cover
Contact Name
A. A. Sg. A. Sukmaningsih
Contact Email
sukmaningsih@unud.ac.id
Phone
+6285339155574
Journal Mail Official
journal_metamorfosa@unud.ac.id
Editorial Address
Jl. P.B. Sudirman, Kampus Sudirman, Universitas Udayana
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Metamorfosa: Journal of Biological Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 26558122     DOI : -
Core Subject : Science,
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences is a peer reviewed electronic scientific journal published biannually March and September by the Masters Program in Biological Sciences Faculty of Mathematics and Natural Sciences Udayana University. The journal publishes original scientific works including research articles review articles literature reviews and case studies in the fields of basic and applied biology as well as related disciplines. Submitted manuscripts must be original unpublished elsewhere and written in either Indonesian or English.
Articles 40 Documents
Etnofarmakologi Etnis Madura: Kajian Obat Herbal Tradisional untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Kristianto, Sonny; Putri, Rury Eryna; Widodo, Wimbuh Tri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p4

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan menyebar melalui udara. Selain relatif mahal dan akses terbatas, fenomena resistensi TBC terhadap obat menjadi hal umum di negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal sebagai jamu telah digunakan sejak lama untuk mengobati gejala penyakit TBC. Suku Madura merupakan salah satu suku di Indonesia yang masih menggunakan tanaman herbal sebagai jamu tradisional. Penelitian ini mengeksplor jenis tanaman obat yang digunakan oleh etnis Madura untuk meramu jamu dan menduga kandungan senyawa aktif dalam jamu yang terlibat dalam pengobatan TBC. Pendekatan deskriptif-kualitatif berupa wawancara mendalam pada masyarakat lokal dilakukan untuk menemukan potensi obat dari etnis Madura serta prediksi aktivitas senyawa aktif untuk penanganan gejala penyakit kronis populer berupa TBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemanfaatan tanaman obat sebagai jamu tradisional oleh etnis Madura masih mempertahankan budaya warisan leluhur dengan menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari tanah. Selain itu, sebagian besar tanaman obat yang dimanfaatkan oleh etnis Madura tergolong dalam famili Zingiberaceae yang memiliki beragam senyawa aktif dengan aktivitas antioksidan, antimikrob, antiinflamasi bahkan antitusif yang baik untuk mengurangi gejala TBC berupa demam dan batuk. Temuan etnofarmakologi ini menjembatani pengetahuan herbal lokal etnis Madura dengan kajian ilmiah modern, serta menunjukkan potensi jamu tradisional sebagai sumber kandidat terapi pendukung untuk penanganan gejala Tuberkulosis (TBC). Kata kunci: antimikroba, etnis Madura, jamu, senyawa aktif, TBC
Status Keberadaan Jenis-Jenis Stachyris (Famili: Timaliidae) Di Sumatera Barat Janra, Muhammad; Aisyah, Rihadatul; Fauzi, Ibrahim; Alfajri, Negi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan memetakan keberadaan burung genus Stachyris (Famili: Timaliidae, Ordo: Passeriformes) di Sumatera Barat berdasarkan data sekunder dari skripsi, laporan penelitian, publikasi ilmiah, serta basis data daring seperti iNaturalist dan GBIF. Analisis dilakukan melalui penelusuran literatur, validasi taksonomi, dan pengelompokan data berdasarkan habitat, ketinggian, serta lokasi penemuan, yang kemudian divisualisasikan menggunakan QGIS 3.42. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua belas jenis Stachyris yang tercatat di Indonesia, delapan jenis terverifikasi keberadaannya di Sumatera Barat, yaitu Stachyris nigricollis, S. maculata, S. nigriceps, S. poliocephala, S. leucotis, S. strialata, Cyanoderma chrysaeum (syn. Stachyris chrysaea), dan C. erythropterum (syn. Stachyris erythroptera). Jenis-jenis tersebut ditemukan pada kisaran elevasi ±50–2400 mdpl, dengan variasi preferensi habitat yang mencerminkan diferensiasi ekologi antarspesies: S. nigricollis dan S. maculata menempati hutan rawa dan dataran rendah; S. poliocephala, S. strialata, dan C. erythropterum lebih sering dijumpai pada hutan sekunder dan tepi hutan dataran menengah; sedangkan S. nigriceps, S. leucotis, dan C. chrysaeum mendiami hutan montana berkanopi rapat di Gunung Singgalang, Marapi, Tandikat, dan Talamau. Pola distribusi ini menegaskan potensi genus Stachyris sebagai bioindikator kondisi ekosistem hutan, khususnya untuk menilai kualitas habitat dari dataran rendah hingga pegunungan di Sumatera Barat. Hasil kajian ini memberikan dasar ilmiah untuk strategi konservasi berbasis habitat dan menjadi acuan bagi penelitian burung hutan di kawasan tropis Indonesia.
Keanekaragaman Filum Echinodermata di Pantai Nyang Nyang, Kabupaten Badung, Bali Parela, Ni Kadek Meilani; Juliantara, I K. Putra; Yusup, Deny Suhernawan
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p2

Abstract

Pantai Nyang Nyang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Pantai Nyang Nyang memiliki karakteristik pantai yang didominasi oleh bebatuan dan substrat karang, yang menjadi habitat sebagian besar spesies dari Filum Echinodermata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas echinodermata di Pantai Nyang Nyang berdasarkan indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominasi. Metode penelitian yang dipakai adalah transek garis dengan lima garis sejajar pantai yang masing-masing terdiri dari lima kuadrat pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 16 spesies echinodermata yaitu Aquilonastra sp., Linckia multifora, Echinometra mathaei, Echinometra oblonga, Echinoneus cyclostomus, Mespilia globules, Tripneustes gratilla, Holothuria atra, Holothuria edulis, Holothuria sp., Ophiocoma erinaceus, Ophiocoma scolopendrina, Ophiocoma sp. 1, Ophiocoma sp. 2, Ophiomastix annulosa, dan Ophioplocus imbricatus. Struktur komunitas di Pantai Nyang Nyang yaitu indeks keanekaragaman (H') sebesar 1,108 termasuk kategori sedang, indeks keseragaman (E) sebesar 0,399 termasuk kategori rendah, dan indeks dominasi (C) sebesar 0,600 termasuk kategori sedang. Parameter lingkungan meliputi suhu, pH dan salinitas air di Pantai Nyang Nyang mendukung keberadaan serta keanekaragaman spesies echinodermata. Kata kunci: struktur komunitas, zona intertidal, transek garis
Optimasi Sterilisasi Eksplan Daun Kopi Robusta (Coffea canephora) Asal Sidikalang untuk Penanaman In Vitro Simbolon, Yuni Artha Rapima; Harahap, Fauziyah; Malau, Sthevy Graf; Sembiring, Dear Chio; Khairani, Wilda; Sitanggang, Udur Astiona; Nadeak, Santaro Marito
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p5

Abstract

Buah kopi memiliki peran vital sebagai sumber devisa Negara Indonesia karena bernilai ekspor tinggi. Kopi Sidikalang, Sumatera Utara merupakan salah satu kopi spesialti Indonesia. Namun, produksi kopi ini mengalami stagnasi akibat keterbatasan bibit unggul. Kultur jaringan menjadi solusi potensial untuk perbanyakan bibit kopi Robusta secara cepat dan seragam. Keberhasilan teknik ini sangat bergantung pada tahapan sterilisasi eksplan yang tepat guna mencegah kontaminasi tanpa merusak eksplan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dan pola sterilisasi paling optimal untuk eksplan daun kopi Robusta asal Sidikalang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 15 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann Whitney 5%. Hasil penelitian menunjukkan pola sterilisasi berpengaruh nyata terhadap waktu terkontaminasi, persentase kontaminasi, browning, dan persentase eksplan berkalus, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap waktu munculnya kalus. Perlakuan P5 sebagai pola sterilisasi paling optimal, dengan persentase kontaminasi 6,6%, browning 0%, dan kalus 93,3%. P5 meliputi pencucian dengan detergen cair, perendaman agrept, benlate, diikuti sterilisasi dalam LAFC dengan tween 20, bayclin bertingkat 10%, 20% dan 30%, alkohol 70% dan asam askorbat. Kata kunci: Kopi robusta, kultur jaringan, sterilisasi, kontaminasi, kalus
Pengembangan Ekowisata Oleh Kelompok Uma Palak Lestari Peguyangan, Denpasar, Bali Onasys , Yonatan; Dalem, Anak Agung Gde Raka; Astarini, Ida Ayu
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p3

Abstract

INTISARI Pariwisata merupakan sektor industri yang dapat mendorong kemajuan suatu daerah. Denpasar merupakan salah satu kota besar yang laju perkembangannya tumbuh dengan cepat berkat pariwisata. KUB Uma Palak merupakan kelompok binaan CSR PT Pertamina DPPU Ngurah Rai dalam pengelolaan Ekowisata yang berlokasi Subak Sembung, yakni wisata kreatif, pertanian, peternakan, dan pariwisata. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi produk ekowisata yang dikembangkan, flora dan fauna yang menjadi daya tarik ekowisata, stakeholder dan perannya dalam pengembangan ekowisata Uma Palak Lestari, dan sumber pendanaan yang diperoleh Kelompok Uma Palak Lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan pustaka dianalisis dengan komponen analisis data yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian yang didapatkan ada tujuh produk ekowisata di Uma Palak Lestari yaitu, Agro Education, Wisata Budidaya Maggot, Lebah Madu Klanceng, Tracking, Camping, Mancing, dan Rest Area. Flora yang menarik wisatawan dibagi menjadi empat kelompok yaitu, padi, tanaman obat, buah-buahan, dan tanaman hias. Fauna di Uma Palak Lestari terbagi dalam empat daya tarik: Jalak Bali, burung lain, serangga, dan ikan. Terdapat enam stakeholders utama yang memliki peran penting berbeda yaitu Kelompok Uma Palak Lestari dan Pertamina Patra Niaga sebagai pengembang dan manajemen, Pemerintah Daerah Denpasar dan Bali sebagai pemerintah lokal, Masyarakat Desa Peguyangan sebagai masyarakat lokal, turis dan pengunjung, media yang membantu mempromosikan Uma Palak Lestari, akademisi dan peneliti yang berperan mendukung dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Pendanaan Kelompok Uma Palak Lestari berasal dari unit usaha di Uma Palak Lestari dan donasi mitra yaitu Pertamina Patra Niaga. Kata kunci: CSR (Corporate Social Responbility), Ekowisata, Flora dan Fauna, Pengembangan, Stakeholders
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Kitinolitik Endofit dari Akar Cabai (Capsicum Annuum L.) serta Potensinya dalam Menghambat Fusarium oxysporum Gultom, Ade Yuni Kartika; Idramsa; Pane, Wahdini; Pangaribuan, Joice; Nasution, Annisa Sepriani; Panjaitan, Josiva Risromanna; Panjaitan, Santi Grace
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p6

Abstract

INTISARI Cabai merah (Capsicum anuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam famili Solanaceae dan banyak dimanfaatkan sehingga bernilai jual tinggi. Namun produksi masih rendah salah satunya disebabkan keberadaan jamur patogen Fusarium oxyporum. Teknik untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan penggunaan aktivitas enzim kitinase bakteri kitinolitik endofit. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengisolasi dan karakterisasi bakteri kitinolitik endofit dari akar cabai yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati. Desain penelitian merupakan deskriptif kualitatif dengan melakukan isolasi bakteri dan karakterisasi secara makrosokpik, dan secara fenotipik dengan pengujian biokimia serta genotipik dengan metode utama yaitu amplifikasi DNA menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR), sekuensing gen 16s rRNA, analisis BLAST berdasarkan NCBI, serta analisis filogenetik menggunakan MEGA XI. Selain itu, melakukan perhitungan indeks kitinolitik bakteri di media koloidal kitin serta persentase zona hambat yang terbentuk pada uji antagonis secara dualculture. Hasil penelitian ini menunjukkan isolat CAL1 yang memiliki nilai indeks kitinolitik tertinggi yaitu 0,24 diikuti dengan isolat CAL2 yang memiliki nilai indeks kitinolitik yaitu 0,20, dan CAL1 memiliki persentase daya hambat tertinggi terhadap jamur yaitu sebesar 35% (skala 2) serta diikuti oleh isolat CAL2 memiliki persentase daya hambat terhadap jamur yaitu sebesar 17% (skala 1). Isolat CAL1 dilanjutkan dengan karakterisasi hingga tahap spesies dan merupakan bakteri Bacillus cereus dengan kemiripan 99.65% dengan bootstrap sebesar 97%. Kata kunci: Bakteri kitinolitik endofit, Capsicum annuum, Bacillus cereus, Fusarium oxysporum, Gen 16s rRNA
The Effect of Concentration and Application Interval of Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) from Thorny Bamboo Roots (Bambusa blumeana) on the Growth and Yield of Chili Pepper (Capsicum frutescens L.) Tamba, Lisna P.J.; Suriani, Cicik
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i02.p4

Abstract

The steady demand for chili pepper throughout the year encourages farmers to plant continuously without considering environmental factors, thereby reducing chili pepper production. This decline is caused by low soil fertility due to excessive use of chemical fertilizers. One environmentally friendly approach is the use of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Thorny Bamboo Roots (Bambusa blumeana). This study aims to determine the effect of PGPR concentration and application interval, as well as their interaction, on the growth and yield of chili pepper plants. The study used a two-factor Randomized Block Design (RBD), namely concentration (K0: 0 ml/L, K1: 10 ml/L, K2: 20 ml/L, K3: 30 ml/L, K4: 40 ml/L) and time interval (I1: once every 7 days, I2: once every 14 days). The research data were analyzed using ANOVA and then continued with the BNT test. The results showed that the PGPR concentration had a significant effect on all parameters, namely plant height, number of leaves, stem diameter, number of flowers, number of fruits, and wet weight, while the time interval only had a significant effect on stem diameter, and the interaction between the two had no significant effect on all treatments. A concentration of 40 ml/L (K4) was the best concentration, with an average plant height of 63.66 cm, number of leaves of 23.66, stem diameter of 12.86 mm, number of flowers of 16.66, number of fruits of 17.16, and wet weight of 20.73 grams. The 14-day interval (I2) was the optimal interval for stem diameter, with an average of 4.58 mm. Keyword: Thorny bamboo, chili pepper, time interval, concentration, PGPR
Komposisi Arthropoda Tanah pada Kawasan Agroforestri Kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Badung – Bali Najla Nurhaya; Ni Made Suartini; I Made Saka Wijaya; Yuni, Luh Putu Eswaryanti Kusuma
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p6

Abstract

Arthropoda tanah berperan penting dalam menjaga kualitas tanah melalui proses dekomposisi, siklus nutrisi, dan pembentukan struktur tanah. Komunitas arthropoda tanah sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti praktik pengelolaan lahan yang sangat mempengaruhi pembentukan struktur komunitasnya. Sistem agroforestri kopi menjadi salah satu bentuk sistem budidaya yang mampu mempertahankan biodiversitas arthropoda tanah dengan kombinasi tanaman kopi dan pohon penaung yang mendukung pembentukan mikro iklim yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi famili arthropoda tanah di kawasan agroforestri kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Badung - Bali. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juli 2025 dengan pengambilan sampel menggunakan metode line transect. Teknik pengambilan sampel menggunakan Pitfall trap yang dipasang sebanyak 21 buah. Hasil penelitian mencatat 56 famili arthropoda tanah dari empat kelas dan 16 ordo dengan total sebanyak 608 individu. Jumlah individu tertinggi ditemukan berasal dari Famili Entomobryidae (Ordo Collembola) sebanyak 153 individu dan Famili Drosophilidae (Ordo Diptera) dengan jumlah 112 individu dan Famili Formicidae (Ordo Hymenoptera) dengan jumlah sebanyak 89 individu. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem agroforestri kopi di Dusun Jempanang mendukung variasi dan keanekaragaman arthropoda tanah. Kata kunci: Biodiversitas arthropoda, Kebun kopi, Pitfall trap, Serangga tanah.
Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Nainggolan, Tiara; Gultom, Endang Sulistyarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.
Analisis Molekular Doking Dan Dinamik Senyawa Minyak Atsiri Serai Sebagai Kandidat Penghambat Orexin (Ox1r/ Ox2r) Dalam Terapi Anti-Insomnia Joko Raharjo, Sentot; Sari, Dewi Ratih Tirto; Wijayanti, Ernanin Dyah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p7

Abstract

Insomnia merupakan gangguan mental kedua yang paling umum dan menyebabkan beberapa risiko kesehatan. Serai adalah bumbu tradisional yang populer dan memberikan manfaat kesehatan. Penelitian ini menyelidiki potensi peran senyawa minyak atsiri serai terhadap target terapi insomnia melalui mekanisme reseptor orexin-1 (OX1R) dan orexin-2 (OX2R) dengan analisis molekuler doking dan molekuler dinamik. Sebanyak 28 senyawa minyak atsiri hasil analisis KG-SM minyak atsiri dan protein diambil dari database, kemudian dilakukan docking ulang dan dianalisis interaksinya. Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa bioaktif minyak atsiri serai terikat pada sisi aktif yang sama melalui reseptor orexin-1 (OX1R) dan orexin-2 (OX2R) terhadap ligan Lemborexant dan Suvorexant. Simulasi dinamika molekul dilakukan untuk mempelajari interaksi pengikatan inhibitor ligan senyawa dengan skor docking terbaik selin-6-en-4-alpha-ol terhadap OX2R (7XRR) menggunakan OpenMM di Google Colab. Afinitas pengikatan senyawa minyak atsiri serai cenderung relatif selektif terhadap orexin-2 (OX2R). Afinitas pengikatan senyawa minyak atsiri serai cenderung relatif selektif terhadap orexin-2 (OX2R). Selin-6-en-4-alpha-ol merupakan senyawa minyak atsiri serai yang paling baik selektivitasnya terhadap orexin-2 dibandingkan orexin-1. Kesimpulannya selin-6-en-4-alpha-ol dari minyak atsiri serai diprediksi dapat mengatasi insomnia melalui penghambatan pada kedua OX1R/OX2R dalam mekanisme anti-insomnia. Kata kunci: anti-insomnia, minyak atsiri, serai, selin-6-en-4-alpha-ol, orexin receptor

Page 4 of 4 | Total Record : 40