cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
ijp@umkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJP (Indonesia Jurnal Perawat)
ISSN : 25407511     EISSN : 25407546     DOI : http://doi.org/10.26751/ijp
Core Subject : Health,
The focus of IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is to provide nursing and midwifery articles based on research. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) specializing in the study of Nursing and Midwifery Studies, and intended to communicate about original research and current issues on the subject. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is open to contributions of experts from related disciplines.
Articles 118 Documents
PENGARUH EDUKASI PEER GROUP BERBASIS MEDSOS TERHADAP STATUS PSIKOLOGIS ORANG TUA ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI KALIWUNGU KUDUS Alif Kiky Listiyania; Andhika Ariyanto; Umi Faridah; Fina Audina Sofiana
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 2 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i2.1817

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi Down Syndrome semakin meningkat, angka kejadian penderita down syndrome di seluruh dunia diperkirakan mencapai 8 juta jiwa. Menurut laporan Indonesian Center for Biodiversity dan Biotechnology (ICBB) Bogor pada tahun 2016, di Indonesia terdapat lebih dari 300 ribu anak dengan kasus Down Syndrome. Jumlah kasus Down Syndrome Jawa Tengah tercatat 47 SDLB swasta dan negeri yang tersebar di tingkat kota dan kabupaten di Jawa Tengah sebanyak 3.224 anak. Sementara di Kabupaten Kudus terdapat 5 SDLB yaitu SDLB Sunan Kudus, SDLB Cendono Dawe, SDLB Sunan Muria, SDLB Purwosari dan SLB Kaliwungu dengan jumlah siswa dengan down syndrome sejumlah 120 anak. Tujuan : Mengetahui pengaruh edukasi peer group berbasis medsos terhadap status psikologis orang tua anak down syndrome di SLB Negeri Kaliwungu Kudus. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest group with control design. Besar sampel 44 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, kuesioner status psikologis orang tua dan standar operasional prosedur edukasi peer group berbasis medsos. Analisis data uji statistik non parametrik Wilcoxon Test dan Mann-Whitney Test. Hasil Penelitian : Mayoritas status psikologis orang tua sebelum diberikan edukasi peer group berbasis medsos pada kelompok intervensi adalah 11 orang (50%) memiliki status psikologis yang cukup dan setelah (post test) adalah 12 orang (50%) memiliki status psikologis baik. Simpulan : Ada pengaruh edukasi peer group berbasis medsos terhadap status psikologis orang tua anak down syndrome di SLB Negeri Kaliwungu Kudus dengan p value 0,000 α 0,05.
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA DENGAN RESIKO JATUH DI DESA KALIPUCANG WETAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELAHAN 1 TAHUN 2019 Sukarmin Sukarmin; Heny siswanti; Ika Yuni Vera
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.956

Abstract

Latar belakang : Pada lansia terjadi perubahan komposisi tubuh berupa penuruna fatfree mass atau peningkatan fat mass. Pada proses penuaan Kekuatan otot muscle strength pada lansia juga berhubungan dengan masalah keseimbangan sehingga lansia berisiko mudah terjatuh. (Maryam, R. 2013),Pada setiap aktivitas, tubuh selalu membutuhkan kontrol keseimbangan tubuh dengan tujuan untuk mencapai postur berdiri yang stabil, karena pada dasarnya setiap aktivitas fisik baik statis maupun dinamis akan menempatkan seseorang pada posisi yang tidak stabil dengan risiko yang besar untuk mengalami jatuh (Achmanagara, 2012). Balance exercise merupakan latihan khusus yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot anggota bawah dan untuk meningkatkan sistem vestibular / keseimbangan tubuh. Organ yang berperan dalam sistem keseimbangan tubuh adalah balance percepsion Latihan ini sangat membantu mempertahankan tubuhnya agar stabil sehingga mencegah terjatuh yang sering terjadi pada lansia (Jowir, 2009). Tujuan : Untuk mengetahui Pengaruh Balance Exercise Terhadap Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Di Desa Kalipucang Wetan Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy eksperimen, dengan With desain Control Group yaitu digunakan dua kelompok intervensi dan kontrol dengan jumlah responden 44 responden, 22 intervensi dan 22 kontrol. analisa menggunkan digunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test  . Hasil : Hasil analisis statistik uji wicoxon diperoleh p value = 0.008 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05. Sehingga P value table kurang dari P value hitung maka Ho ditolak dan Ha diterima.  Kesimpulan : bahwa untuk Pengaruh Balance Exercise Terhadap Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Di Desa Kalipucang Wetan Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Tahun 2019,
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH YANG DIRAWAT DI RSI SULTAN HADIRIN KABUPATEN JEPARA TAHUN 2017 heny siswanti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i2.351

Abstract

Hospitalisasi sering kali mejadi krisis pertama yang harus dihadapi anak – anak. Reaksi anak terhadap krisis - krisis tersebut dipengaruhi oleh usia, perkembangan mereka, pengalaman mereka sebelumnya dengan penyakit.  Cemas timbul sebagai respon terhadap stres, baik stress fisik dan fisiologis. Artinya, ansietas terjadi ketika seorang merasa terancam baik fisik maupun psikologis Adanya kecemasan memungkinkan anak bertambah panic bahkan sampai stress sehingga anak sulit untuk diajak berperan dalam menjalani perawatan pengobatan. Komunikasi juga dapat mengurangi rasa cemas anak akibat hospitalisasi.Peran perawat dalam meminimalkan stress akibat hospitalisasi pada anak adalah sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kamunikasi terapeutik dengan kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah.Jenis penelitian ini adalah diskripstif dengan Rancangan studi korelasi (Correlation study), cara pengambilan sampel adalah dengan teknik quota sampling dan jumlah responden sebanyak 42 responden. Kuesioner  kecemasan anak sesuai Hamilton Rate Scale for Anxiety (HRS-A). Analisa data menggunakan rumus Chi Squere (X²). Hasil penelitian  ini  ada hubungan komunikasi terapeutik dengan  kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (p=0.000 α=0,05).Hasil penelitian ini bisa menjadi masukan rumah sakit untuk lebih meningkatkan komunikasi dalam melakukan implementasi dan untuk bisa melibatkan Keluarga terdekat pasien harus dalam memberikan terapi yang diberikan.
AGE AND KNOWLEDGE OF STROKE PATIENT CARE FOR CARE PROVIDERS Mohamad Khafidh Rio Irwansyah; Muhammad Hasan Burhanudin; Heny Siswanti; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2761

Abstract

For families who are caring for post-stroke, it is important to know the impacts that arise and the potential for complications in the patient. Recovery for stroke sufferers is difficult to achieve properly if no one in the family understands what needs to be done to improve the health status of post-stroke patients and that appropriate care is given to family members who have suffered a stroke. There are many factors that can influence a person's knowledge, one of the factors is age. To find out the relationship between age and family knowledge about post-stroke patient care. The research is correlational research, independent variable (family knowledge) and dependent (age)  the respondents was 30 respondents total sampling , Inclusion Criteria; Family of patients, Willing to be respondents, Aged ≥18 years, Can communicate well, Has direct involvement in patient care, Exclusion criteria; Families who are unwilling to participate, have cognitive or communication disorders, have health conditions such as serious mental disorders or chronic diseases. Research Instruments use Questionnaires.  Results of statistical analysis of tests spearmen rho obtained p value = 0.017 is smaller than the significance level value ɑ 0.05. then Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is a relationship between the respondent's age and family knowledge about post-stroke patient care. The hope is that future researchers can increase the number of samples not only in one hospital.
PERSEPSI TERHADAP KEKAMBUHAN DENGAN ANTISIPASI PASIEN PADA PENCETUS KEKAMBUHAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYEN KABUPATEN PATI Ery Yanuar; Warji Warji; Anny Rosiana Masithoh; Supardi Supardi; Sri Lestari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v4i1.947

Abstract

Latar Belakang : survey pendekatan dengan cara observasi dan wawancara dengan 5 orang penderita asma di wilayah kerja puskesmas kayen, 4 dari 5 orang mengatakan tidak tahu tentang asma yang dideritanya, penderita mengatakan mereka hanya merasa sesak nafas biasa dan ampeg didada, selain itu penderita juga tidak tahu tentang hal-hal yang menyebabkan kekambuhan asma seperti; kelembaban udara, debu, kecapekan. Para penderita mengatakan sulit bernafas dengan tiba-tiba dan tidak tahu apa penyebabnya. Penderita asma tidak tahu upaya apa yang harus dilakukan agar asmanya tidak kambuh, jika penderita merasakan sesak nafas penderita langsung ke puskesmas, keadaan itu sudah menjadi kebiasaan penderita asma. Rata-rata klien mengalami kekambuhan lebih dari 3 kali dalam setahun dan pengetahuan klien tentang asma masih rendah. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap kekambuhan dengan antisipasi pasien pada pencetus kekambuhan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Kayen  Kabupaten Pati. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah metode metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang dipilih secara Purposive Sampling. Untuk menganalisis data menggunakan rank spearman. Hasil : hasil penelitian didapatkan nilai r hitung sebesar 0,800 (sangat kuat) dan ρ value 0,000 kurang dari 0,05 maka hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat persepsi terhadap kekambuhan dengan antisipasi pasien pada pencetus kekambuhan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Kayen  Kabupaten Pati.
SELF-EFFICACY, PAIN INTENSITY, AND EARLY MOBILIZATION ABILITY AMONG POST-OPERATION PATIENTS IN A PRIVAT HOSPITAL Lasmini Lasmini; Dewi Murti Sari; Rusnoto Rusnoto; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2611

Abstract

Fractures are a serious health problem that threatens public health. Every year, there is an increasing trend in fracture cases in each region. Injuries, including traffic accidents, cause fracture cases, falls from high places, and bone fragility factors. If not treated properly, the impact of a fracture is symptoms such as deformity, loss of sensation (numbness, possibly due to nerve damage/bleeding), abnormal movement, swelling, and pain. To know the correlation of self-efficacy and pain intensity with early mobilization ability in post-ORIF surgery patients at PKU Muhammadiyah Pamotan Hospital. The type of research used correlational analysis with a cross-sectional approach. This research was conducted at PKU Muhammadiyah Pamotan Hospital in August 2023-September 2023. The sample size was 34 respondents with a total sampling technique. The instruments used were a General self-efficacy (GSE) self-efficacy questionnaire, a Numerical Rating Scale (NRS) pain intensity assessment, and an early mobilization ability questionnaire in post-ORIF surgery patients. The data analysis used Spearman Rho statistics. The study showed a good relationship between self-efficacy (p=0.000) and pain intensity (p=0.000) with the ability to mobilize post-ORIF surgery patients at PKU Muhammadiyah Pamotan Hospital early. Self-efficacy and pain intensity influence post-op patients' early mobilization ability. Nurses need to increase the patient's self-confidence to carry out early mobilization and provide pain management to minimize the causes of the patient's inability to mobilize early, which is related to the pain complaints they feel.
PENGARUH TERAPI BERPIKIR POSITIF TERHADAP KEPATUHAN CUCI TANGAN DALAM PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN COVID - 19 PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PURWOSARI KUDUS Anny Rosiana Masithoh; Sukesih Sukesih; Afiyanti Riyana Dewi
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1467

Abstract

AbstrakCovid-19 telah menginfeksi seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Kudus, menurut data website resmi satgas Covid-19 pada tanggal 24 September 2020 telah mencpai 1.469 kasus positif, dan pada wilayah Kelurahan Purwosari menurut data pada tanggal 2 Oktober 2020 telah terdapat kasus positif sebanyak 15 kasus, dalam upaya pencegahanya diperlukan ketaatan dalam pelaksanakan protokol kesehatan terutama dalam hal mencuci tangan. Teori konspirasi dalam kasus Covid-19 terus berkembang sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol kesehatan, untuk itulah diperlukan intervensi untuk mengurangi penyebaran Covid-19.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan bentuk rancangan Control Group Pre Test Post Test. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil jumlah populasi sebanyak 3143 ibu rumah tangga dan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Analisa bivariat menggunakan uji wilcoxon dan instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner dan buku terapi berpikir positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021 dengan P Value sebesar 0,027 dengan α 5%. Ada pengaruh terapi berpikir positif terhadap kepatuhan cuci tangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 pada ibu rumah tangga di Kelurahan Purwosari Kudus 2021
SELF DISCLOSURE AND ACADEMIC STRESS LEVELS IN UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS; CORRELATIVE STUDIES Tamaya Hanisa; Anny Rosiana Masithoh; Ashri Maulida Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2410

Abstract

Final year students often experience stress in planning, compiling and making final assignments. One way to understand stress is to know the conditions and situations that are being experienced, including self-disclosure. This study aimed to determine the relationship between self-disclosure and the level of academic stress in nursing students. The research method used quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used in this research was simple random sampling with a total of 41 respondents. Data were analyzed using the Spearman rho test. The research results showed a significant correlation between self-disclosure and academic stress in final year Bachelor of Nursing students with a p value (0.000) 0.05. There is a relationship between self-disclosure and the level of academic stress in final year Bachelor of Nursing students
HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DAN KONDISI KESEHATAN DENGAN DEPRESI PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD RA KARTINI JEPARA Fita Hana Pertiwi; Indanah Indanah; Rizka Himawan
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1347

Abstract

Abstrak Kasus depresi pada pasien dengan HIV/AIDS ini diperkirakan mempunyai frekuensi mencapai 60% dari total kasus depresi yang ada. Kejadian depresi terkait dengan gangguan fungsi kognitif dan penurunan status fungsional. RSUD RA Kartini merupakan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien dengan HIV / AIDS khususnya di Jepara, pada tahun 2018 terdapat 4917 kunjungan di Poli Matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dan kondisi kesehatan dengan depresi pada pasien HIV/ AIDS di RSUD RA Kartini Jepara. Jenis penelitian ini adalah Observasional bersifat deskriptif korelasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah pasien pengunjung Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara dengan jumlah sampel sebesar 78 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil Penelitian meunjukkan adanya hubungan  penurunan fungsi kognitif dengan depresi pada pasien HIV/AIDS di Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara dengan nilai p = 0,001 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,383. Adanya hubungan penurunan kondisi kesehatan dengan depresi pada pasien HIV/AIDS di Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara dengan nilai p = 0,000 α 0,05 dan nilai r sebesar 0,421. Kesimpulan hasil penelitian adalah ada hubungan antara fungsi kognitif dan kondisi kesehatan dengan depresi pada pasien HIV/ AIDS di RSUD RA Kartini Jepara. Kata Kunci : Depresi, Fungsi Kognitif, Kondisi Kesehatan, HIV/AIDS Abstract Depression cases in patients with HIV / AIDS is estimated to have a frequency of up to 60% of the total depression cases. The incidence of depression is associated with impaired cognitive function and decreased functional status. RSUD RA Kartini is a referral hospital for the treatment of patients with HIV / AIDS, especially in Jepara, in 2018 there were 4917 visits to Poli Matahari. This study is to know the relationship between cognitive function and health conditions with depression in HIV / AIDS patients at RA Kartini Hospital, Jepara. This type of research is observational descriptive correlational using a cross sectional approach. The population is the patient visiting Poli Matahari RSUD RA Kartini Jepara with a total sample of 78 people. The measuring instruments used were questionnaires and observation sheets. Result of this study is a relationship between cognitive decline and depression in HIV / AIDS patients at the Poli Matahari Hospital RA Kartini Jepara with a value of p = 0.001 α 0.05 and an r value of 0.383. There is a relationship between a decrease in health conditions and depression in HIV / AIDS patients at the Poli Matahari Hospital RA Kartini Jepara with a value of p = 0.000 α 0.05 and an r value of 0.421. There is a relationship between cognitive function and health conditions with depression in HIV / AIDS patients at RA Kartini Hospital, Jepara. Keywords : Depression, Cognitive Function, Health Conditions, HIV / AIDS
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Putu Wira Kusuma putra; Komang Putri Suari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.668

Abstract

Manajemen Perawatan Diri penting dalam mencegah terjadinya komplikasi pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe II. Faktor-faktor yang dapat menghambat kurangnya manajemen perawatan diri adalah kurangnya self-efficacy dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan sosial terhadap manajemen perawatan diri pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Sembiran Kecamatan Tejakula. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel pasien yang mengalami DM tipe II DM dan memiliki kadar glukosa darah ≥150 mg / dl adalah 79 orang. Instrumen penelitian menggunakan self efficacy, dukungan sosial dan kuesioner SDSCA yang dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara self efficacy terhadap manajemen perawatan diri pada pasien diabetes tipe II di Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, dilihat dari nilai korelasi Rank Spearman 0,605 dengan nilai p = 0,0001 α = 0,05 dan ada hubungan self efficacy. dan dukungan sosial terhadap manajemen perawatan diri pasien yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di Desa Sembiran Kecamatan Tejakaula, dilihat dari nilai korelasi peringkat Spearman sebesar 0,648 dengan nilai p = 0,0001 α = 0,05. Diharapkan bahwa dengan dukungan sosial yang baik dan self efficacy dapat meningkatkan perilaku manajemen perawatan diri pada pasien yang menderita DM tipe II.

Page 11 of 12 | Total Record : 118