cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
comtejsre@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
COMTE: Journal of Sociology Research and Education
ISSN : 3047566X     EISSN : 3047566X     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Education, Social,
COMTE: Journal of Sociology Research and Education is a journal dedicated to the publication of quality research results in the empirical research field of Sociology and Sociology Education. This journal provides direct open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports greater global knowledge exchange.
Articles 45 Documents
Implementasi Program Bantuan Sosial Kartu Anak Jakarta dan Dampaknya pada Penerima Manfaatdi Kelurahan Pinangsia Astrid Shobli Asyahra; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 2 (2025): (MAY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/q16ypd30

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat melakukan analisis terhadap pelaksanaan Program KAJ dan dampaknya di Kelurahan Pinangsia dengan pendekatan kualitatif. Program bantuan sosial ini dirancang dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar anak usia dini berasal dari keluarga rentan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya implementasi program di wilayah tersebut telah berlangsung sesuai dengan SOP meskipun terdapat beberapa hambatan, seperti ketidaklengkapan dokumen persyaratan pada pengambilan ATM DKI dan ketidakhadiran masyarakat pada tahap distribusi awal. Dampak positif yang signifikan bagi keluarga penerima manfaat, seperti akses pendidikan dan kesehatan, serta meringankan beban ekonomi keluarga, menunjukkan efektivitas program ini. Meski demikian, ada kebutuhan untuk perbaikan dalam proses verifikasi dan pendistribusian agar lebih tepat sasaran. Penelitian ini menyarankan agar evaluasi terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program KAJ dalam jangka panjang, dengan memperhatikan keterlibatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan yang lebih tepat sasaran.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Identitas Diri Remaja diKecamatan Way Tenong Titin Rosanti; Andi Nurlela
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 2 No 1 (2025): (MARCH) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/jwx68b77

Abstract

Media sosial merupakan komponen penting dalam pengembangan identitas diri seseorang karena telah mengubah cara orang terhubung, terutama di kalangan remaja. Mengingat dampaknya yang besar terhadap eksplorasi identitas remaja, fenomena ini menjadi topik yang menarik untuk diteliti di Kecamatan Way Tenong. Penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dan metodologi kualitatif untuk menyelidiki bagaimana media sosial mempengaruhi perkembangan identitas diri remaja. Remaja dapat mengekspresikan diri mereka, mendapatkan penerimaan sosial, dan menyesuaikan diri dengan tekanan teman sebaya di media sosial, sesuai dengan teori identitas diri Erik Erikson. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berfungsi sebagai platform untuk eksperimentasi identitas selain komunikasi. Remaja di Kecamatan Way Tenong mengunggah gambar, video, dan pembaruan status di media sosial yang menunjukkan minat dan kepribadian mereka. Namun, ada beberapa kelemahan dari tekanan teman sebaya, seperti risiko masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh budaya perbandingan. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya bagi para pendidik dan orang tua untuk mengadopsi strategi pengajaran yang mempromosikan penggunaan media sosial yang konstruktif dan sehat. Selain menyajikan teknik- teknik untuk mendukung remaja di era digital, penelitian ini juga memberikan wawasan yang signifikan tentang bagaimana media sosial mempengaruhi pembentukan identitas diri remaja.
Social Capital Transformation in the Digital Era: A Study of the Shift in Social Interactions of Indonesian Youth Muhammad Faisal; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/sn3v3e81

Abstract

This study aims to analyze the transformation of social capital among young Indonesians in the context of digitalization, focusing on changes in social interaction patterns, the formation of digital social capital, and its implications for socio-cultural development. Using a qualitative approach with a systematic literature study method, this study analyzes scientific articles published in the period 2019-2024 from the Scopus, Web of Science, and Google Scholar databases. The results of the study indicate that digital transformation has created a new form of social capital that is more dynamic and flexible, with 80% of social interactions of young Indonesians now taking place in digital spaces. Digital platforms facilitate the formation of broader and more diverse social networks, but also create challenges in terms of the digital divide and the development of social skills. The study recommends the development of an integrative framework to understand and facilitate the formation of effective digital social capital, as well as strategies to balance digital and physical interactions. Policies are also needed that can address the digital divide and support the development of digital social skills among young Indonesians.
Corporate communication Sebagai Strategi Utama dalam Pengelolaan Citra Organisasi Aminah Miliani; Sindy Pramudita; Rosanti Rosanti; Galuh Febriyanti; Kartika Kartika
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 6 (2025): (JANUARY) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/wr7v6j58

Abstract

Corporate communication merupakan salah satu strategi utama dalam pengelolaan citra organisasi yang efektif. Dalam dunia yang semakin terhubung dan transparan, komunikasi perusahaan tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun dan mempertahankan citra positif di mata publik, pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Strategi Corporate communication yang baik melibatkan koordinasi pesan yang konsisten, pemanfaatan berbagai saluran komunikasi, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial yang mendukung nilai-nilai perusahaan. Pengelolaan citra melalui Corporate communication juga mencakup respons terhadap krisis, pengelolaan isu-isu sensitif, dan pengembangan hubungan yang baik dengan media. Oleh karena itu, Corporate communication menjadi faktor kunci dalam menciptakan identitas perusahaan yang kuat dan berkelanjutan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan serta mempertahankan posisi perusahaan di pasar yang kompetitif.
Fenomena Putus Sekolah pada Anak Keluarga Petani di Desa Pusian Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow Anjelita Andale; Sangputri Sidik; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5xstm256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Pusian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Studi ini memiliki signifikansi yang tinggi, mengingat pendidikan merupakan kebutuhan fundamental bagi kehidupan manusia, khususnya dalam konteks keluarga petani yang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Penelitian dilaksanakan di Desa Pusian, suatu wilayah yang terletak di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Studi ini mengkaji fenomena putus sekolah yang masih menjadi tantangan dalam sistem pendidikan nasional, dengan mempertimbangkan berbagai program pemerintah, seperti kejar paket dan sekolah terbuka, yang telah diimplementasikan sebagai upaya untuk mengurangi angka putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor utama yang menjadi penyebab putus sekolah di Desa Pusian. Pertama, rendahnya motivasi orang tua terhadap pendidikan yang berdampak pada penurunan minat anak untuk bersekolah, terutama pada usia di atas 12 tahun atau setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMP. Kedua, meskipun terdapat bantuan dana pendidikan, pemanfaatan dana tersebut oleh orang tua belum optimal. Ketiga, faktor lingkungan dan kondisi ekonomi menjadi kendala signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan pendidikan anak-anak di desa tersebut. Situasi ini menandakan bahwa permasalahan putus sekolah tidak hanya disebabkan oleh kurangnya perhatian dari orang tua, namun juga dipengaruhi oleh kompleksitas faktor sosial ekonomi yang ada di lingkungan mereka.
Kepedulian Sosial Generasi Muda dalam Kehidupan Budaya di Desa Motoling Dua Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan Eunice Dwi Evania; Ferdinand Kerebungu; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/f7azqr90

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepedulian sosial generasi muda dalam konteks kehidupan budaya di Desa Motoling Dua, Kecamatan Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan. Fokus penelitian adalah menganalisis dan mendeskripsikan manifestasi kepedulian sosial generasi muda, khususnya dalam praktik gotong royong atau kerja bakti yang merupakan bagian integral dari kehidupan budaya setempat. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif, studi ini berupaya memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena sosial tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi kepedulian sosial masih terpelihara dengan baik di kalangan generasi muda Desa Motoling Dua, terutama dalam pelaksanaan kegiatan gotong royong. Keterlibatan aktif generasi muda dalam kegiatan gotong royong tidak hanya mencerminkan keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menunjukkan tingkat kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Hal ini membuktikan bahwa meskipun berada di era modern, generasi muda di Desa Motoling Dua masih memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan kolektif yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus melestarikan tradisi budaya gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 2 Tondano Fransiska Mangar; Yoseph D.A. Santie; Veronike E.T Salem
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/3y6czn58

Abstract

Berdasarkan latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kualitas kehidupan bangsa sangat di tentukan oleh faktor pendidikam,peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas ,damai,terbuka,dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Hal utama yang peneliti lakukan di SMA Negeri 2 Tondano adalah mengetahi seberapa baik peserta didik memahami materi yang sudah di jelaskan pada materi sosiologi saat di kelas. Setelah beberapa pertanyaan peneliti lontarkan bagi peserta didik hanya sebagian pertanyaan yang mereka bisa menjawab dan sebagiannya lagi mereka tidak bisa menjawab.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui meningkatnya motivasi belajar siswa kelas X yang berjumlah 29 orang dalam pelajaran sosiologi dengan menggunakan penerapan model pembelajaran inkuiri metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian ini adalah perbandingan siklus I dan siklus II,hasil siklus I yaitu 44,8% dan hasil siklus II yaitu 89,6%.
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Bolaang Hana Indriani Burmias; Veronike E.T Salem; Yoseph D.A. Santie
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 4 (2024): (SEPTEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/rax2bp85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Bolaang. Fokus utama adalah pada strategi yang diterapkan guru dalam memotivasi siswa, serta kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami fenomena secara holistik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan triangulasi untuk memastikan validitasnya. Subjek penelitian meliputi siswa Sosiologi dan guru terkait di SMA Negeri 1 Bolaang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan multifaset, seperti bertindak sebagai motivator, teladan, dan pengelola kelas yang efektif. Guru menggunakan metode pembelajaran inovatif, seperti pengelompokan siswa dan pemanfaatan alat bantu belajar, untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung. Strategi ini berhasil meningkatkan antusiasme siswa terhadap pembelajaran Sosiologi. Namun, kendala seperti variasi kemampuan siswa dan kurangnya dukungan lingkungan rumah menjadi tantangan dalam mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa interaksi positif antara guru dan siswa, didukung oleh metode pembelajaran yang menarik dan relevan, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan memahami kebutuhan dan karakteristik siswa, guru mampu menciptakan kondisi belajar yang kondusif, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar secara mandiri dan efektif. Studi ini memberikan wawasan tentang pentingnya peran guru dalam mendukung keberhasilan pendidikan, khususnya pada mata pelajaran Sosiologi.
Pola Komunikasi Keluarga dan Dampaknya terhadap Pembentukan Konsep Diri Remaja (Studi Kasus pada Keluarga Desa Suka Maju) Susi Apriana; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/mg9fr435

Abstract

Keluarga adalah bagian terkecil dari kelompok sosial yang lebih besar di masyarakat, di mana orang hidup bersama dan disatukan oleh hubungan saudara. Kelompok ini terdiri dari kepala keluarga, yang berarti mereka adalah orang tua dan memiliki minimal satu anak. Hal ini tidak berlaku untuk semua keluarga karena ada beberapa keluarga yang hanya teridiri dari suami dan istri serta belum memiliki anak. Penerapan pola komunikasi yang dilakukan dalam keluarga tentunya berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi dan dampaknya terhadap pembentukan konsep diri remaja melalui studi kasus pada keluarga Desa Suka Maju. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan pendekatan studi kasus di Desa suka Maju. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap remaja dan keluarganya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan konsep diri remaja di Desa Suka Maju. Komunikasi yang terbuka, suportif, dan empati cendrung memperkuat konsep diri positif remaja, sedangkan komunikasi otoriter dan minim interaksi dapat menghambat proses pembentukan konsep diri. Hal ini tentunya berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa gaya komunikasi keluarga akan memengaruhi perubahan kepribadian anak.
Ekonomi Kreatif Pemanfaatan Sampah Rumah Tangga Melalui Bank Sampah Desa Kedung Waringin, Bojonggede Nadifah Nurfalah; Romi Mesra
COMTE: Journal of Sociology Research and Education Vol 1 No 5 (2024): (NOVEMBER) COMTE: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/qhxaqw09

Abstract

Pemanfaatan sampah melalui bank sampah merupakan inovasi ekonomi kreatif yang bertujuan untuk meminimalisir sampah rumah tangga dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Kedung Waringin. Sampah rumah tangga yang dikelola oleh bank sampah berjenis sampah anorganik seperti plastik, kaca, logam dan lainnya yang mana sampah ini sulit diuraikan oleh alam. Mekanisme pengelolaan bank sampah tersebut dipilah berdasarkan karakteristik dan jenisnya masing-masing sehingga sampah yang di kelompokan oleh masyarakat tersebut akan memiliki nilai ekonomis. Riset ini bertujuan untuk menganalisis dampak positif ekonomi kreatif bank sampah terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi masyarakat Desa Kedung Waringin. Riset ini mengaplikasikan teknik penelitian kualitatif deskriptif berorientasi pada kajian fenomenologis. Metode akumulasi informasi yang dilakukan mengaplikasikan teknik observasi lapangan, interview serta dokumentasi real-time untuk dapat lebih memahami dan meninjau seberapa besar dampak positif bank sampah yang diimplementasikan oleh masyarakat Desa Kedung Waringin. Hasil riset menunjukan bahwa bank sampah menjadi alternatif terbaik dalam mengurangi jumlah sampah rumah tangga berbasis komunitas. Dengan adanya ekonomi kreatif tersebut, masyarakat memiliki peluang yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangganya. Selain karna faktor ekonomi, dengan hadirnya bank sampah dapat menjadi lokasi bersosialisasi antar masyarakat, yang mana dapat membangun solidaritas serta meningkatkan kesadaran komunitas akan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.