangdigunakan adalah metode deskriptif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karya sastra,sedangkan metode pengumpulan datanya melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwanuansa religiusitas dalam Kisah Abdullah Ibnu Salam cukup banyak ditemukan yang sangatberguna untuk meningkatkan derajat kehidupan spiritual. Nuansa religiusitas tersebut, antara lainberkenaan dengan kerasulan Nabi Muhammad, penciptaan Nabi Adam, Adam keluar dari surga,kedudukan agama yang dibawa para nabi, kitab suci Alquran, orang yang lebih jahat dari Firaun, harikiamat dan tanda-tandanya, Malaikat Israfil dan sangkakala, manusia yang paling berat siksaannya diakhirat, dan hakikat kematian.
Pengaruh Pembelajaran Puisi sebagai Media Ekspresi Diri terhadap Minat Menulis Siswa SMP Muhamamdiyah Al-Amin di Kota Sorong Alam, Risma; Nurhikmah, Nurhikmah; Sumai, Nhindi
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1618

Abstract

This study aims to analyze the effect of using poetry as a medium of self-expression on students’ writing interest at SMP Muhammadiyah Al-Amin, Sorong City. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 35 students selected purposively. Instruments included a Likert scale writing interest questionnaire and a poetry writing test. Data were analyzed using paired sample t-test and Cohen’s d effect size. The results revealed a significant increase in writing interest scores, from 71.89 (pretest) to 108.49 (posttest) with p 0.05. Cohen’s d value of 0.54 indicated a moderate effect. These findings confirm that poetry learning is effective in enhancing students’ motivation, creativity, and writing interest. The study implies the importance of integrating creative literary works into Indonesian language learning to foster literacy and character development. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan puisi sebagai media ekspresi diri terhadap minat menulis siswa SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe one group pretest-posttest pada 35 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa angket minat menulis berbasis skala Likert dan tes menulis puisi. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor rata-rata minat menulis dari 71,89 (pretest) menjadi 108,49 (posttest) dengan p 0,05. Nilai Cohen’s d sebesar 0,54 mengindikasikan pengaruh kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran puisi efektif dalam meningkatkan motivasi, kreativitas, dan minat menulis siswa. Implikasinya, integrasi karya sastra kreatif perlu diperkuat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mendukung pengembangan literasi dan karakter peserta didik.

Page 11 of 35 | Total Record : 348


Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue