cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsawerigadingkonfirmasi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No.7, Gn. Sari, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sawerigading
ISSN : 08544220     EISSN : 25278762     DOI : 10.26499/sawer
SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a year, in June and December. SAWERIGADING focuses on publishing research articles and current issues related to language, literature, and the instructor. The main objective of SAWERIGADING is to provide a platform for scholars, academics, lecturers, and researchers to share contemporary thoughts in their fields. The editor has reviewed all published articles. SAWERIGADING accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process, including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 348 Documents
Kritik Sosial Pada Album Self Titled Karya Figura Renata: Kajian Stilistika Kritis Hilda Hilaliyah; Darni Darni; Rai Bagus Triadi
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1305

Abstract

This study aims to determine the critical stylistics and meaning of social criticism that is discussed in the album Self Titled by Figura Renata. This research is descriptive-qualitative research. The data was collected then using note-taking techniques. Data analysis methods include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, it was found that 1) Critical Stylistics in Figura Renata's self-titled album uses poetic diction and language style. Even though the lyrics are a form of protest and criticism, many people do not understand the meaning so they need study or analysis. Figura Renata in her song lyric discourse discusses hiddenly through lyrical word choices (such as poetry) about social perceptions, perceptions, thoughts and behavior in the social life of today's society. 2) Independent musician band Figura Renata criticized several things. Firstly, in the song Gersang, today's society tends to be more independent and ignores social life. Second, in the song Benalu, Figura Renata criticizes the lives of people who cause a lot of pollution on earth, such as air pollution, noise pollution and so on. Third, in the song Elegy, Figura Renata criticizes people who have power, namely the strong oppressing the weak. Fourth, in the song Balada Penerka criticizes hypocritical characters who like images, like to do things to create positive images of society in order to gain public sympathy.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui stilistika kritis dan makna kritik sosial yang diwacanakan dalam album Self Tittled karya Figura Renata. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitiatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik catat-simak. Metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditemukan 1) Stilistika Kritis dalam Album Self Titled Figura Renata menggunakan diksi dan gaya bahasa puitis. Meskipun liriknya adalah bentuk protes dan kritis, banyak yang tidak paham akan maknanya sehingga membutuhkan pengkajian atau analisis. Figura Renata dalam wacana lirik lagu-lagunya membahas secara tersembunyi melalui pilihan kata liris (seperti puisi) tentang kesenjangan sosial, penindasan, pemikiran, dan perilaku kehidupan sosial masyarakat saat ini. 2) Musisi band independen Figura Renata mengkritisi beberapa hal. Pertama, dalam lagu Gersang, masyarakat saat ini yang lebih cenderung independen dan mengabaikan kehidupan sosial. Kedua, dalam lagu Benalu, Figura Renata mengkritisi kehidupan masyarakat yang banyak membuat polusi di bumi, seperti polusi udara, polusi suara dan lain-lain. Ketiga, dalam lagu Elegi, Figura Renata mengkritisi orang-orang yang memiliki kuasa yakni kaum kuat menindas kaum lemah. Keempat, dalam lagu Balada Penerka mengkritisi karakter munafik yang suka pencitraan, gemar melakukan sesuatu demi terciptanya citra-citra positif publik demi memperoleh simpati publik.
TRANSITIVITAS PADA SLOGAN IKLAN BERBAHASA INGGRIS : PENDEKATAN TATA BAHASA FUNGSIONAL Ade Mulyanah
SAWERIGADING Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v19i3.437

Abstract

Data of the research is the English car advertisement published by Kompas in period 2011-2012 formingimperative and declarative. Both clauses are analyzed from types of process. The results show that (1) the typesof process are in material, mental, as well as relational form and (2) the slogans in declarative form containparticipant (subject). Therefore, the presence of participant leads to determine the type of process. The typesof process are significantly influenced by understanding the definite and indefinite context. In imperative form,it should be well understood due to the absence of the participant. The type of participant in imperative formshows that the type is not always in ideational, textual, and interpersonal theme. The participant (subject) in theclause is implicit. The participant in the clause is mostly the slogans ofproduct and psychological subject, thereader/consumer AbstrakData yang dianalisis adalah slogan iklan mobil berbahasa Inggris dari Kompas tahun 2011 sampai 2012 yangberbentuk modus imperatif dan modus deklaratif. Kedua modus tersebut dianalisis dari jenis proses (verba) yangdigunakan. Hasil penelitian menunjukkan (1) klausa dalam slogan iklan berjenis proses material, proses mental,serta proses relasional dan (2) slogan iklan bermodus deklaratif memiliki partisipan (subjek). Oleh karena itu, haltersebut sangat membantu untuk menentukan jenis proses dalam klausa tersebut. Penentuan jenis proses sangatdipengaruhi oleh konteks kalimat yang jelas dan tidak taksa. Dalam modus imperatif harus dipahami secaramendalam karena partisipan (subjek/tema) tidak ada. Bentuk partisipan dalam modus imperatif menunjukkanbahwa tema tidak selalu bertipe tema ideasional, tema tekstual, maupun tema interpersona. Partisipan (subjek)pada kalimat tersebut lesap (implisit). Subjek (partisipan) dalam klausa tersebut pada umumnya merupakanproduk yang diiklankan dan subjek psikologis, yaitu pembaca/konsumen.
Transformasi Cerita Rakyat Ke Dalam Film Pendek sebagai Media Pembelajaran Sastra Digital Tato Nuryanto; Rianto Rianto; Muhammad Ilham Ramadhan; Inggit Nurul Istifaedah
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1450

Abstract

This study aims to explain the process of developing a vehicle or transformation of the folklore of the origin of Jamblang village, Cirebon district, West of Java into a short film as a digital literature learning medium. This study uses a research and development (RnD) method with the ADDIE model consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results of the study indicate that the learning media developed in the form of a short film entitled Bidadari Bermata Sipit is effective for use in learning in digital literature courses and has received a positive response from students. The results of this study are expected to contribute to the development of digital-based learning media that are relevant to educational needs in the technological era. In addition, this short film product can be an initial step in revitalizing folklore through a modern approach, so that local cultural values remain sustainable and can be accepted by the younger generation.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan alih wahana atau transformasi cerita rakyat asal-usul desa Jamblang kabupaten Cirebon, Jawa Barat ke dalam film pendek sebagai media pembelajaran sastra digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau research and development (RnD) dengan model ADDIE yang terdiri dari Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan berupa film pendek berjudul “Bidadari Bermata Sipit” efektif digunakan dalam pembelajaran pada mata kuliah sastra digital serta mendapat respon positif dari mahasiswa. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era teknologi. Selain itu, produk film pendek ini dapat menjadi langkah awal dalam revitalisasi cerita rakyat melalui pendekatan modern, sehingga nilai-nilai budaya lokal tetap lestari dan dapat diterima oleh generasi muda.
USING LITERATURE IN LANGUAGE TEACHING (Penggunaan Sastra dalam Pengajaran Bahasa) Ratnawati Ratnawati
SAWERIGADING Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v15i3.71

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan sastra sebagai salah satu sumber dalam pengajaran bahasa. Berbagai isu teoretis tentang apa, mengapa, dan bagaimana sastra dalam pengajaran bahasa dipaparkan secara singkat. Puisi, prosa dan drama yang digunakan dalam pengajaran bahasa dipilih berdasar atas kebutuhan, minat, latar belakang budaya, tingkat kemampuan bahasa siswa. Beberapa alasan menggunakan sastra dalam pengajaran bahasa adalah materi autentik yang bernilai, memperkaya budaya, memperkaya bahasa, melibatkan pribadi, universal, bervariasi,menarik, ekonomis dan memiliki kekuatan sugestif, serta ambiguitas. Cara-cara penggunaan sastra dalam pengajaran bahasa bergantung pada pendekatan dan prinsip tertentu. 
Analisis Wacana “Kok Bbm Naik Pak Bhabin” dalam Pendekatan Interactional Sociolinguistics Daning Wahyu Rokhana; Bernardus Wahyudi Joko Santoso; Rustono Rustono
SAWERIGADING Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i2.1067

Abstract

Humans convey their ideas through a discourse (speech), both oral and written. One form of oral speech that can be listened is a video that shown on the Youtube platform. Purposes of this study are (1) to describe how the characters build social interactions according to their social background in speech and, (2) to describe the strategies for using language and non-language elements by the characters according to their social background. This study uses an interactional sociolinguistics approach with listening, note-taking data collection methods and qualitative descriptive data analysis. Research’s object is a video entitled "Kok BBM Naik Pak Bhabin" on the Polisi Motret Youtube platform with a duration of 2.06 minutes. This study resulted in two things. First, the characters build identity in their social interactions as shown by the clothes they wear and other tools. Second, the characters used varied language strategies, including code switching and code mixing, repetition, short sentences, interrogative sentences, descriptive sentences, and discourse markers accompanied by non- language elements, such as facial expressions, body movements, and using equipment. The strategy of using language and elements outside of language confirms the identity of the characters in interacting. AbstrakManusia menyampaikan gagasannya melalui sebuah wacana (tuturan), baik lisan maupun tulis. Salah satu bentuk tuturan lisan yang dapat disimak secara berkali-kali adalah video pendek yang ditayangkan di platform Youtube. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bagaimana para tokoh membangun interaksi sosial sesuai dengan latar belakang sosialnya dalam tuturan dan, (2) mendeskripsikan strategi penggunaan bahasa dan unsur di luar bahasa oleh para tokoh sesuai dengan latar belakang sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan interactional sociolinguistics dengan metode pengumpulan data menyimak, mencatat , dan analisis data deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah video pendek berjudul “Kok BBM Naik Pak Bhabin” dalam platform Youtube. Polisi Motret yang berdurasi 2.06 menit. Hasil penelitian ini ada dua hal, Pertama, para tokoh membangun identitas dalam interaksi sosialnya ditunjukkan dengan pakaian yang dipakai dan alat bantu lainnya. Kedua, para tokoh menggunakan strategi penggunaan bahasa yang variatif, antara lain alih kode dan campur kode, repetisi, kalimat pendek, kalimat tanya, kalimat deskriptif, dan penanda wacana yang disertai unsur di luar bahasa, seperti ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan menggunakan perlengkapan. Strategi penggunaan bahasa dan unsur di luar bahasa ini menegaskan identitas tokoh dalam berinteraksi.
PROFIL PENGUASAN BAHASA KOMBAI Buha Aritonang
SAWERIGADING Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i2.342

Abstract

Kombai language is spoken by Kombai ethnic in Kombai village, Kouh, Boven Digoul, West Papua. This research is an associative research and the objective of this research is to determine the relationship between independent and dependent variables. In this case, it contents of the relationship between Kombai respondents characteristic and mastery of Kombai language. Independent variables consist offour parts, gender variables (X1), age groups (X2), educational levels (X3), and occupation (X4). Dependent variable is mastery of Kombai language. This research uses descriptive and Crosstabs analysis that determine the relationship and closeness of independent and dependent variables. The result of four hypotheses, it can be concluded that there is not a relationship between X1, X2, X4 and Y. Meanwhile, there is a relationship between X3 and Y. The closeness of the variables [(X1 and Y), (X2 and Y), (X3 and Y), and (X4 and Y)] are weak and grades of variables are not more than 1. Abstrak Bahasa Kombai dituturkan oleh suku Kombai di Kampung Kombai, Kouh, Boven Digoul, Papua Barat. Penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen. Dalam hal ini, penelitian ini menitikberatkan hubungan antara karakteristik responden Kombai dan penguasaan bahasa Kombai. Variabel independen terdiri atas empat bagian, yaitu jenis kelamin (X1), kelompok usia (X2), tingkat pendidikan (X3), dan pekerjaan (X4). Sementara itu, varibel dependen adalah penguasaan bahasa Kombai (Y). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan Crosstabs untuk mengetahui hubungan dan keeratan variabel independen dan dependen. Hasil empat hipotesis menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel X1, X2, X4 dan Y. Sementara itu, ada hubungan antara X3 dan Y. Keeratan variabel tersebut [(X1 and Y), (X2 and Y), (X3 and Y), and (X4 and Y)] lemah dan nilai variabelnya di bawah angka 1.
BAHASA FIGURATIF SEBAGAI REPRESENTASI LOKALITAS DALAM TRILOGI NOVEL GLONGGONG KARYA JUNAEDI SETIYONO (Figurative Language as a representation of Locality in the Glonggong Novel Trilogy by Junaedi Setiyono) Rahmaditya Khadifa Abdul Rozzaq Wijaya; Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika
SAWERIGADING Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v27i1.897

Abstract

The study aims to describe and locate the figures of speech and imagery associated with the regional locality. This research is a type of descriptive qualitative research. The data in this study were words, phrases, sentences, or utterances that contain the figure of speech and imagery and their functions as localities. The data sources were taken from the glonggong novel trilogy consisting of Glonggong, Arumdalu, and Dasamuka by Junaedi Setiyono. The data collection technique used the listening and note-taking technique. The data analysis method in this study used the matching method with the basic models using the Determinant Element Sorting or Pilah Unsur Penentu (PUP) technique. The results found a figure of speech and imagery that locality (i) custom, (ii) tradition, (iii) regional language expressions, (iv) and culture.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menemukan majas dan citraan yang dilekati oleh lokalitas kedaerahan. Penelitian ini merupakan penelitian jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, frasa, kalimat, atau tuturan-tuturan yang mengandung majas dan citraan serta fungsinya sebagai lokalitas. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari trilogi novel Glonggong yang terdiri atas Glonggong, Arumdalu, dan Dasamuka karya Junaedi Setiyono. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan dengan teknik dasar menggunakan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil dari penelitian ini menemukan majas dan citraan yang merepresentasikan lokalitas (i) kebiasaan, (ii) tradisi, (iii) ungkapan berbahasa daerah, (iv) dan kebudayaan.
KALIMAT IMPERATIF BAHASA MASSENREMPULU (ImperativeSentence of Massenrempulu Language) Syamsul Rijal
SAWERIGADING Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v20i3.35

Abstract

The research aims at describing imperative sentence in Massenrempulu language. Method used isdescriptive with noting and recording technique. In addition, documentation analysis of previous study aboutMassenrempulu language and literature is also done. Data analysis applies structural linguistic theory. Result of research shows that imperative sentence of Massenrempulu language has falling intonation at the end of sentence, its pattern is [2]3 2 //[2]1#. Based on its type, imperative sentence of Massenrempulu language isdivided into seven groups, they are intransitive imperative sentence, transitive imperative sentence, requestingimperative sentence, prohibitive imperative sentence, permission imperative sentence, indirect imperativesentence, and offering imperative sentence.
MENGINTROSPEKSIKAN KEMUNCULAN DAN SIFAT ALAMI BERITA PALSU SEBAGAI GENRE DENGAN PARAMETER TEKSTUAL: PEMROSESAN TEKS SEMIOTIKA KOGNITIF (Introspecting the Emergence and Nature of Fake News as A Genre with Textual Parameter: Cognitive Semiotics Text Processing) Thafhan Muwaffaq; Lusi Lian Piantari
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.1046

Abstract

Dalam makalah ini, kami mengintrospeksikan berita palsu sebagai genre yang pemroduksiannya diasumsikan sebagai terhubung dengan sosio-tekstual dinamik; parameter; dan intensionalitas tindak tutur. Literatur berita palsu sejauh ini belum menjelaskan secara terperinci bagaimana sifat alami dan dinamika teks berita palsu sebagai genre. Sebagai bagian dari kerangka kerja pemrosesan teks semiotika kognitif, kami menerapkan metode introspeksi atas 57 teks yang dilaporkan Kemenkominfo sebagai berita palsu pada bulan April 2020 dan Juni 2020. Sebagai tambahan, pesan terusan media whatsapp dan unduhan video media sosial yang telah diteruskan secara frekuen juga dijadikan objek introspeksi. Beberapa argumen hipotetikal yang kami ajukan adalah (1) kemunculan berita palsu sebagai genre adalah hasil dinamika sosio-tekstual yang meliputi penerimaan dan penolakan sosial terhadap teks yang kami sebut sebagai “berita rumor”. Kemunculan berita palsu sebagai genre mempercontohkan stabilitas genre, sementara proses dinamik yang mengubah berita rumor menjadi berita palsu adalah perkembangan genre. Selanjutnya, (2) tekstualitas berita rumor maupun berita palsu dikonstitusikan oleh unsur-unsur linguistik dan non-linguistik yang mengaktivasi bingkai pemberitaan. Aktivasi bingkai pemberitaan dalam berita rumor secara hipotetikal memberi efek penyita atensi pembaca, sehingga melemahkan daya kognitif yang dibutuhkan untuk bersikap kritis. (3) Kami memproposisikan terdapat perbedaan parametrik antara genre berita rumor dengan genre berita palsu, sekalipun keduanya termanifestasikan sebagai teks yang sama. Perbedaan parametrikal tersebut kami anggap sebagai ilustrasi perkembangan dinamik genre, teks, dan sosial yang dapat mengubah jenis teks seperti dicontohkan genre berita rumor dan berita palsu. (4) Terkait intensionalitas, kami menklaim pembuat teks (penutur) berita palsu melanggar aturan-aturan semantik dan pragmatik dalam prinsip illocutionary acts (selanjutnya tindakan-tindakan ilokusioner) dengan intensi deseptif dan penggunaan tuturan serius. Anonimitas pembuat teks senantiasa menyelamatkan pembuat teks dari intensionalitas tersebut, sementara menaruh penyebar teks naif atau propagator sebagai pengemban tanggung jawab dari fabrikasi dalam teks. Signifikansi penelitian kami adalah proposisi yang dapat dijadikan landasan untuk merumuskan hipotesis untuk pengujian di penelitian mendatang. Dengan poin-poin substansial yang kami paparkan, makalah ini menyediakan penggambaran sifat alami dan dinamika berita palsu sebagai genre secara komprehensif. 
INTEGRITAS DIRI SEORANG PEMIMPIN DALAM SINGGIQ TORAJA Andi Herlina
SAWERIGADING Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i2.309

Abstract

This writing is to describe attitude and aptitude those should be owned by somebody in order to having self integrity as a leader found in Toraja Singgiq using descriptive method. Having been analyzed, aptitude and attitude of having self integrity are (1) braveness (2) honest, (3) well educated, (4) wise, (5) and firm. Abstrak Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan sifat dan tingkah laku apa saja yang harus dimiliki oleh seseorang  agar terbentuk integritas diri sebagai seorang pemimpin yang terdapat pada singgiq Toraja. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah  metode deskriptif. Hasil analisis menunjukkan sikap dan tingkah laku pembentuk integritas diri yaitu: (1) berani, (2) jujur, (3) cendikia, (4) teguh, dan (5) bijaksana.

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025 Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025 Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024 Vol 30, No 1 (2024): Sawerigading, Edisi Juni 2024 Vol 29, No 2 (2023): Sawerigading, Edisi Desember 2023 Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023 Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022 Vol 28, No 1 (2022): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2022 Vol 27, No 2 (2021): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2021 Vol 27, No 1 (2021): SAWERIGADING, EDISI JUNI 2021 Vol 26, No 2 (2020): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2020 Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020 Vol 25, No 2 (2019): Sawerigading, Edisi Desember 2019 Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019 Vol 24, No 2 (2018): Sawerigading, Edisi Desember 2018 Vol 24, No 1 (2018): Sawerigading, Edisi Juni 2018 Vol 23, No 2 (2017): Sawerigading, Edisi Desember 2017 Vol 23, No 1 (2017): Sawerigading, Edisi Juni 2017 Vol 21, No 3 (2015): Sawerigading Vol 20, No 3 (2014): Sawerigading Vol 20, No 2 (2014): Sawerigading Vol 20, No 1 (2014): Sawerigading Vol 19, No 3 (2013): SAWERIGADING, Edisi Desember 2013 Vol 19, No 2 (2013): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2013 Vol 19, No 1 (2013): SAWERIGADING, Edisi April 2013 Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012 Vol 18, No 2 (2012): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2012 Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012 Vol 17, No 3 (2011): Sawerigading, Edisi Desember 2011 Vol 17, No 2 (2011): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2011 Vol 17, No 1 (2011): Sawerigading, Edisi April 2011 Vol 16, No 3 (2010): Sawerigading, Edisi Desember 2010 Vol 16, No 2 (2010): SAWERIGADING, Edisi Agustus 2010 Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010 Vol 15, No 3 (2009): Sawerigading Vol 15, No 2 (2009): Sawerigading More Issue