cover
Contact Name
Gunawan
Contact Email
gunawan@unram.ac.id
Phone
+628113881131
Journal Mail Official
ijse.ipc@gmail.com
Editorial Address
Green Pagutan Blok E No. 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Indonesian Journal of STEM Education
ISSN : 27164594     EISSN : 2716280X     DOI : -
Indonesian Journal of STEM Education (IJSE) adalah wadah publikasi bagi mahasiswa, guru, dosen, praktisi maupun peneliti pada bidang Science, Technology, Engineering dan Math (STEM) Education. IJSE menerima tulisan dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun artikel review tentang isu terkini yang berkaitan dengan: Pendidikan Sains, Pendidikan Fisika, Pendidikan Kimia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Vokasi, Pendidikan Matematika, Teknologi Pendidikan, dan bidang lain yang terkait STEM Education. Setiap penulis wajib melakukan register dan mengirim artikel melalui OJS jurnal. Setiap artikel yang masuk akan direview oleh tim reviewer IJSE. Semua artikel yang diterima akan dipublikasikan dan tersedia secara bebas (open access) untuk dibaca dan diunduh oleh semua pembaca dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Pengelolaan dan penerbitan jurnal ini merupakan kerjasama antara Indonesian Publication Center dengan FKIP Universitas Mataram. IJSE terbit sejak 2019 dan terbit dua kali setahun pada periode Januari - Juni dan Juli - Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Teacher Candidates’ Consistency of Physical Quantities Representation in Kinematics: Basic Level Fathoroni Fathoroni; Imran Imran
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the world of physics education, there are still many inconsistencies in the representation of physical quantities in daily delivery, both in written and oral. But not many researches are really focused on the issue, so that research was done to understand the consistency of the basic level of physical scale and its representation on the kinematics. The research has been done by mixed method of embedded correlational design model. The study participants amounted to 20 students in the 3rd semester who have passed the basic physics courses 1. The data were collected using physical consistency knowledge consistency test and its representation, consisting of 7 questions with chain answers. Quantitative data analysis used descriptive analysis and qualitative data analysis used data reduction and interpretation. The result of data analysis shows that consistency of knowledge base level representation of physical quantity consisting of consistency of basic knowledge and consistency of basic use physical quantity and its representation still low. The result of the data analysis shows the consistency of knowledge of physical quantity and the use of representation of physical quantity, all students are at level 5 / LCLV5 (low consistency level 5).
Perbedaan Kemampuan Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dan Model Pembelajaran Discovery pada Pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Utan Tahun Ajaran 2016/2017 Wiwi Widia Astuti; A. Wahab Jufri; Afriana Azizah
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan Kemampuan Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa yang belajar dengan: 1) Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dan 2) Model Pembelajaran Discovery. Subjek penelitian adalah: siswa kelas X IPA SMA Negeri I Utan yang berjumlah 99 orang yang tersebar ke dalam tiga kelas. Sampel kelas ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling dan diperoleh kelas X IPA I sebagai kelompok eksperimen 1 dan kelas X IPA II sebagai kelompok eksperimen 2. Sampel siswa berjumlah 66 orang masing-masing 33 orang di kelas eksperimen 1 dan 33 orang di kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) inventori kemampuan metakognisi yang diterjemahkan dari MAI (Metacognitive Awareness Inventory) yang terdiri atas 52 item pernyataan, 2) tes hasil belajar kognitif yang terdiri atas 30 soal pilihan ganda. Hasil uji hipotesis dengan uji t (?= 5% dan ttabel = 1,998) menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan kemampuan metakognisi siswa yang belajar dengan model PBM dan model pembelajaran Discovery (thitung= 3,429), dan 2) terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang belajar dengan model PBM dan model pembelajaran Discovery (thitung= 2,177).
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X pada Pokok Bahasan Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup di SMAN 1 Narmada Tahun Ajaran 2017/2018 Lalu Sunarya Amijaya; Agus Ramdani; I Wayan Merta
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X pada pokok bahasan keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup di SMAN 1 Narmada tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Narmada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah peserta didik dalam populasi ini adalah 180 yang tersebar dalam 5 kelas. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dan terpilih kelas X MS 2 (kelas eksperimen) dan kelas X MS 1 (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan untuk memperoleh hasil belajar adalah soal pilihan ganda sedangkan soal essay digunakan untuk mengumpulkan hasil kemampuan berpikir kritis. Analisis statistik data dengan menggunakan uji t pada taraf kesalahan 5%. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen meningkat sebesar 35,16 (32,53 ke 67,69) sedangkan hasil belajar kelas kontrol meningkat sebesar 26,16 (34,67 ke 60,83). Data kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa kelas eksperimen meningkat sebesar 27,49 (38,14 ke 65,63) sedangkan data kemampuan berpikir kritis kelas kontrol meningkat sebesar 18,56 (36,03 ke 54,59). Analisis statistik hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,67 > 1,99) dan kemampuan berpikir kritis menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,88 > 1,99). Hasil analisis statistik tersebut berarti hasil belajar peserta didik dan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen lebih baik secara signifikan daripada kelas kontrol. Disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif secara signifikan terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X pada pokok bahasan keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup di SMAN 1 Narmada tahun ajaran 2017/2018.
Analisis Keterampilan Proses Sains yang Dikembangkan Guru dalam LKPD Di SMP Negeri Kota Mataram Suci Mukaddimatul Jannah; Ahmad Raksun; Gito Hadi Prayitno
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains dalam LKPD yang dibuat oleh guru SMP Negeri di Kota Mataram dan mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan proses sains yang dikembangkan dalam LKPD yang dibuat oleh guru SMP Negeri di Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru IPA kelas VII SMP Negeri Kota Mataram. Sampel penelitian ini adalah LKPD praktikum peserta didik kelas VII semester ganjil yang disusun oleh guru SMPN 1 Mataram, SMPN 2 Mataram, SMPN 3 Mataram, SMPN 7 Mataram, SMPN 10 Mataram, dan SMPN 21 Mataram. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil LKPD buatan guru IPA SMP Negeri di Kota Mataram yang dilakukan secara langsung kepada guru yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun oleh guru IPA SMP Negeri Mataram sudah memuat hal-hal yang berkaitan dengan keterampilan proses sains ditinjau dari persentase rata-rata hasil analisis keterampilan proses sains yang dikembangkan guru dalam LKPD yaitu 72% dengan kategori tinggi untuk SMPN 1 Mataram, 81% dengan kategoris anagat tinggi untuk SMPN 2 Mataram, 78% dengan kategori tinggi untuk SMPN 7 Mataram dan SMPN 10 Mataram, 86% dengan kategori sangat tinggi untuk SMPN 3 Mataram, dan 75% dengan kategori tinggi untuk SMPN 21 Mataram.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 19 Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018 Rabiyatil Husniyati; Sudi Prayitno; Nani Kurniati
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak 124 siswa. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan tehnik simple random sampling di kelas VIII C sebanyak 31 siswa. Data diperoleh dengan memberikan siswa intrumen kreativitas berupa tes soal kemampuan berpikir kreatif matematis dan tes wawancara. Soal tes kemampuan berpikir kreatif matematis sebanyak dua soal dari materi segitiga dan sistem persamaan linear dua variabel. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa tergolong baik, karena tingkat berpikir 2 (kreatif) lebih dari 50% dari jumlah siswa. Secara keseluruhan siswa yang termasuk sangat kreatif sebanyak 1 siswa (3,23%) kreatif sebanyak 20 siswa (64,52%) cukup kreatif sebanyak 6 siswa (19,35%) dan tidak kreatif sebanyak 4 siswa (12,90%).
Pengaruh Penerapan Multimedia Pembelajaran Berbasis Tiga Tingkatan Representasi Kimia Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Koloid Kelas XI SMAN 5 Mataram Sri Wahyuni; Rudyat Telly Savalas; Aliefman Hakim
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan multimedia pembelajaran berbasis tiga tingkatan representasi kimia terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen semu atau quasi experimental design, pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 5 Mataram dimana kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 secara berurutan dipilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan multimedia pembelajaran berbasis tiga tingkatan representasi kimia, dan kelas kontrol diberikan perlakuan berupa pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh merupakan hasil tes pilihan ganda. Hasil tes menunjukkan bahwa selisih nilai pretest-posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan selisih nilai pretest-posttest kelas kontrol dengan nilai masing- masing sebesar55,97 dan 50,97. Hasil uji hipotesis menggunakan gain uji-t menunjukkan bahwa H0 ditolak, sehingga penerapan multimedia pembelajaran berbasis tiga tingkatan representasi kimia memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar siswa pada materi koloid kelas XI IPA SMAN 5 Mataram.
Studi Komparasi Keterampilan Proses Sains Mengunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Model Pembelajaran Inkuiri Terstruktur Materi Termokimia pada Siswa Kelas XI MIPA SMAN 1 Gerung Tahun Ajaran 2017/2018 Sukarni Sukarni; Aliefman Hakim; I Nyoman Loka
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to know are there or not differences between student who use guided inquiry learning model and student who use structured learning model on thermochemistry at class XI science of SMAN 1 Gerung for academic year 2017/2018. This research is quasi-experimental with deign using nonequivalent control group design. The sample was taken using purposive sampling technique with class XI MIPA 3 as experiment I class and class XI MIPA 2 as experiment II. The writer took the data using instrument which was science process skill test and observation sheets. Hypotheses test using t-test at significances level of 5%. Calculating data using t-test from posttest value between the two class experiment, obtained the value of t-count was 6,10 and t-table is 2,00, while calculating data using t-test from observation value between the two class experiment obtained the value of t-count was 11,27 and t- table is 2,00. It mean that alternative hypothesis (Ha), which told the student teaching use structured inquiry model learning higher than student teaching use guided inquiry model learning on science process skill has been accepted.
Penerapan Model Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 1 Kuripan Tahun Ajaran 2016/2017 Lalu Muhammad Zaufir Munawir; Ketut Sarjana; Yunita Septriana Anwar
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas belajar siswa rendah yang disebabkan karena pemilihan model pembelajaran yang kurang melibatkan siswa secara aktif selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model Inkuiri Terbimbing pada materi perbandingan senilai dan berbalik nilai. Inkuiri Terbimbing sebagai salah satu model yang dalam penerapannya, siswa tidak hanya sekedar belajar dari apa yang diberikan guru, akan tetapi belajar dari aktivitas dan pengalamannya dalam melakukan percobaan atau penyelidikan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus memiliki lima tahapan yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Lembar observasi digunakan untuk memperoleh data aktivitas siswa. Hasil penelitian siklus I menunjukkan rata-rata skor aktivitas siswa adalah 12,00 dengan kategori aktif, kemudian pada siklus II dilakukan berdasarkan perbaikan-perbaikan pada siklus I sehingga terjadi peningkatan rata-rata skor aktivitas siswa menjadi 16,67 dengan kategori sangat aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Kuripan tahun ajaran 2016/2017 pada pembelajaran materi perbandingan senilai dan berbalik nilai.
Identifikasi Kesulitan Guru Matematika Melaksanakan Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Di SMP Se-Kecamatan Aikmel Ikrimatullael Ikrimatullael; Amrullah Amrullah; Junaidi Junaidi
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat kesulitan yang dialami oleh guru matematika SMP Negeri se-Kecamatan Aikmel dalam melaksanakan kurikulum 2013. Data yang diperoleh dalam penelitian didapatkan dengan menggunakan lembar kuisioner. Subjek penelitian adalah semua guru matematika di SMP Se-Kecamatan Aikmel. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, bahwa kesulitan yang dialami oleh guru dalam pengimplematasian kurikulum 2013 yaitu mulai dari mendapatkan sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan kurikulum 2013, penerapan kurikulum 2013 pada saat pembelajaran di kelas sampai dengan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran. Persentase tingkat kesulitan yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu, tingkat kesulitan paling tinggi yang dialami oleh guru adalah dalam hal mendapatkan sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya kurikulum 2013 yaitu dengan persentase mencapai 56,5% (berkategori tinggi), tingkat kesulitan dalam melaksanakan kurikulum pada saat pembelajaran di dalam kelas mencapai 50,7% (kategori tinggi), dan tingkat kesulitan yang dialami guru dalam hal membuat perangkat pembelajaran mencapai 38% (kategori rendah). Kendala yang paling dirasakan oleh guru yaitu ketersediaan buku paket yang menunjang masih belum memadai untuk setiap siswa.
Penerapan Model Problem Posing Tipe Post Solution Posing pada Pembelajaran Dimensi Tiga untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Al-Fathyah Tahun Pelajaran 2015/2016 Haidul Fitriani; Harry Soeprianto; Irwadi Saputra
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 2 (2019): Edisi Juli-Desember 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya aktivitas siswa pada saat kegiatan belajar dan rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan soal matematika dalam persoalan yang berbeda dengan contoh soal yang disajikan guru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Al-Fathyah pada pembelajaran dimensi tiga tahun pelajaran 2015/2016 dengan menerapkan model pembelajaran problem posing tipe post solution posing. Adapun indikator keberhasilan penelitian ini adalah tercapainya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Aktivitas belajar siswa dikatakan tercapai apabila aktivitas belajar siswa minimal berkategori aktif serta prestasi belajar siswa dikatakan tercapai apabila terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa lebih dari atau sama dengan 70 dan tercapai ketuntasan secara klasikal lebih dari atau sama dengan 85%. Aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II masuk pada kategori aktif.Skor rata-rata hasil evaluasi belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus yaitu pada siklus I rata-rata skor hasil evaluasi belajar 64,8 dengan persentase ketuntasan klasikal 56,5 % dan pada siklus II skor rata-rata hasil evaluasi belajar 75dengan persentase ketuntasan klasikal 86,95%. Berdasarkan pencapaian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem posing tipe post solution posing pada pembelajaran dimensi tiga secara optimal dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas X SMA Al-Fathyah tahun pelajaran 2015/2016.