cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK INSTALASI LISTRIK Riana T. Mangesa
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1237.358 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i1.9577

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam pemahaman belajar praktik melalui pendekatan kontekstual dan (2) keefektifan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran praktik instalasi listrik I. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling. Hasil penelitian adalah; kemampuan praktik  peserta didik pada kelompok  Eksperimen (E) yang menggunakan pendekatan kontekstual, lebih tinggi dari  kelompok Kontrol (K) yang menggunakan pembelajaran langsung. Hasil pengamatan menunjukkan indikator penggunaan pendekatan kontekstual lebih tinggi, yang mendeskripsikan efektif dipergunakan dalam pembelajaran praktik. 
PENGEMBANGAN PROGRAM CAI DENGAN STRATEGI REMIDIASI KESALAHAN Herman Dwi Surjono
Jurnal Kependidikan Vol. 29, No.1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7388.373 KB) | DOI: 10.21831/jk.v29i1.7271

Abstract

Abstract The purpose of this research was to develop, to evaluate, and to investigate the effectiveness of error remediation CAI lesson. The CAI lesson was developed using error remediation strategies. An experimental study involving 30 students of electrical department at vocational college of FPTK IKIP Yogyakarta was conducted. Questionnaires, evaluation sheets, and achievement tests were used to gather data. The validity and reliability of the research instrument were establish. There were 75% to 94% of the students expressed that the CAI lesson concerning four aspects: subject matter, presentation, student interaction and program interaction were good. The achievement of the students using the error remediation CAI lesson was higher significantly (α=0.05) than those of the students using the regular SPR lesson. Keywords: computer-assisted instruction (CAI), error remediation, tutorial
PENERAPAN PENILAIAN OTENTIK DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI SMP NEGERI I NGEMPLAK SLEMAN DENGAN STRATEGI FIKIR Mundilarto Mundilarto
Jurnal Kependidikan Vol. 36, No.1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.875 KB) | DOI: 10.21831/jk.v36i1.4943

Abstract

Ada tiga permasalahan yang dipecahkan melalui penelitian ini, yaitu: Bagaimana pengembangan penilaian otentik di SMP Negeri I Ngemplak sehingga guru mendapatkan pengalaman pengelolaan pembelajaran fisika melalui penilaian otentik? Bagaimana langkah pengembangan penilaian otentik yang dapat mendorong guru agar mampu menerapkan penilaian otentik dalam pembelajaran fisika? Bagaimana memberikan alternatif bentuk  penilaian yang dapat memberikan keyakinan kepada guru bahwa pembelajaran dan penilaian otentik bersifat kontekstual? Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan dua orang guru fisika di SMP Negeri I Ngemplak. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IXc berjumlah 40 orang. Walaupun sekolah sudah memiliki sejumlah perangkat komputer untuk pembelajaran, namun subjek penelitian tidak mendapat mata pelajaran Teknologi Informasi. Sebagian besar siswa-siswa ini tidak memiliki dan belum terbiasa dengan perangkat komputer, sehingga pada umumnya mereka belum dapat mengoperasikan komputer dengan baik. Dalam penelitian tindakan kelas ini telah dilakukan sebanyak 3 siklus yang ternyata mampu memberikan suasana pembelajaran fisika di SMP Negeri I Ngemplak Sleman secara interaktif dan kondusif. Ada dua strategi pembelajaran fisika di dalam penelitian ini, yakni menggunakan media interaktif berupa program software komputer dan kegiatan praktikum. Kedua strategi tersebut menekankan kemandirian siswa dalam berinteraksi dengan sumber dan bahan ajar serta kerjasama di dalam kelompok. Strategi FIKIR melalui media komputer dan media praktikum sangat efektif untuk meningkatkan minat dan partisipasi belajar serta hasil belajar fisika siswa-siswa kelas IXc SMP Negeri I Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.   Kata-kata kunci: penilaian otentik, strategi FIKIR
CHARACTERIZATION OF SCAFFOLDING BASED ON THE STUDENTS’ THINKING ERROR IN SOLVING MATHEMATIC PROBLEM Anton Prayitno; Efi Fatma Nurjana; Fitria Khasanah
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No.1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.106 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i1.10059

Abstract

This study was aimed at identifying the thinking error of the students in solving mathematics problems and providing the scaffolding. The study was descriptive explorative. This study was conducted in Mojokerto.The subjects were 25 students, however, only 3 were described since the scaffolding used was of level 2. Data were collected initially by asking the subjects to solve mathematic test items. Error patterns were identified from the students’ works. The students who made errors were chosen as the research subjects. Findings show that there were differences in the students’ thinking patterns before and during the provision of scaffolding. These differences occur due to the different scaffolding treatments according to the thinking errors. For students who have difficulties in understanding problems, the scaffolding is in the form of leading questions. For those who have difficulties in connecting previous concepts, the scaffolding is in the form of drawing tables and recalling previous materials. For students who have difficulties in organizing a strategy, the scaffolding is in the form of recalling the strategy that has been plannedKARAKTERISASI SCAFFOLDING BERDASARKAN KESALAHAN BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dan pemberian scaffolding. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan di beberapa sekolah di Kota Mojokerto. Subjek penelitian ini berjumlah 25 orang, namun yang dipaparkan pada artikel hanya 3 dengan scaffolding level 2. Prosedur pengumpulan data diawali dengan siswa diminta untuk menyelesaikan masalah matematika. Selanjutnya, hasil pekerjaan tersebut diidentifikasi pola kesalahannya. Siswa yang menghasilkan pekerjaan salah, dijadikan subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan berpikir siswa sebelum pemberian scaffolding dan selama pemberian scaffolding. Perbedaan terjadi karena peneliti memberikan scaffolding sesuai jenis kesalahan berpikir yang dialami siswa. Ketika subjek mengalami kesulitan dalam memahami masalah, scaffolding yang diberikan berupa pertanyaan arahan. Apabila subjek mengalami kesulitan dalam menghubungkan dengan konsep terdahulu, scaffolding berupa petunjuk untuk membuat tabel dan mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Untuk subjek yang mengalami kesulitan dalam menyusun strategi, scaffolding berupa dorongan untuk mengingat kembali strategi yang sudah direncanakan
RESILIENSI DAN LOCUS OF CONTROL GURU DAN STAF SEKOLAH PASCA GEMPA Sudaryono Sudaryono
Jurnal Kependidikan Vol. 37, No.1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9984.83 KB) | DOI: 10.21831/jk.v37i1.7295

Abstract

Abstract Studies related to aspect of resilience of Yogyakarta, an earthquake site, are important. The result of studies can be used to alleviate people from the desperate situation. This research aimed to explore the resilience of the teachers and staffs of the SMU Negeri 1 Pundong based on their locus of control or LOC (internal and external). The subsequent aim was to exploredifferences in psychological aspects that build resilience between internal and external locus of control. Thirty people were recruited as participants, in which 16 of them has internal LOC and 14 had external LOC. IPC scale of Locus of Control based on Levenson and resilience scale were employed as instruments. The resilience scale consisted of seven aspects: emotional regulation, impulse control, empathy,optimism, causal analysis, self-eficency, and reaching-out. It was developed by on Reivich ad Shatte method. Results showed that there was no significant difference in the levels of resilience between internal and external LOC (t= 1.343, p=0.190). the following analysis showed that the two groups(internal and external LOC) differed n two aspects, empathy (t=2.722, p 0.05) and reaching out (t=2.389, p 0.05). the meaning and possible causes of the result were discussed. Keywords: resiliency and lotus of control
KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMK DI KOTA YOGYAKARTA Iis Prasetyo
Jurnal Kependidikan Vol. 37, No.2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.166 KB) | DOI: 10.21831/jk.v37i2.4987

Abstract

KEBERHASILAN IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SMK DI KOTA YOGYAKARTA
IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTUAN KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA I PADA MAHASISWA PGSD - Trimurtini
Jurnal Kependidikan Vol. 39, No.2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.352 KB) | DOI: 10.21831/jk.v39i2.208

Abstract

The aim of this study was to find out the outcome of the implementation of a computer-aided cooperative learning model in the learning and teaching of Mathematics Education I in PGSD FIP UNNES. The research problems were: (1) Does the skill proceed in applying the computer-aided cooperative learning model have an effect on the learning outcome of the PGSD students? (2) Is there any difference in the learning outcome of mathematics of PGSD students between the cooperative learning model and the conventional model? The study applied the experimental research design comparing the learning outcomes of students who were taught using the cooperative learning model and those who were taught using the conventional model. The results oh the study are: (1)There is a big influence (54,4%) of skill proceed in applying the computer-aided cooperative learning model to the learning outcome of PGSD students in Mathematics Education I; (2) The cooperative learning model is more effective than the conventional model in improving the learning outcome of PGSD students in Mathematics Education I.
BULLYING PHENOMENA IN SCHOOL SETTING Darmawan Darmawan
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.27 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i2.9713

Abstract

FENOMENA BULLYING (PERISAKAN) DI LINGKUNGAN SEKOLAHAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan perilaku perisakan di kalangan siswa SMP, persepsi guru, dan siswa terhadap perilaku perisakan dan motif yang melatarbelakangi perilaku perisakan. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara dengan jumlah sampel sebanyak 264 siswa dan 4 guru dari dua sekolah menengah pertama di Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, secara umum siswa laki-laki lebih dominan terlibat dalam perisakan dibanding siswa perempuan. Kedua, untuk perisakan dalam bentuk verbal, seperti mengejek dan memanggil nama samaran, siswa perempuan lebih mendominasi dibandingkan dengan siswa laki-laki. Ketiga, perilaku perisakan di kalangan siswa dilatarbelakangi oleh dua motif yaitu pertama, perilaku ini hanya dilakukan dalam rangka candaan dan tidak bemaksud menyakiti korban. Kedua, siswa menunjukkan perilaku perisakan karena merasa lebih senior dan memiliki kekuatan dibanding dengan korban. Berdasarkan hasil penelitian ini, secara umum bentuk perisakan yang terjadi di lingkungan sekolah menengah di Kota Palu belum sampai pada tahap yang membahayakan korban dan tidak memiliki efek negatif terhadap prestasi akademik dan kenyamanan siswa dalam belajar.Kata kunci: perilaku perisakan, kenyamanan siswa, prestasi akademikAbstractThis study was aimed at finding out the prevalence of bullying among students at the junior high school, teachers and students’ perceptions towards bullying behaviors, and motives underlying bullying behaviors. The study used questionnaires and interviews to gather data from 264 students and 4 teachers in two secondary schools in Palu. The results indicate that: first, in general, boys were significantly more involved in bullying than girls. Second, girls seemed more often to take part in verbal bullying (e.g. calling names or teasing) than did boys. Third, the motives underlying the behaviors were: first, students who perform bullying behavior consider themselves as doing it for fun and second, students who perform bullying behavior seek for recognition as being seniors and being stronger than their victims. No serious problems were found in relation to students’ academic achievement and students’ well-being. Keywords: bullying behavior, students’ well-being, academic achievement
MASIH BERTAHANKAH SISTEM AMONG PADA MASA KINI? KAJIAN KONSEP DAN PRAKTIK PENDIDIKAN Muhammad Nur Wangit
Jurnal Kependidikan Vol. 39, No.2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v39i2.70

Abstract

!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman","serif"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep sistem among sebagai suatu model pendidikan dan pembelajaran yang terdapat dalam sumber-sumber tertulis, dan penerapan sistem among dalam praktek pendidikan. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan telaah pustaka (dokumentasi), dan pendekatan kualitatif deskriptif. Maksudnya, pertama dilakukan pengakajian terhadap berbagai sumber-sumber tertulis untuk memperoleh konsep tentang sistem among, kedua dilanjutkan dengan melihat, mengobservasi realitas praktek pendidikan, dan membandingkan konsep sistem among. Untuk ini maka diperlukan subyek penelitian yang terdiri dari anggota majelis luhur Tamansiswa, pamong (guru) perguruan Tamansiswa, siswa, dan juga alumni perguruan Tamansiswa. Analisis dilakukan secara kualitatif deskriptif dengan menentukan tema-tema pokok kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem among karya Ki Hadjar Dewantara sebenarnya merupakan suatu sistem pendidikan yang lengkap dan komprehensif. Oleh karena itu, pada dasarnya dapat diterapkan sepanjang waktu, seperti yang dilaksanakan di SMA Taruna Nusantara. Namun demikian dalam pelaksanaanya untuk perguruan Tamansiswa yang terbatas fasilitasnya ada beberapa hal yang tidak bisa dilaksanakan, misalnya rumah untuk pamong dan kunjungan ke rumah siswa sudah jarang dilakukan. Kata kunci: Sistem Among; Konsep; Praktik Pendidikan
DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKAN DAN REMEDIASINYA MELALUI PENELITIAN TINDAKAN SUKAMTO SUKAMTO; SUKARDJONO SUKARDJONO
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.2 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12077.283 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i2.5045

Abstract

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKAN DAN REMEDIASINYA MELALUI PENELITIAN TINDAKAN

Page 8 of 58 | Total Record : 576