cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING DITINJAU DARI PRESTASI BELAJAR SISWA Siti Fatimah; Ika Kartika; Thaqibul Fikri Niyartama
Jurnal Kependidikan Vol. 42, No.1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v42i1.2226

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dan tanggapan pembelajaran fisika dengan model Cooperative Learning tipe FSLC dan SGD pokok bahasan getaran dan gelombang terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi penelitian ini siswa MTs Plus Az-Zahro Cisumur Kabupaten Cilacap dengan penyampelan secara purposif. Instrumennya adalah tes, angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan Anava Satu Jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran fisika dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe FSLC berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Pada ranah kognitif diperoleh Fhitung = 4,8 dengan F = 4,03. Pada ranah afektif diperoleh F = 7,35 dengan F tabel(5%)= 4,03. Pada ranah psikomotorik diperoleh F hitung = 13,04 dengan F hitung tabel(5%) = 4,03; (2) tanggapan siswa terhadap pembelajaran fisika yang menggunakan model Cooperative Learning tipe FSLC berkategori baik (83%) dan tanggapan siswa yang menggunakan tipe SGD berkategori cukup baik (77,5%).
LEARNING MULTIMEDIA BASED INFORMATION SERVICES Awik - Hidayati; Ismail Ismail
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v2i2.12245

Abstract

This study was aimed at developing the media in order to support learning information service activities carried out by teacher guidance and counseling. The main results of the study are multimedia products that are expected to become learning information service media to support the improvement of learning achievement seen through indicators of learning habits. The research method used in this research was research and development. The research population was junior high school students in Sukoharjo regency. The sampling was carried out using random sampling techniques for preliminary studies. The data were collected through interviews and observations. Data analysis technique used in this study was descriptive qualitative data analysis for the implementation of information services and the feasibility of multimedia-based learning information service media. The results show that first, the use of multimedia in learning information services has not been implemented by the Counseling Guidance teacher, so the service was monotonous and less creative. Second, the creation of multimedia-based learning information services has been through the feasibility test of practitioners and experts in the field of multimedia as well as the field of Guidance and Counseling. Third, the results of making multimedia-based learning information service media are feasible to be used by teachers.LAYANAN INFORMASI BELAJAR BERBASIS MULTIMEDIAAbstrakPenelitian ini bertujuan pada pengembangan media dalam rangka mendukung kegiatan layanan informasi belajar yang dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling. Hasil utama penelitian adalah produk multimedia yang diharapkan dapat menjadi media layanan informasi belajar untuk mendukung peningkatan prestasi belajar dilihat melalui indikator kebiasaan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan produk. Populasi penelitian yaitu SMP di Kabupaten Sukoharjo. Sampling dilakukan menggunakan teknik random sampling untuk studi pendahuluan. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif deskriptif untuk pelaksanaan layanan informasi dan kelayakan media layanan informasi belajar yang berbasis multimedia. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, penggunaan multimedia dalam layanan informasi belajar belum dilaksanakan oleh guru Bimbingan Konseling sehingga pelayanan bersifat monoton dan kurang kreatif. Kedua, pembuatan layanan informasi belajar berbasis multimedia telah melalui uji kelayakan dari praktisi dan ahli di bidang multimedia maupun bidang Bimbingan dan Konseling, Ketiga, hasil pembuatan media layanan informasi belajar berbasis multimedia layak digunakan oleh guru Bimbingan Konseling.
MODEL PENDIDIKAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KARAKTER SEBAGAI BRIDGING COURSE PEMBELAJARAN MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN Sri Sumardiningsih; Endang Mulyani; Marzuki Marzuki
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v43i1.1961

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tahun pertama dari dua tahun penelitian yang direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat implementasi model pendidikan ekonomi kreatif berbasis karakter yang terdiri atas silabus, RPP, dan bahan ajar serta mengembangkan seperangkat instrumen yang diperlukan untuk menilai model pendidikan ekonomi kreatif yang telah dikembangkan. Pengembangan model   menggunakan Four-D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah mahasiswa pengambil mata kuliah kewirausahaan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pengumpulan data dilakukan dengan angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan bahan ajar pendidikan ekonomi kreatif) hasil pengembangan termasuk ke dalam kategori baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi; 2) perangkat instrumen penilaian model pendidikan ekonomi kreatif hasil pengembangan (instrumen penilaian silabus, RPP, bahan ajar, penilaian kreativitas mahasiswa, dan penilaian keterlaksanaan model) termasuk dalam kategori “baik” dengan sedikit revisi.
MODEL PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN BAGI PENGANGGURAN PERKOTAAN PENDUDUK ASLI MISKIN KOTA YOGYAKARTA Indah Mustikawati
Jurnal Kependidikan Vol. 40, No. 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v40i1.517

Abstract

This study was aimed at identifying and describing: (1) the growth of entrepreneurship and increasing the skills of poor indigenous people, (2) the effectiveness of entrepreneurship education models in improving the incomes of poor indigenous people, (3) the effectiveness of the model of entrepreneurship education in reducing the number of poor indigenous people in the City of Yogyakarta. This study used the Research and Development design, which consisted of four stages: (1) preliminary study of entrepreneurship education for the community development of urban unemployment in the native residential location of Yogyakarta as an effort to alleviate poverty; (2) preparation of entrepreneurial education model for community urban unemployment;(3) a limited free trial of entrepreneurial education model for community urban unemployment in the city of Yogyakarta, and (4) monitoring. The population represented unemployed people who were the original inhabitants of the City of Yogyakarta. Sampling was conducted using the purposive sampling technique, and selected 33 people consisting of two groups which were in Kecamatan Umbulharjo (Kelurahan Sorosutan, 13 participants) and Kecamatan Tegalrejo (Kelurahan Kricak, 20 participants). Data collection was done using tests, interviews, observation, and documentation. Data analyses used the descriptive, qualitative approach, supported by quantitative data. The results showed: (1) an entrepreneurial education model that was developed to foster entrepreneurship and increase the skills of poor indigenous people was established; (2) the model of entrepreneurship education effectively increased the income of the poor natives by 20% -25%; (3) the model of entrepreneurship education was effective in reducing the number of poor natives
MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN TENIS LAPANGAN BAGI MAHASISWA Sukadiyanto Sukadiyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 35, No.1 (2005)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v35i1.5097

Abstract

Abstract This research was aimed at finding out the effectiveness of a groundstroke skill instructional model for the beginner tennis players among the 8 university students. The population was the students of the 2001 and 2002 academic years of the Department of Sport Trainer Education, Faculty of Sport Science, of the State University of Yogyakarta,who took the Lawn Tennis as one of their compulsory courses. The sample was 26 students chosen randomly from the total of 48 students of the 2001 academic years students and 22  students chosen randomly from the total of 39 students of the 2002 academic year students. The students of the 2001 academic year took the course conducted by the open instructional model, while the students of the 2002 academic year took the course conducted by the closed instructional model. The results of the analysis indicates that: (1) there is no differences in groundstroke skills between  the tennis players learn by open model and those learn by the closed model, (2) the tennis players with high coordination capability perform better groundstroke skills than those with the lower coordination capability, and (3) there is no interaction between instructional model and coordination capability with respect to their effect on the students groundstroke skills. Keywords: instructional model, lawn tennis.
PENGEMBANGAN MODEL BAHAN AJAR BERBASIS POTENSI DAERAH UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN BAHASA JAWA Siti Mulyani; Sri Harti Widyastuti; Zulfi Hendri
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v43i1.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan penunjang pembelajaran Bahasa Jawa di SD dan SMP terkait dengan peralatan tradisional sebagai potensi daerah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan pada penelitian ini melalui du tahap, yaitu: studi pendahuluan dan pengembangan prototipe. Studi pendahuluan dilaksanakan dengan kajian pustaka dan kajian lapangan. Pengembangan prototipe melalui dua tahapan, yakni pertama, pengembangan materi bahan ajar penunjang, dan kedua, pengembangan bahan ajar penunjang pembelajaran bahasa Jawa. Setelah tersusun bahan ajar diadakan uji produk kepada ahlinya, terkait dengan keahlian substansi, keahlian dalam bidang pembelajaran dan direvisi berdasarkan validasi dari ahli tersebut.Berdasarkan hasil kajian pustaka dan kajian lapangan peneliti dapat kemukan simpulan sebagai berikut. Bahan ajar mempergunakan bahasa Jawa ngoko. Berdasarkan  validasi ahli materi maupun ahli pembelajaran peneliti melakukan pembenahanterkait dengan judul, gambar halaman sampul, huruf diperbesar menjadi arial 11
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH Paidi Paidi
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v41i2.2225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran biologi berbasis masalah pada siswa SMA. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini mengadaptasi prosedur 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pengembangan perangkat pembelajaran dimulai dengan tahapan analisis kebutuhan, penyusunan prototipe, penyusunan draft, dan validasi. Validasi dilakukan melalui langkah review internal, review eksternal, dan uji coba terbatas. Keefektifan perangkat pembelajaran terhadap kemampuan metakognitif dan pemecahan masalah dilakukan melalui penelitian eksperimen. Hasil validasi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis masalah mempunyai kualitas baik dan potensial efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran biologi di SMA guna peningkatan kemampuan metakognitif, pemecahan masalah, serta penguasaan konsep biologi bagi siswa SMA di Sleman-DIY. Hasil ujicoba terbatas, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran biologi berbasis masalah ini dapat dilaksanakan oleh guru di sekolah dengan kualitas dan kategori kefavoritan sedang. Implementasi perangkat pembelajaran yang dihasilkan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan metakognitif dan penguasaan konsep biologi; berpengaruh sangat signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah biologi. Ada korelasi positif antara kemampuan metakognitif dengan penguasaan konsep biologi. Ada korelasi positif antara kemampuan pemecahan masalah dengan penguasaan konsep biologi. Ada kecenderungan korelasi antara kemampuan metakognitif dengan pemecahan masalah
DEVELOPING GUIDED DISCOVERY-BASED MODULE ON THE GENERATING FUNCTION LEARNING MATERIAL Iltavia Iltavia
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v3i2.20759

Abstract

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI FUNGSI PEMBANGKITAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis penemuan terbimbing pada materi fungsi pembangkit yang akan digunakan selama perkuliahan mata kuliah matematika diskrit. Sampel penelitian sebanyak 15 mahasiswa pendidikan matematika FKIP UMSB. Penelitian pengembangan ini menggunakan model McKenny yang terdiri atas tiga tahap yaitu preliminary, prototyping, dan assessment. Kegiatan analisis kebutuhan dimulai dengan analisis kurikulum, analisis konsep, dan analisis kebutuhan mahasiswa. Validasi modul dilakukan oleh pakar pendidikan matematika, teknologi pendidikan, dan bahasa. Kepraktisan modul dilihat melalui pengamatan pelaksanaan pembelajaran, pengisian angket prediksi menurut para ahli, pengisian angket menurut mahasiswa, dan melakukan wawancara dengan mahasiswa. Keefektifan modul dilihat dari hasil observasi aktivitas dan hasil belajar mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis kebutuhan mahasiswa, modul dibutuhkan untuk menemukan konsep materi secara mandiri. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa modul berbasis penemuan terbimbing untuk materi fungsi pembangkit pada matakuliah matematika diskrit sudah memenuhi kriteria valid baik dari segi isi maupun konstruk, praktis dari segi keterlaksanaan, kemudahan, dan waktu yang diperlukan, serta efektivitasnya.Kata kunci: modul, fungsi pembangkit, penemuan terbimbingAbstractThis study was aimed at developing a guided discovery-based module on the generating function learning material used during lectures on discrete mathematics courses. The research sample was 15 students of Mathematics Education, Faculty of Education, West Sumatra Muhammadiyah University. This study used McKenny's model which consists of three stages, namely preliminary, prototyping, and assessment. The needs analysis activity started with curriculum analysis, concept analysis, and need analysis. Module validation was carried out by mathematics, education technology, and language education experts. The practicality of the module was seen through observing the implementation of learning, filling in the prediction questionnaire according to experts, filling out the questionnaire according to students, and conducting interviews with the students. The effectiveness of the module was seen from the results of the observation of the student activities and learning outcomes. The data obtained were analyzed descriptively. Based on an analysis of student needs, a module is needed during the lecture process that requires students to discover material concepts independently. The results show that Guided discovery-based modules for generating function in discrete mathematics courses have met valid criteria both in terms of content and construct, practical in terms of feasibility, ease and time required, and the effectiveness.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MULTIMEDIA MATERI DIMENSI TIGA DITINJAU DARI PRESTASI DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DI SMA Lisner Tiurma; Heri Retnawati
Jurnal Kependidikan Vol. 44, No.2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v44i2.5230

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) keefektifan penggunaan multimedia ditinjau dari prestasi dan minat belajar matematika, dan (2) perbedaan prestasi dan minat belajar matematika pada pembelajaran yang menggunakan multimedia dan yang tidak menggunakan multimedia. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Aimas sejumlah enam kelas. Kelas XA dan XF ditentukan sebagai sampel penelitian secara random. Kelas XA pembelajaran menggunakan multimedia dan kelas XF pembelajaran tidak menggunakan multimedia. Pengumpulan data dengan tes prestasi belajar matematika dan angket minat siswa terhadap matematika. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pembelajaran matematika menggunakan multimedia efektif ditinjau dari prestasi dan minat siswa belajar matematika. Kedua, terdapat perbedaan prestasi dan minat belajar matematika siswa yang menggunakan multimedia dan yang tidak menggunakan multimedia. Ketiga, pembelajaran menggunakan multimedia lebih efektif dibandingkan pembelajaran tanpa menggunakan multimedia ditinjau dari prestasi dan minat siswa belajar matematika.
PENGEMBANGAN MANAJEMEN KURSUS GARMEN BERBASIS DUDI PADA PKH-LKP (4 IN 1 GARMENT COURSE MANAGEMENT) Alex Sujanto
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i1.9306

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pengembangan model manajemen kursus program menjahit garmen berbasis dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pada pendidikan kecakapan hidup lembaga kursus dan pelatihan (PKH-LKP). Manajemen kursus garmen  selama ini telah dikelola sesuai dengan fungsi manajemen dengan pendekatan 3-in-1. konsep ini dikembangkan menjadi 4-in-1. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R D) model Borg gall, dengan tahapan: (1) penelitian pendahuluan dilaksanakan di 4 LKP berkinerja B (2) desain divalidasi pakar melalui FGD. (3) dan menguji keefektifan model hipotetik. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan analisis menggunakan uji paired t-test. Hasil validasi desain model oleh pakar dan para praktisi menunjukkan sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan manajemen kursus garmen berbasis DUDI pada PHK-LKP (4 In 1 Garment Course Management)  mampu  meningkatkan  keefektifan manajemen kursus bagi pengelola kursus dan peserta didik.