cover
Contact Name
Anditania Sari Dwi Putri
Contact Email
litbang.bappedakrw@gmail.com
Phone
+6285795340338
Journal Mail Official
adm_litbang@karawangkab.go.id
Editorial Address
BAPPERIDA Kabupaten Karawang - Bidang Riset dan Inovasi Daerah Gd. Rubaya Lt. 2 Kompleks Kantor Bupati Karawang, Jl. A. Yani No. 1, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat 41314
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik
ISSN : -     EISSN : 31237258     DOI : -
JURNAL ILMIAH DAN KAJIAN AKADEMIK (JIKA), merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan pada BAPPEDA Kabupaten Karawang untuk memfasilitasi khususnya para pegawai yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang dan umumnya bagi pemangku kepentingan lainnya seperti peneliti, praktisi, dosen, mahasiswa dan unsur masyarakat lainnya untuk mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya. Jurnal ini dikelola dengan melibatkan para ahli dibidangnya yang berasal dari internal maupun eksternal Pemerintah Kabupaten Karawang. Hadirnya Jurnal Ilmiah Kabupaten Karawang yang dikelola dengan baik dan profesional diharapkan akan semakin meningkatkan minat menulis dan minat mempublikasikan hasil tulisan dan penelitian ASN Kabupaten Karawang, khususnya dengan semakin banyaknya Jabatan Fungsional yang ada dan memerlukan wadah untuk publikasi yang bersifat peer-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 61 Documents
Memperkuat Solidaritas Sosial Melalui Khazanah Legenda Syekh QuroSebagai Kearifan Lokal Di Kabupaten Karawang Iwan Ridwan
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Legenda “Syekh Quro” sebagai legenda keagamaan menyimpan khazanah kearifan lokal yang berharga untuk pembangunan mental masyarakat Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai solidaritas sosial dalam legenda “Syekh Quro” berdasarkan telaah struktur, fungsi, dan makna. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan tradisi lisan sebagai prinsip penelitian. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara dengan peneliti sebagai instrumen kunci (human instrument). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur legenda “Syekh Quro” menggambarkan alur cerita yang menopang misi penyebaran agama Islam. Struktur tersebut berkaitan dengan fungsi legenda tersebut sebagai sistem proyeksi, pengesah kebudayaan, alat pendidikan, alat kritik sosial, dan alat pemaksa berlakunya norma-norma sosial dalam masyarakat. Hal ini terungkap dalam wujud strategi pengislaman yang meliputi strategi pernikahan, pendidikan, perniagaan, kekuasaan, dan kebudayaan. Strategi tersebut berpotensi dijadikan upaya pemerkuat solidaritas sosial dalam masyarakat di tengah keretakan solidaritas kebangsaan sehingga urgensi penelitian ini akan berdampak pada peningkatan iklim masyarakat Karawang yang madani kini dan nanti.
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Untuk Mendukung Ketahanan Energi Di Dusun Pasir Bangkonong, Karawang M Raafi Aqil Firdaus; Novky Asmoro; Sri Murtiana
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan energi, yaitu kemampuan suatu daerah untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, menjadi isu strategis terutama di wilayah pedesaan yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan listrik konvensional. Dusun Pasir Bangkonong yang terletak di Kabupaten Karawang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sumber energi terbarukan guna memperkuat ketahanan energi lokal. Dengan asumsi jumlah 147 bangunan dan populasi sekitar 400 jiwa, Dusun Pasir Bangkonong memiliki sejumlah fasilitas umum penting, antara lain 3 unit sekolah, 2 tempat ibadah, 3 balai desa, 3 kantor desa, 1 fasilitas olahraga, dan 2 unit posyandu, serta 3 bangunan lainnya, dengan kapasitas PLTS 52,8 kWp untuk membutuhkan pasokan energi listrik yang andal dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen untuk mengevaluasi kinerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid. Hasil menunjukkan koneksi grounding efektif dengan tahanan terendah 0,63–0,83 ohm, serta output inverter yang stabil pada 219–220 V dan frekuensi 50 Hz. Tegangan DC input bervariasi antara 456–502 V dengan arus 0,60–0,84 A, menunjukkan beberapa indikasi penurunan kinerja pada beberapa string. Secara keseluruhan, sistem PLTS menunjukkan performa baik dan mendukung pasokan energi berkelanjutan bagi fasilitas umum dan masyarakat setempat.
Pengembangan Model Bisnis Inklusif untuk Peningkatan Nilai Tambah Pada Rantai Pasok Petani Beras Organik: Studi Kasus di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang Nurkholifatul Maula
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras organik mulai menjadi primadona pertanian beras di Karawang. Namun petani beras organik masih mengalami kendala dan permasalahan dalam rantai pasoknya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan tiga tahapan dalam analisis. Pertama, menganalisis rantai pasok saat ini pada beras organik, kedua, mengidentifikasi pengaruh struktural terhadap model bisnis inklusif dan ketiga, melakukan pengembangan pada model bisnis inklusif pada petani beras organik. Adapun hasil dari penelitian ini, mengidentifikasi bahwa petani beras organik Karawang telah memiliki rantai pasok yang cukup lengkap. Namun, masih terkendala dalam hal optimalisasi peran aktor dan akses pemasaran. Oleh karena itu, dikembangkan model bisnis inklusif dengan menggunakan pendekatan kolaboratif antar aktor dan menambahkan jenis produk dari beras ketan.
Implementasi E-Sistem Informasi Manajemen Untuk Meningkatkan Efektivitas Promosi Pemasaran UMKM d’Sruput Melalui Media Sosial Kelsha Berliana Rifty; Asep Maulana
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi E-Sistem Informasi Manajemen (E-SIM) dalam meningkatkan efektivitas promosi pemasaran pada d’SRUPUT, sebuah UMKM di bidang minuman. Di tengah persaingan digital, pengelolaan data promosi yang manual sering kali menghambat optimalisasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengembangan sistem Waterfall yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain, implementasi, dan pengujian. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan informan kunci (pemilik), informan utama (staf operasional), serta informan pendukung (konsumen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi dari pengelolaan promosi konvensional ke berbasis E-SIM memberikan peningkatan signifikan pada metrik media sosial, antara lain: jangkauan per posting (+220%), interaksi (+350%), dan tingkat konversi penjualan (+140%). Implementasi E-SIM juga berhasil meningkatkan efisiensi biaya pemasaran dengan kenaikan Return on Investment (ROI) dari 200% menjadi 533%. Secara keseluruhan, E-SIM terbukti efektif sebagai alat manajemen data untuk mengubah pola promosi dari sporadis menjadi terencana dan berbasis data (data-driven), yang secara langsung memperkuat daya saing UMKM di pasar digital
Identifikasi Klaster Pembangunan Wilayah Kecamatan di Kabupaten Karawang: Pendekatan dengan Metode K-Medoids Aditya Idris
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan pembangunan wilayah masih menjadi isu penting di Kabupaten Karawang, di mana sebagian wilayah berkembang pesat sementara wilayah lain tertinggal baik dari segi infrastruktur, pelayanan publik, maupun aktivitas ekonomi. Pemetaan kondisi pembangunan wilayah secara komprehensif diperlukan sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan memetakan wilayah kecamatan di Kabupaten Karawang menggunakan analisis klaster berbasis pendekatan K-Medoids, dengan mempertimbangkan lima indikator pembangunan, yaitu aksesibilitas, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi, yang masing-masing diwakili oleh variabel-variabel terkait. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam mengelompokkan data ke dalam klaster yang memiliki kemiripan karakteristik, meskipun terdapat data outlier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan di Kabupaten Karawang terbagi ke dalam empat klaster dengan karakteristik pembangunan yang beragam. Salah satu klaster diisi hanya oleh satu kecamatan yang menunjukkan capaian pembangunan tertinggi hampir di seluruh indikator, sedangkan klaster lainnya memiliki variasi kondisi, mulai dari wilayah dengan aksesibilitas baik dan fasilitas cukup memadai, hingga wilayah dengan keterbatasan sarana publik serta akses ekonomi yang masih rendah. Perbedaan klaster ini memperlihatkan ketidakmerataan pembangunan yang nyata, sekaligus menunjukkan adanya potensi wilayah tertentu untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi spesifik tiap klaster agar tercapai pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih seimbang di Kabupaten Karawang.
Peran Ayah Terhadap Frekuensi Kunjungan ke Posyandu dan Status Gizi Balita Mardani; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran seorang ayah menjadi salah satu faktor tidak langsung permasalahan gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah terhadap kunjungan ke posyandu dan status gizi balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan pengambilan sampel sebanyak 121 ayah dengan balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Pangkalan Karawang menggunakan instrument Fatherhood Scale (FS) dan Standar Antropometri Kementerian Kesehatan RI. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan hasil p-value 0,006 terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dengan kunjungan ke posyandu dan tidak terdapat hubungan yang signifikan peran ayah terhadap status gizi pada balita usia 2-5 tahun dengan p value=0.062. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat peran ayah maka semakin baik juga kunjungan ke posyandu dan peran ayah yang baik tidak berdampak secara langsung terhadap status gizi balita. Hal ini menjadi penting melibatkan ayah dalam pengasuhan gizi balita sebagai bentuk upaya preventif masalah status gizi anak dengan meningkatkan peran serta ayah dalam kunjungan ke posyandu.
Intervensi Mendongeng oleh Ayah Sebelum Tidur sebagai Strategi Pengembangan Sosio-Emosional Anak Prasekolah Meisya Rafacintya; Delfiana Irene Harya
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena fatherless menjadi masalah serius dalam pengasuhan anak di Indonesia, di mana peran ayah masih sangat minim. Menurut Global Fatherhood Index (2021), Indonesia berada di peringkat ketiga dengan tingkat fatherless tertinggi, yang dapat menghambat perkembangan sosio-emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan peran ayah melalui intervensi berbasis keluarga yang terstruktur. Penelitian menggunakan metodologi pre-experimental one group pre-post test design without control yang dilaksanakan pada Juni 2025 di PAUD Desa Tirtasari, Kabupaten Karawang, penelitian pra-eksperimen ini melibatkan 40 anak usia 5-6 tahun yang tinggal bersama ayah, diambil dari populasi 50 anak berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan mendongeng selama lima hari menggunakan Panduan Dongeng Ayah Utama (PANDU) dimana berlandaskan SDIDTK. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi orang tua sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor sosio-emosional, dari rata-rata 4,80 (±1,36) menjadi 7,78 (±1,56) dengan p-value 0,001. Temuan utama mencakup: (1) peningkatan regulasi emosi 61,7% (2) Anak mengalami peningkatan kemampuan sosial sebesar 75,1%, dan (3) Kemampuan empati meningkat 51,2%, berdasarkan observasi. Intervensi mendongeng oleh ayah terbukti efektif dalam mencegah dampak fatherless dan mendukung program pemerintah seperti Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Penelitian ini merekomendasikan mendongeng sebagai metode intervensi yang praktis, mudah diterapkan, dan terjangkau bagi berbagai kalangan masyarakat
Model Konseptual Penguatan Kapasitas Ekonomi Kabupaten Karawang Berbasis Komunitas Daring di Media Sosial DWI JATI MARTA
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah menjadi katalis penting bagi penguatan UMKM di Indonesia, terutama melalui peran komunitas daring dan aktivitas ekonomi digital. Namun demikian, dinamika literasi digital dan modal sosial yang berbeda di setiap daerah menimbulkan kesenjangan dalam pemanfaatan peluang ekonomi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kausal antar faktor-faktor yang memengaruhi penguatan UMKM, khususnya komunitas daring, literasi digital, dukungan eksternal, dan kapasitas ekonomi daerah, dengan menggunakan pendekatan system dynamics. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang kemudian dipetakan melalui Causal Loop Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa reinforcing loop (R1-R3) yang memperkuat pertumbuhan UMKM melalui peningkatan literasi digital, aktivitas komunitas daring, dan keterlibatan pihak eksternal. Di sisi lain, balancing loop (B1-B2) menghambat pertumbuhan ketika kapasitas pelaku UMKM terbatas atau akses infrastruktur digital tidak merata. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM memerlukan interaksi sinergis antara modal sosial digital, literasi digital dan dukungan kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan literasi digital, perluasan infrastruktur, serta fasilitasi kolaborasi multipihak sebagai strategi kunci akselerasi ekonomi digital UMKM.
Budaya Kuliner Jalanan sebagai Interioritas Urban Sementara: Kehidupan Publik dan Adaptasi Spasial di Karawang Muhamad Miftahul Karim
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi perkotaan pasca-pandemi telah mendefinisikan ulang pentingnya ruang publik sebagai medium pemulihan kolektif, interaksi sosial, dan aktivitas ekonomi informal. Di berbagai kota Asia Tenggara, kebangkitan kultur kuliner jalanan mencerminkan tidak hanya revitalisasi ekonomi, tetapi juga bentuk adaptasi spasial terhadap keterbatasan ruang urban. Namun, meskipun sejumlah studi telah membahas peran sosial-ekonomi pedagang kaki lima, dimensi spasial, sensorik, dan atmosferik yang membentuk lingkungan informal ini masih jarang dieksplorasi secara mendalam. Penelitian ini mengkaji fenomena interioritas urban fana melalui studi kasus koridor kuliner jalanan di Karawang, Indonesia sebuah kawasan peri-urban yang tengah mengalami transformasi pesat akibat ekspansi industri dan fragmentasi sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang didukung observasi partisipatif, pemetaan sensorik, dan wawancara mendalam, penelitian ini menelusuri bagaimana konfigurasi material temporer, negosiasi kolektif, dan pengalaman afektif bersama membentuk kondisi spasial menyerupai interior di ruang publik terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kuliner jalanan berfungsi sebagai infrastruktur adaptif yang memperkuat kohesi sosial dan ketahanan spasial melalui kolaborasi akar rumput serta fleksibilitas temporal. Studi ini berkontribusi terhadap wacana arsitektur dan perkotaan dengan menempatkan temporer dan informalitas sebagai bentuk kecerdasan desain, bukan ketidakteraturan urban. Konsep interioritas urban adaptif yang ditawarkan memperluas pemahaman teoretis tentang praktik spasial keseharian dan memberikan wawasan praktis bagi perancangan ruang publik yang inklusif serta kontekstual di wilayah yang mengalami urbanisasi cepat
Transformasi Pendidikan dan Kebijakan: Strategi Penanggulangan Isu Ketenagakerjaan di Karawang Tribuna Haiqal Rio Wijaya; Almas Zulfarika; Nadya Khalifa Prastawa
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Karawang yang berkembang pesat sebagai sentra industri di Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam penyediaan tenaga kerja terampil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian output pendidikan menengah dengan kebutuhan industri, serta merumuskan model digital vokasi yang efektif. Metode yang digunakan adalah campuran (mix methods) dengan pendekatan historis dan sosiologis berbasis studi literatur dan analisis data sekunder APM–TPT. Hasil menunjukkan bahwa meski Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA meningkat menjadi 59,04 % pada 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga tinggi (8,04 %), khususnya pada lulusan SMA/SMK (12,07 %), disebabkan kurikulum teoritis, praktik industri terbatas, dan kemitraan DU/DI yang belum merata. Kesimpulan penelitian merekomendasikan implementasi platform e‑Vokasi Karawang berbasis cloud untuk integrasi kurikulum, e‑portfolio, micro‑credentialing, dan monitoring real‑time APM–TPT, dengan model pilot tiga fase selama tiga bulan. Pembanding internasional (Australia dan Seoul) membuktikan efektivitas sistem serupa dalam meningkatkan penyerapan lulusan hingga > 90 %.