cover
Contact Name
Romi Mesra
Contact Email
romimesra16@gmail.com
Phone
+6285762530583
Journal Mail Official
collaborativecjcs@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piai Tangah Nomor 29, RT. 01, RW. 02, Kelurahan Piai Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Kode Pos: 25162
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Collaborative: Journal of Community Service
ISSN : 31099793     EISSN : 31099793     DOI : https://doi.org/10.64924
Core Subject : Education, Social,
COLLABORATIVE: Journal of Community Service is a national journal that contains the results of community service and empowerment activities in the form of applying various fields of knowledge, especially in the fields of Education, Sociology Education, Sociology, Social Science, and also includes other scientific disciplines such as Law, Economics, Humanities, Engineering, Agriculture, Communication, and Health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Antisipasi Bencana Banjir di Desa Mopolo, Kecamatan Ranoyapo Ni Wayan Kartini; Romi Mesra
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/7xp3de97

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan strategi antisipasi bencana banjir yang komprehensif dan berbasis partisipasi masyarakat di Desa Mopolo, Kecamatan Ranoyapo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat, mengurangi kerugian ekonomi akibat banjir, dan membangun sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM) yang dilaksanakan melalui lima tahap utama: pemetaan partisipatif untuk identifikasi area berisiko, pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan workshop, implementasi sistem peringatan dini berbasis teknologi sederhana, penguatan kelembagaan melalui pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa (FPRBD), dan monitoring evaluasi berkelanjutan menggunakan metode Most Significant Change (MSC). Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan resiliensi komunitas terhadap bencana banjir. Kerugian ekonomi akibat banjir berhasil dikurangi sebesar 60%, waktu respons masyarakat meningkat dari 4-6 jam menjadi 1-2 jam, terbentuk 12 kelompok siaga bencana dengan 180 anggota aktif, dan sistem peringatan dini mencapai tingkat keberfungsian 95%. Program ini berhasil membangun model antisipasi bencana yang sustainable dan dapat direplikasi di desa-desa dengan karakteristik serupa, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas.
Pemberdayaan Ibu Muda dalam Pemenuhan ASI Eksklusif sebagai Upaya Pencegahan Stunting Linda Safitra; Melly Eka Karina; Susiyanto Susiyanto; Mukhlizar Mukhlizar; Hafri Yuliani
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4dd2nk36

Abstract

Sebagai respon atas meningkatnya angka stunting yang mencapai 14% pada tahun 2024, pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Salah satu strategi pencegahannya adalah dengan memberdayakan para ibu muda untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, mengingat ASI mengandung nutrisi lengkap yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, praktik ini belum sepenuhnya terlaksana karena masih banyak ibu muda yang belum memahami manfaatnya, terpengaruh oleh mitos, menghadapi tekanan sosial, serta kurangnya ruang laktasi dan fasilitas pendukung lainnya. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan para ibu muda melalui pendidikan partisipatif, pelatihan, diskusi kelompok, dan pengembangan kelompok pendukung menyusui. Pengajar dan mahasiswa dari Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu melaksanakan kegiatan ini dengan bantuan dari pemerintah desa dan tenaga medis. Analisis SWOT menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan ilmiah dari program ini merupakan poin terkuatnya, namun juga menghadapi hambatan dari batas-batas budaya dan sumber daya yang langka. Sinergi lintas sektoral dan penggunaan media digital untuk penyebaran pengetahuan memberikan prospek pengembangan. Meningkatnya kebiasaan pemberian ASI eksklusif, pengembangan jaringan dukungan sosial yang kuat untuk ibu menyusui, dan pencapaian tujuan menurunkan angka stunting di Kabupaten Kaur menjadi 9% adalah hasil yang diharapkan. Selain itu, sebagai paradigma pemberdayaan berbasis masyarakat yang berhasil dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, inisiatif ini dapat direproduksi di daerah lain.
Pengembangan Teknologi Pembelajaran di SD Katolik Kinilow Paulus Robert Tuerah
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/0db55t60

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan teknologi pembelajaran kepada guru, siswa, dan orang tua di SD Katolik Kinilow. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi: (1) studi pendahuluan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tingkat pengetahuan awal tentang teknologi pembelajaran; (2) pelatihan dan workshop yang berfokus pada penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras pembelajaran yang relevan; (3) pendampingan intensif selama implementasi teknologi dalam proses belajar mengajar; dan (4) evaluasi untuk mengukur efektivitas sosialisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan penggunaan teknologi pembelajaran di kalangan guru dan siswa. Guru mampu mengintegrasikan teknologi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar dan kemampuan dalam mengakses informasi dan berkolaborasi secara digital. Selain itu, orang tua juga menunjukkan peningkatan pemahaman tentang peran teknologi dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sosialisasi teknologi pembelajaran yang komprehensif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SD Katolik Kinilow.
Strategi Petani Padi dalam Menghadapi Tantangan Musim Panas Berkepanjangan di Desa Poopo Barat, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan Natasha Putri Indah Sumahaf; Romi Mesra
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/8j9wtc30

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi adaptasi yang dikembangkan petani padi di Desa Poopo Barat dalam menghadapi musim panas berkepanjangan, serta memberikan pendampingan untuk optimalisasi strategi tersebut melalui transfer teknologi dan penguatan kelembagaan lokal. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Community Based Development (CBD) dengan teknik assessment partisipatif, observasi langsung, wawancara mendalam, dan pendampingan intensif kepada 45 petani selama 12 bulan. Program meliputi sosialisasi, pelatihan teknologi hemat air, demonstrasi plot, dan revitalisasi sistem "mapalus" dalam pengelolaan irigasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa petani telah mengembangkan strategi adaptasi komprehensif berupa optimalisasi sistem irigasi semi teknis dengan pembagian air bergiliran, penerapan teknik konservasi air melalui mulsa organik dan modifikasi pengolahan tanah, serta pemanfaatan kearifan lokal "mapalus" untuk pengelolaan kolektif saluran irigasi. Meskipun menghadapi ancaman kekeringan pada 15% areal sawah, sistem adaptasi yang dikembangkan mampu mempertahankan produktivitas padi dan bahkan memberikan keuntungan pada proses pasca panen dengan percepatan pengeringan gabah. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai 85% dengan dukungan kelembagaan lokal yang kuat, menunjukkan keberlanjutan program dan potensi replikasi di daerah dengan karakteristik serupa.
Pembuatan Tempat Penampungan Air Hujan Guna Penghalang Terjadinya Banjir di Desa Mala Kab. Talaud Seltia Marta Wangkanusa; Romi Mesra
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/sffef281

Abstract

Desa Mala Kabupaten Talaud menghadapi permasalahan banjir tahunan yang disebabkan oleh sistem drainase tidak memadai dan ketiadaan infrastruktur penampungan air hujan. Tujuan pengabdian ini adalah membangun sistem penampungan air hujan sebagai solusi mitigasi banjir sekaligus meningkatkan ketersediaan air bersih masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan survei menggunakan Rapid Rural Appraisal (RRA), wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), community-based construction, dan monitoring evaluasi menggunakan Most Significant Change (MSC). Implementasi melibatkan pembangunan 50 unit sistem penampungan air hujan berkapasitas 2000 liter dengan partisipasi aktif masyarakat mencapai 92%. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi genangan banjir sebesar 75%, peningkatan ketersediaan air bersih hingga 20 m³ per bulan per kepala keluarga, dan penghematan biaya rumah tangga rata-rata Rp 150.000 per bulan. Transfer teknologi berhasil menciptakan 20 kader teknis lokal dan 15 fasilitator yang mampu mereplikasi program. Pembentukan Kelompok Pengelola Air Masyarakat (KPAM) dengan 35% partisipasi perempuan memastikan keberlanjutan program. Program berhasil direplikasi ke 8 desa lain dengan tingkat keberhasilan 80-90%, membuktikan efektivitas pendekatan participatory development dalam mengatasi permasalahan banjir di wilayah kepulauan.
Sosialisasi Program RPL Tipe A di Universitas Negeri Manado: Upaya Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Tinggi Paulus Robert Tuerah
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/h56wxk41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensosialisasikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tipe A di Universitas Negeri Manado (UNIMA) dan memberikan pemahaman mendalam tentang proses asesmennya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan wawancara mendalam kepada pihak universitas, calon peserta, dan asesor. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi RPL tipe A di UNIMA perlu ditingkatkan melalui berbagai saluran komunikasi dan penyediaan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Proses asesmen RPL tipe A meliputi identifikasi, dokumentasi, dan validasi pengalaman belajar calon peserta. Keterlibatan asesor yang kompeten dan penggunaan instrumen asesmen yang valid dan reliabel menjadi kunci keberhasilan program. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program RPL tipe A di UNIMA berpotensi meningkatkan akses terhadap pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja atau pendidikan non-formal, namun keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada efektivitas sosialisasi dan kualitas proses asesmen. Saran program RPL tipe A di Universitas Negeri Manado sebagai berikut: (1)      Perlu mensinergikan program RPL kepada masyarakat dalam duni Pendidikan khususnya di provinsi Sulawesi Utara. (2) Perlu diadakan sosialisasi berhubungan dengan pendaftaran dan pengisian akun RPL oleh calon mahasiwa yang dilakukan melalui website, (3)Perlu digalakan penyamaan persepsi untuk tugas  verifikator penerimaan RPL Unima dan tugas serta fungsi asesor untuk masing masing program studi yang menyelenggarakan RPL tipe A di Unima
Penguatan Kompetensi Guru SMK Negeri 1 Tomohon dalam Pemanfaatan Sumber Daya Laboratorium Teknik: Suatu Pendekatan Inovasi Rocky Franky Roring; Nova A. R. A. Mamarimbing
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/nhnxt939

Abstract

Program "Penguatan Kompetensi Guru SMK Negeri 1 Tomohon dalam Pemanfaatan Sumber Daya Laboratorium: Suatu Pendekatan Inovasi" bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya laboratorium secara efektif, efisien, dan kontekstual dengan tantangan dunia pendidikan. Melalui pendekatan inovatif, program ini akan melibatkan serangkaian kegiatan, termasuk identifikasi kebutuhan guru, pengembangan program pelatihan yang relevan, serta implementasi workshop dan sesi praktik langsung di laboratorium. Kolaborasi dengan industri lokal dan institusi terkait akan menjadi bagian integral dari program ini, memastikan materi pelatihan dan modul pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Dengan adanya program ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam kompetensi guru SMK Negeri 1 Tomohon dalam mengelola laboratorium sekolah. Guru akan lebih mampu memanfaatkan berbagai peralatan dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung proses pembelajaran praktis dan interaktif bagi siswa. Selain itu, melalui kolaborasi kedepan dengan industri, guru akan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang tuntutan dan perkembangan terbaru dalam dunia kerja, sehingga mampu menyajikan materi pembelajaran yang lebih relevan dan aplikatif. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan di SMK Negeri 1 Tomohon. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah terciptanya lingkungan pembelajaran yang dinamis dan inovatif di laboratorium sekolah, di mana guru dapat menjadi fasilitator yang efektif dalam memperkenalkan konsep-konsep ilmiah kepada siswa. Sedangkan bagi Universitas Negeri Manado, kegiatan pengabdian ini akan memberikan kontribusi pada peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Negeri Manado (Unima), karena memberikan peluang bagi mahasiswa yang terlibat untuk berkegiatan di luar kampus dan berinteraksi dengan masyarakat mitra dalam penerapan ilmu dan teknologi (IKU 2).
Pelatihan Digital Storytelling bagi Masyarakat untuk Meningkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Bencana di Kota Manado Alfrina Mewengkang; Marssel Michael Sengkey
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/ybsvb947

Abstract

Kota Manado merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, yang berdampak signifikan terhadap keselamatan dan kehidupan masyarakat. Salah satu tantangan utama dalam penanggulangan bencana adalah rendahnya literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat, serta keterbatasan media komunikasi yang kontekstual dan mudah dipahami. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana masyarakat melalui pelatihan digital Storytelling sebagai media edukasi berbasis pengalaman lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Ternate Baru dan Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado, dengan melibatkan 32 peserta yang terdiri atas pemuda, ibu rumah tangga, perangkat kelurahan, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan literasi kebencanaan, pelatihan pembuatan konten digital Storytelling, simulasi keadaan darurat bersama BPBD, serta pembentukan komunitas digital storyteller kebencanaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai kesiapsiagaan bencana, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 38% pada pre-test menjadi 80% pada post-test. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan berbagai luaran digital berupa 12 video pendek, 8 infografis, dan 3 poster kebencanaan, serta terbentuknya komunitas digital storyteller kebencanaan sebagai bentuk keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa digital Storytelling merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan literasi kebencanaan, keterampilan digital, dan partisipasi masyarakat dalam penyebaran informasi kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.
Pendampingan Psikososial bagi Korban Banjir Untuk Mengatasi Trauma dan Stress Pascabencana di Kota Manado Marssel Michael Sengkey; Tellma Monna Tiwa; Alfrina Mewengkang
Collaborative: Journal of Community Service Vol 2 No 1 (2025): (NOVEMBER) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/nc7nwg68

Abstract

Kota Manado merupakan wilayah rawan banjir yang hampir setiap tahun mengalami bencana dengan dampak tidak hanya pada aspek fisik dan material, tetapi juga pada kondisi psikologis dan sosial masyarakat terdampak. Pascabanjir yang terjadi pada Maret 2025, banyak warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia, mengalami trauma, stres, dan kecemasan yang berlarut-larut, sementara layanan psikososial masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dan masyarakat dalam memberikan pendampingan psikososial berbasis komunitas bagi korban banjir. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas melalui pelatihan dasar pendampingan psikososial, simulasi praktik lapangan, serta edukasi berkelanjutan dan sosialisasi komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader lokal yang ditandai dengan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 32% serta meningkatnya kemampuan komunikasi empatik. Simulasi praktik lapangan memberikan dampak positif terhadap ekspresi emosi anak-anak penyintas banjir dan meningkatkan kepercayaan diri kader dalam melakukan pendampingan. Edukasi komunitas menjangkau lebih dari 120 warga dan mendorong penerapan teknik koping sederhana dalam pengelolaan stres pascabencana. Selain itu, terbentuknya Tim Relawan Psikososial berbasis komunitas menjadi luaran penting yang mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat ketahanan psikososial masyarakat dan berpotensi direplikasi di wilayah rawan bencana lainnya.

Page 2 of 2 | Total Record : 19