cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 576 Documents
SHOW AND TELL EDUKATIF UNTUK PENGEMBANGAN EMPATI, AFILIASI-RESOLUSI KONFLIK, DAN KEBIASAAN POSITIF ANAK USIA DINI Tadkiroatun Musfiroh
Jurnal Kependidikan Vol. 41, No.2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.654 KB) | DOI: 10.21831/jk.v41i2.2219

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan show and tell edukatif untuk mengembangkan empati, afiliasi-resolusi konflik, dan kebiasaan positif AUD yang sudah divalidasi oleh ahli dan diuji coba di lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam keseluruhan penelitian adalah Research and Development (RD). Subjek penelitian adalah 11 KB-TK, 22 orang pendidik, dan 247 anak usia dini di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak di DIY yang dipilih melalui teknik purposive. Lokasi yang dipilih meliputi satu TK di Kabupaten Sleman, tiga KB-TK di Kabupaten Kulon Progo, tiga KB-TK di Kabupaten Bantul, dan empat KB-TK di Kota Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui metode angket, observasi, wawancara, dan focus group discussion. Data dianalisis  secara  deskriptif,  kuantitatif  dan  kualitatif.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa media show and tell anak didominasi oleh benda-benda pribadi anak; uji coba menunjukkan komponen kebiasaan positif naik 1,15 poin, empati naik 0,96, afiliasi dan resolusi konflik naik 0,87; pelaksanaan show and tell secara keseluruhan memiliki skor 8,17 (skor tertinggi 15), yang berarti anak cukup dalam kegiatan show and tell; anak-anak sudah mampu bercerita, bertanya, dan menjawab pertanyaan sederhana hingga relatif sulit meskipun harus terus-menerus difasilitasi guru; anak-anak juga memiliki kemauan untuk mengamati benda pribadi dan mengelaborasinya pada saat bercerita sehingga meningkatkan aspek isi show and tell, walaupun aspek bahasa dan refleksi belum optimal; dan perbaikan terjadi dalam beberapa kali pertemuan
THE EFFECTIVENESS OF SCIENCE LITERACY TO IMPROVE SCIENCE ACHIEVEMENT Avikasari Avikasari; Rukayah Rukayah; Mintasih Indriayu
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.918 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.19167

Abstract

AbstractThis study was aimed at determining the effectiveness of the use of science literacy teaching materials on improving science learning achievement of fourth grade elementary school students. The method used was research and development. The quasi-experimental with simple random sampling was used to select the sampling. In the implementation of the test, two sample groups were used, namely the experimental group and the control group. The testing phase of this product was carried out in two elementary schools in Gunungpati sub-district with a sample of 56 students of grade IV elementary school in the 2017/2018 school year. They consisted of 30 students of elementary school A and 26 students of elementary school B. The data were collected using tests. The results show that science-based science literacy teaching materials were effective in improving student learning achievement with the t-test calculation of 0.031. The results of the t test prove the difference between pretest and posttest values in the control and experimental groups. It can be concluded that the use of science teaching materials based on science literacy is effective to improve science learning achievement of fourth grade elementary school students.KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR SCIENCE LITERACY TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJARAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan bahan ajar science literacy terhadap peningkatan prestasi belajar IPA siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (Quasi-eksperimental) dengan simple random sampling. Dalam pelaksanaan pengujian digunakan dua kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahap pengujian produk ini laksanakan pada dua sekolah dasar di kecamatan gunungpati dengan sampel adalah 56 siswa kelas IV sekolah dasar pada Tahun Ajaran 2017/2018 yang terdiri atas 30 siswa SD A dan 26 siswa SD B. Data dikumpulkan menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar IPA berbasis science literacy efektif meningkatkan prestasi belajar siswa dengan hasil perhitungan uji-t sebesar 0,031. Hasil uji-t tersebut membuktikan adanya perbedaan nilai pretest dan posttest pada kelompok kontrol dan eksperimen. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar IPA berbasis science literacy efektif untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV sekolah dasar.
KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Muhyadi Muhyadi
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.789 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.1957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaji keberadaan tenaga administrasi sekolah, khususnya terkait dengan kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi sekolah di DIY. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi dengan model discrepancy. Responden penelitian berjumlah 28 orang, terdiri dari 12 kepala SD dan 8 kepala tenaga administrasi SMP dan 8 kepala tenaga administrasi SMA/SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pertama, Keberadaan tenaga administrasi sekolah pada sekolah-sekolah yang ada di DIY cukup bervariasi. Kedua, pada jenjang SMP maupun SMA/SMK tidak memiliki tenaga administrasi tertentu sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008. sehingga tugas-tugas yang ada dirangkap oleh petugas yang lain. Ketiga, Kualifikasi pendidikan tenaga administrasi secara keseluruhan sudah mendekati ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008. Keempat, Persyaratan yang pada umumnya belum dapat terpenuhi adalah dimilikinya sertifikat tenaga adminstrasi sekolah, kelima, seluruh jenjang pendidikan memiliki petugas layanan khusus tetapi jumlah dan jenis tugas yang dikerjakan sangat bervariasi. Keenam, Kompetensi tenaga administrasi sekolah secara keseluruhan sudah memadai sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN “CERDAS” BERBASIS TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES PADA PEMBELAJARAN IPA Atiek Winarti; Leny Yuanita; Muhamad Nur
Jurnal Kependidikan Vol. 45, No.1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.042 KB) | DOI: 10.21831/jk.v45i1.7183

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran “CERDAS” berbasis teoriMultiple Intelligences Howard Gardner. Kevalidan model dinilai oleh lima validator, sedangkankeefektifan model dilihat dari perkembangan multiple intelligences dan penguasaan konsep siswasetelah implementasi model CERDAS. Pengembangan model pembelajaran menggunakan disainpengembangan Plomp. Data diambil dengan teknik tes, angket dan observasi. Data validitasmodel dan perkembangan kecerdasan majemuk (multiple inteligences) siswa dianalisis secaradeskriptif, sedangkan data penguasaan konsep tahap II dan tahap III masing-masing dianalisismenggunakan uji Wilcoxon signed rank test dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Model CERDAS valid baik isi maupun konstruk dengan skor 4,04 (skor maksimal 5,0). (2) ModelCERDAS efektif digunakan dalam pembelajaran IPA dengan indikator berikut: (i) implementasimodel CERDAS mampu meningkatkan empat jenis kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasanintrapersonal, interpersonal, kinestetik, dan visual spasial (ii) kelompok uji coba yang menerapkanmodel CERDAS menunjukkan peningkatan penguasaan konsep dan ketuntasan belajar lebih tinggidaripada kelompok pembanding
MODIFIKASI MODEL-ELICITING ACTIVITIES DENGAN MENGGUNAKAN DIDACTICAL DESIGN RESEARCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR STATISTIS Bambang Avip Priatna Martadiputra
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.812 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i2.2259

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Model-Eliciting Activities (MEAs) dengan menggunakan Didactical Design Research (DDR). Metode yang digunakan adalah Research Development dengan tahapan pertama, persiapan untuk mengetahui keefektivan bahan ajar, pembelajaran MEAs yang dimodifikasi, tingkat validitas, reliabilitas, daya beda, dan indeks kesukaran instrumen tes serta kedua, pelaksanaan penelitian berupa uji coba pembelajaran MEAs yang dimodifikasi terhadap seluruh mahasiswa S1 pendidikan matematika yang mengikuti mata kuliah statistika dasar semester genap 2011/2012 dengan metode kuasi-eksperimen menggunakan Split-Plot Nested Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir statistis mahasiswa reguler maupun mahasiswa mengulang yang memperoleh pembelajaran MEAs yang dimodifikasi lebih tinggi secara signifikan dari mahasiswa yang memperoleh pembelajaran konvensional
THE DIFFUSION OF VALUE EDUCATION MODEL IN EARLY CHILDHOOD THROUGH TRADITIONAL SONGS AND GAMES Mami Hajaroh; Rukiyati Rukiyati; Joko Pamungkas
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.508 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i1.21385

Abstract

This study was aimed at diffusing the value education model through traditional songs and games for kindergarten teachers in Yogyakarta. This model is an early childhood learning innovation for value education. Diffusion research is a study to disseminate models to teachers; therefore the research subjects were kindergarten teachers. The subject of this study in Kindergarten Schools in DIY included 15 kindergarten schools in Bantul, Sleman, Kulonprogo, Bantul and Yogyakarta city regencies involving 32 teachers. The data were gathered using focus group discussions and questionnaires. The data then analyzed using mixed descriptive qualitative and quantitative methods. This study proves that the model of value education in early childhood through traditional songs and games has five characteristics as innovations which have the advantages of relative, compatibility, complexity, can be tested and can be observed. In addition, in the process of disseminating to the teacher through five stages of diffusion, namely: knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. Teachers also tend to use traditional songs and games to inculcate religious values which are the school's peculiarities.DIFUSI MODEL PENDIDIKAN NILAI PADA ANAK USIA DINI MELALUI LAGU DAN PERMAINAN TRADISIONALPenelitian ini bertujuan untuk mendifusikan model pendidikan nilai melalui lagu dan permainan (dolanan) tradisional pada guru taman kanak-kanak ‘Aisyiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Model ini merupakan inovasi pembelajaran anak usia dini untuk pendidikan nilai. Penelitian difusi merupakan penelitian untuk menyebarluaskan model kepada para guru; oleh karena itu subyek penelitian adalah guru taman kanak-kanak. Subjek penelitian ini di Sekolah Taman Kanak-kanak di DIY meliputi 15 sekolah Taman-Kanak-kanak di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Kota Yogyakarta melibatkan 32 orang guru. Pengumpulan data menggunakan focus group discussion dan kuisioner. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini membuktikan bahwa model pendidikan nilai pada anak usia dini melalui lagu dan dolanan memiliki lima karakterisik sebagai inovasi yakni memiliki keunggulan relative, kompatibilitas, kompleksitas, dapat diujicoba dan dapat diamati. Selain itu dalam proses penyebarluasan kepada guru melewati lima tahap difusi yakni: pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Guru juga cenderung menggunakan lagu dan permainan tradisional untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan yang merupakan kekhasan sekolah.
MODEL MODEL PEMBELAJARAN COMPETENCE BASED TRAINING (CBT) BERBASIS KARAKTER UNTUK PEMBELAJARAN PRAKTIK Paryanto Paryanto; Arianto Leman Soemawidagdo; Sunarso Sunarso
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.94 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i2.1967

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah: (1) menghasilkan seperangkat prosedur/tahapan model pembelajaran CBT berbasis karakter; (2) mengetahui tingkat keterlaksanaan proses integrasi aspek karakter melalui model pembelajaran CBT berbasis karakter. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Research and Development dengan tahapan: (1) studi pendahuluan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan pengembangan; (2) penyusunan model konseptual; (3) melakukan validasi model melalui kegiatan FGD; (4) merevisi model konseptual; (5) uji coba model konseptual. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan adalah: (1) tahapan dalam pembelajaran CBT berbasis karakter adalah eksplorasi aspek karakter terkait dengan karakter kerja praktik, grouping, diskusi penyusunan work preparation sheet, pelaksanaan praktik disertai dengan pendampingan dan pembimbingan, proses assessment; (2) berdasarkan hasil uji coba yang telah dilaksanakan, tingkat keterlaksanaan proses integrasi aspek karakter melalui model pembelajaran CBT berbasis karakter adalah 5% belum terlaksana, 12% terlaksana belum konsisten, 16% terlaksana dengan konsisten, dan 70% telah membudaya.
HAMBATAN GURU DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM EKONOMI SMU 1994 Suyanto Suyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 28, No.1 (1998) EDISI KHUSUS DIES NATALIS
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3040.421 KB) | DOI: 10.21831/jk.v28i1.7252

Abstract

Abstrak Kurikulum 1994 untuk mata pelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Umum (SMU) telah dilaksanakan secara menyeluruh sejak tahun 1996. Dalam pelaksanaan tersebut, guru memegang peran yang sangat penting . oleh karena itu hambatan yang mungkin dihadapi oleh guru ekonomi dalam melaksanakan Kurikulum 1994 akan sangat merugikan bagi pencapaina hasil dari proses belajar mengajar mata pelajaran Ekonomi di SMU. Penelitian ini bertujuanuntuk melakukan eksplorasi terhadap berbagai hambatan (kesulitan) yang dihadapi oleh guru Ekonomi SMU dalam melaksanakan Kurikulum 1994. Penelitian ini dilaksanakan pada akhir tahun 1996 dengan menggunakan desain survey. Populasi penelitian ini meliputi seluruh guru Ekonomi SMU di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Besarnya sampel ditentukan berdasarkan table Krejcie dan Morgan. Berdasarkan table tersebut bersarnya sampel dalam penelitian ini adalah 168 orang guru Ekonomi SMU. Pemilihan sampel tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik purposive snowball melalui key informan yang berasal dari pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi di kabupaten-kabupaten : Sleman, Gunung Kidul. Kulon Progo, Bantul, dan Kota Madya Yogyakarta. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengn menggunakan self-administered questinnaire yang dikonstruksikan secara terbuka dan tetutup. Analisi data dilakukan dengan menggunakan teknik statistic univariate dan bivariate. Hasil analisis data menunjukan bahwa: (1) sebagian besar guru Ekonomi SMU (81,20%) menganggap bahwa Kurikulum Ekonomi 1994 memiliki muatan materi ajar yang terlalu sarat (2) sebagian besar guru (88,20%) mengalami kesulitan dalam mengajarkan Kurikulum Ekonomi 1994, yang disebabkan oleh: belum tersedianya buku pegangan bagi guru, belum tersedianya buku Pelajaran Ekonomi yang sesuai dengan GBPP, adanya materi baru yang harus diajarkan, dan tidak terincinya GBPP; (3) dalam memecahkan masalah yang dihadapi, guru meminta bantuan kepada teman sesame guru, dosen dari perguruan tinggi, dan ahli ekonomi yang ada dalam masyarakat.
PERBANDINGAN PENYEKORAN MODEL RASCH DAN MODEL PARTIAL CREDIT PADA MATEMATIKA Awal Isgiyanto
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.658 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.2246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut butir soal; kemampuan peserta menjawab butir soal; penyekoran model Rasch dan Partial Credit; serta nilai fungsi informasi model Rasch dan Partial Credit tes matematika. Metode penelitiannya adalah retrofitting dengan subjek peserta ujian nasional matematika SMP di Kabupaten Bantul. Objeknya berupa butir dan respons butir peserta. Hasilnya adalah pertama, atribut yang mendasari butir soal ada 47 yang terdiri atas empat atribut isi, 36 atribut proses, dan tujuh atribut keterampilan; kedua, kemampuan tertinggi peserta ada pada butir soal statistika dan peluang, diikuti aljabar dan geometri, sedangkan kemampuan terendah pada butir soal bilangan; ketiga, tingkat kesulitan tertingi model Rasch terletak pada bilangan, aljabar, serta statistika dan peluang dan terendah pada geometri dan pengukuran, sedangkan tertinggi pada model Partial Credit terletak pada threshold 2, diikuti threshold 1, dan terendah pada threshold 3; serta keempat, nilai fungsi informasi model Partial Credit lebih baik dan akurat daripada model Rasch.
DEVELOPING INTERACTIVE MULTIMEDIA LEARNING FOR PSYCHOMOTOR DOMAIN TO STUDENTS OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL Chandra Adhitama Nugraha; Sugeng Bayu Wahyono
Jurnal Kependidikan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.64 KB) | DOI: 10.21831/jk.v3i2.21797

Abstract

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK RANAH PSIKOMOTORIK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUANAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia yang layak dan memiliki kontribusi dalam proses pembelajaran dengan memperhatikan ranah psikomotorik. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menggunakan metode peneltian Research and Development yang diadaptasi dari Borg and Gall. Strategi pembelajaran menggunakan model ASSURE. Penelitian ini menempuh proses validasi masing-masing dua ahli materi dan ahli media. Validasi ahli bertujuan untuk menilai tingkat kelayakan dari multimedia. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, angket kelayakan multimedia oleh ahli media, angket kelayakan multimedia oleh ahli materi dan angket kelayakan multimedia oleh siswa. Skala penilaian menggunakan skala Likert dengan skala 1-5. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa produk multimedia pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dan memiliki kontribusi pada ranah psikomotorik siswa. Hasil dari validasi ahli dan uji coba produk diperoleh hasil dengan rentang skor minimal memiliki kriteria “baik”, sehingga dikatakan produk yang dikembangkan “layak”.AbstractThis study aims to produce a viable multimedia that contributes in the learning process by paying attention to the psychomotor domain. The subject of research students of Grade XI Vocational High School. This research and development referred to the nine steps of Borg and Gall’s development model. This learning strategies using ASSURE model. This product was validated by two material experts and two media experts. Validating the material aimed to know the feasibility level of the multimedia. This research uses quantitative descriptive analysis. The data were collected by using interview guidelines, observations sheet, and a multimedia feasibility questionnaire by a media expert, a multimedia feasibility questionnaire by a material expert and a multimedia feasibility questionnaire by students. Scale assessment using Likert scale with scale 1-5. The result of this research showed that the multimedia learning is feasible to use and contribute in student psychomotor field. The results of experts validation and product trial results obtained with a minimum score range having a "good" criterion, so that said the developed product is "feasible".Keywords: multimedia, psychomotor, Research and Development

Page 7 of 58 | Total Record : 576