cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6281374148356
Journal Mail Official
jawahir.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jawahir Al-Ahadis
ISSN : -     EISSN : 31100597     DOI : 10.30983/jawahir
Core Subject : Religion,
This journal focuses on the study of hadith science and contemporary Islamic studies, covering Ulumul Hadith (methodology, sanad criticism –matan, narrators, and levels of authenticity), Hadith Nusantara (transmission traditions in the Nusantara region, works of Indonesian scholars, and the development of modern hadith studies), the relationship between Tafsir and Hadith (the interpretation of hadith and its application in contemporary life), the history and tradition of Islamic scholarship (the development of hadith studies, profiles of scholars, and the dynamics of intellectual tradition), the relevance of hadith ethics and social issues (the implementation of hadith values in education, Islamic law, and modern social ethics), and the use of technology (digital platforms, AI, and academic tools) for hadith research. This journal invites contributions from academics, researchers, lecturers, and practitioners who are committed to developing hadith studies in the digital and contemporary era.
Articles 16 Documents
Kekerasan Seksual di Kampus dalam Sorotan Hadis: Kritik dan Tawaran Solusi Moral Yusran Kusuma Rahmatullah
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya sistem pelaporan, ketimpangan relasi kuasa, serta minimnya internalisasi nilai moral dalam interaksi akademik. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana efektivitas kebijakan pencegahan kekerasan seksual dapat ditingkatkan melalui integrasi pendekatan struktural dan nilai-nilai moral hadis Nabi saw. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis kebijakan kampus dengan telaah etika hadis sebagai kerangka normatif untuk memperkuat pencegahan kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui survei Google Form terhadap 16 mahasiswa, disertai kajian literatur terkait kebijakan PPKS dan nilai-nilai etika hadis. Hasil survei menunjukkan bahwa 93,8% responden mengetahui adanya kasus kekerasan seksual, namun 68,8% tidak mengetahui keberadaan Satgas PPKS dan hanya 12,5% memahami prosedur pelaporan. Temuan juga menegaskan bahwa penyalahgunaan kekuasaan dan lemahnya pendidikan moral merupakan faktor dominan penyebab kekerasan seksual. Analisis nilai hadis menunjukkan bahwa prinsip iffah, haya’, dan larangan menzalimi sesama dapat menjadi dasar pembentukan kontrol moral individu dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendekatan struktural dan pendekatan moral berbasis hadis berpotensi membangun kultur kampus yang lebih aman, beradab, dan responsif terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual.
Rekontekstualisasi Makna Istathā’a dalam Hadis Anjuran Menikah Melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand de Saussure Ihsanuddin; Nurun Najwah; Aminuddin
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPernikahan dalam Islam merupakan sebuah ritual sakral yang dimaksudkan untuk membangun peradaban dan menjaga kesucian. Penelitian ini didasarkan pada Hadis Riwayat Bukhari nomor 1905, yang menetapkan syarat kemampuan (Istathā'a) bagi para pemuda. Namun, kata Istathā'a sering direduksi dan keseimbangan, yang berkontribusi pada munculnya berbagai masalah sosial dalam rumah tangga modern. Dengan menggunakan alat analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berusaha mendekonstruksi dan merekonstruksi makna Istathā'a dalam hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi pustaka yang berargumen bahwa makna Istathā'a tidak statis dengan membedah hubungan antara penanda (signifier) ​​dan petanda (petanda) dan melihat hubungan sintagmatik dan paradigmatik antara tanda-tanda tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa arti "mampu" berubah secara historis. Bermula dari pemahaman klasik yang terfokus pada kemampuan biologi (al-bā'ah) dan berkembang ke arah kemampuan finansial, hingga pemaknaan modern yang menuntut kesiapan yang bersifat menyeluruh yang mencakup aspek psikologis, emosional, dan sosial. Pemahaman yang menyeluruh ini lebih sesuai dengan tujuan utama pernikahan (maqāshid al-zawāj), yaitu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman. Kontekstualisasi pemahaman hadis adalah upaya untuk menjadikannya lebih relevan menjawab realitas sosial.
Digitalisasi dan Rekonstruksi Struktural al-Mu’jam al-Mufahrash: Sebuah Model Integrasi Leksikon Tradisional ke dalam Repositori Hadis Digital Terintegrasi Nandi Pinto; Siska Julianty; Anton Hilman
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi digital dalam preservasi naskah klasik masih menyisakan celah dalam pendigitalan karya leksikal kompleks seperti al-Mujam al-Mufahras li Alfaz al-Hadith al-Nabawi. Padahal, karya ini merupakan concordance yang esensial untuk akses semantik terhadap korpus hadis. Pertanyaan penelitian utama yang diangkat adalah: Bagaimana merancang model integrasi data yang mampu mendigitalkan struktur analog al-Mujam al-Mufahras ke dalam repositori hadis digital yang terstandarisasi dan semantik? Menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), penelitian ini melakukan dekonstruksi struktural terhadap 1.200 entri sampel, lalu merancang Entity-Relationship Model (ERM) yang menghubungkan lemma, kutipan kontekstual, dan referensi silang dengan teks lengkap Kutub al-Tisah. Implementasi dilakukan melalui algoritma hibrida: Reference Matching (untuk referensi eksplisit) dan Semantic Matching berbasis NLP (cosine similarity) untuk kasus ambigu. Hasil pengujian menunjukkan F1-Score 90%, dengan validasi pakar mencapai 94%. Model ini membuktikan bahwa digitalisasi leksikon hadis bukan hanya alih media, melainkan rekonstruksi pengetahuan yang memungkinkan penemuan ilmiah berbasis semantik dalam studi hadis, filologi digital, dan linguistik Arab.
Transformasi Makna Hadis dalam Branding Islami: Studi Kasus Akun Alira Indonesia di TikTok Shop Lailiyatun Nafisah
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi makna hadis dalam konteks branding Islami di platform TikTok, dengan studi kasus pada akun Alira Indonesia. Fokus utama penelitian adalah perubahan makna hadis dalam video promosi dan bagaimana audiens menanggapinya. Data dikumpulkan melalui observasi konten video, teks overlay, caption, dan interaksi audiens berupa like, komentar, share, dan save. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis dipindahkan maknanya dari konteks asal (akhlak, ibadah, dan moralitas) menjadi elemen gaya busana, estetika visual, dan identitas brand. Elemen visual, seperti warna, pose model, framing, dan teks overlay, turut memperkuat pesan moral dan spiritual. Resepsi audiens menunjukkan dominasi silent reception, di mana sebagian besar menonton dan menyukai konten tanpa meninggalkan komentar, sementara komentar aktif menyoroti aspek religius, estetik, maupun minat dagang. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam era digital, hadis dapat mengalami rekontekstualisasi melalui media sosial, dan audiens berperan dalam menerima serta menegaskan makna baru tersebut.
Analisis Jaringan Sanad Hadis melalui Centrality dan Common Link untuk Validitas Riwayat Sadam Adam; Nasrulloh
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji ulang dinamika transmisi hadis dengan memanfaatkan pendekatan Social Network analysis (SNA) untuk membaca struktur sanad secara lebih luas daripada model linear tradisional. Dengan memetakan perawi sebagai simpul dalam jaringan dan hubungan guru–murid sebagai keterhubungan langsung, penelitian ini menelusuri pola interaksi yang membentuk sebaran riwayat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim. Sebanyak 150 sanad dipilih melalui teknik purposive untuk melihat bagaimana ukuran-ukuran centrality—degree, Betweenness, closeness, dan eigenvector—mampu mengungkap posisi perawi yang berperan penting dalam proses transmisi. Analisis ini kemudian dikaitkan dengan konsep common link guna mengidentifikasi titik konvergensi jalur periwayatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sanad memiliki karakteristik small-world, di mana beberapa perawi memainkan peran sentral sebagai penghubung antara berbagai komunitas ilmiah. Perawi dengan nilai Betweenness yang tinggi umumnya merupakan figur yang secara historis dikenal memiliki otoritas kuat dalam periwayatan, sehingga memperkuat korelasi antara posisi struktural dalam jaringan dan kredibilitas menurut ulama jarh wa ta‘dil. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan kuantitatif dan kritik sanad klasik dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai validitas riwayat, sekaligus membuka peluang pengembangan metode verifikasi hadis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan akademik dan teknologi digital masa kini.
Internalisasi Nilai Hadis Nabi SAW sebagai Strategi Pendidikan Efektif Mengatasi Kenakalan Remaja melalui Analisis Maudu‘i Kontemporer Miswanto
Jawahir Al-Ahadis Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam moderat melalui pendekatan internalisasi moral yang sistematis, dengan merujuk pada empat tahapan inti: pemahaman nilai, refleksi diri, pembiasaan, dan penerapan sosial. Penelitian menggunakan metode library research dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer, serta mengkaji hadis-hadis yang relevan sebagai dasar pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dalam pendidikan Islam memiliki landasan kuat dalam hadis Nabi. Pada tahap pemahaman nilai, hadis tentang pentingnya adab sebagai pemberian terbaik orang tua menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari penguasaan konsep moral. Tahap refleksi diri ditegaskan oleh hadis tentang pemuda yang meminta izin berzina, yang menunjukkan bahwa dialog reflektif merupakan strategi efektif untuk membentuk kesadaran moral. Pada tahap pembiasaan, hadis perintah mengajarkan shalat sejak usia tujuh tahun menjadi bukti pentingnya pembentukan karakter melalui latihan berulang. Sementara itu, tahap penerapan sosial tercermin dalam pengangkatan Usamah bin Zaid sebagai panglima, yang menegaskan bahwa nilai yang telah terinternalisasi harus diwujudkan dalam tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model internalisasi nilai berbasis hadis mampu membentuk kepribadian muslim moderat yang berakhlak, reflektif, disiplin, dan siap berkontribusi dalam masyarakat.

Page 2 of 2 | Total Record : 16