cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
+62 813-1023-6923
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232.
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
Fokus JIPHO mempublikasikan hasil penelitian original dan artikel tentang peternakan tropis seperti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, kelinci, kuda, ayam, itik, angsa, puyuh, dan aneka ternak lainnya. Ruang lingkup Ruang lingkup JIPHO meliputi pemuliaan dan genetika, reproduksi, fisiologi, nutrisi, teknologi pakan, hijauan pakan, produksi ternak, bioteknologi, tingkah laku, kesehatan, sistem peternakan, sosial ekonomi, kebijakan, dan teknologi hasil ternak.
Articles 312 Documents
Performans Produksi Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) dengan Rasio Jantan dan Betina yang Berbeda Muhammad Yunus; Astriana Napirah; Achmad Selamet Aku
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performans burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) pada perbandingan jantan dan betina yang berbeda. Tujuh puluh dua ekor puyuh betina dan enam belas ekor puyuh jantan digunakan dalam Penelitian ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan yang dicobakan adalah perbandingan jantan dan betina  yang berbeda yaitu  P1=1:3, P2=1:4, P3=1:5, dan P4=1:6, kandang yang digunakan adalah kandang baterai dengan ukuran petak lebar 40 cm, panjang 50 cm, tinggi alas 23 cm, dan jarak antara lantai kandang dengan tanah 63 cm. Variabel yang diamati adalah produksi telur, konsumsi pakan, bobot telur, dan konversi pakan. Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis sidik ragam (analysis of variance). Apabila terdapat pengaruh perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan jantan dan betina yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap produksi telur, konsumsi pakan, bobot telur, dan konversi pakan. Namun demikian terdapat kecenderungan perbandingan jantan dan betina 1:6 menghasilkan performans yang lebih ekonomis.
Analisis Potensi Reproduksi Kambing Kacang di Wilayah Pesisir Kepulauan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi Nuriadin Nuriadin; La Ode Ba'a; Takdir Saili
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 3 (2021): JIPHO (JURNAL ILMIAH PETERNAKAN HALU OLEO)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i3.19685

Abstract

Produktivitas kambing kacang yang ada di Kepulauan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobimempunyai kendala satu diantaranya ialah manajemen reproduksi yang masih kurang. Maka dariitu, perlu untuk mengetahui potensi reproduksi kambing kacang di Kepulauan Wangi-wangi.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi reproduksi kambing kacang jantan dan betinadi wilayah pesisir Kepulauan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan diwilayah pesisir Wangi-wangi sebanyak 6 desa/kelurahan yang mempunyai angka populasi kambingkacang paling banyak. Data yang dapatkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa litter size, kidding interval, mortalitas pra sapih, sertakid crop kambing kacang masing-masing yaitu 1,59±0,06, 8,05±0,38 bulan, 18,62±3,31%, dan208,84±20,96%. Sedangkan lingkar skrotum kambing jantan yaitu 18,87 - 21,29 cm, denganpanjang skrotum berkisar antara 10-11,54 cm. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwakambing kacang di wilayah pesisir Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi masih mempunyai potensireproduksi yang tinggi.
Karakteristik Rumen Secara In vitro Ransum dengan Penambahan Campuran Garam Karboksilat Kering (CGKK) Andi Murlina Tasse
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 3 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i3.41212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi campuran garam karboksilat kering (CGKK) terlindung asam lemak pada pakan terhadap karakteristik invitro rumen. Formulasi campuran ransum total dan suplemen CGKK sebagai berikut: R0 = Konsentrat mengandung 70% TDN, 17% PK dan tidak mengandung CGKK, R1 = Konsesntrat mengandung 70% TDN, 17% PK dan 1,5% CGKK, R2 = Konsesntrat mengandung 70% TDN, 17% PK dan 3% CGKK, R3 = Konsentrat mengandung 70% TDN, 17% PK dan 4,5 CGKK , R4 = Konsesntrat mengandung 70% TDN, 17% PK dan 6% CGKK. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH rumen, konsentrasi NH3, dan produksi VFA. Hasil yang diperoleh dari Penambahan DCM dalam ransum adalah penurunan pH rumen tetapi meningkatkan konsentrasi amonia total VFA dan NH3. Kata Kunci: Invitro, Rumen, CGKK
Pengaruh Penambahan Gula Aren Terhadap Rendemen dan Kualitas Organoleptik Dendeng Sapi Iris Fitriyani Fitriyani; Astriana Napirah; Purnaning Dhian Isnaeni; Fitrianingsih Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 4 (2021): JIPHO (JURNAL ILMIAH PETERNAKAN HALU OLEO)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i4.21113

Abstract

penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan gula aren terhadap rendemendan kualitas organoleptik dendeng iris sapi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicobakan P0= Gula Aren 0%, P1= GulaAren 10%, P2= Gula Aren 20% dan P3= Gula Aren 30%. Variabel penelitian meliputi rendemen, warna, aroma,cita rasa, tekstur dan penerimaan panelis. Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis ragam dan jikaterdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji wilayah berganda duncan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa konsentrasi gula aren pada dendeng sapi iris memberikan pengaruh nyata (P<0,05)terhadap rendemen, warna, aroma, cita rasa, tekstur dan penerimaan panelis. Semakin tinggi level penambahangula aren dapat meningkatkan nilai rendemen, skor warna (cenderung coklat kegelapan), aroma (beraromakhas dendeng – cukup beraroma khas dendeng), cita rasa (seikit lemah aroma daging) serta dapat menurunkanskor tekstur (halus) dan penerimaan panelis. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan gula aren 30%dimana dendeng yang dihasilkan berwarna cokelat, sedikit lemah aroma daging, tekstur halus dan sedangberaroma dendeng. Secara umum produk ini dapat diterima (disukai) oleh panelis.
Pengaruh Level Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) Terhadap Total Bakteri, pH dan Keempukan Daging Sapi Citra Kusuma; Herlina Irawati Permadi; Anna Dwi Putri
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.46139

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) terhadap total bakteri, pH dan keempukan pada daging sapi sebagai bahan pengawet alami. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari 6 macam perlakuan yaitu T0 = Daging sapi dengan perendaman aquades, T1 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 1,5%, T2 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 3%, T3 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 4,5%, T4 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 6% dan T5 = Perendaman ekstrak daun kecombrang dengan level 7,5%. Perendaman dilakukan selama 30 menit. Peubah yang diukur adalah total bakteri, pH dan keempukan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa level ekstrak daun kecombrang berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap total bakteri dan pH. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial hubungan level perendaman ektrak daun kecombrang terhadap total bakteri digambarkan secara cubic dengan persamaan garis y = 8,862 – 0,388x + 0,077x2 – 0,009x3 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 55,7%. Hasil yang diperoleh dari total bakteri yaitu tertinggi pada T0 total bakteri sebesar 8,94±0,70 log cfu/gr dan terendah pada T5 sebesar 6,52±0,31 log cfu/gr. Hasil uji lanjut orthogonal polynomial hubungan level perendaman ektrak daun kecombrang terhadap pH digambarkan secara linier dengan persamaan garis y = 5,10 + 0,019x dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 53,9%. Hasil pH terendah pada T1 sebesar 5,10 ± 0,03 dan tertinggi pada T5 sebesar 5,20 ± 0,02. Pada keempukan berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) dengan rataan kisaran 0,02-0,03 mm/gr/dt. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi level ekstrak daun kecombrang, maka semakin dapat menurunkan total bakteri dan meningkatkan pH daging sapi.
Penggunaan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) sebagai Bahan Pakan Burung Puyuh ( Conturnix conturnix japonica) Umur (2 – 8) Minggu. Harni Harni; Hamdan Has; Natsir Sandiah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 4 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i4.16941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan tepung daun pepaya (Caricapapaya L) sebagai bahan pakan burung puyuh (Conturnix conturnix japonica) umur 2 – 8minggu. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 80 ekor burung puyuh periodegrower yang dipelihara selama 8 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkapdengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Level pemberian tepung daun pepaya masing-masingperlakuan yaitu 3%, 6%, dan 9%. Varibael penelitian ini yaitu konsumsi pakan, pertambahanbobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian pemberian tepung daun pepaya tidakberpengaruh nyata (P>0,05) pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversipakan burung puyuh.
Analisis Pendapatan Pedagang Telur Ayam Ras Di Pasar Wawotobi Ahmad Dzakir; Takdir Saili; Hairil A. Hadini
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 3 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i3.27014

Abstract

Analisis pendapatan adalah cara yang digunakan untuk mengetahui tingkat pendapatan dari usaha yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pedagang telur ayam ras di Pasar Wawotobi dan mengetahui pendapatan pedagang telur ayam ras di Pasar Wawotobi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2021 di Pasar Wawotobi, Kabupaten Konawe. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan wawancara menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan informasi dari responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang telur ayam ras di Pasar Wawotobi yang tergolong usia produktif sebanyak 43%, berpendidikan SLTA 72% dan lama usaha di atas 10 tahun sebanyak 71% dengan rata-rata pendapatan setiap bulan sebesar Rp. 3.031.000.
Pengaruh Pemberian Bakau (Sonneratia Alba) dan Rumput Alang Alang (Imperata cylindrical L.) terhadap Penampilan Produksi Kambing Kacang LaOde Sumarlin Muis; La Ode Ba’a; Achmad Selamet Aku
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 3, No 1 (2021): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v3i1.16908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakau (Sonneratia Alba) dan rumput alang alang (Imperata cylindrical L.) terhadap penampilan produksi kambing kacang. Penelitian ini menggunakan kambing jantan berumur 4-5 bulan. Pemeliharaan kambing dilakukan selama 2 bulan. Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 4x4 dimana 4 perlakuan dan 4 ulangan adapun perlakuan pada penelitian ini yaitu P1 (Bakau 20% + alang-alang 60% + dedak 20%), P2 (Bakau 40% + alang-alang 40% + dedak 20%), P3 (Bakau 60% + alang-alang 20% + dedak 20%) dan P4 (Bakau 80% + alang-alang 0% + dedak 20%). Variabel yang diamati adalah konsumsi bahan kering, konsumsi protein, pertambahan bobot badan harian dan efisiensi pakan. Jika perlakuan berpengaruh nyata terhadap variabel yang diukur maka di uji lanjut dengan uji jarak berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian daun bakau pada level yang berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap konsumsi protein, pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan, tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap konsumsi bahan kering.
Daya Tetas Telur Hasil Persilangan Ayam Bangkok dan Ayam Ras Petelur (Isa brown) Menggunakan Ekstrak Daun Sirih Sebagai Bahan Sanitasi Wa Ode Aprili sapta Nadira; Muh Rusdin; Astriana Napirah; Hamdan Has
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.28791

Abstract

Abstrak. Using betel leaf extract as a sanitizer, this study aims to examine the hatchability of eggs resulting from crosses between Bangkok chickens and laying hens. This study used a randomized design with four treatments and five replications. There are five eggs in each repetition. The treatments tried were soaking eggs in 70% ethanol (P0), 5% betel leaf extract (P1), 10% betel leaf extract (P2), and 15% betel leaf extract separately (P3). in this study were organisms that had not yet developed practicality, mortality and hatchability. Analysis of variance using to tabulate and analyzed the data obtained. The Least Significant Difference Test using to continue the evaluation if the treatment has a significant effect on the variables studied. The mean embryo survival rates were 88% (P0), 91% (P1), 84% (P2), and 58% (P3), according to the findings. In each treatment, the average mortality rate was 12% (P0), 9% (P1), 16% (P2), and 42% (P3). hatchability was 56% (P0), 79.% (P1), 63% (P2), and 42% (P3). The use of betel leaf extract with different concentrations as egg cleaner from crosses between Bangkok and laying hens had a significant impact on embryo survival and mortality, but not on hatchability. The use of 5% betel leaf extract as a cleansing agent for hatching eggs showed that the embryos lived longer and died less frequently.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Kontaminasi Escherichia coli (E. coli) Daging Ayam Broiler di Pasar Tradisional Kota Kendari Agung Prasetiawan; La Ode Nafiu; Fitrianingsih Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11149

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik dan kontaminasi E. coli daging ayam broiler di pasar tradisional Kota Kendari, Penelitian dilaksanakan di pasar Lawata, pasar panjang, pasar Sentral Kota Kendari dan Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak, Laborratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, dan Laboratorium Unit Genetika Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, pada bulan April sampai Mei 2019. Variabel dalam penelitian ini adalah pH, susut masak, daya ikat air dan kontaminasi Escherichia coli (E. coli). Penelitian ini menggunakan analisis rancangan acak lengkap untuk kualitas fisik dan analisis deskriptif untuk kontaminasi Escherichia coli (E. coli). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasar menunjukan susuk masak dan daya ikat air dalam kisaran normal. Sedangkan nilai pH telah mengalami penurunan, terutama di Pasar Panjang. Hasil pengujian cemaran bakteri E. coli di ketiga pasar tradisional Kota Kendari, menunjukan bahwa pedagang belum memperhatikan aspek higiene atau kebersihan tempat pemotongan serta alat yang digunakan.