cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 56 Documents
APPROACHING THE VALUES OF THE MAJAPAHIT KINGDOM: A STUDY OF GANESHA STATUES IN TROWULAN MUSEUM Soenarko, Zahra Pramatatya; Mikail, Izzaditya Dharmaputra; Kartiningsih, Rindrah; Rahmadianti, Happy Julia; Pasopati, Rommel Utungga
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6861

Abstract

This study addresses the tendency to interpret Majapahit artifacts through fixed symbolic meanings without examining how value is constructed through social experience. The research focuses on the Ganesha statue in Trowulan Museum as a cultural artifact situated within a specific historical context. A qualitative interpretive design is employed, using literature-based analysis and symbolic examination guided by the framework of John Dewey’s theory of value. The findings indicate that the Ganesha statue functions not only as a religious representation but as a medium through which values related to knowledge, authority, and social order are organized. Its symbolic attributes are shown to reflect practical concerns within Majapahit society rather than fixed doctrinal meanings. Comparative analysis reveals that differences between Indian and Majapahit representations result from contextual adaptation rather than variation in form alone. The study also demonstrates that the relocation of the statue into a museum context produces a shift in valuation, where its function changes from ritual practice to educational and cultural interpretation. These findings support the view that value emerges through interaction, use, and changing conditions. The study contributes to cultural and educational research by positioning artifacts as active participants in value formation rather than passive carriers of meaning.
PERAN HUKUM DALAM MENJAMIN KEPASTIAN TRANSAKSI BISNIS INTERNASIONAL DI ERA GLOBALISASI Eka Priady, Alfredo
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6865

Abstract

Perkembangan globalisasi telah mendorong peningkatan intensitas transaksi bisnis internasional yang melibatkan berbagai subjek hukum lintas yurisdiksi dengan sistem hukum yang berbeda-beda. Kondisi ini menimbulkan kompleksitas serta risiko hukum yang tinggi, terutama terkait kepastian hukum, perlindungan para pihak, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum dalam menjamin kepastian transaksi bisnis internasional di tengah dinamika globalisasi, dengan menyoroti aspek regulasi, kontrak internasional, serta lembaga penyelesaian sengketa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis terhadap berbagai instrumen hukum internasional, seperti prinsip-prinsip kontrak internasional, konvensi perdagangan, serta praktik arbitrase internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum memiliki peran sentral dalam menciptakan kepastian dan stabilitas melalui penyusunan kontrak yang jelas, penerapan prinsip hukum yang konsisten, serta keberadaan forum penyelesaian sengketa yang efektif seperti arbitrase internasional. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa perbedaan sistem hukum, konflik yurisdiksi, serta kurangnya harmonisasi regulasi antarnegara. Sebagai implikasi praktis, Pemerintah Indonesia perlu segera melakukan harmonisasi regulasi nasional dengan standar hukum internasional serta mendorong para pelaku bisnis untuk menerapkan klausula pilihan hukum dan arbitrase yang komprehensif dalam setiap kontrak lintas negara guna memitigasi risiko ketidakpastian yurisdiksi.
BUDAYA SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA PGSD DAN PJKR PADA KEGIATAN PLP DI KABUPATEN NGADA Nenu, Madre Nasarena; Ngindang, Maria Fatima; Tadi, Petrus Kanisius; Aja, Maria Kristina Meo; Laksana, Dek Ngurah Laba
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6874

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis budaya sekolah dalam perspektif mahasiswa PGSD dan PJKR pada kegiatan PLP di beberapa sekolah dasar Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan PLP pada 19–28 Februari 2026. Subjek penelitian meliputi siswa, guru, dan tenaga kependidikan di SD Citra Bakti, UPTD SDI Watuwu, UPTD SDI Wogo 170, UPTD SDI Dulopre, dan UPTD SDN Hedhazita. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah di lokasi penelitian tercermin melalui visi-misi yang jelas, tata tertib yang terstruktur, budaya 3S, kedisiplinan siswa, keteladanan guru, serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler yang mendukung perkembangan siswa. Selain itu, nilai-nilai budaya sekolah juga tampak dalam pembelajaran PGSD dan PJOK melalui penguatan toleransi, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, sportivitas, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa budaya sekolah berperan penting dalam membentuk karakter, mendukung proses pembelajaran, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kolaboratif dan adaptif. Oleh karena itu, penguatan budaya sekolah perlu dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar.
STATUS HUKUM DAN PERLINDUNGAN HAK PEKERJA GIG ECONOMY: STUDI KASUS DRIVER OJEK ONLINE DI INDONESIA Ramania, Hasya; Lie, Gunardi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6884

Abstract

Perkembangan ekonomi digital telah melahirkan model hubungan kerja baru yang dikenal sebagai gig economy, yang ditandai dengan fleksibilitas kerja berbasis platform digital. Fenomena ini di Indonesia paling nyata terlihat pada keberadaan driver ojek online yang diklasifikasikan sebagai mitra. Klasifikasi status hukum sebagai mitra tersebut menimbulkan persoalan serius dalam hal pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan yang bersifat normatif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis status hukum driver ojek online serta implikasinya terhadap perlindungan hak pekerja dalam perspektif hukum ketenagakerjaan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Temuan penelitian menunjukkan adanya ambiguitas status hukum yang mengakibatkan pekerja gig kehilangan hak dasar seperti upah minimum, jaminan sosial, dan perlindungan dari pemutusan hubungan kerja sepihak. Sebagai langkah strategis, penelitian ini merekomendasikan adanya pembaruan regulasi melalui pengakuan kategori pekerja antara (intermediate category) guna menjamin keadilan bagi pekerja tanpa menghambat inovasi platform digital.
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI NOMOR 66 PK/PID.SUS/2008 DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA Putrayasa, Eben Haezer Willem
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6885

Abstract

Peninjauan kembali (PK) merupakan upaya hukum luar biasa dalam sistem peradilan pidana Indonesia yang bertujuan mengoreksi kemungkinan terjadinya kekeliruan dalam putusan yang telah berkekuatan hukum tetap. Artikel ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Peninjauan Kembali Nomor 66 PK/Pid.Sus/2008 serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum pidana dan hukum acara pidana. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, dengan menitikberatkan pada analisis putusan pengadilan sebagai bahan hukum utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menerapkan ketentuan KUHAP secara konsisten, khususnya terkait alasan pengajuan PK seperti novum dan kekhilafan hakim. Pertimbangan hakim dalam putusan ini mencerminkan keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif, serta menunjukkan kehati-hatian dalam menilai bukti baru yang diajukan oleh pemohon. Namun demikian, penerapan standar pembuktian novum yang ketat menimbulkan kritik karena berpotensi membatasi akses keadilan bagi terpidana. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih proporsional agar PK tetap berfungsi sebagai sarana koreksi terhadap kekeliruan putusan tanpa mengabaikan prinsip keadilan. Dengan demikian, putusan ini memiliki nilai penting dalam pengembangan praktik peninjauan kembali di Indonesia serta menjadi refleksi bagi perbaikan sistem peradilan pidana ke depan.
EXAMINING CULTURAL APPEALS IN PERSUASIVE AUDIO AND VIDEO MATERIALS Simbolon, Sinta Uli; Reku, Angelina Merici Wua; Dermawan, Zahwa Amelia Putri; Sarmi, Ni Nyoman; Pujimahanani, Cahyaningsih; Pasopati, Rommel Utungga
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6893

Abstract

This study explores the role of cultural appeals in shaping persuasive communication in audio and video media. Cultural appeals refer to the use of shared values, beliefs, traditions, and social norms to influence audience perception and behavior. Grounded in communication and cultural studies, this research explores how cultural references are embedded in both audio formats, such as podcasts and radio, and video formats, including advertisements and digital media content. In audio media, cultural appeals are often conveyed through language choice, storytelling, accents, and culturally specific narratives that resonate with listeners’ identities and experiences. In contrast, video media incorporate visual symbols, settings, clothing, and gestures that more explicitly represent cultural contexts and enhance audience recognition. Using a comparative analytical approach, this study evaluates selected audio and video samples to identify how cultural elements are emphasized and interpreted across different media. The findings suggest that while both formats effectively employ cultural appeals, video media provide a more immediate and vivid representation of cultural identity, whereas audio fosters deeper personal interpretation and imagination. In conclusion, this study contributes to the understanding of persuasive communication by highlighting the importance of cultural sensitivity and relevance, offering practical insights for content creators aiming to engage diverse audiences effectively.
PERBANDINGAN FUNGSI DAN KEWENANGAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA SERTA WILAYATUL HISBAH DALAM PERSPEKTIF PEMERINTAHAN DAERAH Fina Salsabilla; Syakira Azila Damasa; Faudhil Shiddiq; Nurul Kamaly; Nofriadi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i5.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan fungsi serta kewenangan antara Wilayatul Hisbah (WH) di Provinsi Aceh dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia dalam kerangka pemerintahan daerah. Kedua lembaga tersebut sama-sama merupakan instrumen penegakan hukum daerah, namun memiliki karakteristik, landasan hukum, dan ruang lingkup kewenangan yang berbeda secara fundamental. Wilayatul Hisbah lahir dari keistimewaan Aceh sebagai daerah yang diberikan kewenangan menerapkan syariat Islam, sedangkan Satpol PP merupakan perangkat daerah yang bersifat nasional dengan fungsi penegakan peraturan daerah (Perda) dan ketertiban umum. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan, serta literatur akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tumpang tindih kewenangan di lapangan terutama di Provinsi Aceh, keduanya memiliki domain yang berbeda, dan harmonisasi kelembagaan menjadi kebutuhan mendesak demi efektivitas penegakan hukum daerah.
SOSIALISASI DAN EDUKASI PERUBAHAN BATAS USIA PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 16 TAHUN 2019 Rahmat Aripin; Rezi Tri Putri; Susmita; Ardyan; Khofifah Kusuma Wardani; Zaki Abdillah Khalid; Titi Gusmulyati
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i5.6914

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai perubahan batas usia perkawinan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Perubahan tersebut menetapkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila laki-laki dan perempuan telah mencapai usia 19 tahun. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat mengenai dasar hukum, tujuan, dan dampak sosial dari perubahan batas usia perkawinan. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan hukum, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan pada 22 April 2026 di Mushalla Muhammadiyah Shuwarul Hayat Andalas, Padang, Sumatera Barat, dengan peserta sekitar 30 orang yang terdiri atas orang tua, remaja, pemuda, dan pemudi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai pentingnya kesiapan usia, mental, biologis, ekonomi, dan sosial sebelum melangsungkan perkawinan mulai meningkat, yang terlihat dari keaktifan peserta dalam diskusi dan kemampuan peserta mengaitkan materi dengan persoalan perkawinan usia dini di masyarakat. Sosialisasi ini juga menegaskan bahwa perubahan batas usia perkawinan merupakan upaya hukum preventif untuk melindungi anak, mengurangi risiko perkawinan usia dini, serta mencegah dampak negatif seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, putus sekolah, dan siklus kemiskinan. Dalam perspektif hukum Islam, kebijakan ini sejalan dengan prinsip Sadd al-dzari’ah, yaitu menutup jalan yang dapat mengarah pada kemudaratan.
SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU: PERAN MODAL SOSIAL KELUARGA DALAM MENDUKUNG CAPAIAN AKADEMIK DAN NON-AKADEMIK SISWA DI SD AL IRSYAD AL ISLAMIYAH 01 PURWOKERTO Qurrotu Aini; Muh. Hanif
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i5.6918

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran modal sosial keluarga dalam mendukung capaian akademik dan non-akademik siswa di SD Al Irsyad Al Islamiyah 01 Purwokerto, sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu yang dikenal memiliki perhatian kuat terhadap prestasi dan pembentukan karakter siswa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian yang membahas modal sosial keluarga secara komprehensif dalam konteks Sekolah Dasar Islam Terpadu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial keluarga, menganalisis keterkaitan antara keterlibatan orang tua dan capaian siswa, serta menelaah peran modal sosial dalam mengompensasi keterbatasan fasilitas sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumentasi terhadap wali kelas, orang tua, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling hingga mencapai saturasi data. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, jaringan informasi antar orang tua yang difasilitasi program sekolah berfungsi sebagai modal strategis dalam memperluas akses pengetahuan pendidikan. Kedua, keterlibatan orang tua berkaitan erat dengan capaian siswa, terutama pada dimensi non-akademik seperti pembentukan karakter, motivasi, dan kepercayaan diri. Ketiga, modal sosial keluarga mampu mengompensasi keterbatasan fasilitas sekolah melalui inisiatif kolektif komunitas orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga oleh kekuatan ekosistem sosial yang dibangun bersama oleh sekolah, keluarga, dan komunitas. Kata Kunci: Capaian Akademik, Capaian Non Akademik, Keterlibatan Orang Tua, Modal Sosial, Sekolah Dasar Islam Terpadu
ANALISIS PELAKSANAAN ASESMEN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Andre Fikar Al.Mardhafi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i5.6928

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka di MI Salafiyah Gapuro Warungasem Batang. Penelitian ini juga mengidentifikasi kendala yang dihadapi sekolah serta upaya yang dilakukan dalam mendukung kesiapan siswa mengikuti asesmen berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang terlibat dalam pelaksanaan ANBK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ANBK di MI Salafiyah Gapuro Warungasem Batang berjalan cukup lancar, meskipun masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan perangkat komputer, koneksi internet yang belum stabil, serta rendahnya literasi komputer, literasi membaca, dan kemampuan numerasi sebagian siswa. Sekolah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain melakukan pemeriksaan perangkat sebelum pelaksanaan ANBK, meningkatkan kualitas jaringan internet, menyediakan genset sebagai sumber daya cadangan, serta mengenalkan pembelajaran komputer sejak kelas IV. Guru juga memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi melalui video pembelajaran, kuis interaktif, dan latihan literasi serta numerasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan ANBK di madrasah ibtidaiyah sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta dukungan pembelajaran berbasis teknologi.