cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER 1 DALAM MENGHADAPI OCSE Yeni Nur Rahmayanti; Yeni Ambarsari; Pipi Anonyma
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2199

Abstract

Ujian OSCE menimbulkan ketakutan seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan pencernaan. Sebuah studi pendahuluan melibatkan 20 mahasiswa keperawatan semester 1 yang menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui ujian OSCE yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kecemasan mereka. Upaya untuk mengurangi rasa cemas tersebut adalah dengan melakukan Guided Imagery yang dipadukan dengan alat musik klasik. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 yang menghadapi OSCE. Dalam penelitian ini, metode Quasy Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah 32 mahasiswa dan meggunakan teknik Sampel Random Sampling . Hasilnya terdapat perbedaan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen pretest sebesar 62,19 dan postest sebesar 54,88. Rerata kelompok kontrol adalah pretest 62,50 dan postest 63,00. Signifikansi Guided Imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan adalah 0,00 atau ρ0,05. Oleh karena itu, disimpulkan terdapat Pengaruh Guided Imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 dalam menghadapi OSCE.
PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH (KGD) PADA PASIEN DEABETES MELITUS (DM) Heny Siswanti; Ummi Kulsum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.640

Abstract

Deabetes Melitus adalah kelompok penyakit metabolic yang dikarakteristikan dengan tingginya kadar glukosa dalam darah (Hiperglikemia) karena kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau kombinasi keduanya, yang menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia. Progresif muscle relaxation merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk merilekskan otot sehingga menyebabkan penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh terapi PMR terhadap perubahan kadar glukosa darah (KGD) pada pasien DM di Puskesmas Kalinyamatan Jepara. Dalam penelitian ini menggunakan desain pre experimental one group pretest-postest. Besar sampel adalah 32 responden yang masing – masing kelompok terdiri dari 16 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu Uji T dan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. P value = 0,000 (α0,05) yang berarti ada pengaruh terapi PMR terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM di Puskesmas Kalinyamatan Jepara. Hasil penelitian ini  dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan terutama di pukesmas Kalinyamatan Jepara untuk menjadikan PMR sebagai salah satu intervensi mandiri. Kata Kunci : Deabetes Melitus, kadar glukosa darah, terapi PMR.
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KELING 1 KABUPATEN JEPARA Rusnoto Rusnoto; nur laily Prasetyawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.1152

Abstract

Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit degenerative. Terdapat lebih dari 220 juta DM diseluruh dunia pada tahun 2011 dan 80% lebih penderita berada di negara berkembang termasuk Indonesia (Soegondo, 2009). Kurang lebih 5-10% pasien diabetes menderita DMT1, selebihnya sekitar 90-95% pasien diabetes menderita DMT2 (Smeltzer Bare, 2002). Beberapa faktor yang dapat meningkatkan kejadian DM adalah umur, keturunan, pola makan yang salah, aktivitas fisik kurang gerak, obesitas, stres, dan pemakaian obat-obatan. Salah satu factor yang dapat meningkatkan kejadian DM yaitu stres. Stres yang menetap menimbulkan respon stres berupa aktivasi sistem saraf simpatis dan peningkatan kortisol. Kortisol ini akan meningkatkan konversi asam amino, laktat, dan piruvat di hati menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis, dengan demikian stres akan meningkatkan kadar glukosa darah.                                                                                                        Tujuan : Mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Keling 1 Jepara Tahun 2021.                                                   Metode : Metode dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan control group pre-test and post-test. Sampel 50 responden yang terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan glukometer digital, lembar observasi latihan PMR. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.                                                                                                                   Hasil Penelitian : Hasil analisis uji wilcoxon signed rank test didapatkan bahwa p value = 0,001 (p value α) maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh progressive muscle relaxation terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu  pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara Tahun 2021.                                                                                                                                 Kesimpulan : Ada pengaruh progressive muscle relaxation terhadap penurunan kadar gula darah  sewaktu pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Keling 1 Kabupaten Jepara Tahun 2021. Dengan penelitian ini diharapkan ada kelanjutan penelitian ini dengan metode lebih baik.
MINYAK AROMATERAPI LAVENDER SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN PRODUKSI ASI Nor Asiyah; Atun Wigati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI  eksklusif  di Indonesia masih sangat memprihatinkan dan perlu  banyak mendapat perhatian dari semua pihak. Kesadaran ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif masih sangat rendah dan menunjukkan penurunan dari tahun ketahun, tahun 2008 cakupan ASI Eksklusif hanya 24,3%, pada tahun 2009 adalah 34,3% , sedangkan pada tahun 2010 adalah 15,3%, adapun  target yang  ingin dicapai adalah 80%. Rendahnya pemberian ASI eksklusif ini  menjadi pemicu rendahnya status gizi pada bayi dan balita.(Litbangkes. RI. 2010)Tindakan operasi sectio caesaria merupakan salah stau factor penghambat ibu untuk memberikan ASI eksklusif.  Nyeri yang ditimbulkan akibat operasi sectio caesarea akan berpengaruh pada ibu dalam memberikan perawatan pada bayi, sehingga terjadi penundaan menyusui yang berdampak pada ketidaklancaran dalam produksi ASI.( Pace, B. 2001 dan Pratiwi, R. 2011)Minyak merupakan salah satu media untuk mempermudah  metode-metode dalam memperlancar produksi ASI. Metode pijat menggunakan minyak aromaterapi merupakan cara yang popular dalam penggunaan minyak aromaterapi. Karena bisa bekerja dalam beberapa cara pada waktu yang sama. Dimana kulit akan menyerap minyak dan aromaterapi akan masuk melalui pernapasan, ditambah terapi fisik dari pijat itu sendiri.(___. 2009, Fikawati. 2007 dan Mardiyaningsih, E. At al. 2007)Penelitian pijat oksitosin bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caesarea. Penambahan minyak aromaterapi lavender, diharapkan bisa membantu  mempermudah dalam proses pemijatan dan memberikan  relaksasi pada ibu post sectio caesarea , dan dapat memproduksi hormon yang berperan besar pada proses laktasi dan menyusui secara maksimalTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin menggunakan minyak aromaterapi lavender terhadap produksi ASI pada ibu post sectio caesarea.. Rancangan Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen design dengan rancangan yang digunakan adalah post test only design with control group yaitu suatu pengukuran hanya dilakukan pada saat terakhir penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum dengan section caesarea yang termasuk dalam criteria inklusi dan ekslusi di Rumah Sakit yang akan dijadikan tempat penelitian.Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu bersalin sectio caesareadi RSU AsiyahKudus, RS Mardi Rahayu, RSUD Kudus, RSI Sunan Kudus dan RB Harapan Bunda, tehnik pengambilan sampel menggunakan consecutive sample diperoleh sampel 24 responden. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Analisa data yang digunakan  adalah Chi-Square(Sugiono, 2012)
EFEKTIVITAS BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Arif Hendra Kusuma; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1838

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus-menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Penatalaksanaan tekanan darah sangat dibutuhkan untuk tetap mempertahankan kualitas hidup penderita hipertensi. Diperlukan adanya sebuah terapi pelengkap atau komplementer selain terapi obat yang dikonsumsi penderita hipertensi. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan yaitu brain gym. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas brain gym terhadap penurunan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Metode penelitian menggunakan quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Adipala I. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik dependent sample t-test. Hasil uji statistik menggunakan dependent sample t test diperoleh selisih penurunan tingkat kecemasan sebesar 4,25. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna penurunan tingkat kecemasan pada penderita antara sebelum dan setelah diberikan brain gym dengan nilai p=0,003 (α0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa brain gym terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MENERAPKAN HAND HYGIENE Latifah Ratnawati; Sondang Ratnauli Sianturi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i2.458

Abstract

Hand hygiene merupakan salah satu komponen penting dalam patient safety yang bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi nosokomial di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat untuk menerapkan hand hygiene di Rumah Sakit X Cibubur. Desain Penelitian yang digunakan adalah diskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat dengan jumlah sampel 82 orang dengan menggunakan teknik total sampel. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara usia (p-value 0,720), jenis kelamin (p-value 0,208), masa kerja (p-value 0,074), pengetahuan (p-value 0,537), sikap (p-value (0,378) dengan kepatuhan perawat untuk menerapkan hand hygiene di Rumah Sakit “X” Cibubur. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan data bahwa tingkat pengetahuan perawat di Rumah sakit X sudah baik sehingga perawat relatif patuh dalam menerapkan hand hygiene didalam pekerjaannya sehari-hari. Dengan penelitian ini diharapkan perawat tetap mempertahankan kepatuhan dalam melakukan hand hygiene dan bila perlu lebih meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan terkait hand hygiene tersebut sehingga angka kejadian infeksi dapat diminimalisir. Bagi Rumah Sakit, diharapkan untuk lebih memperbanyak pelatihan-pelatihan dan seminar terkait hand hygiene, bagi karyawan Rumah Sakit tersebut serta memperbanyak fasilitas penunjang untuk hand hygiene serta poster-poster guna mengingatkan para petugas rumah sakit serta pengunjung tentang pentingnya melakukan hand hygiene baik bagi diri sendiri maupun orang lain disekitarnya.
KESEHATAN EMOSIONAL DAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA Ema Saputri Kusuma Wardani; Anny Rosisana Masithoh; Muhamad Jauhar; Novi Tiara; Lasmini Lasmini; Noor Eswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3032

Abstract

Kelompok lansia mengalami peningkatan jumlah populasi setiap tahunnya. Harapan hidup dan kualitas hidup merupakan satu hal yang penting bagi lansia, Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia bisa dilihat dari segi kesehatan emosionalnya. Menganalisis hubungan Masalah Kesehatan Emosional Dengan Kualitas Hidup Lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara. Metode penelitian menggunakan Analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian ini menggunakan kesehatan emosional sebagai variabel independen dan kualitas hidup lansia sebagai variabel dependen. Besar sampel 68 lansia di RPSLU Potroyudan Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi lansia ≥ 60 tahun, tinggal di panti lansia potroyudan jepara, kooperatif serta mampu membaca dan menulis. Kriteria eksklusi penelitian ini lansia yg tidak tinggal di panti sosial potroyudan dan mengundurkan diri. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Psychological Well-Being (SPWB), serta lembar kuesioner kualitas hidup (SF-36). Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rho. Terdapat hubungan masalah kesehatan emosional dengan kualitas hidup lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Potroyudan Jepara, dengan nilai p = 0,000 α 0,05.  Masalah Kesehatan emosional mempengaruhi kualitas hidup lansia. Panti sebagai tempat tinggal lansia harus memberikan lingkungan yang dapat meningkatkan Kesehatan emosional dan kualitas hidup penerima manfaatnya.  AbstractThe elderly population is increasing every year. Life expectancy and quality of life are important things for the elderly. One of the factors that can affect the quality of life of the elderly can be seen from their emotional health. To determine the relationship between emotional health problems and the quality of life of the elderly at the Potroyudan Jepara Elderly Social Service Center. This study employed a correlational method with a cross-sectional approach. The independent variable was emotional health, and the dependent variable was quality of life. A total of 68 elderly residents from the Potroyudan Jepara Social Service Center were selected using purposive sampling. Inclusion criteria included being ≥60 years old, residing in the center, cooperative, and able to read and write. Exclusion criteria were non-residency or withdrawal from the study. Data were collected using the SPWB and SF-36 questionnaires and analyzed using the Spearman Rho test. There is a relationship between emotional health problems and the quality of life of the elderly at the Potroyudan Jepara Elderly Social Service Home, with a p value = 0.000 α 0.05. Emotional health issues impact the quality of life of older adults. Nursing homes, as places for seniors to live, must provide an environment that improves the emotional health and quality of life of their residents.
HUBUNGAN ANEMIA IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSI PKU MUHAMMADIYAH SINGKIL Tri Agustina Hadiningsih; Ika Esti Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.933

Abstract

Angka Kematian Ibu saat persalinan di Kabupaten Tegal pada tahun 2018 terdapat 10 kasus kematian, yang disebabkan oleh berbagai faktor antara lain hipertensi 30%, kala 2 lama 10%, gemeli 10%, anemia 10%, hal tersebut di sebabkan karena selama kehamilan kadar hemoglobin menurun sehingga terjadi perdarahan pada saat persalinan yang menyebabkan kematian pada salah satu kasus ibu bersalin.(Dinkes Kabupaten Tegal, 2018). Berdasarkan data yang diperoleh dari RSI PKU Muhammadiyah terdapat sebanyak 5,4% ibu dengan anemia dan 5,2% kejadian bayi BBLR (Data RSI PKU Muhammadiyah Singkil Tahun 2018). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu bersalin dengan kejadian BBLR di RSI PKU Muhammadiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan rancangan penelitian retrospektif untuk melihat hubungan anemia pada ibu bersalin dengan kejadian BBLR.Hasil penelitian Frekuensi ibu bersalin tidak anemia sebanyak 45 responden (60%) dan ibu bersalin dengan anemia sebanyak 30 responden (40%). Frekuensi ibu bersalin yang melahirkan bayi tidak BBLR sebanyak 31 responden (41,3%) dan ibu bersalin yang melahirkan bayi dengan BBLR sebanyak 44 bayi (58,7%). Berdasarkan analisis statistik nilai Asymp. Sig (2-sided) pada uji Person Chi-Square adalah sebesar 0.848. Karena nilai Asymp. Sig (2-sided) 0.848 0.05, maka pengambilan keputusan Ho diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian dapat diartikan “Tidak Ada Hubungan Antara Anemia pada Ibu Bersalin dengan Kejadian BBLR di RSI PKU Muhammadiyah Singkil”.
PENGARUH MASSAGE SWEDISH DAN AKUPUBKTUR GB 21 TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Miskiyah Miskiyah; Rika Hairunisyah; Setiawati Setiawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1609

Abstract

AbstrakOksitosin berperan dalam prosuksi ASI untuk meningkatkan let down reflek pada aliran ASI. Salah satu factor untuk meningkatkan produksi ASI adalah adanya intervensi dari tenaga kesehatan.Swedish massage dan Akupunktur GB 21 diduga dapat menstimulasi relaksasi pada ibu sehingga ibu dapat menghasilkan oksitosin di dalam tubuh untuk produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Swedish massage dan Akupuntur titik GB 21 terhadap produksi ASI di Klink Bersalin Az-Zahwa tahun 2020. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan desain Pretest-Posttest with Control Group.Subjek penelitian adalah ibu nifas normal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusiJumlah sampel yang diteliti adalah sebanyak 90 pasien, masing-masing 30 pasien kelompok Swedish Massage, 30 kelompok Akupunktur titik GB 21 dan 30 pasien tanpa intervensi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2020. Analisis data menggunakan uji T paired dan uji one way anova. Hasil penelitian didapatkan kelompok kontrol mengalami penurunan -118,3 (72,5) gram, pada kelompok Swedish Massage meningkat 616,7 (196,6) gram dan pada kelompok Akupunkur GB 21 meningkat 130,0 (160,0) gram. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan yang bermakna selisih berat badan setelah penelitian pada ketiga kelompok (pvalue 0,000). Analisis lebih lanjut pada nilai Mean Difference tampak bahwa Swedish Massagememilikipengaruh yang lebih banyak pada kelompok kontrol sebanyak 735 gram dan kelompok akupunktur 486 gram. Hal ini menunjukkan kelompok Swedish massage lebih efektif dalam meningkatkan produksi ASIKata Kunci: Akupunktur GB 21, Postpartum,Produksi ASI Swedish Massage AbstractOxytocin plays a role in milk production to increase the let-down reflex on milk flow. One of the factors to increase breast milk production is the intervention of health workers. Swedish massage and GB 21 acupuncture are thought to stimulate relaxation in the mother so that the mother can produce oxytocin in the body for milk production. This study aims to determine the effect of Swedish massage and GB 21 acupuncture methods on breast milk production at the Az-Zahwa Maternity Clinic in 2020. The research design used in this study was a quasi-experimental design with Pretest-Posttest with Control Group. Normal patients who met the inclusion and exclusion criteria. The number of samples studied were 90 patients, 30 patients in the Swedish Massage group, 30 in the GB 21 Acupuncture group and 30 patients without intervention. This research was conducted in September-October 2020. Data analysis used paired T test and one way ANOVA test. The results showed that the control group decreased -118.3 (72.5) grams, the Swedish Massage group increased by 616.7 (196.6) grams and in the GB 21 Acupuncture group increased 130.0 (160.0) grams. The results of statistical tests showed that there was a significant difference in body weight after the study in the three groups (p-value 0.000). Further analysis on the Mean Difference value showed that Swedish Massage had more influence on the control group as much as 735 grams and the acupuncture group 486 grams. This shows that the Swedish massage group is more effective in increasing milk production Keywords: GB 21 Acupuncture, Postpartum, Breast Milk Production Swedish Massage 
PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPM ISTRI UTAMI DAN TUTIK PURWANI KABUPATEN SLEMAN Zaiyidah Fathony
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnobirthing terhadap intensitas nyeri pada persalinan kala I fase aktif. Jenis penelitian ini eksperimen  dengan rancangan Randomized Controlled Trial (RCT). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan diri ke BPM Istri Utami  dan BPM Tutik Purwani Kabupaten Sleman dengan teknik pengambilan sampel secara random dengan 22 sampel pada masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol. Analisis data menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, rerata skor nyeri antara  kelompok perlakuan dan kelompok  kontrol terdapat perbedaan (p= 0,025). Hasil analisis multivariat model II didapatkan nilai OR dari variabel hypnobirthing adalah 4,50 yang berarti ibu yang tidak diberikan hypnobirthing berpeluang 4,50 kali untuk mengalami nyeri persalinan berat dibandingkan ibu bersalin yang diberikan perlakuan hypnobirthing. Hypnobirthing  yang dilakukan sejak kehamilan trimester III (usia kehamilan 32 minggu) yang diberikan sebanyak 3 kali dalam 3 minggu berpengaruh terhadap intensitas nyeri saat persalinan kala I fase aktif.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue