cover
Contact Name
Anditania Sari Dwi Putri
Contact Email
litbang.bappedakrw@gmail.com
Phone
+6285795340338
Journal Mail Official
adm_litbang@karawangkab.go.id
Editorial Address
BAPPERIDA Kabupaten Karawang - Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gd. Rubaya Lt. 2 Kompleks Kantor Bupati Karawang, Jl. A. Yani No. 1, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat 41314
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik
ISSN : -     EISSN : 31237258     DOI : -
JURNAL ILMIAH DAN KAJIAN AKADEMIK (JIKA), merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan pada BAPPEDA Kabupaten Karawang untuk memfasilitasi khususnya para pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang dan umumnya bagi pemangku kepentingan lainnya seperti peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa dan unsur masyarakat lainnya untuk mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya. Jurnal ini dikelola dengan melibatkan para ahli dibidangnya yang berasal dari internal maupun eksternal Pemerintah Kabupaten Karawang. Hadirnya Jurnal Ilmiah Kabupaten Karawang yang dikelola dengan baik dan profesional diharapkan akan semakin meningkatkan minat menulis dan minat mempublikasikan hasil tulisan dan penelitian ASN Kabupaten Karawang, khususnya dengan semakin banyaknya Jabatan Fungsional yang ada dan memerlukan wadah untuk publikasi yang bersifat peer-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Karawang Menuju Kabupaten Sehat : Pendekatan Spasial dalam Penanggulangan Penyakit Menular Arini Ratnasari, S.Stat.
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Barat, menghadapi tantangan serius dalam pengendalian penyakit menular di tengah meningkatnya kepadatan penduduk dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial persebaran penyakit menular menggunakan metode K-Means Clustering berbasis data kesehatan masyarakat dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang pada Tahun 2024. Variabel yang digunakan meliputi jumlah kasus Tuberkulosis (TBC), Pneumonia, HIV, Diare, Kusta, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Filariasis. Hasil analisis menunjukkan terbentuknya dua klaster utama. Klaster 0 meliputi enam kecamatan (Cikampek, Karawang Barat, Karawang Timur, Klari, Rengasdengklok, dan Telukjambe Timur) yang dikategorikan sebagai wilayah dengan tingkat risiko tinggi karena memiliki kepadatan penduduk tinggi, aktivitas industri intensif, serta mobilitas masyarakat yang besar. Sementara itu, Klaster 1 mencakup 24 kecamatan lainnya yang tergolong wilayah risiko rendah hingga sedang, dengan karakteristik perdesaan dan tingkat kejadian penyakit menular yang relatif lebih rendah. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara kondisi spasial, kepadatan penduduk, dan aktivitas ekonomi terhadap penyebaran penyakit menular. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan intervensi kesehatan berbasis wilayah menuju terwujudnya Karawang sebagai Kabupaten Sehat.
Studi Karakterisasi dan Reusabilitas Katalis CaO/SiO₂ Berbasis Biomassa Lokal Karawang dalam Sintesis Biodiesel Eti Ayu Nurhana; Christin Octaviani Sitanggang; Amalia Dian Fadilla; Meka Saima Perdani; Hilman Imadul Umam
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biomassa lokal sebagai bahan baku katalis menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan dalam produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik dan performa katalis CaO/SiO₂ berbasis limbah biomassa lokal dari Pasir Jengkol, Klari, Karawang, dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah. Katalis disintesis dari cangkang telur dan sekam padi, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX dan FTIR. Reaksi transesterifikasi dilakukan pada suhu 65 °C selama 90 menit dengan rasio molar minyak terhadap metanol 1:9 dan penambahan katalis sebesar 4% massa minyak. Hasil SEM menunjukkan morfologi berpori dan tidak teratur dengan ukuran partikel rata-rata 2.22 µm. Analisis EDX menunjukkan bahwa Area 1 didominasi unsur kalsium dan oksigen, sedangkan Area 2 menunjukkan dominasi silikon dan oksigen, yang mengindikasikan keberadaan dua komponen utama, yaitu CaO dan SiO₂, meskipun penyebarannya belum sepenuhnya homogen. Spektrum FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus Si–O–Si, Si–O, dan Ca–O, serta indikasi karbonat. Katalis menunjukkan efektivitas tinggi dengan yield biodiesel sebesar 68% pada siklus pertama dan 53% pada siklus kedua. Biodiesel yang dihasilkan memiliki densitas 1.118 g/mL dan viskositas 2.07 cSt pada 40 °C, menunjukkan bahwa produk masih berupa crude biodiesel. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa biomassa Karawang berpotensi digunakan sebagai bahan baku katalis heterogen yang efektif untuk produksi biodiesel.
Solusi Mewujudkan Karawang Maju melalui Optimalisasi Pengembangan Ekonomi Putih (Ekonomi Berbasis Berkah) Yudi Kristanto
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Karawang maju bukan hanya sekedar jargon atau harapan serta do’a, melainkan juga visi yang perlu diwujudkan dengan aksi nyata. Salah satu indikator yang menunjukan Karawang adalah kota yang maju adalah salah satunya berdasarkan data bahwa pada Maret 2025, persentase penduduk miskin di Karawang adalah 7,08% atau sekitar 169,80 ribu orang, menunjukkan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Angka ini turun sebesar 0,78 poin persentase dibandingkan Maret 2024 dan turun 0,79 poin dibandingkan Maret 2023. Penurunan ini didorong oleh program bantuan sosial seperti PKH, BPNT, BLT Desa, dan bazar pangan murah. Salah satu upaya untuk terus meningkatkan kemajuan Karawang yaitu penerapan dan pengembangn ekonomi putih yaitu ekonomi syari’ah berbasis berkah karena hanya dengan konsep syari’ah suatu bangsa/negeri (kabupaten/lkota) akan maju (berkah) sesuai dengan filosofis dan spirit Al Quran surat Al A’rof : 96 tentang iman dan taqwa yang akan mendatangkan keberkahan, realisasi iman dan taqwa itu adalah salah satunya dengan konsitensi terhadap penerapankaidah ekonomi syari’ah. Tujuan : Untuk mengembangkan sistem ekonomi putih yaitu ekonomi syariah berbasis berkah untuk lebih meningkatkan Kabupaten Karawang sebagai kota maju. Metode : Penelitian Kualitatif dengan pengembangan sektor ekonomi putih yaitu ekonomi syari’ah berbasis berkah. Luaran yang ditargetkan adalah Jurnal penelitian yang dipublish pada Jurnal Ilmiah Karawang (JIKA) serta seminar dan diseminasi nasional dan rule model ekonomi biru berbasis ekonomi putih (syari’ah). Hasil Kesimpulan : Kesenjangan yang menjadi temuan penelitian adalah harapannya Karawang sebagai kota industri yang dapat menumbuhkan ekonomi dan perputaran kegiatan ekonomi yag pesat semestinya dapat mengembangkan aspek dan praktek ekonomi putih yaitu ekonomi syariah, tetapi faktanya adalah sektor ekonomi syari’ah belum optimal dikembangkan, malah lebih dominan sector ekonomi konvensional seperti contohnya adalah property yang berkembang lebih ke property konvensional dibanding kredit perumahahan secara syari’ah. Hal ini jika dianalisis dalam ekonomi modern seharusnya dapat seimbang antara sektor ekonomi konvensional dan ekonomi syari’ah mengingat jumlah umat muslim lebih dominan jika dibandingkan dengan non muslim, hal ini dapat diatasi persoalannya dengan pembuatan perda yang mendorong pengambangan sector ekonomi syariah sebagai kebijakan daerah mengingat Ekonomi putih (ekonomi syariah berbasis berkah) berpotensi mendatangkan keberkahan karena menghindari maksiat dalam hal ini adalah terbebas dari praktik ribawi, gharar, dan kezoimandan akan menjadikan sebab suatu negeri (daerah) maju/lebih maju karena aspek keberkahan, namum demikian tidak dapat dipungkiri meskipun belum optimal dan belum seimbang dengan ekonomi konvensional tetapi ekonomi putih sudah terlihat menggeliat di Karawang hal ini terbukti dari beberapa unit usaha yang ada di seputar lokasi penelitian di Karawang seperti perbankan syari’ah, bank perkreditan syari’ah, koperasi syari’ah, pegadaian syari’ah, hotel dan akomodasi syari’ah, potensi ekonomi putih walau belum sepenuhnya mendapat perhatian masyarakat hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya ekonomi konvensial yang dijadikan preferensi dan pilihan masyarakat di bandingkan ekonomi syari’ah, Kebaruan (novelty) dari hasil penelitian ini adalah penerapan ekonomi putih yaitu ekonomi yang berbasis syariah dengan pembiayaan syariah yaitu pembiayaan menggunakan prinsip mudharabah (bagi hasil) dan menghindari pembiayaan ribawi, hal ini yang membedakan dengan penelitian lain yang belum pernah menerapkan sistem ekonomi putih
Pengembangan Terpadu Perikanan Skala Kecil dan Budidaya Pesisir: Studi Literatur dan Analisis Kasus Karawang, Indonesia Dwi Scativana
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan kawasan pesisir strategis di Pantai Utara Jawa Barat yang didominasi oleh perikanan skala kecil dan budidaya pesisir. Meskipun produksi perikanan menunjukkan tren meningkat—perikanan tangkap mencapai 9.464 ton pada 2024, dan program percontohan nila salin seluas ±85 ha yang dikelola BLUPPB menghasilkan sekitar 245 ton per siklus—potensi tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi nilai tambah lokal. Penelitian ini menggabungkan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA dan Comparative Policy Analysis terhadap 52 dokumen resmi dan literatur akademik (KKP, BLUPPB, FAO, WorldFish, UNESCO-IOC, IPCC) guna mengidentifikasi hambatan teknis, sosial-ekonomi, dan kelembagaan yang membatasi penguatan sektor perikanan Karawang. Hasil analisis menunjukkan adanya kendala struktural berupa rendahnya adopsi teknologi armada, lemahnya infrastruktur rantai dingin, fragmentasi kelembagaan lintas-sektor, terbatasnya kapasitas UMKM pengolahan, serta meningkatnya risiko perubahan iklim seperti intrusi salinitas dan gelombang tinggi. Sebagai respons, penelitian ini mengusulkan Integrated Small-Scale Fisheries and Coastal Aquaculture Model (ISFCAM), sebuah kerangka kebijakan adaptif yang mencakup lima pilar: produksi berkelanjutan, hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, kelembagaan kolaboratif, pemberdayaan komunitas, dan adaptasi iklim. Model ini menegaskan Dinas Perikanan sebagai koordinator tata kelola kabupaten dan BLUPPB sebagai mitra teknis budidaya, serta merekomendasikan pembentukan Forum Tata Kelola Pesisir Terpadu, pembangunan sentra pengolahan desa, modernisasi selektif armada, dan integrasi sistem data pesisir. ISFCAM disiapkan sebagai kerangka implementatif untuk memperkuat daya saing dan ketahanan sosial-ekologis sektor perikanan Karawang serta dapat direplikasi pada wilayah pesisir serupa.
Peran Strategis Pendidikan Hukum Perdata dalam Mewujudkan Kepastian Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu ahmad nafhani
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepastian hukum adalah hak fundamental yang seringkali tidak merata, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang terhalang oleh keterbatasan pemahaman akan hak-hak keperdataan seperti waris, pertanahan, dan perjanjian. Kesenjangan ini menciptakan penghalang struktural dan kultural dalam memperoleh keadilan. Penelitian ini mengkaji peran strategis pendidikan hukum perdata dalam mewujudkan kepastian hukum bagi masyarakat kurang mampu. Menggunakan metode mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) terhadap 100  responden, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan hukum perdata memiliki peran (pengaruh) yang positif dan signifikan secara statistik (Sig. 0.000 < 0.05) terhadap peningkatan kepastian hukum. Peran strategis ini terwujud sebagai instrumen preventif (mencegah sengketa melalui peningkatan literasi) dan instrumen proaktif (memberdayakan masyarakat untuk memperjuangkan haknya). Meskipun terbukti vital, pendidikan hukum hanya berkontribusi sebesar 35.4% (R-Square), mengindikasikan bahwa 64.6% sisanya dipengaruhi oleh faktor penghambat dominan, yaitu hambatan struktural (birokrasi dan biaya peradilan) serta hambatan kultural (ketidakpercayaan dan rasa enggan) di masyarakat
Kontaminasi Kadmium (Cd) Terhadap Kerapatan Azotobacter dan Pseudomonas Pada Media Tanam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Vera Oktavia Subardja; Elsi Diannitta Sinaga; Bastaman Syah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang berada di lingkungan serta memiliki efek toksik yang tinggi dalam konsentrasi yang rendah. Lingkungan yang terkontaminasi Cd dapat diperbaiki kembali dengan sistem pengolahan limbah logam berat dengan pendekatan bioremediasi. Bakteri penghasil eksopolisakarida (EPS) yang berperan dalam mengkelat logam dapat digunakan sebagai agen bioremediasi seperti Azotobacter dan Pseudomonas. Penelitian bertujuan untuk menunjukkan efektivitas pupuk hayati terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas pada media yang terkontaminasi logam berat Cd. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perhitungan data dianalisis menggunakan analisis uji F pada taraf 5%. Apabila hasil uji F perlakuan menunjukkan hasil perbedaan yang berbeda nyata, maka dilakukan analisis uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas, serta akumulasi Cd pada akar. Perlakuan D (8 ppm Cd (25 ml Azotobacter)) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Azotobacter (407,547 CFU/ml) dan akumulasi logam Cd pada akar paling rendah (0,649 mg/kg). Sedangkan perlakuan B (8 ppm Cd (50 ml/l Pseudomonas + 25 ml/l Azotobacter) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Pseudomonas (353,703 CFU/ml). Perlakuan Inokulasi pupuk hayati Azotobacter dan Pseudomonas mampu resisten terhadap media yang terkontaninasi logam Cd hingga 16 ppm, mampu menurunkan akumulasi logam Cd pada akar tanaman, dan dapat digunakan dalam bioremediasi logam Cd pada media yang terkontaminasi Cd.
Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes L.) pada Media yang Diberi Paparan Logam Timbal (Pb) Vera Oktavia Subardja; Fanny Maharani Putri; Bastaman Syah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air oleh logam berat menyebabkan kualitas air menurun dan mengancam kelangsungan hidup organisme karena dapat menimbulkan efek toksik. Memanfaatkan agen hayati seperti Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk menanggulangi pencemaran air dan mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk hayati yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) pada media tanam yang terkontaminasi logam berat. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Universitas Singaperbangsa Karawang, Jalan HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan terdiri dari: A (kontrol tanpa Pb dan tanpa pupuk hayati), B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)), C (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp.)), D (10 ppm Pb (25 ml Azotobacter sp.)), E (10 ppm Pb tanpa pupuk hayati), F (20 ppm Pb (75 ml Pseudomonas sp. + 50 ml Azotobacter sp.)), G (20 ppm Pb (75 ml Pseudomonas sp. + 50 ml Azotobacter sp.)), H (20 ppm Pb (50 ml Azotobacter sp.)), I (20 ppm Pb tanpa pupuk hayati). Hasil percobaan dianalisis dengan uji F, apabila berpengaruh nyata maka diuji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)) berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan ini memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (17,523 cm), jumlah daun (38,443 helai), panjang akar (32,256 cm).
Dinamika Perkembangan Kependudukan dan Kualitas Hidup Remaja Kabupaten Karawang dalam Perspektif Program Generasi Berencana Herlin Sobari
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kependudukan di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok usia produktif, terutama remaja, yang menjadi potensi sekaligus tantangan dalam menghadapi bonus demografi (BPS, 2023). Kabupaten Karawang sebagai wilayah industri mengalami perubahan sosial yang memengaruhi perilaku dan kualitas hidup remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman, sikap, dan kondisi gizi remaja dalam perspektif Program Generasi Berencana (GenRe). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan observasi pada remaja di beberapa wilayah Karawang. Hasil penelitian menunjukkan masih rendahnya pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi dan alat kontrasepsi, serta tingginya angka anemia pada remaja putri sebesar 22% (Dinkes Karawang, 2023). Diperlukan penguatan pelaksanaan Program GenRe melalui kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan sekolah guna meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan pengetahuan terkait gizi sebagai upaya mewujudkan remaja yang sehat dan berkualitas
Potensi Cadangan Pangan Pokok Kabupaten Karawang Wahyu Adhi Saputro
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi hak nyata bagi setiap individu. Konsumsi beras yang masih menjadi pangan utama menjadikan setiap daerah untuk bisa berlomba-lomba menyediakan kebutuhan pangan masyarakat domestiknya tak terkecuali Kabupaten Karawang yang terkenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi cadangan pangan pokok yaitu beras di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan data sekunder dari BPS Kabupaten Karawang dari tahun 2018 hingga tahun 2024. Metode analisis data mengenai cadangan pangan dilakukan dengan mengurangkan produksi beras dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Karawang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa Kabupaten Karawang memiliki produksi beras yang baik dengan rerata capaian 656.405 ton beras. Tingkat konsumsi masyarakat Kabupaten Karawang mencapai 221.506 ton beras setiap tahunnya. Surplus beras terjadi di Kabupaten Karawang setiap tahunnya dengan rerata capaian 434.899 ton beras. Hal ini menjadi pertanda yang baik bagi Kabupaten Karawang yang memiliki potensi cadangan pangan pokok beras yang selalu positif di setiap tahunnya.
Menjaga Ruang Hidup Kreator Lokal: Peran Pemerintah Daerah dalam Melindungi Kreativitas dari Disrupsi Kecerdasan Buatan Aniek Nurfitriani
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem ekonomi kreatif telah mengubah pola kerja para kreator secara signifikan. Bagai dua mata pisau, kecerdasan buatan (AI) menawarkan efisiensi dan kemudahan dalam memproduksi karya, tetapi juga menimbulkan kegelisahan terkait pergeseran peran manusia. Penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi persepsi pelaku ekonomi kreatif terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif serta mengkaji peran strategis pemerintah daerah dalam merespons disrupsi teknologi generatif ini. Pendekatan kualitatif dilakukan dalam penelitian ini melalui wawancara terhadap lima pelaku ekonomi kreatif lintas subsektor di Kabupaten Karawang dengan teori strukturasi sebagai alat analisis fenomena sosial yang terjadi. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan sebagian besar pelaku ekonomi kreatif menganggap AI sebagai alat bantu dan rekan kerja dengan syarat tetap menekankan pentingnya sentuhan manusia dalam berkarya serta dibutuhkannya perlindungan dari pemerintah terhadap karya orisinal. Mengacu pada teori ekonomi kreatif dan teori budaya partisipatif, penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi, literasi digital, dan perlindungan nilai-nilai lokal dalam menghadapi transformasi digital. Dalam konteks ini, pemerintah daerah memiliki peran sebagai fasilitator dalam menjaga ruang hidup kreator lokal agar tetap relevan dan berdaya.