cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
MODEL UJI KOMPETENSI KEAHLIAN INSTALASI LISTRIK Djoko Laras Budiyo Taruno; Basrowi Basrowi
Jurnal Kependidikan Vol. 44, No.2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3927.543 KB) | DOI: 10.21831/jk.v44i2.5249

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mendapatkan produk model uji kompetensi keahlian instalasilistrik, dan 2) mengetahui karakteristik penerapan model. Subjek pengembangan adalah pesertadidik, pengajar, dan asesor dari Pendidikan Tinggi, Sekolah Menengah Kejuruan, dan industriyang sesuai bidangnya. Validasi instrumen melalui proses pertimbangan ahli dan uji coba.Uji reliabilitas instrumen perangkat uji dengan menggunakan analisis koefi sien alpha daninterrater. Instrumen perangkat uji dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Hasil adalah sebagaiberikut: Pertama, asesmen model uji kompetensi keahlian (UKK) Instalasi Listrik merupakanintegrasi dari metode-metode asesmen otentik, yaitu unjuk kerja, tulis, dan wawancara. Kedua,karakteristik model UKK yang utama: memadukan asesmen unjuk kerja, tulis, dan wawancara,penilaian secara komprehensif kompetensi keahlian peserta didik pada aspek kognitif,psikomotorik, dan afektif, pendidik internal tidak terlibat dalam kegiatan penilaian, lokasi UKKdi lembaga pendidikan, penetapan hasil secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan,ada kesempatan sanggah, penilaian akhir diperoleh dari gabungan nilai unjuk kerja dan tulis,sedangkan hasil wawancara sebagai bagian penentu kompeten (K) atau belum kompeten (BK).
PENGARUH SUPERVISI DAN IKLIM ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA Sri Sarjana
Jurnal Kependidikan Vol. 42, No.2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.408 KB) | DOI: 10.21831/jk.v42i2.2243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali ada-tidaknya pengaruh supervisi terhadap tinggi rendahnya kepuasan kerja guru, ada-tidaknya pengaruh supervisi terhadap kepuasan kerja guru, dan ada-tidaknya pengaruh supervisi dan iklim kerja terhadap kepuasan kerja guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ex post facto. Instrumen yang digunakan adalah angket. Populasinya guru SMK Swasta di Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi sebanyak 172 dengan menggunakan  teknik penyampelan acak berlapis ganda dan diperoleh 50 guru. Hasil penelitian adalah pertama, terdapat pengaruh supervisi terhadap kepuasan kerja guru dengan koefisien korelasi sebesar 0.951 dan persamaan regresi sebesar Y = 70.390 + 0.259 X1 . Kedua, terdapat pengaruh iklim organisasi terhadap kepuasan kerja guru dengan koefisen korelasi sebesar 0.964 dan regression equation Y = 89.602 + 0.28 X2 . Ketiga, terdapat pengaruh supervisi dan iklim organisasi secara bersama-sama dengan kepuasan kerja guru dengan koefisien regresi ganda sebesar 0.974 dan regression equation Y = 0.967 + 0.413 X1 + 0.538 X2
IMPLEMENTATION OF QUANTUM PHYSICS INTRODUCTION AID ON VIRTUAL LABORATORIES TO IMPROVE PROFICIENCY GENERIC Sondang R Manurung; Mara Bangun Harahap; Nuryani Y Rustaman; Benny Suprapto Brotosiswoyo
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.654 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.15136

Abstract

This study was aimed at determining the results of virtual laboratory implementation in the introduction of quantum physics in improving the generic proficiency of prospective teacher students. The research method used was quasi-experimental with pretest-posttest control group design. This design uses the determination of equivalent subjects between the experimental group and purposive control. This learning module consists of 2 types, namely computer program aided module that display the visualization of quantum physics symptoms and conventional learning modules. This study was carried out on a teacher training institution in Bandung, West Java. The research subjects were the sixth semester students of Physics Education in the Subject of Quantum Physics, year 2014/2015. The sample in the experimental group consisted of 15 students, while the control group consisted of 24 students. The experimental group students received the learning of quantum physics with a virtual laboratory, while the control group received conventional learning. The result shows that the use of virtual laboratories in the introduction of quantum physics is able to improve the generic skills of students.IMPLEMENTASI LABORATORIUM VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN PENDAHULUAN FISIKA KUANTUM UNTUK MENINGKATKAN KEMAHIRAN GENERIKAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi laboratorium virtua dalam pembelajaran Pendahuluan Fisika kuantum dalam meningkatkan kemahiran generik mahasiswa calon guru. Metode penelitian adalah eksperimen semu dengan pretest-posttest Control Group Design. Desain ini menggunakan penetapan subjek setara antara kelompok eksperimen dan kontrol secara purposif. Modul pembelajaran ini terdiri dari 2 jenis yakni modul yang mempergunakan program komputer yang menampilkan visualisasi gejala fisika kuantum dan modul pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di LPTK di Kota Bandung Jawa Barat dengan subjek penelitian mahasiswa Semester VI Jurusan Pendidikan Fisika pada Mata Kuliah Fisika Kuantum Tahun Akademik 2014/2015. Sampel penelitian dalam kelompok eksperimen terdiri dari 15 orang mahasiswa. Kelompok kontrol terdiri dari 24 orang mahasiswa. Mahasiswa kelompok eksperimen menerima pembelajaran fisika kuantum dengan laboratorium virtual. Kelompok kontrol menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan laboratorium virtual dalam pembelajaran pendahuluan fisika kuantum dapat meningkatkan kemahiran generik mahasiswa. 
MODEL PENGUATAN SOFT SKILLS DALAM PEWUJUDAN CALON GURU KEJURUAN PROFESIONAL BERKARAKTER Wagiran Wagiran
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.598 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.1963

Abstract

Tujuan umum penelitian ini untuk menghasilkan model teoretis penguatan soft skills dengan tujuan khusus untuk mendapatkan gambaran profil aktual soft skills, mendapatkan gambaran pembekalan soft skills, dan merumuskan model teoretis penguatan soft skills calon guru kejuruan profesional berkarakter. Penelitian ini dipecahkan melalui desain RD. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat 68 dimensi soft skills yang diklasifikasi ke dalam lima dimensi utama, yakni jujur dan dapat dipercaya, tanggung jawab, disiplin, keteladanan, serta ketaatan terhadap etika; kedua, keunggulan calon guru adalah percaya diri, materi pembelajaran mutakhir, pemanfaatan IT, dan ketrampilan mengajar, sedangkan kelemahannya tampak dalam komunikasi interaktif dengan siswa, kurangnya disiplin, tanggung jawab, serta komunikasi dan inovasi; ketiga, pola penanaman soft skills dilakukan terhadap enam unsur, yakni kurikulum, pembelajaran, iklim akademik, kegiatan kemahasiswaan, kepemimpinan dan manajemen, serta hubungan sinergis dengan pemangku kepentingan, khususnya dunia usaha/industri.
KEMAMPUAN BIOMOTORANAK NORMAL DAN ANAK TUNA RUNGU Sukadiyanto Sukadiyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.1 (1998) EDISI KHUSUS DIES NATALIS
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7223.986 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i1.7247

Abstract

Abstrak Kemampuan biomotor merupakan komponen dasar dalam aktivitas olahraga bagi semua anak, baik anak normal maupun anak tunarungu. Pertumbuhan dan perkembangan antara anak normal dan tuna rungu tampak tidak ada perbedaan, sehingga sampai saat ini belum ada guru atau pelatih olah raga yang khusus dipersiapkan untuk para penyandang cacat tersebut. Artinya dalam proses pelatihan dan pengajaran olahraga bagi anak tunarungu diperlakukan sama dengan anak yang normal. Untuk itu, penelitia ini bertujuan untuk mengetahui status kemampuan biomotor anak normal dan anak tunarungu. Populasi penelitian ini adalah anak anak Sekolah Dasar dan anak anak tunarungu SLB PGRI Yogyakarta bagian B. Teknik pencuplikam dilakukan dengan purposive sampling, yaitu anakSekolah Dasar kelas V dan VI serta anak SLB bagian B yang berusia 12-15 tahun. Besar cuplikan 68 yang terdiri atas 34 anak normal dan 34 anak tuna rungu. Metode penelitian yang diguakan dengan cara survai dan teknik pengumpulan data dengan tes. Untukmengukur kemampuan biomotor menggunakan tes kelentukan, kekuatan, kecepatan, power, dan kelincahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan ststus kemampuan biomotor antara anak normal dan anak tunarungu. Rerata sesuaian anak normal (435,94) lebih besar daripada rerata sesuaian (359,59) anak tunarungu. Dengan demikian status kemampuan biomotor anak normal lebih baik dari  pada anak tunarungu. Untuk itu, dalam proses pelatihan dan pengajaran olahraga memerlukan cara dan jenis yang berbeda antara anak normal dan anak tunarungu. Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia tunarungu secara fisik, maka diperlukan pelatih dan guru olahraga yang memiliki bekal pengetahuan dan ketrampilan khusus tentang kondisi anak tuna rungu.
ANALISIS KESIAPAN SMK RSBI DALAM PENINGKATAN DAYA SAING LULUSAN Muhamad Ali
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.112 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.2257

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil SMK Rintisan Bertaraf Internasional (SMK RSBI) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan melakukan analisis berkaitan dengan kesiapannya dalam meningkatkan daya saing lulusan. Penelitian ini merupakan penelitian survey. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum profil sekolah kejuruan di Daerah Istimewa Yogyakarta masuk pada kategori baik. Skor rata-rata yang diperoleh untuk kesiapan sumber daya manusia adalah 72.25%, proses belajar mengajar 67,00%, sarana dan prasarana 73,5%, manajemen 76,25%, pendanaan 66,25%, yang kesiapan budaya sekolah 71.50%, kemitraan 84.50%, dan mahasiswa dan lulusan 82,00%. Berdasarkan hasil di atas pemerintah perlu meningkatkan kualitas sekolah kejuruan utama untuk meningkatkan kualitas dalam rangka untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif di pasar global
THE DEVELOPMENT OF ROLE-PLAYING LEARNING MODEL DESIGN ON ACCOUNTING SUBJECT Laurentius Saptono; Natalina Premastuti Brataningrum
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.546 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.21312

Abstract

THE DEVELOPMENT OF ROLE-PLAYING LEARNING MODEL DESIGN ON ACCOUNTING SUBJECTAbstractThis study was aimed to generate a product of an effective role-playing learning model design on basic competences of practicing accounting cycles in service companies for the eleventh grade students. The research procedures were done based on ADDIE model. The developed product design was validated by the experts of learning materials, the experts of learning media, the experts of learning design, and the experts of characters building. The product was tested on Stella Duce 1 Senior High School students both in small groups which consisted of 12 people and a large group of 40 people. The instruments which was used to assess product validity included material aspects, media aspects, aspects of learning, and aspects of character building. The result of the experts’ validation and testing to students showed that it was a very good developed product. This meant that the role-playing learning model design on basic competences of practicing accounting cycles in service companies for the eleventh grade students was worth implementing in the learning activities.PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN MODEL ROLE-PLAYING PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSIAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa desain pembelajaran model role-playing yang efektif untuk pembelajaran pada kompetensi dasar mempraktikkan siklus akuntansi perusahaan jasa untuk siswa kelas XI SMA. Prosedur pengembangan produk penelitian dilakukan berdasarkan Model ADDIE. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi pembelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, dan ahli pendidikan karakter. Produk diujicobakan kepada siswa-siswa SMA Stella Duce 1 baik kelompok kecil yang terdiri dari 12 orang maupun kelompok besar yang terdiri dari 40 orang. Instrumen untuk menilai validitas produk mencakup aspek materi, aspek media, aspek pembelajaran, dan aspek pendidikan karakter. Hasil validasi dari para ahli dan hasil ujicoba pada siswa-siswa menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dinyatakan sangat baik. Artinya, desain model role-playing yang dikembangkan untuk pembelajaran pada kompetensi dasar mempraktikkan siklus akuntansi perusahaan jasa untuk siswa kelas XI SMA layak untuk diimplementasikan dalam praktik pembelajaran.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS KERJA TERHADAP WAWASAN WIRAUSAHA Muhammad Yahya
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.109 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i1.8745

Abstract

THE EFFECT OF WORK-BASED LEARNING ON ENTREPRENEURIAL INSIGHTS Abstract:This study aims to determine the effect of work-based learning on entrepreneurial insights. This research uses Ex-post Facto with correlational approach. Subject of this research are 315 students grade 2 and 3 of Junior High School (Sekolah Menengah Pertama, SMP). Research instrument used questionnaire and documentation. The instruments were validated by using confirmatory factor analysis. Then, Structural Equation Modeling (SEM) were used to analyze the effect of work-based learning on students’ entrepreneurial insight. The results show: (1) model of work-based learning can significantly develop students’ entrepreneurial insights, (2) variable in term of working guidance can build students' entrepreneurial insights significantly with a contribution of 1.96%, (3) variable about work interest can build students 'entrepreneurial insights significantly with a contribution of 6.25%, (4) technological mastery variables can develop students' entrepreneurial insights significantly with a contribution of 5.29%, (5) working appreciation variables can build students 'entrepreneurial insights significantly with a contribution of 12.96%, and (6) variable learning satisfaction can build students' entrepreneurial insights significantly with a contribution of 49%. Keywords:  work-based learning, work guidance, work interest, technology mastery,  learning satisfaction, entrepreneurial insight.
PENGARUH BENTUK LATIHAN DAN JENIS TEKS TERHADAP HASIL BELAJAR MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SLTP Sunarti Sunarti
Jurnal Kependidikan Vol. 35, No.1 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10173.601 KB) | DOI: 10.21831/jk.v35i1.7266

Abstract

Abstract The objective of this research was to find out the  influence of the form of exercises and the type of text on the students’ achievement in reading for comprehension. The exercises consisted of answering questions and making a summary, and the texts were narrative, descriptive, expository, and argumentative. Using the 2 x 4 factorial designs, the research was conducted in a State Junior High School. The results of the analysis indicated that: (1) the form of exercise influenced the students’ achievement in reading descriptive and expository tests. The mean of scores on reading comprehension on descriptive and expository texts achieved by the students trained using summary- making exercise was higher than the mean of scores on reading comprehension test of the students trained using question-answering practice. The form of the exercise did not influence the students’ achievement in reading narrative and argumentative texts. Keywords: reading exercise, types of text
PEMBELAJARAN MORAL MELALUI MATA KULIAH HUKUM ISLAM Marjuki Marjuki
Jurnal Kependidikan Vol. 38, No.1 (2008)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9303.323 KB) | DOI: 10.21831/jk.v38i1.2270

Abstract

The main problems  in  this study  are how  moral  learning  is achieved by the Islamic Law subject in the PPKN Department (now: PKnH) of the Social Science Faculty (now: FISE) ofYogyakarta State University and what factors  influence moral learning in the Islamic Law subject. The study is qualitative and descriptive survey research. The data were obtained by questionnaires and interviews with the students taking the Islamic Law subject. The results show that Islamic law learning is one of the moral learning. The moral learning achieved through the Islamic Law subject manifests in many ways, i.e.: 1) Almost all instructional topics contain moral values, 2) Learning strategies which endorse moral problems are the dialogue and speech method and the discussion  method, and 3)  The assessment process  which endorses moral problems is that related to the students' behaviours and attitudesfrom the beginning until the end of the learning process. The main factors   obstructing  the  moral  learning  are: 1)  The  basic competence of students in PPKN is heterogeneous, 2)  The students' interest in moral problems  is not high, and 3)  Moral  learning is difficult.

Page 10 of 58 | Total Record : 576