cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Editorial Address
Jl. Buaran 2 No.30 A, RT.10/RW.13, Klender, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13470
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Farmasi Ikifa
ISSN : 2808702X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi IKIFA adalah forum untuk publikasi karya berkualitas dan orisinal yang membuka diskusi dalam bidang farmasi atau sub-disiplin ilmu lainnya.
Articles 119 Documents
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KACANG GUDE (Cajanus cajan) PADA BAKTERI Staphylococcus epidermidis Amandha Baruni; NR. Widyaningrum; Yesi Ihdina FH.
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tumbuhan kacang yang diduga memiliki kandungan flavonoid seperti kuersetin, iuteolin dan kajanol adalah tanaman gude. Karena kandungan flavonoid ini, tanaman gude memiliki khasiat sebagai antibakteri, antiradangm antivirus dan antitumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa antibakteri yang terdapat pada tanamana gude serta mengetahui aktivitas antibakteri dilihat dari zona hambat berbagai ekstrak dari tanaman gude pada bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini adalah preeksperimental, menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%, n-heksana dan etilasetat. Ekstrak yang diuji antibakteri adalah ekstrak etanol, ekstrak n-heksana dan ekstrak etilasetat. Aktivitas antibakteri diamati dari daerah zona hambat pada media agar semisolid ditandai dari daerah bening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa antibakteri yang terkandung di dalam ekstrak kacang gude meliputi flavonoid, alkanoid, saponin, tannin, polifenol, stereoid. Pada pengujian zona hambat bakteri pada ekstrak etanol 96 % mempunyai zona penghambatan yang lebih dominan daripada extrak n- heksa dan etil asetat. Ini bisa diamati melalui hasil kisaran zona hambat di etanol 96% sebesar 16,2± 0,475 mm, etil asetat sebesar 15,2±0,757 mm dan larutan n-heksan sebesar 14,4±0,321 mm. Rentang efektivitas pada zona hambat bakteri Staphylococcus epidermis berada pada rentang rendah ke sedang.
PENGGUNAAN OBAT GENERIK ANTI HIPERTENSI BERDASARKAN DATA PENJUALAN DI APOTEK K-24 BUARAN Doni Iswandani; Rohima Robby; Ida Diana Sari; Ratna Amelia Ningsih
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2023 Indonesian Health Survey indicates that the prevalence of hypertension in individuals aged over 18 years, based on a doctor's diagnosis, is 13.22%, increasing to 55.23% in the 55-64 age group. Based on gender, the prevalence of hypertension is higher in women (36.85%) compared to men (31.34%), suggesting a greater risk for women. The purpose of this study was to determine the extent of antihypertensive drug use sold in pharmacies based on sales data. This study utilized a quantitative descriptive method to illustrate the use of generic antihypertensive drugs. The research was conducted at Apotek K-24 Buaran from May to June 2025. The population of this study was all sales data of generic antihypertensive drugs at Apotek K-24 Buaran during May – June 2025. The research sample was taken using the Total Sampling method, encompassing all sales data of generic antihypertensive drugs, both prescription and non-prescription, during that period. The results show that Amlodipine Besilate is the most frequently used antihypertensive drug in the pharmacy. The conclusion of this study is that in the prescription of generic antihypertensive drugs, the types of drugs found include Amlodipine, Candesartan, Nifedipine, Captopril, and Bisoprolol.
HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSIA X KOTA BEKASI Bayu Dwi Handono; Meiana Dwi Andini; Hazimatunnisa
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah tujuan fundamental dalam pelayanan kesehatan, yang menjadi tolok ukur peningkatan mutu layanan rumah sakit di masa depan. Adanya jaminan kesehatan seperti BPJS, berperan penting dalam menciptakan kepuasan pasien. RSIA X Kota Bekasi merupakan fasilitas rujukan kesehatan vital bagi peserta BPJS di wilayah Bekasi, dengan 12.730 kunjungan pasien rawat jalan BPJS pada tahun 2023. Tingginya jumlah kunjungan ini menuntut pelayanan kefarmasian yang optimal untuk memastikan kepuasan pasien BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor demografi (usia, pendidikan terakhir, dan jenis kelamin) dengan tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSIA X Kota Bekasi, yang diukur berdasarkan lima dimensi kualitas layanan: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik. Sampel penelitian berjumlah 271 pasien, diperoleh melalui metode random sampling dengan perhitungan rumus Slovin dari total populasi rata-rata 842 pasien rawat jalan BPJS pada bulan Desember 2023-Januari 2024. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang divalidasi dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif (distribusi frekuensi dan persentase) serta statistik inferensial (uji Chi-square) untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel demografi dan kepuasan pasien.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien merasa puas secara keseluruhan terhadap pelayanan kefarmasian (59%). Penilaian responden terhadap dimensi bukti fisik paling banyak adalah puas (51%). Untuk dimensi kehandalan, paling banyak adalah puas (46%). Pada dimensi ketanggapan, paling banyak adalah puas (52%). Penilaian dimensi jaminan paling banyak adalah sangat puas (53%). Untuk dimensi empati, paling banyak adalah puas (52%). Berdasarkan uji Chi-square, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor demografi (usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir) dengan kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di RSIA X Kota Bekasi (p-value > 0.05 untuk ketiga faktor). Kesimpulannya, dari kelima dimensi, mayoritas pasien merasa puas terhadap pelayanan kefarmasian di RSIA X Kota Bekasi, dengan persentase kepuasan sebesar 59%.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DENGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT COVID-19 KELURAHAN BATU AMPAR JAKARTA TIMUR Vonny Nofrika; Gilang Al Qarana; Sitta Nurindah Surgo; Sherin Tasya Ananda
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease Discovered in 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang ditemukan pada tahun 2019. Pada Februari 2020, World Health Organization (WHO) resmi menetapkan virus penyebab pneumonia pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (COVID-19). COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus dengan penyebaran yang luas dan cepat. Penyakit ini ditularkan melalui droplet ketika seseorang berada pada jarak dekat (dalam 1 meter) dengan seseorang. Infeksi Virus ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan, tremor, demam tinggi, sesak napas, batuk kering, sakit kepala, mual, muntah, dan diare pada pasien. Pencegahan COVID-19 sangat diperlukan untuk menekan penyebaran virus. Kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan sangat diperlukan untuk memutus rantai penularan seperti memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan mengikuti vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang penyakit COVID-19 di RW 006 Kelurahan Batu Ampar Jakarta Timur Bulan Maret 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan 339 sampel yang diperoleh dengan teknik Proportional Random Sampling. Hasil pengetahuan masyarakat di RW 006 Kelurahan Batu Ampar Jakarta Timur yang terdapat kategori baik sebanyak 139 responden (41%), kategori cukup sebanyak 188 responden (55%), dan kategori kurang sebanyak 12 responden (4%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang penyakit COVID-19 di RW 006 Kelurahan Batu Ampar Jakarta Timur terdapat pada kategori cukup. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Covid-19
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS DI RUMAH SAKIT ISLAM SUKAPURA Aripin; Herty Nur Tanty; Citra Tika Pangestu
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis sampai ini sulit diatasi antara lain oleh karena ketidakpatuhan penderita dalam meminum obat antituberkulosis (OAT). World Health Organization (WHO) menyatakan Sebanyak 1,3 juta orang meninggal karena TBC pada tahun 2022. Kepatuhan hal yang sangat penting dalam perilaku hidup sehat. Pengobatan akan efektif apabila pasien patuh dalam minum obat. Keteraturan berobat memiliki pengaruh yang baik dalam kualitas hidup. kualitas hidup yang baik pada penderita tuberkulosis dengan menjalani proses penyembuhan, yaitu dengan mengonsumsi obat secara teratur. Kualitas hidup pada pasien tuberkulosis penting untuk diperhatikan karena penyakit infeksi ini bersifat kronis sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologi, hubungan sosial maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara kepatuhan minum obat yang ditentukan dengan kuesioner ProMas dengan kualitas hidup penderita yang ditentukan dengan kuesioner WHOQO-BREF. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental yang bersifat observasional. Pendekatan penelitian dilakukan secara cross sectional dan WHOQOL-BREF disertai wawancara terhadap penderita tuberkolosis di Rumah Sakit Islam Sukapura selama bulan Mei 2024. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan cara accidental sampling. Hasil berdasarkan kuesioner ProMas menunjukkan kepatuhan minum obat kategori tinggi sebanyak 45 responden (64,29%). Kualitas hidup pada pasien tuberkulosis dari 70 responden masuk dalam kategori baik sebanyak 36 responden (51,43%). Dari hasil uji spearman’s rho diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita tuberkulosis di Rumah Sakit Islam Sukapura dengan nilai p> 0,05.
IDENTIFIKASI β-KAROTEN EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L.) DAN FORMULASI SERUM DENGAN VARIASI XANTHAN GUM SEBAGAI GELLING AGENT Talika Alunk Henrirallez; Putri Rovita Sari Putri; Susanti Erikania Susanti Erikania
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) adalah sayuran yang kaya akan berbagai senyawa nutrisi yang bermanfaat. Yang memiliki senyawa β-karoten. β-karoten merupakan provitamin A yang  paling aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa β-karoten pada ekstrak wortel menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan memformulasikan serum dengan variasi konsentrasi xanthan gum (0,5%, 0,75%, dan 1%) sebagai gelling agent. Metode yang digunakan adalah ekstraksi maserasi dengan pelarut n-heksana. Kandungan β-karoten dianalisis kualitatif dengan KLT menggunakan fase gerak n-heksana : aseton (7:3), diikuti dengan pembuatan serum kemudian dievaluasi berdasarkan uji mutu fisik dan uji stabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak wortel positif mengandung β-karoten dan serum memenuhi persyaratan mutu fisik dengan pH 4,5–6,5, daya sebar 5–7 cm, daya lekat <4 detik, dan viskositas 2000–50.000 cP. Uji stabilitas dipercepat selama 4 minggu menunjukkan serum tetap stabil tanpa perubahan signifikan pada parameter yang diuji. Formulasi dengan xanthan gum 1% menghasilkan viskositas tertinggi, sedangkan konsentrasi 0,5% memberikan daya sebar dan daya lekat optimal. Kesimpulannya, formulasi serum ekstrak wortel dengan xanthan gum sebagai gelling agent menghasilkan sediaan yang stabil dan memenuhi persyaratan mutu fisik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan produk kosmetik berbahan alami untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas bahan aktif. 
FORMULASI SERUM EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L) DAN UJI IRITASI PADA KELINCI Putri Rovita Sari Putri Rovita Sari; Sugiarti Sugiarti; Tristina Devvi Azzahra Tristina Devvi Azzahra
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit umum yang sering dialami oleh remaja, disebabkan oleh berbagai faktor termasuk infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan serum berbasis ekstrak biji pepaya (Carica papaya L) dan mengevaluasi potensi iritasinya pada kelinci. Serum dibuat melalui metode maserasi dengan variasi konsentrasi Carbopol 940. Evaluasi dilakukan terhadap mutu fisik serum melalui uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, serta uji iritasi menggunakan metode Draize. Hasil menunjukkan serum ekstrak biji pepaya memenuhi syarat mutu fisik, dengan pH berkisar antara 4,5 hingga 6,5, dan daya sebar yang baik (5-7 cm). Uji iritasi menunjukkan indeks iritasi 0, mengindikasikan tidak ada reaksi iritasi pada kulit kelinci. Kesimpulannya, serum ekstrak biji pepaya dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk pengobatan jerawat, serta menunjukkan potensi sebagai produk kosmetik berbasis bahan alami yang dapat digunakan secara luas.   
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Brigita Aguilera Evarlin Jeharum; Iswandi; Destik Wulandari
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus is a gram-positive bacterium that is part of the normal flora of human skin and mucous membranes. Staphylococcus aureus can cause infectious diseases. Cherry leaves are known to contain active compounds with antibacterial potential. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of cherry leaf extract fractions against Staphylococcus aureus bacteria, determine the MIC and MBC values, and detect the active fraction content. This study used an extraction method by maceration using 70% ethanol solvent and fractionation of cherry leaf extract using n-hexane, ethyl acetate, and water solvents. The disk diffusion method used a dilution series of 50%; 25%; 12.5% to obtain the most active fraction activity. The dilution method to determine the effectiveness of the concentration of the diffusion test with a dilution series of 50%; 25%; 12.5%; 6.25%; 3.12%; 1.56%; 0.78%; 0.39%. Data in the diffusion test were analyzed using SPSS to obtain the best activity. The normality test used the Shapiro Wilk test and homogeneity with Levene Statistic, then continued with the One Way ANOVA test. The results of the study showed that the most active extract fraction tested by the diffusion method was in the ethyl acetate fraction with a diameter of 26.95 mm. The ethyl acetate fraction tested by the dilution method had a MBC value of 6.25%. The ethyl acetate fraction was tested for content detection by Thin Layer Chromatography containing flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids.
OPTIMASI METODE PENETAPAN KADAR ASAM GLIKOLAT DAN ASAM SALISILAT DALAM TONER MENGGUNAKAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) Nadin Nida&#039;ul Hasanah; Nurrizka Kurniawati Nurrizka Kurniawati; Yanuar As’hari Cahyaningrum Yanuar As’hari Cahyaningrum
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya penggunaan produk kosmetik, penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk kosmetik, khususnya toner yang mengandung asam glikolat (AHA) dan asam salisilat (BHA). Kedua senyawa ini memiliki manfaat eksfoliasi kulit, tetapi penggunaannya harus memenuhi batas kadar maksimal yang ditetapkan BPOM (10% untuk asam glikolat dan 2% untuk asam salisilat). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dalam menetapkan kadar kedua asam tersebut dalam toner serta memastikan kesesuaiannya dengan standar BPOM. Metode penelitian meliputi analisis kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dengan HPLC. Sampel terdiri dari 5 toner yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Optimasi fase gerak dilakukan untuk menentukan kondisi terbaik dalam pemisahan dan analisis senyawa. Hasil KLT menunjukkan 3 dari 5 sampel positif mengandung asam glikolat dan asam salisilat, yang kemudian dikonfirmasi melalui HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HPLC efektif dengan kondisi optimum menggunakan laju alir 1 mL/menit, panjang gelombang 230 nm, dan fase gerak buffer fosfat-metanol (70:30). Kadar asam glikolat pada sampel A, B, dan D masing-masing sebesar 0,78%, 0,79%, dan 0,78%, sedangkan kadar asam salisilat sebesar 0,86%, 0,85%, dan 0,88%. Semua sampel memenuhi batas kadar yang ditetapkan BPOM. Metode HPLC terbukti akurat dan reliabel dalam penetapan kadar asam glikolat dan asam salisilat dalam toner. Hasil penelitian juga memberikan informasi penting bagi masyarakat mengenai keamanan produk kosmetik yang beredar.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (CEA) PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Sandrina Yanvar Putri Edita Sandrina Yanvar Putri Edita; Laela Febriana Laela Febriana; Riza Monasyifa Riza Monasyifa
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang menyebabkan seseorang dapat mengalami halusinasi, delusi, dan perubahan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas biaya penggunaan antipsikotik pada pasien skizofrenia di RSUD dr. Harjono Ponorogo.Tingginya jumlah penderita gangguan jiwa dapat mempengaruhi peningkatan biaya yang semakin mahal, untuk mengurangi masalah pembiayaan kesehatan tersebut perlu analisis efektivitas biaya (CEA) dengan menghitung biaya medik langsung dan nilai ACER dan ICER. penelitian ini kuantitatif dengan rancangan deskriptif pengumpulan data secara retrospektif dengan data sekunder berupa rekam medis pada pasien rawat inap di RSUD dr. Harjono Ponorogo periode Januari 2021 – Desember 2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pasien laki-laki terbanyak yaitu 69 pasien (66%), usia tertinggi didapatkan pada usia 17-39 tahun dengan 74 pasien (71%). Efektivitas terapi antispikotik dilihat dari efektivitas penilaian skor PANSS pada pasien rawat inap yang terdiagnosa skizofrenia dengan terapi antipsikotik kombinasi typical-atypical yaitu clozapine + risperidone + chlorpromazine lebih cost effective karena memiliki efektivitas yang paling tinggi dengan 38 pasien (46%) dengan nilai rata-rata total biaya medis langsung yaitu Rp.  4.114.749 dan diperoleh nilai ACER terendah sebesar Rp.69.792 sedangkan nilai ICER diperoleh dari antipsikotik kombinasi atypical+typical yaitu clozapine + chlorpromazine memiliki nilai ICER paling kecil atau negatif dengan nilai ICER sebesar -Rp. .5.360 sehingga dapat dijadikan rekomendasi alternatif pilihan terapi.  

Page 11 of 12 | Total Record : 119