cover
Contact Name
A. A. Sg. A. Sukmaningsih
Contact Email
sukmaningsih@unud.ac.id
Phone
+6285339155574
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Open Access DRIVERset
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Perbaikan histologi hepar dan penambahan berat badan tikus (rattus norvegicus) strain wistar model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang Dinda Ayu Novitasari; Sri Rahayu Lestari; Yunita Rahmawati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p11

Abstract

Pisang merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang tinggi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi berpotensi memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran histologi hati dan penambahan berat badan pada tikus model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan tikus jantan (strain wistar), umur 7 minggu, rerata berat badan 120 g sejumlah 24 ekor. Kelompok perlakuan diantaranya; K- (pakan standar), K+ (pakan nasi aking), M+P0 (pakan standar), M+P1 (pakan 100% tepung pisang), M+P2 (pakan 75% tepung pisang +25% pakan standar), M+P3 (pakan 50% tepung pisang + 50% standar). Kelompok perlakuan K+ sampai perlakuan M+P3 dibuat malnutrisi dengan diberi nasi aking. Kelompok K- diberi pakan standar selama 11 minggu. Pengukuran berat badan dilakukan setiap minggu untuk masing- masing perlakuan. Setelah 11 minggu, tikus dikorbankan. Organ hati dikoleksi kemudian dibuat mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter kerusakan hati dideteksi melalui jumlah sel nekrosis, degenerasi hidropik, dan apoptosis pada 100 sel yang diamati. Hasil penelitian pemberian tepung pisang pada perlakuan M+P3 dapat menurunkan jumlah kerusakan sel nekrosis (p<0,05). Kombinasi pakan 50% tepung pisang dan 50% pakan standar dapat mempercepat regenerasi, menurunkan jumlah kerusakan sel, dan menghasilkan peningkatan berat badan secara signifikan (p<0,05).
Efektifitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun dan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) dari Pulau Timor NTT dalam Menghambat Bakteri Salmonella typhi Felisitas Meli Podhi; Retno Kawuri; Sang Ketut Sudirga
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p12

Abstract

Pisang merupakan pangan lokal yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein yang tinggi dalam mencukupi kebutuhan nutrisi berpotensi memperbaiki metabolism tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran histologi hati dan penambahan berat badan pada tikus model malnutrisi setelah pemberian tepung pisang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, menggunakan tikus jantan (strain wistar), umur 7 minggu, rerata berat badan 120 g sejumlah 24 ekor. Kelompok perlakuan diantaranya; K- (pakan standar), K+ (pakan nasi aking), M+P0 (pakan standar), M+P1 (pakan 100% tepung pisang), M+P2 (pakan 75% tepung pisang +25% pakan standar), M+P3 (pakan 50% tepung pisang + 50% standar). Kelompok perlakuan K+ sampai perlakuan M+P3 dibuat malnutrisi dengan diberi nasi aking. Kelompok K- diberi pakan standar selama 11 minggu. Pengukuran berat badan dilakukan setiap minggu untuk masing- masing perlakuan. Setelah 11 minggu, tikus dikorbankan. Organ hati dikoleksi kemudian dibuat mikroanatomi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin. Parameter kerusakan hati dideteksi melalui jumlah sel nekrosis, degenerasi hidropik, dan apoptosis pada 100 sel yang diamati. Hasil penelitian pemberian tepung pisang pada perlakuan M+P3 dapat menurunkan jumlah kerusakan sel nekrosis (p<0,05). Kombinasi pakan 50% tepung pisang dan 50% pakan standar dapat mempercepat regenerasi, menurunkan jumlah kerusakan sel, dan menghasilkan peningkatan berat badan secara signifikan (p<0,05).
Daya Tetas Telur Pada Suhu Ruangan Yang Berbeda dan Pertumbuhan Kopepoda Acartia spp. Sephia Anjani; Deny Suhernawan Yusup; Suko Ismi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p13

Abstract

Salah satu jenis kopepoda dari ordo Calanoida, Acartia spp. meski maih terbatas telah dimanfaatkan sebagai pakan alami yang potensial pada hatchery ikan dikarenakan mudah diperoleh, memiliki nilai nutrisi tinggi serta secara teknis mudah dikultur. Namun, hasil produksi kultur Acartia spp. masih relatif rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi kopepoda adalah keberhasilan daya tetas telur, yang sangat dipengaruhi oleh kualitas telur dan faktor lingkungan terutama suhu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tetas telur Acartia spp. pada suhu ruangan penetasan (hatching) 21oC dan 27oC dan pertumbuhan Acartia spp. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan,Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng-Bali, pada bulan Maret hingga bulan April 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penetasan dengan suhu air 27oC mencapai 100% dalam kurun waktu 48 jam. Sedangkan penetasan pada suhu air 21oC yang hanya mencapai 20% dengan kurun waktu 48 jam. Pertumbuhan Acartia spp. menunjukkan bahwa satu siklus Acartia spp. dari fase nauplii sampai mencapai fase dewasa memerlukan waktu 12 hari, dengan rincian nauplii (hari ke-1 hingga hari ke-6), fase kopepodit (hari ke-7 hingga hari ke-11), dan fase dewasa (hari ke-12). Kopepoda dewasa menunjukkan dimorphisme seksual, dengan fekunditas berkisar antara 11 hingga 30 butir telur.
Studi Akar Mangrove Asal Wisata Hutan Mangrove Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu Fatimatuzzahra Fatimatuzzahra; Evelyne Riandini; Dedi Satriawan; Lies Winarsih; RR Sri Astuti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p14

Abstract

Kota Bengkulu memiliki kawasan mangrove yang telah dimanfaatkan sebagai ekowisata, sekaligus sebagai salah satu upaya pelestarian tumbuhan mangrove yang mana tumbuhan ini memiliki kemampuan untuk hidup pada kondisi ekstrim pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove di kawasan hutan wisata mangrove dan mengetahui struktur anatomi akar modifikasi tumbuhan mangrove. Pengambilan sample dilakukan secara purposive sampling. Hasil yang diperoleh, didapatkan 3 jenis tumbuhan mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Avicennia alba, Sonneratia sp. yang tumbuh pada substrat berbeda. Studi akar mangrove digunakan jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia alba. Berdasarkan pengamatan struktur anatomi, diketahui bahwa kedua jenis mangrove ini memiliki epidermis, korteks, endodermis, perisikel, dan empulur. Namun, terdapat perbedaan pada bagian korteks Rhizophora apiculata yang terdapat pada substrat berbeda, yaitu korteks terdiri dari parenkim padat pada akar termodifikasi yang tumbuh pada substrat berpasir dan tumbuh di atas permukaan. Sebaliknya, akar termodifikasi yang ditemukan di bawah permukaan dengan substrat lumpur, memiliki aerenkim korteks dengan banyak ruang antar sel.
Keanekaragaman Serangga Tanah di Jalur Interpretasi Ciwalen Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat Amelia Rizqia Al Khairina; Meilisha Putri Pertiwi; Raden Teti Rostikawati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p15

Abstract

Jalur Interpretasi Ciwalen Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan habitat yang bagus untuk berbagai hewan, salah satunya serangga tanah. Serangga tanah berperan sebagai dekomposer memiliki jumlah yang melimpah sekitar 15% yang telah diketahui di Indonesia. Serangga ini memiliki habitat yang bervariasi seperti di permukaan tanah, di bawah serasah, di kulit kayu lapuk dan di beberapa bagian tumbuhan. Keberadaan serangga tanah dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sebagai habitat hidupnya. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan keanekaragaman serangga tanah di Jalur Interpretasi Ciwalen TNGGP. Penelitian dilaksanakan selama seminggu di Jalur Interpretasi Ciwalen TNGGP dengan transek sepanjang 100 meter. Metode penelitian yang digunakan yaitu Pitfall Trap dan Active Searching-Soil and Leaf Litter Sieving (AS-SLLS). Data hasil tangkapan serangga tanah dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Winner, Indeks Kemerataan Evennes dan Indeks Dominance of Simpson. Hasil penelitian keanekaragaman serangga tanah diperoleh sebanyak 453 individu, diklasifikasikan ke dalam 7 ordo dan 12 famili. Keanekaragaman serangga tanah tinggi didapatkan dari metode AS-SLLS dengan nilai 1,42, sedangkan metode Pitfall Trap dikategorikan keanekaragaman rendah dengan nilai 0,79, dikarenakan ada famili Formicidae yang mendominasi. Hasil pengukuran abiotik di lokasi penelitian menunjukkan kondisi yang optimal. Penentuan keanekaragaman serangga tanah lebih baik menggunakan metode AS-SLLS. Jalur Interpretasi Ciwalen TNGGP memiliki habitat yang mendukung kehidupan serangga tanah
Uji Potensi Ekstrak Daun Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli ATCC 25922 Sari Dewi Handayani; Akhmad Akhmad
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p16

Abstract

Dewasa ini, tanaman lokal dari suatu daerah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat karena dipercaya efek samping yang diakibatkan lebih kecil. Hasil kajian farmakologis sebelumnya telah ditemukan bahwa Pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) berpotensi sebagai antikanker, antimalaria, antileukemia, antiinflamasi dan antibakteri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji ekstrak daun pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli ATCC 25922, dengan variasi konsentrasi yakni 15%, 35% dan 55% serta chloramphenicol (kontrol positif) dan pelarut etanol 96% (kontrol negatif) sebagai pembanding. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram dengan data kuantitatif dilanjutkan uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dengan metode mikrodilusi cair menggunakan microplate 96-well sebagai data kualitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan Mann-Whitney sebagai uji lanjut. Rata-rata diameter zona hambat oleh ketiga ekstrak daun pasak bumi kategori kuat secara berturut- turut yaitu 12,67mm, 17,07mm, dan 18,67mm. Berdasarkan hasil visual kultur jernih pada uji KHM, kolom sumur ke-4 dengan konsentrasi sebesar 6,875 µg/mL ditentukan sebagai konsentrasi hambat minimum.
Karakterisasi Biokimiawi, Mikrobiologis Dan Fisikawi Dari Wine Limbah Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Mika Yanti A. Pasaribu; Afrizal Mayub; Euis Nursa’adah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 01 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i01.p17

Abstract

Wine merupakan salah satu jenis minuman yang mengandung alkohol hasil fermentasi yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar sari buah. Buah nangka merupakan salah satu buah tropis yang dapat digunakan sebagai bahan fermentasi pembuatan wine buah karena memiliki kandungan gula dan kandungan nutrisi yang tinggi. Produksi buah nangka di Bengkulu mengalami peningkatan, hal ini diikuti dengan meningkatnya limbah dari buah ini. Oleh sebab itu perlu adanya pemanfaatan limbah buah nangka salah satunya menjadi bahan dasar fermentasi wine. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakterisasi biokimiawi, mikrobiologis dari wine limbah buah nangka selama proses fermentasi dan karakterisasi fisikawi setelah proses penjernihan wine. Wine limbah nangka difermentasi dengan 3 perlakuan konsentrasi yakni 1:1, 2:1 dan 1:2 serta 3 perlakuan lama waktu fermentasi yakni 4, 8, dan 12 hari, kemudian dilakukan penjernihan wine selama 30 hari. Pengukuraan karakter biokimiawi dan mikrobiologis diukur selama proses fermentasi berlangsung sedangkan pengukuran karakter fisikasi atau organoleptik dilakukan setelah proses penjernihan. Hasil penelitian ini adalah semakin lama waktu fermentasi maka semakin terjadi penurunan gula reduksi dan pH serta peningkatan kadar etanol, total asam, jumlah khamir hidup dan jumlah khamir mati pada setiap wine nangka dengan perbedaan konsentrasi. Wine limbah nangka dengan konsentrasi 2:1 memiliki kadar etanol, total asam, jumlah khamir hidup dan mati tertinggi serta memiliki pH terendah dari kedua perlakuan wine lainnya. Wine limbah nangka dengan konsentrasi 1:2 memiliki warna yang cerah, jernih, memiliki aroma dan rasa buah dan alkohol serta paling disukai oleh panelis dibandingkan kedua perlakuan wine lainnya.
Uji Pemeriksaan Cemaran Total Bakteri, Coliform, Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Hasil Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di Kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali NI Putu Diah Septiani Putri; Retno Kawuri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p7

Abstract

Fish is a food that rots easily due to contamination with microorganisms. When consumed, food that has been contaminated with pathogenic bacteria can endanger human health. Tilapia fish (Oreochromis mossambicus) is vertebrate animal that is often cultivated, especially in the Kintamani area. This research was conducted to determine total bacterial contamination, Coliform, E.coli, and Salmonella sp. on tilapia fish cultivated in floating net cages in the Lake Batur area, Kintamani, providing information on the safety and suitability of consuming tilapia fish by food safety standards, as well as providing an overview of differences in bacterial contamination in each location village. The samples were tested using the pour plate and streak plate plating method. Coliform and E. coli bacterial contamination tests were carried out using the Most Probable Number (MPN) method, examining Salmonella sp. carried out on selective Salmonella Shigella Agar (SSA) media. The ALT test results obtained the highest average in tilapia fish samples from Kedisan village, namely 5.9 x 106 CFU/g, the highest average total Coliform was in fish samples from Abang and Batur Tengah villages with values ​​> 1.1 x 104 MPN /g, the highest average E. coli contamination was shown by tilapia fish samples from Abang village, namely >4.64 x 103 MPN/g, and one sample from Batur Tengah village showed positive for Salmonella sp bacteria. Based on these results, all tilapia fish samples exceeded the threshold for ALT, Coliform and E. coli contamination and one sample exceeded the normal limit for Salmonella sp contamination. on food based on BPOM and SNI standards.
Deteksi Cemaran Total Bakteri, Coliform, Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada Daging Ayam Broiler (Gallus domesticus) yang Dijual di Beberapa Pasar Daerah Kabupaten Badung, Bali Kadek Aryndha Sukma Prabaswari; Retno Kawuri; Dwi Ariani Yulihastuti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p4

Abstract

Chicken meat is a source of animal protein which is easily damaged due to its high water content. Chicken meat that is bought and sold could potentially become a place for the growth of bacteria that cause foodborne diseases.This study aims to determine total bacterial contamination, Coliform, Escherichia coli, and Salmonella sp. on broiler chicken meat in Badung Regency and determine the suitability of broiler chicken meat samples following food safety standards. Samples were taken using a purposive sampling method in six sub-districts in Badung Regency, namely Petang, Abiansemal, Mengwi, North Kuta, Kuta and South Kuta sub-districts at traditional markets that sell broiler chicken meat. The samples were tested using the pour plate and streak platting method. Parameters tested include Total Plate Number (ALT), Coliform, Escherichia coli, and Salmonella sp. on broiler chicken meat samples. Coliform and Escherichia coli bacteria were detected using Petrifilm ready-to-use media, while Salmonella sp. tested on selective Salmonella-Shigella Agar (SSA) media and catalase test and Gram staining. The research result showed that the contamination rates in broiler chicken breast meat were: Total Plate Number (ALT) 105 CFU/g to 107 CFU/g; Coliform and Escherichia coli 101 CFU/g to 104 CFU/g; Salmonella sp. positive in all samples, so that the samples tested did not meet the safety quality requirements for chicken meat according to SNI 3924: 2009.
The Antagonistic Potential of Kimchi-Associated LAB Against Histamine-Producing Pathogens in Seafood Putu Satrio Jhanardana Dewantara; Ni Putu Bintang Diah Lastini; Made Okta Hapsari Putri Diarsa; Pande Gede Putra Satwika; Dwi Ariani Yuliastuti; I Dewa Agung Panji Dwipayana; Yan Ramona
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p3

Abstract

Lactic acid bacteria (LAB) play a crucial role in food fermentation, for example in kimchi, a traditional Korean dish. These bacteria don’t only function in food preservation and probiotics, but also exhibit antimicrobial activity through the production of compounds like bacteriocins. This study introduces a novel approach in using LAB from kimchi for inhibiting the growth of Morganella morganii, a major histamine-producing pathogen in fish products. Histamine accumulation poses severe food safety risks, necessitating an innovative natural solutions. LAB isolates from both solid and liquid fractions of kimchi were screened on selective media and characterized biochemically for traits such as fermentation type and acid production. Antimicrobial efficacy, assessed via the Kirby-Bauer disk diffusion method, revealed inhibition zones averaging 6.98 ± 0.04 mm for liquid and 6.40 ± 1.34 mm for solid fractions. Despite their lower efficacy compared to chloramphenicol (30.80 ± 1.92 mm), the eco-friendly nature of LAB highlights their unique potential as a sustainable alternative for histamine control. This study is among the first to explore kimchi-derived LAB as antagonists against M. morganii, providing a novel perspective for developing green technologies in food safety and quality management.

Page 2 of 4 | Total Record : 31