cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
EFFECTIVENESS OF PROJECT-BASED LEARNING AND 5E LEARNING CYCLE INSTRUCTIONAL MODELS Kijambu John Baptist; D. N. Utami; Bambang Subali; S. Aloysius
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.423 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.27107

Abstract

This study was aimed at determining and comparing the effectiveness of project-based learning and 5E learning cycle instructional models in improving the acquisition of new biological knowledge related to the human immune system. This quasi experiment study with a pretest-posttest non-equivalent control group design was conducted in SMAN 1 and SMAN 8 Yogyakarta, Indonesia during the academic year 2018/2019. A cluster sampling technique was used to select 3 eleventh grade classes of natural science from each school. The criterion referenced essay test was used to measure the students’ learning achievements and the data collected were analyzed using SPSS version 23. The results show that both PjBL and 5E learning instructional models were effective to improve the students’ ability to acquire new biological knowledge related to the human immune system. PjBL model was more effective than 5E learning cycle model in improving the students’ ability to acquire new biological knowledge related to the human immune system.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR KETERAMPILAN MENYIMAK BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Lira Hayu Afdetis Mana; Titiek Fujita Yusandra; Atmazaki Atmazaki; Syahrul Ramadhan
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.832 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.13594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar keterampilan menyimak berbasis pendekatan Contextual Teaching and Learning(CTL) yang valid, praktis, dan efektif pada Mata Kuliah Pengajaran Keterampilan Menyimak. Prosedur pengembangan produk penelitian ini berdasarkan model ADDIE (Analiyze, Design, Develop, Implement, Evaluation) dan dibatasi sampai pada tahap ketiga. Kegiatan analisis melalui dua tahap yaitu analisis masalah dan analisis kebutuhan. Validasi buku ajar dilakukan oleh ahli mata kuliah menyimak, ahli bahasa, dan ahli kegrafikaan. Kepraktisan buku ajar dilihat melalui pengisian angket kepada pengguna buku ajar yaitu dosen dan mahasiswa. Kefektifan buku ajar dilihat dari hasil aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Produk diujicobakan kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di STKIP PGRI Sumbar dan Universitas Negeri Padang.Berdasarkan hasil analisis kebutuhan mahasiswa dinyatakan bahwa mahasiswa memerlukan sumber belajar yang dapat menunjang keterampilan menyimak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar keterampilan menyimak berbasis pendekatan CTL sudah memenuhi kriteria valid baik dari segi isi maupun konstruk, praktis dari segi kemudahan dan kesesuaian waktu serta efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. DEVELOPMENT OF TEACHING SKILLS BASED ON CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNINGThis study was aimed at producing a valid, practical, and effective Contextual Teaching and Learning (CTL)-based Listening Skills textbook for the Listening Skills Teaching course. The procedure of developing this research product is based on the ADDIE model (Analiyze, Design, Develop, Implement, Evaluation) and limited to the third stage. Analysis activities through two stages, namely problem analysis and needs analysis. Validation of textbooks is conducted by listening subject experts, linguists and graphic experts. Practicality of textbooks is seen through filling out questionnaires to textbook users, namely lecturers and students. The effectiveness of textbooks is seen from the results of student activities and learning outcomes. The product was tested on students of the Indonesian Language Study Program at STKIP PGRI West Sumatra and Padang State University. Based on the analysis of student needs it is stated that students need learning resources that can support listening skills. The results showed that the listening skill textbook based on the CTL approach had fulfilled valid criteria both in terms of content and construct, practically in terms of ease and suitability of time and was effective in increasing student activity and learning outcomes.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED-LEARNING DENGAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Sinta Ayu Damayanti; I Wayan Santyasa; A. A. I. A. Rai Sudiatmika
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.802 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.25460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kreatif fisika siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem-based learning dengan flipped classroom (PBLFC), model pembelajaran tradisonal dengan flipped classroom (PTFC), dan model pembelajaran tradisional dengan direct instruction (DI). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain one way pretest-posttest non-equivalent control group design. Sampel terdiri 86 siswa SMA yang terbagi dalam 3 kelas. Kelas eksperimen 1 menerapkan PBLFC, kelas eksperimen 2 dengan PTFC dan kelas kontrol dengan pembelajaran DI. Data kemampuan berpikir kreatif dikumpulkan dengan 15 butir soal esai dengan materi usaha dan energi, serta momentum dan impuls. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif dan ANAKOVA. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kreatif fisika antara siswa yang belajar dengan PBLFC, PTFC, dan DI. Hasil Uji BNt (Beda Nyata terkecil) menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif fisika siswa yang belajar dengan PBLFC lebih tinggi dibandingkan dengan PTFC dan DI. Pembelajaran aktif dengan flipped classroom perlu dikembangkan dalam pembelajaran fisika untuk mendorong kemampuan berpikir kreatif siswa. THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING FLIPPED CLASSROOM TOWARDS PHYSICS CREATIVE-THINKING ABILITYThis study was aimed at describing the differences in the creative-thinking abilities of the students who learn physics using the problem-based learning model with flipped classroom (PBLFC), traditional learning model with flipped classroom (TLFC), and traditional learning models with direct instruction (TLDI). A quasi-experimental with a one-way pretest-posttest non-equivalent control group design was used in this study. The sample consisted of 86 high school students divided into 3 classes. The experimental class 1 implemented PBLFC, experimental class 2 implemented TLFC, and the control class implemented TLDI learning. The data on the ability to think creatively were collected using 15 essay item tests with material on effort and energy, and momentum and impulses. The data then were analyzed by descriptive analysis and ANACOVA. The results of this study show that there are significant differences in the ability to think creatively between physics students who study with PBLFC, TLFC, and TLDI. Least Significant Difference (LSD) test results show that the creative thinking abilities of students who learn physics with PBLFC are higher than those with TLFC and TLDI. Active learning with flipped classroom needs to be developed in physics learning to encourage students' creative-thinking abilities.
MODEL PENDIDIKAN OLAH RAGA BERBASIS KETERAMPILAN GERAK DASAR Agi Ginanjar; Adang Suherman; Tite Juliantine; Yusuf Hidayat
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.895 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.24410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan pengaruh Sport Education Model (SEM) atau model pendidikan olah raga menggunakan racquet sports antara siswa yang memiliki Fundamental Movement Skills (FMS) tinggi dan siswa yang memiliki FMS rendah terhadap orientasi olahraga siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen murni dengan posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini siswa SMP sebanyak 174 orang dengan sampel sebanyak 40 orang menggunakan simple random sampling. Program ini meliputi tiga tahap, yaitu skill/tactical development, inter/intra team games with practices, dan postseason dengan menggunakan gabungan dari berbagai model pembelajaran, seperti direct instruction, cooperative, dan peer. Instrumen penelitian untuk FMS menggunakan tes FMS dan untuk orientasi olah raga menggunakan Sport Orientation Questionnaire (SOQ). Uji signifikansi dengan independent samples t-test. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh SEM pada siswa dengan FMS tinggi dan FMS rendah terhadap orientasi olah raga siswa SMP sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa SEM memberikan pengaruh terhadap orientasi olah raga siswa. Daya saing merupakan subskala yang paling berperan dalam orientasi olah raga siswa.SPORT EDUCATION MODEL WITH FUNDAMENTAL MOVEMENT SKILLSThis study was aimed at examining the differences in the effect of SEM using racquet sports between the students who have high FMS and students who have low FMS towards the sports orientation of junior high school. The method used in this study was the true experimental research method with posttest-only control group design. The population in this study consisted of 174 junior high school students with a sample of 40 people taken using the simple random sampling method. This program included three stages, namely skill/tactical development, inter/intra-team games with practices, and postseason by using a combination of various learning models, such as direct instruction, cooperative learning, and peer learning. The instruments for examining the FMS was an FMS test while for examining sports orientation was the Sport Orientation Questionnaire (SOQ). Independent samples t-test was used to test the significance. The results show that SEM had an influence on students' sports orientation. Competitiveness is the subscale that plays the most role in student sports orientation.
KURIKULUM PENDIDIKAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF INOVASI PEMBELAJARAN Maman Suryaman; Tadkiroatun Musfiroh; Widyastuti Purbani
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.199 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.31245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kurikulum bahasa dalam perspektif inovasi pembelajaran ditinjau dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berupa naskah Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Instrumen berupa human instrument dilengkapi dengan lembar analisis untuk menelaah dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dibantu kuantitatif. Kredibilitas penelitian dicapai melalui reliabilitas interater. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, profil lulusan belum dirumuskan berdasarkan realitas profesi yang ada di lapangan sehingga belum secara optimal dapat memberikan pemahaman tentang pengalaman belajar yang dirumuskan melalui capaian pembelajaran. Kedua, kompetensi belum dielaborasi secara lengkap dan relevan ke dalam capaian pembelajaran, profil lulusan, dan model pembelajaran. Ketiga, rumusan kompetensi sikap sudah menjadi bagian dari penyemaian dan pembentukan konsepsi dan perilaku individu tentang kesadaran identitas kebangsaan dan kenegaraan. Namun, kompetensi penguasaan pengetahuan, keterampilan khusus, dan keterampilan umum belum lengkap dan relevan dengan pembelajaran inovatif. LANGUAGE EDUCATION CURRICULUM IN LEARNING INNOVATION PERSPECTIVEThis study was aimed at describing the language education curriculum in the perspective of learning innovation at the Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University in reference of Indonesian Qualifiation Framework (IQF) and National Higher Education Standards (NHES). The research design used descriptive qualitative and content analysis method. The data were obtained from the curriculum texts of English Language Education and French Language Education Study Programs. Human instrument equipped with an analysis sheet was used to review the data. The data then analyzed using the descriptive analysis method. The credibility of this study was achieved through an inter-rater reliability. The results show that: first, the profile of graduates has not been formulated based on the reality of the field profession so that it has not been able to optimally provide an understanding of learning experiences formulated through learning outcomes. Second, the competencies have not been elaborated completely and relevant into learning outcomes, graduate profiles, and learning models. Third, the formulation of attitude competencies has become part of the seeding and formation of individual conceptions and behaviors about national and state identity awareness, but the competence in mastering knowledge, special skills, and general skills is not yet complete and relevant to innovative learning.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PROYEK UNTUK MEMOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH KEJURUAN Silvia Oksa; Sunaryo Soenarto
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.861 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.27280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul berbasis proyek yang layak dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (RD) menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Proses pengembangan meliputi produksi e-modul, validasi ahli materi dan ahli media, uji coba produk, dan revisi produk. Desain uji coba produk terdiri dari uji coba tahap awal kepada 7 siswa, uji coba lapangan skala kecil kepada 15 siswa, dan uji coba lapangan skala besar dengan melakukan praeksperimental kepada 32 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala analisis kebutuhan, skala kelayakan e-modul oleh para ahli, skala motivasi belajar, dan skala respons pengguna. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis proyek yang dihasilkan pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis sangat layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis.PROJECT-BASED E-MODULE DEVELOPMENT TO IMPROVE STUDENT LEARNING MOTIVATION OF VOCATIONAL SCHOOLThis study was aimed at developing a project-based e-module that is feasible and effective to improve student motivation in the Basic Graphic Design subject. This was a research and development research study using ADDIE (Analiyze, Design, Develop, Implement, Evaluation) model. The development process included the production of the e-modules, the validation by material and media experts, product trials, and product revisions. The product trial design consisted of an initial pilot test of 7 students, a small-scale field trial of 15 students, and a large-scale field trial by pre-experimental 32 students. The data collection instruments were the scale of needs analysis, eligibility of the e-modules by experts, learning motivation, and user responses. The data analysis technique was descriptive technique. The results show that the project-based e-module produced is feasible and effective to be used to increase the motivation of vocational student learning in the Basic Graphic Design subjects.
PENGIMPLEMENTASIAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA EKSTRAKURIKULER SENI TARI NAWUNG SEKAR Sunarti Sunarti; Sukadari Sukadari; Sati Antini
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.191 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.27694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari Jawa tradisional Nawung Sekar di SDN Rejodani dalam menanamkan pendidikan karakter dan bentuk penanaman pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari Jawa Nawung Sekar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman dan uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menanamkan pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler seni tari Jawa tradisional Nawung Sekar di SDN Rejodani Sleman dilakukan dengan cara intervensi dan habituasi baik dalam proses pembelajaran melalui pengarahan, bimbingan, pembiasaan dan keteladanan, dan penciptaan kondisi selama tahap persiapan, pendahuluan, inti dan kegiatan penutup. Dalam ragam gerak yang terkandung dalam setiap ragam gerak tari Nawung Sekar pun disisipi penanaman karakter. Bentuk penanaman pendidikan karakter meliputi bentuk penanaman nilai karakter religius, toleransi, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, cinta tanah air, cinta damai, mandiri, kreatif, peduli sosial dan tanggung jawab.THE IMPLEMENTING OF CHARACTER EDUCATION THROUGH NAWUNG SEKAR DANCE AS EXTRACULICULAR ACTIVITYThis study was aimed at determining the implementation of the traditional Javanese dance Nawung Sekar as an extracurricular activity at Rejodani primary school in instilling character education and forming characters. The research method used in this study was a qualitative method. The data were collected using observation, interview, and documentation techniques. The data analysis was performed using the Miles and Huberman model, while the data validity was tested by triangulation. The results of this study show that, for instilling character education in the extracurricular activity of traditional Javanese dance, Nawung Sekar at Rejodani primary school was done through intervention and habituation both in the learning process (through direction, guidance, habituation and example) and the creation of conditions during the preparation, introduction, core, and closing activities. In the range of movements contained in each of the Nawung Sekar, the implementation of character education was inserted. The forms of character education implemented in this activity are religious character values, tolerance, discipline, hard work, curiosity, patriotism, love of peace, independence, creativity, and social care and responsibility.
PENGEMBANGAN BUKU REFERENSI MENULIS FAKTUAL BERBASIS MULTILITERASI Ary Kristiyani
Jurnal Kependidikan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.854 KB) | DOI: 10.21831/jk.v4i1.30724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis faktual, menghasilkan buku referensi menulis faktual berbasis multiliterasi dan mendeskripsikan pendapat pakar terhadap produk tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, studi lapangan, wawancara, dan angket. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan data kualitatif seperti data wawancara dan analisis dokumen. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengolah data angket. Prosedur pengembangan mengikuti langkah desain produk, tahap uji materi dan merevisi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis faktual menggunakan sumber referensi di internet, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan Buku Sekolah Elektronik. Buku referensi menulis faktual berbasis multiliterasi disusun secara runtut dan detail untuk membantu pembaca memahami, menggunakan, dan mengaplikasikan dalam praktik menulis faktual. Buku referensi menulis faktual berbasis multiliterasi dalam kategori layak digunakan dengan revisi, yaitu perbaikan pada penerapan multiliterasi.DEVELOPING MULTILITERACIES BASED WRITING FACTUAL REFERENCE BOOKThis study was aimed at describing the factual writing of the students before using multiliteracies based factual reference book, generating multiliteracies based factual reference book, and describing the expert judgements of the reference book. This study used Research and Development (RD) method. The data were collected through literature studies, field studies, interviews, and questionnaires. The data analysis methods used were qualitative and quantitative analysis. The qualitative analysis was used to describe the data from the interview and the documentation. The quantitative analysis was used to analyze the questionnaire data. The stages of this study were product design, expert judgement, and revision. The result of the study shows that before the use of multiliteracies based reference book, the learning materials are limited to the reference sources on the internet, General Guidelines for Indonesian Spelling, Indonesian Dictionary, and Electronic School Textbooks. Multiliteracies based writing factual reference book is arranged in coherence and detail to help readers in understanding, using, and applying the factual writing texts. The expert judgements on the product show that the product is categorized into feasible with revision. Some improvements are needed in the multiliteracies application.
OPTIMIZING PROJECT-BASED TRY ACTIVITY TO IMPROVE THE DIMENSION OF STUDENTS’ COGNITIVE PROCESS I Wayan Widiana; I Made Suarjana
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.732 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.14422

Abstract

This study was aimed at determining the differences in the dimensions of cognitive processes between groups of students who are taught with project-based trying learning activities and groups of students who are taught with conventional learning activities. This research is a quasi-experimental study with a post-test only control group design. The population of this study was the fifth-grade students of the 2016/2017 academic year in the Curriculum 2013 Elementary School in Buleleng Regency, which amounted to 326 students. The samples were taken by cluster random sampling which amounted to 60 students. The data collected in this study were the results of the dimensions of cognitive processes by using 20 multiple-choice tests and 5 item essays on the ecosystem theme. The hypothesis was tested using inferential t-test statistics. The results show that there are significant differences in the dimensions of cognitive processes between groups of students who were taught with project-based trying activities and groups of students who were taught using conventional learning activities. The optimizing project-based trying activities has a positive effect on the dimensions of students' cognitive processes.PENGOPTIMALAN AKTIVITAS MENCOBA DENGAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN DIMENSI PROSES KOGNITIF SISWAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dimensi proses kognitif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan aktivitas pembelajaran mencoba berbasis proyek dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan aktivitas pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD rintisan Kurikulum 2013 Kabupaten Buleleng yang berjumlah 326 orang. Sampel diambil dengan cara cluster?random sampling yang berjumlah 60 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil dimensi proses kognitif dengan menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 20 butir dan esai 5 butir soal pada tema ekosistem. Hipotesis diuji dengan menggunakan statistik inferensial t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi proses kognitif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan aktivitas pembelajaran mencoba berbasis proyek dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan aktivitas pembelajaran konvensional Pengoptimalan aktivitas mencoba berbasis proyek berpengaruh positif terhadap dimensi proses kognitif siswa.
PEMILIHAN BUTIR ALTERNATIF PADA TES ADAPTIF UNTUK PENINGKATAN KEAMANAN TES Agus Santoso
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v43i1.1953

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendesksripsikan pengaruh pemilihan butir dengan pengacakan pada algoritma tes adaptif terhadap panjang tes dan estimasi kemampuan peserta tes. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur simulasi. Bank soal untuk keperluan simulasi menggunakan 250 butir soal terkalibrasi menggunakan model item response theory 3 parameter. Dua desain algoritma tes adaptif, desain algoritma dengan dan tanpa pengacakan dikembangkan. Pada algoritma tes adaptif dengan pengacakan, pengacakan butir dilakukan pada urutan butir kedua dan ketiga, sedangkan pada algoritma tes adaptif tanpa pengacakan, tidak dilakukan pengacakan pada pemilihan butir soal berikutnya yang akan diberikan kepada peserta tes. Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara statistik pengacakan tidak berpengaruh terhadap estimasi kemampuan peserta tes (nilai-p=0,306), dan panjang tes (nilai-p=0,328). Berdasarkan hal tersebut desain algoritma dengan pengacakan lebih tepat diterapkan pada algoritma tes adaptif.Tanpa mengurangi tingkat efisiensi dan presisi pengukuran, butir soal pada urutan awal yang diberikan kepada peserta tes lebih bervariasi sehingga dapat meningkatkan keamanan tes.