cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umkudus.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umkudus.ac.id
Editorial Address
https://ejr.umku.ac.id/index.php/ijb/about/editorialTeam
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesia Jurnal Kebidanan
ISSN : 25407503     EISSN : 25407538     DOI : doi.org/10.26751/ijb
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kebidanan is a peer-reviewed scientific journal that publishes high-quality research and scholarly works in the field of midwifery and maternal–newborn health. The journal serves as a platform for academics, researchers, clinicians, and practitioners to disseminate evidence-based knowledge that contributes to the advancement of midwifery science and practice. Emphasis is placed on research that supports safe, ethical, and woman-centered care across the reproductive life cycle. Aim of the Journal The Journal of Midwifery Science aims to advance knowledge and professional practice in midwifery by publishing original research, reviews, and scholarly articles that strengthen maternal, neonatal, and women’s health care. The journal seeks to support evidence-based midwifery practice, promote scientific innovation, and contribute to the improvement of health outcomes at local, national, and global levels. The journal welcomes manuscripts related to, but not limited to, the following areas: Midwifery care across the life cycle Pregnancy, childbirth, and postpartum care Newborn and infant health Reproductive and sexual health Family planning and contraceptive services Maternal and neonatal complications Community and public health midwifery Women-centered and culturally sensitive care Health promotion and disease prevention in maternal and child health Midwifery education, curriculum development, and learning innovation Professional practice, ethics, and policy in midwifery Evidence-based practice and clinical decision-making in midwifery Digital health, technology, and innovation in maternal care The journal accepts original research articles, systematic or narrative reviews, case studies, and short communications that are relevant to midwifery science and practice.
Articles 98 Documents
ANALYSIS EARLY DETECTION OF GROWTH AND DEVELOPMENT CHILDREN BY PRE – SCREENING QUESTIONNAIRE OF DEVELOPMENT (KPSP) AT CENTRAL JAKARTA IN OCTOBER 2017 Nova Yulianti; Putri Argianti; Lily Herlina; Siti Nur Indah Oktaviani
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 2, No 1 (2018): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v2i1.456

Abstract

ABSTRACTBackground. Indonesia is a developing country which is one of 117 countries that has three nutritional problems in toddlers namely stunting, wasting and overweight. Based on data of Basic Health Research (Riskesdas) on 2013 prevalence malnutrition in Indonesia has increased 1.7%. Approximately 16% of toddler experience motor development disorder and 1: 100 children have less intelligence and speech delay. The process of early detection and stimulation of growth and development into things that should not be underestimated in order to create a generation of quality successors who are able to grow and develop well. Early detection of growth and development is one effort that can be done early childhood teachers, mothers and teachers to detect any behavioral drift of growth.Methodology. This research used cross sectional with observational approach. Determination of location and sample using purposive sampling in BKB PAUD Serdang Urban Village Kemayoran Central Jakarta with sample amount 95 childrenResult. Showing that of 95 children 58 (61%) female and 37 (39%) men. Age of child in early childhood is highest in 4 - 5 years amounted to 35 (36.8%) and 2 - 3 years amounted to 6 (6.3%). 1 Nutrition status was found less than 34 (37,9%), more nutrition 6 (6,3%) and Obesity 6 (6,3%). The results of early detection of child deviation by using Pre-Screening Development Questionnaire (KPSP) as many as 85 (89.5%) in accordance with the development, but there are 7 (7.4%) doubtful children and 3 (3.2) possibility of deviation.Key words. PAUD, KPSP
METODE KANGURU MENINGKATKAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH PADA BAYI Salis Nur Hidayah; Dyah Ayu Utari
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i1.2400

Abstract

Terjadi peningkatan angka kematian bayi yang disebabkan karena kasus berat badan lahir rendah(BBLR). Hal ini didukung dengan masih ditemukannya kasus BBLR di berbagai daerah, sehingga beresiko mengalami kekurangan gizi. Salah satu intervensi yang dapat diberikan ialah  Kanguru Mother Care (KMC). Menganalisis pengaruh KMC terhadap berat badan pada bayi BBLR. Jenis penelitian Quasy Ekperimental pre test and post test with control group. Sampel penelitian 36 bayi sebanyak 18 bayi tiap kelompok melalui teknik Acidental Sampling. Penelitian ini dilakukan bulan Oktober-Desember 2023 di RS X, intervensi diberikan berupa KMC sebanyak 3 kali sehari selama 3 hari. Peneliti mengukur BB sebelum dan sesudah intervensi menggunakan timbangan berat badan. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Terdapat pengaruh KMC secara signifikan terhadap BBLR dengan nilai p= 0.002  (p0,05) pada kelompok kontrol dan  nilai p= 0.000  (p0,05) kelompok intervensi. KMC meningkatkan berat badan pada BBLR. KMC dapat diintegrasikan dalam kelas ibu nifas.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS KOMPRES AIR HANGAT DAN MAKUSAM ( MADU KUNYIT ASAM ) TERHADAP DYSMENORHEA Yanyan Mulyani; Linda Rofiasari; Suherdin Suherdin
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i2.1244

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak menuju masa dewasa dengan ditandai perubahan baik fisik maupun psikis. Pada masa ini remaja cenderung mengalami disminore. Dismenore merupakan kejang dibagian bawah perut, angka dismenorea di dunia lebih dari 50% perempuan di setiap negara. Angka kejadian di Indonesia mencapai 60-70%. Banyak terapy untuk penanganan dysmenore salah satu cara tradisional yang cukup aman dan efektif adalah dengan mengkonsumsi ramuan madu kunyit asam.Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui perbandingan efektifitas kompres air hangat dengan madu kunyit asam terhadap dysmenore.Desain penelitian menggunakan desain Quasi-experimental tanpa control. Dilakukan penilaian skala nyeri dengan menggunakan HARZ (pretest) dan penilaian skala nyeri dilakukan lagi setelah diberikan perlakuan (posttest) yaitu pemberian madu,kunyit, asam jawa dan kompres hangat. Sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswi Prodi kebidanan jumlah 30 orang ( 15 orang dilakukan intervensi  pemberian madu, kunyit, asam dan 15 orang dilakukan intervensi kompres air hangat Teknik pengambilan sample secara accidental sampling. Pengambilan data secara primer yaitu menggunakan instrument VAS dengan analisa data mengunakan analisis univariat bivariatHasil penelitian didapatkan bahwa responden yang paling banyak mengalami nyeri haid adalah pada usia  21 tahun sebanyak 10 orang ( 33,3 %), terdapat berbedaan penurunan skala nyeri dysmenore antara kelompok intervensi makusan dengan kelompok intervensi buli-buli dengan hasil p-value = 0,015 (p 0,05)Simpulan didapatkan bahwa responden yang paling banyak mengalami nyeri haid adalah pada usia  21 tahun dan terdapat berbedaan penurunan skala nyeri dysmenore antara kelompok intervensi makusan dengan kelompok intervensi buli-buli dengan hasil p-value = 0,015 (p 0,05). Saran bagi peneliti lain dalam meneliti lebih lanjut mengenai Disminore seperti mengkaji mengenai cara lain untuk mengatasi nyeri pada dismonore
PENGARUH PENDIDIKAN NUTRISI IBU PADA INISIASI DINI DAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Diah Andriani Kusumastuti; Suryo Ediyono
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2022): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i2.1734

Abstract

 Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi dari segi kandungan nutrisi, kebaikan untuk sistem pencernaan dan sistem immun, perkembangan fisik, psikis, dan interaksi antara ibu dan bayi . Setiap tahun, sekitar 77 juta (50%) bayi baru lahir tidak mendapatkan ASI pada jam pertama kelahiran secara global. Ini membuat mereka rentan terhadap penyakit dan kematian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi naratif review dari berbagai jurnal tentang pendidikan nutrisi ibu pada inisiasi dini dan praktik pemberian ASI eksklusif yang dipublikasi dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukan Inisiasi menyusu dini secara signifikan lebih tinggi pada wanita yang menerima pendidikan menyusui dibandingkan mereka yang tidak menerima (104(72·7 %) v. 85(59·9 %), P = 0·022) dan praktik pemberian ASI eksklusif juga secara signifikan lebih tinggi di antara wanita yang menerima pendidikan menyusui dibandingkan mereka yang tidak menerima (106(74·1 %). 86(60·6 %), P = 0·015). Pendidikan menyusui [AORs 1·55, 95 % CI (1·02, 2·36)], persalinan institusional [AOR 2·29, 95 % CI (1·21, 4·35)], persalinan pervaginam [AOR 2·85, 95 % CI (1·61, 5·41)] dan pemberian makan pra-lakteal [AOR 0·47, 95 % CI (0·25, 0·85)] adalah prediktor inisiasi menyusui dini . Pendidikan menyusui [AOR 1·72, 95 % CI (1·12, 2·64)] dan persalinan institusional [AOR 2·36, 95 % CI (1·28, 4·33)] juga merupakan penentu eksklusif praktek menyusui. Pendidikan ASI meningkatkan inisiasi menyusu dini dan praktik pemberian ASI eksklusif. Memberikan pendidikan berkelanjutan kepada perempuan tentang inisiasi dini dan praktik pemberian ASI eksklusif harus diperkuat.                
HUBUNGAN ANTARA UMUR, PARITAS, RIWAYATENYAKIT DAN STATUS GIZI DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSI SULTAN HADLIRIN JEPARA Islami Islami; Noor Cholifah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 2 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i2.1191

Abstract

Latar Belakang: Hingga saat ini BBLR masih merupakan masalah di seluruh dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya BBLR antara lain faktor internal meliputi umur ibu, paritas, jarak kelahiran, kesehatan ibu, kadar Hb, ukuran antropometri ibu hamil dan faktor eksternal meliputi kondisi lingkungan, masukan   makanan ibu selama hamil, jenis perkerjaan, tingkat pendidikan ibu dan bapak (kepala keluarga) dan tingkat sosial ekonomi. Tujuan : Mengetahui hubungan antara umur, paritas, riwayat penyakit dan status gizi dalam kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara Metode: Penelitian ini adalah korelasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSI Sultan Hadlirin Jepara dalam 1 tahun sebanyak 69 bayi. Sampel 59 orang, analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian Tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara (p value = 0,775 dan RR = 0,037), Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara (p value = 0,001 dan RR = 0,686), Tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan kejadian BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara (p value = 0,57 dan RR = 0,240). Ada hubungan antara status gizi dalam kehamilan dengan Kejadian BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara (p value = 0,008 dan RR = 0,325).
HUBUNGAN RIWAYAT KETURUNAN HIPERTENSI DENGAN IBU BERSALIN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA PURWODADI PADA TAHUN 2016 sri untari; Sri Martini
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 2 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i2.381

Abstract

Setelah dilakukan pengolahan data dengan uji Kai Kuadrat (Chi Square Test) di dapatkan hasil X2 tabel = 5,99 dan X2 hitung 7,443. Karena X2 dihitung menggunakan tingkat keyakinan 95%, alfa = 5%, df = 1. Dengan kreteria pengujian Ho ditolak apabila nilai X2 hitung X2 tabel (7,443 5,991) maka Ho ditolak, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan riwayat keturunan hipertensi dengan ibu bersalin hipertensi dengan hasil nilai koefisien kotingensi adalah 0,366.
Hubungan Kebiasaan Sarapan pagi dan Kebiasaan Konsumsi makanan cepat saji/fast food dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Siswi SMK Tarunatama Semarang Nur Sri Atik; Endang Susilowati; Kristinawati Kristinawati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i1.1462

Abstract

Abstrak Di Indonesia remaja dihadapkan pada tiga beban gizi yaitu gizi kurang, gizi lebih dan kekurangan zat gizi mikro. Status gizi remaja yang dapat diketahui melalui perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT), banyak faktor yang memiliki andil dalam menentukan atau membentuk status gizi remaja. Aktifitas fisik yang minim, perubahan pola makan, kebiasaan sarapan, asupan gizi, body image/citra diri memiliki andil di dalamnya. Semakin banyaknya jenis makanan siap saji dengan berbagai macam variasi semakin menambah daftar remaja putri yang memiliki status gizi yang belum optimal. Demikian halnya dengan sarapan, yang bagi masyarakat Indonesia masih belum menjadi kebiasaan. Dengan tidak sarapan memiliki dampak terhadap proses pembelajaan di sekolah, menurunkan aktifitas fisik menjadi gemuk dan meningkatkan kebiasaan jajan yang tidak sehat.Penelitian  ini merupakan  jenis  penelitian kuantitatif, dengan rancangan observasional analitik menggunakan desain cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi putri di SMK Tarunatama Semarang. Sampel dan teknik sampling  menggunakanteknik purposive sampling, dengan besar sampel 30 orang. Analisis data dengan menggunakan uji Spearman Rank dengan bantuan SPSS.Kesimpulandari penelitianini adalah ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan IMT dengan nilai signifikansi 0,025 pada remaja putri di SMK Tarunatama Semarang. Sedangkan pada kebiasaan mengkonsumi makanan cepat saji dengan IMT diketahui tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi -0,193.KataKunci:Sarapan, makanan cepat saji, IMT Abstract In Indonesia, adolescents are faced with three nutritional burdens, namely undernutrition, overnutrition and micronutrient deficiencies. Adolescent nutritional status which can be known through the calculation of Body Mass Index (BMI), many factors have a role in determining or shaping the nutritional status of adolescents. Minimal physical activity, changes in diet, breakfast habits, nutritional intake, body image / self-image have a hand in it. The increasing number of types of ready-to-eat food with various variations further adds to the list of young women who have nutritional status that is not optimal. Likewise with breakfast, which for the people of Indonesia is still not a habit. Not having breakfast has an impact on the learning process at school, reducing physical activity to become fat and increasing unhealthy eating habits.This research is a type of quantitative research, with an analytical observational design using a cross sectional design. The population in this study were all female students at Tarunatama Vocational School Semarang. The sample and sampling technique used purposive sampling technique, with a sample size of 30 people. Data analysis using the Spearman Rank test with the help of SPSS.The conclusion of this study is that there is a relationship between breakfast habits and BMI with a significance value of 0.025 in young women at SMK Tarunatama Semarang. While the habit of consuming fast food with BMI is known to have no significant relationship with a significance value of -0.193Keywords: Breakfast, fast food, BMI
EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA (PEER TEACHING) UNTUK MENCEGAH KEHAMILAN PRA NIKAH PADA REMAJA DI KABUPATEN TEGAL Masturoh Masturoh; Adrestia Rifki Naharani
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2019): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v3i2.755

Abstract

Fenomena kehamilan pada remaja memiliki dampak yang cukup kompleks. Remaja membutuhkan informasi tentang perubahan yang terjadi pada dirinya, akan tetapi remaja seringkali merasa tidak nyaman atau tabu membicarakan masalah seksualitas dan kesehatan reproduksinya dengan orangtua atau guru BK. Bagi siswa, teman sebaya merupakan seseorang yang sering dijadikan tempat curhat karena dianggap yang paling aman, sehingga dalam menyampaikan masalah menjadi lebih terbuka. Menurut WHO (2014), sebanyak 16 juta remaja berusia antara 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya (11% dari total jumlah kelahiran di dunia). Sebanyak 95% dari total remaja yang melahirkan berasal dari negara miskin dan berkembang. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan adalah nonparametrik dengan uji statistik Wilcoxon. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah 108 remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa bimbingan teman sebaya tidak efektif dalam perilaku pencegahan kehamilan pra nikah pada remaja,  dimana nilai p = 0,29 (p 0,05). Tetapi hasil uji statistik menunjukan ada peningkatan perilaku pencegahan kehamilan pra nikah sebanyak 33 responden, 25 responden mengalami penurunan dan 50 responden tidak mengalami perbedaan sebelum ataupun sesudah mengikuti bimbingan teman sebaya. Selain itu juga terdapat 1,05 kali lebih besar perilaku pencegahan pra nikah pada remaja setelah mengikuti bimbingan teman sebaya
PERAWATAN TALI PUSAT TERBUKA SEBAGAI UPAYA MEMPERCEPAT PELEPASAN TALI PUSAT Nor Asiyah; Islami Islami; Lailatul Mustagfiroh
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i1.112

Abstract

Angka kejadian infeksi bayi baru lahir di Indonesia berkisar antara 24% hingga 34%, dan hal ini merupakan penyebab kematian yang kedua setelah Asfeksia neonatorum yang berkisar antara 49% hingga 60% . Sebagian besar infeksi bayi baru lahir adalah Tetanus neonatorum yang ditularkan melalui tali pusat, karena pemotongan dengan alat tidak suci hama, infeksi juga dapat terjadi melalui pemakaian obat, bubuk,  talk atau daun-daunan yang digunakan masyarakat dalam merawat tali pusat. Tahun 2010 Word Health Organization menemukan angka kematian bayi sebesar 560.000 yang disebabkan oleh infeksi tali pusat. Di Asia Tenggara Angka kematian bayi karena infeksi talipusat sebesar 126.000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tehnik perawatan tali pusat yang sesuai agar mempercepat proses pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasieksperimen design dengan perlakuan perawatan tali pusat terbuka pada kelompok perlakuan dan perawatan tali pusat tertutup pada kelompok kontrol. Subyek dalam penelitian semua bayi baru lahir yang dilahirkan di BPM Nor Asiyah berusia 0 hari sampai pelepasan tali pusat dengan jumlah sampel 20 per kelompok dengan tehnik sampling non probability sampling yaitu Consecutive sampling. Analisis data menggunakan. mann-whitney. Hasil yang diperoleh pada kelompok perawatan tali pusat terbuka, pelepasan tali pusat lebih cepat dengan nilai significancy 0.022. Karena pvalue0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna lama pelepasan tali pusat antara perawatan tali pusat terbuka dengan perawatan tali pusat tertutup.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS BUAH BIT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS TAYU I Indah Risnawati; Indanah Indanah; Sukesih Sukesih
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.1334

Abstract

Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada bulan Februari 2020 di Puskesmas Tayu I, terdapat 30 ibu hamil dengan anemia. 20 diantaranya mengatakan sering pusing, cepat lelah, nafsu makan menurun, dan belum pernah mengkonsumsi buah bit. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian jus buah bit terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tayu I. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experimental with nonequivalent control group design. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan alat pengukur kadar hemoglobin. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji statistik yang digunakan yaitu paired t-test. Hasil: Distribusi rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe sebesar 8,81 gr/dl dan 8,97 gr/dl; Distribusi rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe dan jus buah bit sebesar 8,81 gr/dl dan 9,69 gr/dl; dan Perbedaan rata-rata perubahan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia pada kelompok yang diberi tablet Fe sebesar 0,16 gr/dl dengan nilai p-value 0,004, sedangkan pada kelompok yang diberi tablet Fe dan jus buah bit sebesar 0,88 gr/dl dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Pemberian jus buah bit efektif meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Tayu I. 

Page 9 of 10 | Total Record : 98