cover
Contact Name
Dek Ngurah Laba Laksana
Contact Email
laba.laksana@gmail.com
Phone
+6281236659407
Journal Mail Official
jurnal.citramultidisiplin@gmail.com
Editorial Address
Jalan Trans Bajawa-Ende., Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT
Location
Kab. ngada,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Citra Multidisiplin
Published by STKIP Citra Bakti
ISSN : -     EISSN : 31238130     DOI : https://doi.org/10.38048/jcm
Jurnal Citra Multidisiplin (JCM) diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti. Jurnal ini menerima manuscript dengan kajian multidisiplin seperti: pendidikan, humaniora, sains, kesehatan, dan berbagai bidang ilmu lainnya baik dalam bentuk naskah kajian literatur, kajian penelitian, atau hasil kegiatan pengabdian masyarakat. Jurnal ini memiliki ISSN 3123-8130. JCM diterbitkan setiap bulan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA PRASEKOLAH Maria Theresia Repu; Susana Odje Yne; Maria Klaudia Ngoel; Yosephina Emirensiana Wea Gego; Margaretha Tea; Maria Restituta Repu; Dek Ngurah Laba Laksana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i3.6727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dalam pembentukan karakter dan motivasi belajar anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas orang tua anak usia prasekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran keluarga dalam pembentukan karakter dan motivasi belajar anak diwujudkan melalui praktik pengasuhan sehari-hari, seperti pemberian teladan, komunikasi yang intensif, pembiasaan perilaku positif, serta pemberian dukungan emosional dan belajar di rumah. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengarah perilaku, tetapi juga sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Temuan juga menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua berkontribusi terhadap munculnya sikap disiplin, tanggung jawab, serta minat anak dalam mengikuti aktivitas belajar. Namun demikian, peran tersebut tidak berlangsung secara seragam, melainkan dipengaruhi oleh pola asuh, latar belakang keluarga, serta intensitas interaksi antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, temuan penelitian ini bersifat kontekstual dan tidak dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan motivasi belajar anak usia prasekolah melalui praktik pengasuhan yang konsisten dan kontekstual.
PEMBELAJARAN BERBASIS BAHASA IBU DI KELAS AWAL: STUDI KUALITATIF TENTANG LITERASI DAN NUMERASI ANAK Azi, Anastasia; Odilia Dese, Lusia; Santri Wea, Karolna; Arin, Yasinta; Laba Laksana, Dek Ngurah
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i3.6729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi bahasa ibu dalam pembelajaran kelas awal serta implikasinya terhadap literasi dan numerasi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Citra Bakti Ngada. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas rendah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi bahasa ibu dalam pembelajaran dilakukan melalui penggunaan aktivitas konkret, permainan edukatif, literasi pagi, serta pendekatan kontekstual seperti Problem Based Learning dan Contextual Teaching and Learning. Penggunaan bahasa ibu membantu siswa memahami konsep secara lebih bertahap dan mendorong keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, strategi code-switching digunakan untuk mendukung transisi dari bahasa ibu ke bahasa Indonesia. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya indikasi perkembangan pada aspek literasi, seperti kelancaran membaca dan pengayaan kosakata, serta pada aspek numerasi, khususnya dalam memahami konsep dasar matematika melalui konteks yang dekat dengan kehidupan siswa. Namun demikian, temuan ini bersifat kontekstual dan terbatas pada subjek penelitian, sehingga tidak dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ibu dalam pembelajaran kelas awal berperan sebagai jembatan dalam membangun pemahaman awal siswa serta mendukung keterlibatan mereka dalam proses belajar yang lebih kontekstual.
PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: STUDI KUALITATIF DI SLB NEGERI BAJAWA Natalia Wona, Sarita; Jesinta Meo, Maria; Serlin Ona, Maria; Moi Nilu, Anastasia; Maria Muku Keti, Fransiska; Ngurah Laba Laksana, Dek
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i3.6732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Bajawa serta implikasinya terhadap kemandirian dan kemampuan sosial emosional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas yang dipilih secara purposive. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning diwujudkan melalui penggunaan aktivitas konkret, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Pembelajaran yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bertahap dan mendorong partisipasi yang lebih aktif. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan teman sebaya menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan proses pembelajaran. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya indikasi perkembangan pada aspek kemandirian siswa, seperti kemampuan menyelesaikan tugas sederhana dan mencoba aktivitas tanpa bantuan penuh. Perkembangan serupa terlihat pada kemampuan sosial dan emosional, terutama dalam interaksi dan pengelolaan emosi selama pembelajaran. Namun demikian, temuan ini bersifat kontekstual dan belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran anak berkebutuhan khusus tidak hanya berkaitan dengan metode, tetapi juga dengan bagaimana pengalaman belajar dirancang secara kontekstual dan didukung oleh lingkungan belajar yang kolaboratif.
PEMBELAJARAN KREATIF BERBASIS KEHIDUPAN SEHARI-HARI MELALUI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN STUDENT-CREATED CASE STUDIES (SCCS) DI SEKOLAH DASAR Yasinta Wale, Maria; Ledeng, Vinsensia; Ermelinda Leka, Natalia; Ndao, Cicilia Narcia; Uma, Veronika Yuliana; Laksana, Dek Ngurah Laba
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i3.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran berbasis kehidupan sehari-hari melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan metode Student Created Case Studies (SCCS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam terhadap satu kepala sekolah dan tiga guru kelas yang dipilih secara purposive. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis konteks kehidupan nyata mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, terutama melalui kegiatan diskusi, analisis kasus, dan refleksi. Penerapan SCCS memungkinkan siswa mengaitkan pengalaman sehari-hari dengan konsep yang dipelajari, sehingga membantu mereka dalam mengemukakan alasan dan berpartisipasi dalam diskusi secara lebih terbuka. Pendekatan CTL juga mendukung pemahaman konsep melalui pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Selain itu, integrasi nilai dalam aktivitas pembelajaran menunjukkan adanya indikasi perkembangan pada aspek sosial siswa, seperti kemampuan bekerja sama dan kecenderungan menyelesaikan konflik melalui diskusi. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran kontekstual sangat bergantung pada kemampuan guru dalam merancang aktivitas yang relevan serta memfasilitasi interaksi belajar secara aktif. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kehidupan sehari-hari tidak hanya berkaitan dengan penggunaan metode, tetapi juga dengan kualitas pengelolaan interaksi dan kontekstualisasi pengalaman belajar siswa di sekolah dasar.
PROBLEMATICS OF TEACHING DRAMA IN RURAL ELEMENTARY SCHOOLS: A PERSPECTIVE FROM MADURA Fauzi, Ach
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i3.6793

Abstract

This study examines drama-based literary learning at the elementary school level in rural schools in Madura, focusing on teachers’ perspectives. This research employed a qualitative descriptive approach, collecting data through in-depth interviews with elementary school teachers who integrate drama into English language learning. The data were analyzed thematically to identify patterns related to instructional processes and obstacles faced by teachers. The findings reveal that drama learning is implemented inconsistently and lacks systematic planning. Teachers mainly use methods such as reading and analyzing scripts, role-playing, and limited improvisation. However, several interrelated challenges hinder effective implementation, including limited instructional time, inadequate facilities and learning resources, low teacher confidence and competence in drama pedagogy, and students’ low motivation and anxiety about performing activities. These challenges indicate a gap between the pedagogical potential of drama and its practical realization in rural elementary schools. The study concludes that effective drama-based learning requires contextual and adaptive instructional strategies, professional development programs focused on drama pedagogy, and supportive learning environments that promote psychological safety for students. Future research is recommended to develop practical drama learning models and training programs tailored to rural school contexts.
REKONSTRUKSI OTORITAS GURU DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: ANALISIS EPISTEMIK, PEDAGOGIS, DAN MORAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH Ali, M. Mahrus; Alistiana, Lisa
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6835

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence dalam pembelajaran telah memunculkan perubahan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh struktur dasar otoritas guru dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kehadiran AI memengaruhi otoritas guru pada dimensi epistemik, pedagogis, dan moral dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain integrative literature review yang mengkaji literatur fundamental dan kontemporer terkait pendidikan Islam dan penggunaan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran otoritas epistemik dari guru sebagai sumber utama pengetahuan menuju sistem teknologi yang menyediakan informasi secara instan, yang berisiko mereduksi dimensi adab dalam memperoleh ilmu. Pada dimensi pedagogis, peran guru bertransformasi dari penyampai materi menjadi desainer inkuiri dan mediator yang membimbing siswa melakukan verifikasi kritis antara jawaban AI dengan sumber otoritatif (turath). Sementara itu, pada dimensi moral, otoritas guru justru semakin krusial sebagai penjaga nilai etis di tengah dominasi logika efisiensi algoritmik. Artikel ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi otoritas guru tidak menghilangkan peran pendidik, melainkan menggesernya menuju bentuk otoritas yang lebih reflektif, kontekstual, dan berbasis nilai.
DINAMIKA HUKUM JASA PENGIRIMAN DI ERA DIGITAL: TANTANGAN REGULASI DAN TANGGUNG JAWAB LAYANAN SAME-DAY DELIVERY Lesmana, Jordanno; Lie, Gunardi
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6856

Abstract

Perkembangan pesat niaga elektronik (e-commerce) di era digital telah memicu disrupsi signifikan dalam industri logistik, yang ditandai dengan inovasi layanan pengiriman pada hari yang sama (same-day delivery). Meskipun menawarkan efisiensi waktu, model bisnis ini memunculkan kompleksitas hukum baru, terutama terkait kepastian regulasi dan batasan tanggung jawab penyedia jasa pengiriman atas wanprestasi seperti keterlambatan, kerusakan, atau kehilangan barang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hukum, mengidentifikasi tantangan regulasi, serta mengkaji konstruksi tanggung jawab hukum penyedia layanan same-day delivery. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen hukum positif saat ini, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos, belum secara spesifik mengakomodasi karakteristik operasional dan kecepatan transaksi dari layanan pengiriman digital. Selain itu, masifnya penerapan klausula baku eksonerasi dalam Perjanjian Tingkat Layanan (Service Level Agreement) sering kali menggeser beban risiko secara sepihak yang merugikan konsumen. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa diperlukan pembaruan kerangka regulasi logistik digital yang lebih adaptif dan penegasan prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) guna mewujudkan keseimbangan perlindungan hukum yang berkeadilan bagi konsumen, mitra kurir, dan perusahaan ekspedisi. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pemerintah untuk segera menyusun regulasi teknis yang mengatur standar operasional minimum dan skema asuransi wajib bagi aplikator jasa pengiriman guna memitigasi risiko kerugian konsumen secara instan.
KEPASTIAN HUKUM DAN EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA DALAM KONTRAK BISNIS INTERNASIONAL: STUDI KASUS PT NUSANTARA COFFEE DAN GERMAN COFFEE GMBH Marleen Natania
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan pilihan hukum (choice of law) dan pilihan forum (forum selection) dalam kontrak bisnis internasional antara PT Nusantara Coffee dan German Coffee GmbH serta mengevaluasi efektivitas mekanisme penyelesaian sengketa melalui arbitrase internasional dibandingkan litigasi dan Alternative Dispute Resolution (ADR). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak internasional yang melibatkan unsur asing tunduk pada prinsip hukum perdata internasional, khususnya asas kebebasan berkontrak sebagaimana diatur dalam Pasal 1338 KUHPerdata. Para pihak memiliki kebebasan untuk menentukan hukum yang berlaku dan forum penyelesaian sengketa, namun tetap dibatasi oleh norma imperatif dan ketertiban umum. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa arbitrase internasional merupakan mekanisme penyelesaian sengketa yang paling efektif karena memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas, netralitas, serta kemudahan eksekusi putusan lintas negara berdasarkan Convention on the Recognition and Enforcement of Foreign Arbitral Awards. Sebagai implikasi praktis, pelaku usaha komoditas kopi di Indonesia disarankan untuk secara eksplisit mencantumkan klausula pilihan hukum yang netral dan memprioritaskan arbitrase internasional dalam kontrak ekspor guna menjamin kepastian penegakan hak hukum di yurisdiksi asing jika terjadi wanprestasi.
PRESERVING PERSUASIVE MORAL MESSAGES IN CHILDREN LITERATURE Pratama, Ananda Firda; Tabi’in, Uais Alqarnie Sayyidut; Ramadhani, Sayla Nur Syahfah; Pujimahanani, Cahyaningsih; Pasopati, Rommel Utungga; Yuliastuti, Anicleta
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6859

Abstract

This study examines how persuasive moral messages are preserved and communicated in children's literature. Although children's stories have long served as vehicles for moral education, little attention has been given to the specific narrative strategies that sustain persuasive moral elements within them. Using a qualitative textual analysis approach, this study analyzes selected children's stories to identify recurring moral themes and the persuasive techniques used to convey them. The findings reveal that moral values such as honesty, kindness, cooperation, responsibility, and perseverance are effectively communicated through character modeling, consequence-based storytelling, and emotionally engaging narratives. These strategies enable young readers to internalize moral lessons while remaining engaged with the story. This study concludes that preserving persuasive moral elements in children's literature is essential for supporting moral education and cultural value transmission across generations.
DISABLISM AND ITS CONSEQUENCES IN KATE CHOPIN’S THE BLIND MAN Nafis, Naufal; Rahmadianti, Happy Julia; Ramadhani, Nasywa Nuzula; Pasopati, Rommel Utungga; Wijaya, Kusuma
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6860

Abstract

This study investigates disablism and its impacts in Kate Chopin’s flash fiction entitled The Blind Man. Chopin straightforwardly writes that the blind man, as the main character, is discriminated against because of his disability. This is called disablism; it occurs when people have a negative viewpoint, undermine someone with a disability, and bring harm or prolonged hatred to them. Through the theory of disablism and qualitative analysis, this research explores disablism and its impacts in both real life and literature. Chopin’s flash fiction proves that treatment toward human beings is never neutral, but always identity-related. Meanwhile, disabled people should be regarded as human beings, not through their disabilities. In conclusion, Chopin’s story opens people’s eyes to humanize others, especially those with physical limitations.