cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Editorial Address
Jl. Buaran 2 No.30 A, RT.10/RW.13, Klender, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13470
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Farmasi Ikifa
ISSN : 2808702X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi IKIFA adalah forum untuk publikasi karya berkualitas dan orisinal yang membuka diskusi dalam bidang farmasi atau sub-disiplin ilmu lainnya.
Articles 119 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANTIBIOTIK PADA PASIEN DIARE DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Mungfarida Mustaghfiroh Mungfarida Mustaghfiroh; Laela Febriana Laela Febriana; Rosi Hayyu Anjani Rosi Hayyu Anjani
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis efektivitas biaya terapi antibiotik pada pasien diare di RSUD Dr. Harjono Ponorogo berdasarkan BPJS kelas I, II, III yang menggunakan antibiotik golongan sefalosporin generasi III. Tujuannya untuk menentukan terapi yang lebih cost-effective antara penggunaan antibiotik sefiksim dan sefotaksim pada pasien diare di instalasi rawat inap RSUD Dr. Harjono Ponorogo berdasarkan nilai Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) pada pasien diare yang dirawat inap di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif terhadap 100 data rekam medis pasien diare anak (usia 0-18 tahun) yang menjalani rawat inap periode Januari-November 2024. Efektivitas terapi diukur berdasakan lama rawat inap dan efektivitas biaya dilihat berdasarkan perhitungan ACER dan ICER. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata lama rawat inap dari ketiga kelas BPJS sebesar ±3 hari dan terapi antibiotik sefiksim merupakan terapi antibiotik yang paling cost-effective. Nilai ACER terendah pada antibiotik sefiksim BPJS kelas III sebesar Rp 459.673 dengan nilai ICER sebesar -Rp 142.141. Kesimpulan penelitian ini, terapi antibiotik sefiksim pada BPJS kelas III menunjukkan nilai yang lebih cost-effective sebesar –Rp 142.141 dibandingkan sefotaksim pada pasien diare rawat inap. Namun, berdasarkan rata-rata lama rawat inap menunjukkan hasil yang tidak berbeda secara signifikan.dibandingkan antibiotik sefotaksim.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI ANALGESIK PADA PASIEN PASCA BEDAH FRAKTUR DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Thalia Salsadilla Prameswari; Laela Febriana; Arikha Ayu Susilowati
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan kondisi hilangnya kontinuitas tulang yang memerlukan penanganan bedah dan terapi analgesik. Penelitian ini menganalisis efektivitas biaya terapi analgesik pada pasien pasca bedah fraktur di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian deskriptif retrospektif dengan sampel 100 rekam medis pasien periode Maret–November 2024. Data dianalisis menggunakan perhitungan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil menunjukkan mayoritas pasien laki-laki (57%) berusia 56–65 tahun (21%). Ketorolak menjadi analgesik paling banyak digunakan (78%) dan paling efektif (82,02% pasien mencapai NRS <4). Meskipun biaya medis langsung tertinggi (Rp2.888.764), Ketorolak memiliki ACER terendah (Rp3.522), menunjukkan cost-effectiveness terbaik dibanding Santagesik (ACER Rp21.309) dan Rativol (ACER Rp44.735). Kesimpulan: Ketorolak merupakan analgesik paling cost-effective untuk pasien pasca bedah fraktur. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan terapi analgesik yang optimal.
ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PADA PRODUK JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI KOTA MADIUN MENGGUNAKAN METODE KLT DAN HPLC laily sulistiana; Nurrizka Kurniawati; Laela Febriana
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya penggunaan jamu pegal linu di masyarakat diiringi dengan kekhawatiran penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) secara ilegal, seperti parasetamol dan deksametason, untuk memberikan efek instan. Praktik ini berbahaya bagi kesehatan konsumen dan melanggar peraturan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar BKO parasetamol dan deksametason dalam jamu pegal linu yang beredar di Kota Madiun.Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan 5 sampel jamu pegal linu. Analisis kualitatif dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mengidentifikasi keberadaan BKO. Analisis kuantitatif dilakukan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk menentukan kadarnya. Fase gerak KLT yang digunakan adalah kloroform:metanol (8:1), sedangkan fase gerak HPLC adalah metanol:air (60:40).  Uji kualitatif dengan KLT menunjukkan bahwa 2 dari 5 sampel (Sampel A dan B) positif mengandung parasetamol dan deksametason, sementara 3 sampel lainnya (C, D, E) negatif. Uji kuantitatif dengan HPLC pada sampel positif menunjukkan kadar rata-rata parasetamol sebesar 49,41 ppm dan kadar rata-rata deksametason sebesar 38,51 ppm.Ditemukan adanya praktik penambahan BKO ilegal (parasetamol dan deksametason) pada dua merek jamu pegal linu yang beredar di Kota Madiun. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dari Badan POM dan edukasi kepada masyarakat untuk memastikan keamanan produk jamu tradisional.
EVALUASI EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIKPROFILAKSIS PADA PASIEN PASCA BEDAH KATARAKDI RS X KOTA MADIUN ayudea; Ika Sutra Perwirahayu Aji Saputri; Retno Widiarini
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak didefinisikan sebagai hilangnya transparansi lensa akibat terjadinya opasifikasi pada lensa. Pembedahan merupakan satu-satunya pilihan pengobatan untuk katarak yang menyebabkan gangguan visual yang signifikan. Antibiotik sebagai profilaksis pra-operasi diberikan kepada pasien sebelum prosedur. WHO (2020) melaporkan sekitar 285 juta orang mengalami gangguan penglihatan, dengan 39 juta mengalami kebutaan, di mana 81% disebabkan oleh katarak. Di Indonesia, prevalensi kebutaan mencapai 3%, dan katarak menjadi penyebab terbanyak dengan sekitar 1,7 juta kasus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien operasi katarak di RSUD Kota Madiun. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan menggunakan metodologi retrospektif berdasarkan data rekam medis. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu pasien berusia 18–80 tahun, menjalani operasi katarak, dan mendapatkan antibiotik profilaksis. Hasil penelitian ini pasien bedah katarak di RSUD Kota Madiun terbanyak berdasarkan berjenis kelamin perempuan 56 pasien (56,0%) dan usia paling banyak di rentang usia masa lansia awal (46–55 Tahun) 36 pasien (36,0%). Penggunaan antibiotik adalah genoint sebanyak 75 pasien (75,0 %) dan optiflox sebanyak 25 pasien (25,0%). Efektivitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien yang menjalani bedah katarak di RSUD Kota Madiun adalah 100 pasien (100%). Kesimpulannya, penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien pasca bedah katarak di RSUD Kota Madiun terbukti efektif dalam mencegah infeksi pascaoperasi.
GAMBARAN RESPON KONSUMEN TENTANG BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) DI APOTEK KIMIA FARMA KEBON BAWANG JAKARTA UTARA PERIODE MARET-APRIL TAHUN 2025 Dessy Adelia Pramesty Dessy; Muhammad Fathan Nugrah Utama Fathan; Guruh Subagya Guruh; Ghaida Isna Laksmithawati Ghaida
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia bisnis, pemasaran memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan penjualan dan mempertahankan konsumen. Salah satu strategi pemasaran yang paling banyak diterapkan yaitu bauran pemasaran (marketing mix), yang merupakan kombinasi dari dimensi produk, harga, tempat, dan promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran respon konsumen terhadap bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi di Apotek Kimia Farma Kebon Bawang Jakarta Utara pada periode Maret–April 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 340 responden diperoleh dengan teknik simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang mencakup lima pernyataan pada masing – masing butir yang terkandung dalam Marketing Mix dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,754. Hasil penelitian dari nilai respon terhadap dimensi Produk memperoleh nilai 3,4 termasuk dalam kategori “Baik”, nilai respon terhadap dimensi Harga memperoleh nilai 3,2 termasuk dalam kategori “ Cukup Baik”, nilai respon terhadap dimensi Tempat memperoleh nilai 3,4 termasuk dalam kategori “Cukup Baik”, dan nilai respon terhadap dimensi Promosi dengan memperoleh nilai 3,3 termasuk dalam kategori “Cukup Baik”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan Bauran Pemasaran Marketing Mix di Apotek Kimia Farma Kebon Bawang Jakarta Utara yang mencakup indikator Produk, Harga, Tempat, dan Promosi berada dalam kategori “Cukup Baik” dengan memperoleh nilai skala pengukuran 3,33.
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSPAD GATOT SOEBROTO BULAN MEI 2025 Doni Iswandani Doni; Yanthy Susanti Yanthy; Ayu Rafika Ramadhan Ayu; Honey Iskandar Honey; Siti Aisyah Siti
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal kronik (GGK), yang jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan kematian. Ketidakpatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi menjadi faktor penting yang memperburuk kondisi ginjal, terutama pada pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hemodialisa di RSPAD Gatot Soebroto pada bulan Mei 2025. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 70 orang dengan pemilihan sampel Total Sampling pada pasien hipertensi yang sedang menjalani hemodialisa, pasien berusia 19-59 tahun, Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner ProMAS mencangkup 18 item pernyataan untuk melihat tingkat kepatuhan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kategori kepatuhan sedang tinggi sebanyak 30 responden (43%), diikuti kategori sedang rendah 24 responden (34%), tinggi 13 responden (19%), dan rendah 3 responden (4%). Kesimpulannya, mayoritas pasien hipertensi yang menjalani hemodialisa di RSPAD Gatot Soebroto menunjukkan tingkat kepatuhan yang sedang tinggi terhadap penggunaan obat antihipertensi
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA OBAT SISA, OBAT RUSAK, DAN OBAT KEDALUWARSA DI RW 03 KELURAHAN KRANJI BEKASI BARAT PERIODE MARET-MEI 2025 Muhammad Fathan Nugrah Utama Fathan; Meiana Dwi Andini Meiana; Viona Salwa Azzahra Viona
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat pada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan masyarakat untuk menangani masalah kesehatan yang dialami, baik untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan maupun secara swamedikasi. Mayoritas masyarakat ketika memperoleh obat dari apotek atau fasilitas kesehatan akan menyimpan obat-obatannya di rumah untuk berbagai keperluan termasuk penggunaan darurat dan penyakit akut atau kronis. Kebanyakan obat yang disimpan di rumah akhirnya tidak digunakan dan menjadi kedaluwarsa. Obat yang sudah kedaluwarsa atau rusak dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan. Selain itu, obat kedaluwarsa juga menjadi sumber peredaran obat ilegal termasuk obat palsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat dalam mengelola obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa di RW 03 Kelurahan Kranji, Bekasi Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif dengan jenis penelitian survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Propotional Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 267 dari 800 populasi. Data yang dikumpulkan adalah data primer melalui kuesioner sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat terlihat bahwa pada indikator tanda-tanda obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa mayoritas masyarakat memiliki kategori pengetahuan cukup sebanyak 118 responden (44%), indikator cara menyimpan obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa mayoritas masyarakat memiliki kategori pengetahuan kurang sebanyak 96 responden (36%), indikator cara membuang obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa mayoritas masyarakat memiliki kategori pengetahuan kurang sebanyak 180 responden (67%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat dalam mengelola obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa memiliki pengetahuan cukup sebanyak 139 responden (52%), pengetahuan kurang sebanyak 83 responden (31%), dan pengetahuan baik sebanyak 45 responden (17%).
EVALUASI BUBUK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum) DI PASAR CISALAK BULAN MARET-JUNI TAHUN 2025 Ika Agustina Ika; Senny Listy Kartika Falestin Senny; Arif Nasrulloh Arif; Mega Efrilia Mega; Pra Panca Bayu Chandra Panca
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji ketumbar dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan yang banyak dijual di pasar tradisional. Seiring perkembangan zaman, kesibukan masyarakat  semakin meningkat dan menginkan segala sesuatu secara instan. Sehingga pada saat ini banyak bumbu masakan yang di jual dalam bentuk bubuk agar lebih mudah dan praktis digunakan. Namun  pada pasar tradisional terdapat banyaknya pencampuran bahan baku rempah kurangnya yang menyebabkan kualitas penjualan di pasar tradisional kurang baik. Maka perlu dilakukan evaluasi dalam kemurnian yang terkandung pada ketumbar. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil Evaluasi Bubuk Biji Ketumbar. Metode penelitian yang digunakan pada  ealuassi bubuk biji ketumbar adalah kuantitatif deskriptif. Pada penelitian Alat yang digunakan destilasi stahl dan kromatografi lapis tipis. Evaluasi bubuk biji ketumbar menggunakan 12 sampel dari pedagang bubuk ketumbar yang berada di Pasar Cisalak secara triplo. Pada pengujian 12 sampel bubuk biji ketumbar dengan destilasi stahl, didapat kadar minyak atsiri yang telah memenuhi persyaratan pada sampel 4 adalah 2% dan sampel 5 adalah 1,75 % karena menurut persyaratan Farmakope Herbal Indonesia yaitu kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,30%. Pada pengujian 12 sampel bubuk biji ketumbar dengan pengujian kromatografi lapis tipis, hasil nilai Rf pada bubuk biji ketumbar masih belum memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia.
Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat: Studi pada Pasien Geriatri Hipertensi Rawat Inap di RS Islam Jakarta Pondok Kopi (Maret 2024 - Februari 2025) Herty Nur Tanty; Muhammad Fathan Nugrah Utama; Afrah Er Rosaqh
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 3 OKTOBER TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien geriatri dengan hipertensi sering kali memerlukan terapi kompleks yang melibatkan penggunaan banyak obat atau polifarmasi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya potensi interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas terapi dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di RS Islam Jakarta Pondok Kopi periode Maret 2024 hingga Februari 2025. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling berdasarkan data rekam medis pasien. Sebanyak 53 pasien memenuhi kriteria inklusi dalam periode penelitian. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-square untuk melihat korelasi antar variabel. Berdasarkan analisis data terhadap 53 sampel pasien geriatri, hasil uji statistik menunjukkan nilai nilai p = 0,487 (nilai p ≥ 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa secara statistik tidak ditemukan korelasi yang bermakna antara jumlah penggunaan obat (polifarmasi) dengan kejadian potensi interaksi obat pada populasi penelitian ini. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengobatan polifarmasi dengan potensi kejadian interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi di instalasi rawat inap RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Evaluasi klinis tetap diperlukan untuk memantau efek samping obat meski hubungan statistik tidak terbukti signifikan.

Page 12 of 12 | Total Record : 119