cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
PENGARUH MINUMAN KUNYIT ASAM JAWA TERHADAP DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Mar'atun Ulaa; Murbiah Murbiah; Dhora Surya Amanda
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1090

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang ditandai dengan perubahan baik fisik maupun psikis, salah satu perubahan fisik pada remaja adalah menstruasi. Menstruasi terjadi akibat terlepasnya lapisan endometrium. Salah satu gangguan menstruasi yang sering terjadi adalah dismenore. Dismenore primer adalah nyeri menstruasi tanpa ditemukan keadaan patologi pada panggul atau alat kandungan. Dismenore primer menimbulkan dampak emosional, meningkatkan angka ketidakhadiran siswi di kelas, aktivitas belajar terganggu dan konsentrasi belajar menurun. Dismenore primer dapat diatasi dengan terapi non farmakologi salah satunya dengan memberikan minuman kunyit asam jawa. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh minuman kunyit asam jawa terhadap dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 10 Palembang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan quasy eksperimen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 72 responden yang terbagi kedalam 2 kelompok 36 responden kelompok eksperimen 36 responden kelompok kontrol, menggunakan tekhnik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Dari uji statistik median pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama yaitu  5.00 dan median posttest kelompok eksperimen 1.00 sedangkan median posttest kelompok kontrol 3.00. Perbedaan pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama yaitu p value (0.000)0,05. Perbedaan pengaruh intervensi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol p value (0.000)0,05. Simpulan: Terdapat pengaruh pemberian minuman kunyit asam jawa terhadap dismenore primer pada remaja putri SMA Negeri 10 Palembang.Background: Adolescence is a period of transition or transition from childhood to adulthood which is marked by changes both physically and psychologically, one of the physical changes in adolescents is menstruation. Menstruation occurs as a result of the shedding of the endometrial lining. One of the most common menstrual disorders is dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea is menstrual pain without any pathology found in the pelvis or uterus. Primary dysmenorrhea has an emotional impact, increasing student absenteeism in class, disrupting learning activities and decreasing learning concentration. Primary dysmenorrhea can be overcome by non-pharmacological therapy, one of which is by giving tamarind turmeric drink. Objectives: To determine the effect of tamarind turmeric drink on primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMA Negeri 10 Palembang. Methods: This research was a quantitative research with quasy-experimental. The population in this study were 72 respondents who were divided into 2 groups, 36 respondents in the experimental group, 36 respondents in the control group, using simple random sampling technique. The research instrument used the Numeric Rating Scale (NRS). Results: From the statistical test the median pretest of the experimental group and the control group was the same, namely 5.00 and the median posttest of the experimental group was 1.00 while the median of the posttest of the control group was 3.00. The difference between the pretest and posttest of the experimental group and the control group was the same, namely p value (0.000) 0.05. The difference in the effect of the intervention on the experimental group and the control group p value (0.000) 0.05. Conclusion: There is an effect of giving tamarind turmeric drink to primary dysmenorrhea in adolescent girls at SMA Negeri 10 Palembang.
ANALISIS PELAKSANAAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM PADA IBU-IBU WARGA SEJALUR DESA KEDUNGDOWO-GARUNG LOR KALIWUNGU KUDUS Ika Tristanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kanker leher rahim di Indonesia saat ini  menempati urutan pertama . Insiden kanker diperkirakan 100 per 1000.000  pertahun atau sekitar 180.000 penderita pertahun. Pada komunitas warga sejalur Desa Kedungdowo-Garung Lor pada tahun 2014 terdapat 1 angka kejadian kanker leher rahim yang menyebabkan kematian pada salah satu warganya. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Tingkat Pengetahuan , Motivasi , frekuensi pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim , pengaruh tingkat pengetahuan terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim dan pengaruh motivasi terhadap pelaksana deteksi dini kanker leher rahim pada Ibu-ibu Warga Sejalur Desa Kedungdowo-Garung lor.Metode penelitian ini adalah penelitian dengan metode observasi analitik dengan  pendekatan potong lintang ( Cross Sectional). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu warga sejalur Desa Kedungdowo-Garung Lor sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel (teknik sampling) dengan Accidental Sampling dengan jumlah sampel 45 orang. Teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS statistics versi 20 menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh Sebanyak 44,4% dari total responden mempunyai tingkat pengetahuan sedang mengenai deteksi dini kanker leher rahim. Sebanyak 53,3% dari total responden mempunyai motivasi sedang untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim. Sebanyak 53,3% dari total responden melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dalam kategori sedang.  Nilai p value (0,02 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan deteksi dini kanker leher rahim dengan frekuensi pelaksanaannya. Nilai p value (0,00 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara motivasi deteksi dini kanker leher rahim dengan frekuensi pelaksanaannya.Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh pengetahuan dan motivasi terhadap pelaksanaan deteksi dini kanker leher rahim pada ibu-ibu warga sejalur desa Kedungdowo-Garung Lor,Kaliwungu,Kudus.
PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PEMICU KARIES GIGI PADA ANAK Rusnoto Rusnoto; Ckancer Bela Romantis; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2081

Abstract

Karies gigi yaitu suatu kondisi yang menyerang mulut dan gigi anak prasekolah. Setiap tahunnya terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada anak. Praktek tidak membersihkan gigi dan mengonsumsi makanan kariogenik adalah akar permasalahan ini. Jika tidak ditangani dengan benar, akan timbul masalah gigi dan mulut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku menyikat gigi dengan konsumsi makanan kariogenik yang menyebabkan karies gigi pada anak. Korelasi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Kejadian karies gigi merupakan variabel terikat penelitian, dan variabel bebasnya adalah kebiasaan membersihkan gigi dan konsumsi makanan kariogenik. Di Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 98 orang yang dipilih secara acak dari keseluruhan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner frekuensi makanan, lembar observasi karies gigi, dan kuesioner kebiasaan menyikat gigi dengan nilai validitas dan reliabilitas masing-masing 0,864-0,888 dan 0,886. Uji chi square digunakan untuk analisis data. Temuan melaporkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kejadian karies gigi dan perilaku menyikat gigi, dengan nilai p=0,011 (p0,05), dan konsumsi makanan kariogenik yang memicu karies gigi, dengan nilai p=0,030 (p0 05). Praktek menyikat gigi dan menghindari makanan penyebab karies adalah cara yang dapat dilakukan perawat dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih banyak variabel yang terkait dengan kejadian karies gigi dan menciptakan langkah-langkah pencegahan yang kreatif terhadap penyakit ini pada anak-anak.
KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS KELAS III BERDASARKAN FASILITAS DI RUANG NIFAS RSU AISYIYAH KUDUS Ika tristanti; Noor Hidayah; Devi Madera; Farida Putri Ariyani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i1.628

Abstract

Latar Belakang : Hal yang paling utama dalam kehidupan manusia adalah kesehatan, karena dengan kesehatan manusia dapat menikmati kehidupan di dunia tanpa merasakan ketidaknyamanan akibat menderita penyakit. Sejak tanggal 1 Januari 2014, di Indonesia telah didirikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) sebagai bentuk tanggung jawab Negara untuk melindungi kesehatan warganya (Universal Health Coverage)  sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas pelayanan BPJS dianggap kurang dari standar baik dari segi obat yang digunakan, kondisi ruangan dan fasilitas ,dan sikap petugas dalam memberikan pelayanan. Masyarakat menganggap bahwa ada perbedaan kualitas pelayanan antara pasien umum dengan pasien BPJS. Tujuan : untuk mengetahui hubungan fasilitas ruang perawatan nifas kelas III dengan kualitas pelayanan di RSU Aisyiyah Kudus.. Metode : Jenis penelitian korelasi analitik. Metode pendekatan menggunakan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 54 responden dengan teknik sampel random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji hubungan penelitian ini menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian : Fasilitas ruang nifas pada pasien BPJS kelas III di RSU Aisyiyah Kudus Tahun 2017 didapatkan hasil 31 orang responden (57.4%) mendapat fasilitas ruang nifas baik.Kualitas pelayanan pasien BPJS kelas III di RS Aisyiyah Kudus Tahun 2017 di dapatkan hasil 36 orang responden (66,7%) merasa puas.Ada hubungan Fasilitas Ruang Nifas dengan Kualitas pelayanan BPJS kelas III di RS Aiyiyah Kudus Tahun 2017 dengan  p value  sebesar sebesar 0,000 (α0,05) dengan tingkat korelasi tinggi (0,721) Kesimpulan : Ketersediaan fasilitas akan menunjang kualitas pelayanan kepada pasien termasuk pasien BPJS kelas III di ruang nifas RSU Aisyiyah Kudus
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN DINI Indanah Indanah; Umi Faridah; Muslihatus Sa’adah; Siti Halimatus Sa’diyah; Siti Maslihatul Aini; Restiana Apriliya
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.796

Abstract

Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia20 tahun. Pernikahan usia dini menjadi permasalahan global. Menurut UNICEF (2016), sekitar 250 juta anak menikah sebelum usia 15 tahun. Indonesia termasuk negara ke-37 dengan presentase pernikahan usia muda yang tinggi dan merupakan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja (Kemenkes, 2015). Idealnya usia pernikahan untuk perempuan adalah 20 tahun. Secara psikologis, sudah stabil dalam menyikapi banyak hal. Pernikahan dini berdampak terhadap aspek kesehatan, psikologis, pendidikan, ekonomi-demografiPernikahan dini telah menjadi tradisi masyarakat yang sulit dihilangkan. Pernikahan usia dini disebabkan banyak factor. Faktor internal terdiri dari pendidikan, pengetahuan responden, dan agama. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua, social ekonomi keluarga, wilayah/tempat tinggal, kebudayaan, pengambilan keputusan, akses informasi, pergaulan bebas.Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada pasangan muda di Kecamatan X Kabupaten Kudus. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan case-control study.  Populasi penelitian adalah semua pasangan muda yang menikah di Kantor KUA Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus periode Januari – Oktober 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling sejumlah 84 responde. Penelitian ini  menggunakan  kuisioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, perilaku sex pranikah, pendidikan orangtua, sosial ekonomi orangtua, pola asuh pendidikan agama dan faktor budaya keluarga dengan pernikahan dini (nilai p value 0.05). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pernikahan dini dengan Odd Ratio 2,784. Orangtua dengan sosial ekonomi rendah memberikan peluang 2,784 kali terjadinya pernikahan dini.Kata Kunci: Pernikahan Dini
Pengaruh Minum Jus Bit Merah (Beta Vulgaris L) Untuk Menurunkan Hipertensi Pada Ibu Perimenopause Dewita Dewita; Nora Veri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1450

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO tahun 2015, menunjukkan bahwa 1,13 milyar orang di dunia mengalami hipertensi dan setiap tahunnya kasus hipertensi terus meningkat. Di perkirakan tahun 2025 akan ada orang terkena hipertesi seanyak 1, 5 milyar orang dan setiap tahunnya 9,4 juta orang  meninggal dunia akibat hipertensi dan komplikasinya. Hipertensi disebut juga the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh Jus Bit merah (Beta vularis L) terhadap penurunan tekanan darah pada ibu perimenopause dengan hipertensi di Puskesmas Langsa Lama. Metode: Jenis penelitian yaitu quasi experiment dengan desain one group pretest dan posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan 2 kali uji pengukuran tekanan darah pada pretest (sebelum diberikan jus Bit merah) dan post test (sesudah diberikan jus Bit merah). Ibu Perimenopause diberikan Jus Bit merah selama 7 hari dengan dosis 250 ml. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Langsa Lama Kota Langsa dari bulan Juni sampai Agustus 2021. Sampel penelitian adalah ibu perimenopause hipertensi. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling berjumlah 30 responden. Analisa data adalah uji Wilcoxon. Hasil: Pengukuran tekanan darah sistol didapatkan pada asymp.Sig (2-tailed) menunjukkan hasil 0,000 dimana nilai tersebut ≤ 0,05 berarti hipotesis diterima. Sedangkan pengukuran tekanan darah diastol didapatkan hasil uji pada asymp.Sig (2-tailed) menunjukkan hasil 0,000 dimana nilai ≤ 0,05 berarti hipotesis diterima. Kesimpulan: Ada pengaruh Jus Bit Merah (Beta vulgaris L) terhadap penurunan tekanan darah pada ibu perimenopause dengan hipertensi di Puskesmas Lama Kota Langsa.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KECACATAN PENDERITA KUSTA Indanah Indanah; Tri Suwarto; Nunuk Wiyarni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  dari  peneitian  adalah    mengetahui  hubungan  antara  dukungan  keluarga  dengan  tingkat kecacatan penderita kusta. Penelitian merupakan penelitian cross sectional. Hipotesa yang dibuktikan adalah  “Adanya  hubungan  antara  dukungan  keluargal   dengan  tingkat  kecacatan  pada  penderita. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kusta di wilayah kabupaten  X sejumlah 77 pasien.  Penelitian  menggunakan    instrument  tentang  dukungan  keluarga  dan  kecatatan  penderita kusta. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecacatan pada penderita kusta dengan p = 0,0040 (α = 0,05).   Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan dukungan dari keluarga untuk mencegah dan menurunkan tingkat kecacatan pada penderita kusta.Kata Kunci : dukungan keluarga, kecacatan, kusta
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, SUSU FORMULA DAN KOMBINASI KEDUANYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-11 BULAN DI PUSKESMAS CEBONGAN SALATIGA Rosita Rahel Enamberea; Maria Dyah Kurniasari; Dary Dary; Kukuh Pambuka Putra
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.723

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang wajib diberikan kepada bayi. Pengganti ASI atau susu formula hanya diberikan kepada bayi apabila ibu mengalami penyakit infeksi seperti HIV. Pemberian susu formula harus dengan anjuran tenaga kesehatan karena penyajian susu formula yang salah akan menyebabkan anak kurang gizi atau obesitas. Dari studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cebongan, masih ditemukan anak yang mengalami kurang gizi yaitu sebanyak 53 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemberian ASI, susu formula atau kombinasi keduanya terhadap tumbuh kembang anak usia 6-11 bulan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 118 responden usia 6-11 bulan. Instrumen penelitian menggunakan Denver Development Screening Test (DDST), timbangan, dan meteran. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas anak usia 6-11 bulan yang mengonsumsi ASI eksklusif memiliki pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal, hanya ada 1 anak yang mengonsumsi ASI memiliki pertumbuhan obesitas. Hasil penelitian anak yang diberi susu formula dan kombinasi keduanya menunjukkan bahwa semua anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang normal. Kesimpulan, tidak terdapat perbedaan pertumbuhan dan perkembangan anak yang diberikan asi eksklusif, susu formula dan kombinasi keduanya.
PENERAPAN SENAM OTAK (BRAIN GYM) TERHADAP PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN DIMENSIA Lasmini Lasmini; Rita Dewi Sunarno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1308

Abstract

Latar Belakang:.Dimensia merupakan gejala menurunya daya ingat, berfikir, berperilaku, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari – hari. Hilangnya kapasitas intelektual pada dimensia tidak hanya pada memori tetapi juga pada kognitif dan kepribadian. Salah satu upaya pencegahan kognitif pada dimensia pada lansia adalah dengan melakukan senam otak.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penerapan senam otak (Brain Gym) terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia dengan dimensia.Metode: Laporan ini merupakan suatu literature review, di dalamnya terdapat 5 jurnal yang diambil dari data base komputer melalui International Journal of Caring Sciences dan Google Scholar yang membahas tentang senam otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan dimensia.Kesimpulan: Senam otak sebagai gerakan akivitas tubuh dapat memperlancar aliran darah serta suplai oksigen ke otak sehingga dapat mempertahankan kebugaran dan kesehatan otak. Melakukan latihan senam otak secara teratur dapat mengaktifkan kembali pusat kewaspadaan di otak sehingga memperbaiki kembali kondisi orang yang pelupa. Senam otak secara teratur berdampak positif pada peningkatan fungsi kognitif pada lansia.Background:Dimension is a symptom of decreased memory, thinking, behavior, and ability to perform daily activities. The loss of intellectual capacity in dementia is not only in memory but also in cognitive and personality. One effort to prevent cognitive dementia in the elderly is to do brain exercises.Objective: To determine the effectiveness of the application of brain exercise (Brain Gym) on improving cognitive function in the elderly with dementia.Methods: This report is a literature review, in which there are 5 journals taken from a computer database through the International Journal of Caring Sciences and Google Scholar which discuss brain exercise on cognitive function in the elderly with dementia.Conclusion: Brain exercise as a body activity movement can improve blood flow and oxygen supply to the brain so that it can maintain brain fitness and health. Doing brain exercise regularly can reactivate the alert center in the brain, thereby improving the condition of forgetful people. Regular brain exercise has a positive impact on improving cognitive function in the elderly.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS DAN PERILAKU PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN TIPE-TIPE DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS WERGU WETAN KABUPATEN KUDUS TAHUN 2012 Rusnoto Rusnoto; Rizka Himawan; Maulida Andriyani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak dapat mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat bekerja secara normal. Laporan data McCarty dan Zimmet menunjukkan, bahwa jumlah penderita DM di dunia dari 110,4 juta pada tahun 1994 melonjak 1,5 kali lipat (175,4 juta) pada tahun 2000, dan akan melonjak dua kali lipat (239,3 juta) pada tahun 2010 (Tjokroprawiro, 2006). Menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita DM terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat. Pada tahun 2025 penderita DM diperkirakan meningkat menjadi 12,4 juta penderita. Berdasarkan data Puskesmas Wergu Wetan Kudus penderita Diabetes Mellitus Pada tahun 2008 pasien yang menderita Diabetes Mellitus sebanyak 2467 orang, pada tahun 2009 sebanyak 3958 orang, pada tahun 2010 sebanyak 5730 orang. Tahun 2012 bulan Januari sebanyak 463 orang, bulan Februari sebanyak 477 orang dan pada bulan Maret sebanyak 491 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus dan perilaku penderita diabetes mellitus dengan tipe-tipe diabetes mellitus di Puskesmas Wergu Wetan Kabupaten Kudus tahun 2012. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Mellitus tehnik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling yaitu secara acak dengan sampel sebanyak 50 responden. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis dalam bentuk tabulasi silang (cross. Tab). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus dengan tipe-tipe diabetes mellitus dengan didapatkan t hitung (0,475) t tabel (0,279) df : 50 dengan taraf signifikansi 5% dan  pvalue sebesar 0,003 di bawah 0,05. Dari hasil penghitungan contingency coefficient yang telah dilakukan terlihat bahwa hubungannya lemah. Adapun nilai contingency coefficient adalah 0,522. Ada hubungan antara perilaku penderita diabetes mellitus dengan tipe-tipe diebetes mellitus dengan t hitung (0,408) t tabel (0,279) df : 50 dengan taraf signifikansi 5% dan  p value sebesar 0,006 di bawah 0,05. Dari hasil penghitungan contingency coefficient yang telah dilakukan terlihat bahwa hubungannya lemah. Adapun nilai contingency coefficient adalah 0,483.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue