cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
ijp@umkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJP (Indonesia Jurnal Perawat)
ISSN : 25407511     EISSN : 25407546     DOI : http://doi.org/10.26751/ijp
Core Subject : Health,
The focus of IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is to provide nursing and midwifery articles based on research. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) specializing in the study of Nursing and Midwifery Studies, and intended to communicate about original research and current issues on the subject. IJP (Indonesia Jurnal Perawat) is open to contributions of experts from related disciplines.
Articles 118 Documents
HUBUNGAN POLA MINUM OBAT DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA MEDINI Umi Faridah; Muhammad Purnomo; Noor Hidayah; Aprillianto Kurniawan
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1466

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah dan jantung yang mengakibatkan suplay oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh. Hipertensi merupakan penyebab utama gagal jantung, stroke, infak miokard, diabetes dan gagal ginjal. Salah satu kepatuhan yang harus ditaati penderita hipertensi adalah pola minum obat. Faktor pola minum obat merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada penderita hipertensi. Ketidakpatuhan dalam minum obat hipertensi secara teratur dapat meningkatkan resiko komplikasi pada penderita hipertensi. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi korelasi (correlation study) dengan Desain observasional cross sectional. Teknik sampling penelitian ini adalah consecutive sampling. Dengan jumlah sampel 55 responden. Analisa data dilakukan menggunakan adalah Chi- Square.  Hasil: Hasil ini menunjukkan nilai p-value (0,000) (α = 0,05) yang artinya Terdapat Hubungan antara Hubungan Pola Minum Obat Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Hipertensi Di Desa Medini Kesimpulan: Berdasarkan pola minum obat Patuh yaitu sebanyak 40 pasien (75.8%). Kejadian komplikasi yang dialami responden tidak terjadi komplikasi sebanyak 39 responden (70.9%). Terdapat Hubungan antara Hubungan Pola Minum Obat Dengan Kejadian Komplikasi Pada Penderita Hipertensi.
NURSES' CARING BEHAVIOR AND PATIENTS' FAMILY ANXIETY LEVELS IN THE INTENSIVE CARE UNIT Deddy Adi Wirawan; Edy Soesanto; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2890

Abstract

The Intensive Care Unit (ICU) is a specialized area in hospitals where critically ill or injured patients receive specialized and intensive nursing care. In this setting, family members of patients often feel less involved in their care and are unable to accompany them in the ICU, leading to anxiety. This study aims to investigate the relationship between nurses' caring behavior and family anxiety in patients treated in the ICU of RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara. The population of this study consists of 83 people, with a sample size of 45 people. The sampling technique used is Purposive Sampling. This study uses an analytical correlational design with a cross-sectional approach. This study utilized the Caring Assessment Tools questionnaire and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) as research instruments. The results revealed a significant correlation between caring behaviors and family anxiety, with a p-value of 0.000. Based on these findings, it is recommended that nurses implement caring behaviors towards patient families to mitigate excessive anxiety related to the patient's condition
PERENCANAAN KEHAMILAN MELALUI PERILAKU PERAWATAN PRA KONSEPSI Edita Pusparatri; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Siti Marisa
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2390

Abstract

Perilaku perawatan pra konsepsi memiliki dampak signifikan pada kesehatan ibu dan bayi. Dengan mempersiapkan tubuh secara optimal sebelum konsepsi terjadi, risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan dapat dikurangi, sehingga meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Chi square. Kuesioner perencanaan kehamilan dan kuesioner perilaku perawatan pra konsepsi merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perencanaan kehamilan dengan perilaku perawatan pra konsepsi didapatkan nilai p value 0,003 dengan nilai OR 11,693. Ada hubungan perencanaan kehamilan melalui perilaku perawatan pra konsepsi.
HUBUNGAN PELAKSANAAN PENGAWAS MINUM OBAT DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANG CEMPAKA 1 RSUD DR LOEKMONOHADI KUDUS Sri Budiani; Fitriana Kartikasari; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i2.1346

Abstract

Abstrak Kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa termasuk halusinasi sebagian besar disebabkan oleh kurangnya perhatian dari lingkungan dan bahkan keluarga sendiri sehingga berakibat pada lambatnya proses penyembuhan, kekambuhan klien skizofrenia menimbulkan dampak yang buruk bagi keluarga, klien dan rumah sakit. Pengobatan yang efektif pada pasien skizofrenia membutuhkan waktu jangka panjang oleh karena itu peran pelaksanan pengawas minum obat sangan penting. Pengawas minum obat merupakan orang yang mengawasi secara langsung terhadap penderita skizofrenia pada saat minum obat setiap harinya dengan menggunakan panduan obat jangka pendek. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus. Adapun penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan jumlah responden 28 responden. Hasil analisis statistik chi squere diperoleh p value = 0.001 lebih lebih besar dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05, maka Ho gagal ditolak. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan pelaksanaan pengawas minum obat dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Ruang Cempaka 1 RSUD dr Loekmonohadi Kudus.  Kata kunci : pelaksanaan pengawas minum obat, kekambuhan pada pasien skizofrenia   Abstract Recurrence of mental disorders, including hallucinations, is mostly caused by a lack of attention from the environment and even the family itself, resulting in a slow healing process. Recurrence of schizophrenic clients has a negative impact on families, clients and hospitals. Effective treatment in schizophrenia patients takes a long time. Therefore, the role of supervisors to take medication is very important. Drug-taking supervisor is a person who directly supervises schizophrenics when taking medication every day using a short-term medication guide. This study is to determine the relationship between supervisors taking medication with recurrence in schizophrenia patients in Cempaka 1 Room at Dr. Loekmonohadi Kudus Hospital in 2020.This study used in this research is the type of this research is correlational analytic. With the number of respondents 28 respondents. The results of the chi square statistical analysis showed that p value = 0.001 was greater than the significance level value nilai 0.05. then Ho failed to be rejected. It can be concluded that there is a correlation between the implementation of supervisors taking medication with recurrence in schizophrenic patients in Cempaka 1 Room RSUD Dr. Loekmonohadi Kudus.Keywords: implementation of medication taking control, recurrence in schizophrenic patients
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG DIET DM DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD R.A KARTINI JEPARA Yuli Setyaningrum; Sri Siska Mardiana; Dewi Susanti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i1.643

Abstract

Latar belakang : Kepatuhan diet diabetes mellitus merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan terhadap diet diabetes mellitus akan menyebabkan terjadinya komplikasi akut dan kronik yang pada akhirnya memperparah penyakit bahkan bisa menimbulkan kematian. pendidikan merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan didalam maupun diluar sekolah. Pengetahuan itu sendiri merupakan dasar untuk melakukan suatu tindakan sehingga setiap orang yang akan melakukan tindakan biasanya didahului dengan tahu, selanjutnya perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat lebih baik dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang diet DM dengan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus di RSUD R.A Kartini Jepara.Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 38 responden. Penelitian ini menggunakan uji analisa Spearmen Rho.Hasil : Hasil analisis statistik Spearman Rho diperoleh untuk pengetahuan p value = 0.002 dan pendidikan p value = 0.038, lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05. Sehingga P value table kurang dari P value hitung maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan : Bahwa terdapat Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Tentang Diet DM Dengan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Di RSUD RA Kartini Jepara.
BREASTFEEDING AND BABY FIELD MASSAGE LOWER TOTAL BILIRUBIN IN NEWBORNS Yunita Lukita Sari; Edy Soesanto; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.2760

Abstract

Neonates are newborns aged 0-28 days. One of the causes of neonatal death is caused by jaundice. The therapy applied is breastfeeding. One of the non-pharmacological approaches is baby field massage. This study aims to determine the effect of breastfeeding and baby field massage on the decrease in newborns' total bilirubin. Quantitative research with quasi-experimental design and one group pre and post-test design. The location of this research was carried out in the Perinatology Room from October to December. Infant bilirubin data is collected using secondary data, namely medical records. With breastfeeding and baby field interventions. Data analysis aims to describe the data being studied. With the Wilcoxone test type. Using a purposive sampling technique with a sample of 31 respondents with inclusion criteria: Babies born at full term on the 3rd to 28th day, jaundiced babies receive phototherapy, babies are given breast milk, Babies are given infant massage techniques. Exclusion criteria: Babies born under the moon, Babies born prematurely, Low birth weight, Very low birth weight of extra babies. The difference in total bilirubin levels before and after the intervention decreased with a significance value of p-0.000 less than 0.05. There is a significant difference in breastfeeding and baby field massage to lower total bilirubin in newborns Always support optimal breastfeeding for newborns and correctly learn baby field massage techniques.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA, PURWODADI Edi Wibowo Suwandi; Rusnoto Rusnoto; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Setiyani Widaristuti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2019

Abstract

Latar Belakang: Kualitas organisasi kesehatan masyarakat atau rumah sakit sangat tergantung pada pemilik, kemampuan para pekerja memuaskan klien, efektivitas organisasi, iklim kompetitif dan fleksibel. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor-faktor dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RS Permata Bunda, Purwodadi. Metode Penelitian: Korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pasien rawat inap pada bulan Januari 2019 sebanyak 303 orang. Populasi perawat pada bulan Pebruari 2019 sebanyak 144 orang.Sampel pasien menggunakan simple random sebanyak 99 responden. Sampel perawat menggunakan purposive sampel sama dengan jumlah total responden. Kriteria sampel pasien: (a) inklusi: tingkat pendidikan minimal SMP, usia 21-55 tahun, rawat inap minimal 3 hari di RS Permata Bunda, penilaian kepuasan saat pasien akan pulang. (b) Kriteria eksklusi: pasien ketergantungan penuh, penurunan kesadaran, APS. Kriteria inklusi sampel perawat: bekerja minimal 1 tahun di RS Permata Bunda, dalam keadaan sehat dan aktif. Pengambilan data menggunakan list data perawat dan lembar kuesioner  untuk kepuasan pasien. Analisa data menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95%, p value 0,05. Hasil: (1) Terdapat hubungan antara ketersediaan tenaga keperawatan dengan tingkat kepuasan   pasien   rawat   inap,   p value chi square 0,000 0,05. (2) Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap, p value chi square 0,000 0,05. (3) Terdapat hubungan antara pelatihan manajemen dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap,. p value chi square 0,000 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor-faktor ke dengan kepuasan pasien di RS Permata Bunda, Purwodadi
PROGRAM EMMA (EMPOWERMENT, MOTIVATION AND MEDICAL ADHERENCE) SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF EDUKASI DIABETESI TIPE 2 Diana Tri Lestari; Arya Dwi Cahyono
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v6i2.1331

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Pengendalian kadar gula darah merupakan hal yang penting karena dengan pengendalian gula darah yang baik maka komplikasi akibat diabetes dapat dicegah. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah program EMMA. EMMA merupakan terapi edukasi yang dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan dan dialog interaktif untuk mengubah perilaku manajemen diri dan kepatuhan pengobatan serta pemantauan gula darah. Tujuan Penelitian : mengetahui efektifitas program EMMA sebagai emdia interaktif edukasi diabetesi tipe 2. Hasil Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen semu (Quasi Eksperimen Design) One-Group Pretest-Posttest Design. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan 28 responden. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk dan analisa data menggunakan uji t independent. Hasil Penelitian : hasil uji t independent pada kelompok intervensi untuk variable kadar glukosa darah adalah
PENGARUH PEMBERIAN AFIRMASI POSITIF TERHADAP PERUBAHAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSIA DI KLINIK KANDUNGAN RSUD RA KARTINI KABUPATEN JEPARA TAHUN 2017 Noor Cholifah; Rona Fahrida; Dewi Hartinah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 2, No 2 (2017): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v2i2.463

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu dan janin adalah preeklampsia. Laporan WHO, angka kematian ibu kejadiannya berkisar antara 0,51%-38,4%, penyebabnya perdarahan (28 %), eklamsia atau gangguan akibat tekanan darah tinggi saat kehamilan (13 %), infeksi (11 %), partus lama (9 %), dan komplikasi abors. Pada tahun 2013, Angka Kematian Ibu di Kabupaten Jepara sebesar 133,4 per 100.000 KH dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 7,11 per 100.000 KH. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian afirmasi positif terhadap perubahan psikologis ibu hamil dengan pre eklampsia di Klinik Kandungan RSUD RA Kartini Kabupaten Jepara Tahun 2017. Metode: Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest group control design. Besar sampel 32 ibu hamil dengan pre eklampsia dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen penelitian kuesioner perubahan psikologis ibu hamil dengan preeklampsia dan lembar observasi. Analisis data uji statistik non parametrik Wilcoxon Test dan Mann-Whitney Test. Hasil Penelitian : Perubahan psikologis Ibu Hamil dengan Pre Eklampsia, untuk kelompok intervensi sebelum diberikan perlakuan Afirmasi Positif adalah Kurang Baik sebanyak 9 orang (56,3%), Cukup Baik sebanyak 5 orang (31,3%), Baik sebanyak 2 orang (12,5), dan sesudah diberikan perlakuan Afirmasi Positif adalah Cukup Baik sebanyak 7 orang (43,8), Baik sebanyak 9 orang (56,3%). Simpulan : Ada pengaruh afirmasi positif terhadap perubahan psikologis yang signifikan ibu hamil dengan pre eklampsia, dengan p value 0,000 0,05.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JELLY TERHADAP KECEPATAN PEMASANGAN KATETER URIN Tri Suwarto; Yuli Setyaningrum; Sri Siska Mardiana; Ahmad Farid
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1476

Abstract

AbstrakRetensi urin merupakan suatu keadaan darurat sistem perkemihan yang sering ditemukan sehingga perlu penatalaksanaan yang baik salah satunya adalah kateterisasi. Tindakan memberikan cairan pelumas atau jelly pada prosedur kateter urin sangat penting untuk mencegah atau mengurangi resiko terjadinya trauma pada uretra dan sensasi nyeri yang dialami pasien. Ada dua teknik pemberian jelly yaitu dengan melumuri ujung kateter dengan jelly dan cara ke-2  memasukkan atau menyemprotkan langsung ke dalam urethra dengan spuit 10 ml yang dilepaskan jarumnya. Penelitian ini mengenai perbedaan kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri yang dialami pria dewasa  usia 25-65 tahun yang pertama kali menjalani kateterisasi urin dengan cara pelumasan yang berbeda.   Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan jumlah sampel 10 orang untuk perlakuan dan 10 orang untuk kontrol. Kecepatan pemasangan diukur dengan stopwatch sedangkan intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog  Numeric Rating Scale. Analisa data dengan mencari mean dari kecepatan pemasangan dan keluhan nyeri pada tiap kelompok dilanjutkan dengan Uji  Mann Whitney U Test terhadap mean tersebut untuk mengetahui signifikansi perbedaan keduanya dengan program SPSS pada œ =0,05.   Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan teknik pemberian jelly terhadap kecepatan pemasangan dengan P= 0,016 dan ada perbedaan teknik pemberian jelly terhadap keluhan nyeri pasien dengan p=0,010.  Kesimpulan terdapat perbedaan rata-rata kecepatan pemasangan dan intensitas nyeri lebih rendah pada teknik jelly yang disemprotkan (lubrikasi) daripada melumuri ujung kateter dengan jelly

Page 9 of 12 | Total Record : 118