cover
Contact Name
PRISTIYANTORO
Contact Email
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Phone
+6281310517906
Journal Mail Official
pristiyantoro@ikifa.ac.id
Editorial Address
Jl. Buaran 2 No.30 A, RT.10/RW.13, Klender, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13470
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Farmasi Ikifa
ISSN : 2808702X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi IKIFA adalah forum untuk publikasi karya berkualitas dan orisinal yang membuka diskusi dalam bidang farmasi atau sub-disiplin ilmu lainnya.
Articles 119 Documents
HUBUNGAN DEMOGRAFI DENGAN PENGETAHUAN TATALAKSANA DIABETES MELITUS TIPE II DI KELURAHAN PENGGILINGAN JAKARTA TIMUR Fachdiana Fidia; Siti Aisyah; Vonny Nofrika
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.4 NO.1 APRIL TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula didalam darah (hiperglikemia). Sesuai data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, diperkirakan jumlah penyandang diabetes melitus di dunia saat ini berkisar 537 juta dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 643 juta di tahun 2030 dan menjadi 745 juta di tahun 2045. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan demografi responden terhadap pengetahuan tatalaksana Diabetes Mellitus di Kelurahan Penggilingan bulan April 2023. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan untuk menentukan jumlah minimal sampel menggunakan sample size calculator berjumlah 368 dengan syarat pemilihan sample memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, Hasil penelitian yang diperoleh mayoritas masyarakat berada pada kategori pengetahuan kurang. Berdasarkan perhitungan statistik dengan uji Spearman rho menunjukkan tidak adanya hubungan antara usia dengan tingkat pengetahuan mengenai tata laksana diabetes.
STUDI FITOKIMIA: IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK DAUN MENGKRENGAN (Polygonum barbatum L.) di KALIMANTAN Putri Muliyani; Yulistia Budianti; Muhammad Fauzi
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.4 NO.1 APRIL TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mengkrengan (Polygonum barbatum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang masih belum banyak diteliti. Tumbuhan ini diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder dengan potensi farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak daun mengkrengan menggunakan metode skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil ekstrak kemudian diuji menggunakan reagen spesifik untuk mendeteksi keberadaan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak daun mengkrengan mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid, sedangkan alkaloid tidak terdeteksi. Keberadaan senyawa-senyawa tersebut mendukung potensi farmakologis tumbuhan ini, seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Studi ini memberikan informasi awal mengenai kandungan bioaktif dalam daun mengkrengan yang dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut dalam pengembangan obat herbal.
ANALISIS HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB) DI KELURAHAN PENGGILINGAN, JAKARTA TIMUR Marta Halim; Herty Nur Tanty; Leonov Rianto; Alifa Sabrina
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi beban kesehatan masyarakat global yang serius, termasuk di Indonesia yang masih menghadapi prevalensi tinggi. Kendati pengobatan TB tersedia dan efektif, tingkat kepatuhan pasien dalam menyelesaikan terapi jangka panjang kerap menjadi tantangan utama, khususnya di wilayah berkembang. Penelitian ini secara khusus bertujuan mengkaji hubungan antara peran dukungan keluarga dan tingkat kepatuhan menjalani pengobatan di kalangan pasien TB yang berdomisili di Kelurahan Penggilingan, Jakarta Timur. Metode penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan pendekatan desain korelasional. Sebanyak 63 responden yang telah terdiagnosis TB berpartisipasi dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang dirancang untuk mengumpulkan informasi demografis sekaligus mengukur tingkat dukungan keluarga yang dirasakan oleh pasien. Temuan utama penelitian mengungkapkan bahwa secara umum kepatuhan pengobatan TB di lokasi studi tergolong rendah. Dari total responden, sebanyak 28 orang (44,4%) masuk kategori kepatuhan rendah, 21 orang (33,3%) menunjukkan kepatuhan tinggi, dan 14 orang (22,2%) berada di kategori sedang. Analisis awal melalui Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai signifikansi p=0,007 (lebih kecil dari α=0,05), mengindikasikan bahwa distribusi data penelitian tidak normal. Oleh karena itu, analisis hubungan dilakukan menggunakan Uji Korelasi Spearman Rho. Hasil uji ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara variabel dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan TB, dengan nilai p=0,498 (lebih besar dari α=0,05). Simpulan penelitian menegaskan bahwa meskipun dukungan keluarga secara teoritis merupakan faktor penting dalam manajemen penyakit kronis seperti TB, dalam konteks dan periode penelitian ini, dukungan keluarga tidak terbukti secara statistik memiliki pengaruh langsung terhadap ketaatan pasien dalam menjalani pengobatan. Temuan ini menyoroti kompleksitas faktor penentu kepatuhan yang melampaui dukungan keluarga saja. Oleh sebab itu, diperlukan strategi intervensi yang lebih holistik dan komprehensif. Upaya peningkatan kesadaran (awareness) dan pengetahuan (knowledge) yang mendalam tentang TB, tidak hanya bagi pasien tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga dan lingkungan sosialnya, menjadi aspek krusial untuk didorong guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TB secara keseluruhan di masyarakat.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) Eydrene Beatrix Hattu; Sendy Stefanie Longe; Fonny Dinge; Dian Rehulina Santoso
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sirih sudah lama digunakan oleh warga Indonesia selaku obat tradisional. Ekstrak daun sirih hijau memiliki energi antibakteri yang terdiri dari fenol serta senyawa turunannya yang sanggup membatasi bermacam berbagai perkembangan bakteri. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui karakteristik sediaan obat kumur ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi propilen glikol FI 5%, FII 10% dan FIII 15. Propilen glikol sebagai humektan untuk menjaga zat aktif agar tidak menguap dan memiliki stabilitas suatu bahan dalam jangka lama. Metode Yang digunakan bersifat eksperimental yang merupakan penelitian laboratorium dengan sampel daun sirih hijau yang diperoleh dari Kecamatan Dobonsolo Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. Hasil penelitian uji organoleptik memiliki warna yang sama namun pada FI memiliki wama kuning jernih dibandingkan dengan FII dan FIII memiliki warna kunang pekat, dengan memiliki bentuk cair dengan bau khas daun sirih dan FI dan FII memiliki rasa manis dibandingkan dengan  FIII meiliki rasa manis dan agak sedikit pahit. Pada  uji pH memenuhi syarat yang sesuai dengan pH mulut yaitu 6 dan uji kejernihan memenuhi syarat. Beradasarkan hasil uji hidonik FI lebih disukai dengan konsentrasi propilen glikol 5%. Pada hasil uji homogenitas ketiga formula FI, FII dan FIII memenihi syarat homogen dan pada uji viskositas yang memenuhi syarat pada FI. Pada uji viskositas hasil FI memiliki hasil lebih rendah dibandingkan FII dan FIII. Kesimpulan ekstrak daun sirih hijau dapat dibuat menjadi sediaan obat kumur dengan fariasi konsentrasi humektan propileen glikol FI 5%,FII10%,FIII15%.
PERSONALISASI TERAPI KARDIOVASKULAR: INTEGRASI FARMAKOGENOMIK DALAM PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG KORONER Pande Made Ayu Aprianti; I Made Rian Putra Gunawan
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian global, termasuk di Indonesia. Terapi kardiovaskular saat ini telah mengalami kemajuan signifikan, namun efektivitasnya masih bervariasi antar individu. Variasi ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik, khususnya polimorfisme gen yang berperan dalam metabolisme dan respons terhadap obat. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti ilmiah terkait pengaruh polimorfisme genetik terhadap respons terapi kardiovaskular, serta mengevaluasi potensi integrasi farmakogenomik dalam personalisasi pengobatan PJK. Metode yang digunakan adalah penelusuran literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Sebanyak 32 artikel yang ditemukan dan 7 di antaranya dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan Polimorfisme genetik seperti CYP2C19, SLCO1B1, VKORC1, dan ABCB1 terbukti mempengaruhi efektivitas dan keamanan obat kardiovaskular seperti clopidogrel, statin, dan warfarin. Selain itu, skor risiko poligenik (PRS) mulai digunakan sebagai alat prediksi risiko PJK.  Implementasi klinis farmakogenomik masih terbatas, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kesimpulan, Integrasi farmakogenomik berpotensi meningkatkan efektivitas terapi PJK melalui pendekatan personalisasi. Diperlukan lebih banyak studi berbasis populasi lokal serta dukungan kebijakan kesehatan untuk mengoptimalkan penerapannya di praktik klinis.
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea) TERHADAP MENCIT DENGAN PERHITUNGAN THOMPSON WEIL Adelia Nur Aini Saraswati; Afifatus Sa’adah; Alfiah Istichfarini; Anika Putri Rahmadani; Annisaur Rohmi Saadah; Apriliya Yogi Nurawalin
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krokot (Portulaca oleracea L.) merupakan tanaman yang dikenal memiliki potensi sebagai sumber antioksidan dan mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut (Lethal Dose50) Ekstrak Krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap mencit (Mus musculus). Metode yang digunakan meliputi preparasi simplisia, pembuatan ekstrak etanol, dan uji toksisitas pada mencit dengan dosis bervariasi. Subjek penelitian berupa mencit berjumlah 12 ekor  berusia 2-3 bulan dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok 1 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 800 mg/kgBB, kelompok 2 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 1.600 mg/kgBB, kelompok 3 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 1.800 mg/kgBB, kelompok 4 diberi perlakuan ekstrak krokot sebanyak 2.000 mg/kgBB, pemberian pada mencit dilakukan secara peroral dengan dosis tunggal dan kematian dicatat setelah 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian terjadi pada semua kelompok dosis, dengan kelompok 4 mengalami kematian 100%. Perhitungan LD50 menghasilkan nilai 3.198,8 mg/20 grBB, yang termasukdalam kategori toksik sedang (500-5000 mg/kgBB). Meskipun terdapat kematian tidak ada gejala toksik yang signifikan saat pengamatan setelah perlakuan.
MOLECULAR DOCKING, PHARMACOKINETIC, AND TOXICITY STUDIES OF Momordica balsamina AS BACE1 INHIBITORS Aqidatun Naffiah Choirunniza; Siti Zamilatul Azkiyah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif yang disebabkan oleh akumulasi β-amiloid yang erat kaitannya dengan reseptor BACE1. Momordica balsamina menjadi salah satu tanaman yang menarik untuk diteliti potensinya sebagai penghambat BACE1 dikaitkan dengan efek antioksidannya serta kemampuan neuroprotektif pada tanaman spesies lain yang masih dalam satu genus. Tujuan penelitian ini adalah menilai potensi Momordica balsamina sebagai inhibitor BACE1 melalui analisis molecular docking, farmakokinetik, dan toksisitas guna mengidentifikasi kandidat terapi alzheimer yang potensial. Penelitian dilakukan menggunakan berbagai perangkat lunak dan web server, termasuk KnapSack, PubChem, Way2Drug, PyRx, PyMol, Discovery Studio, SwissADME, dan ProTox. Molecular docking dilakukan dengan AutoDock Vina yang terintegrasi di PyRx, divalidasi melalui redocking, serta divisualisasikan menggunakan Discovery Studio. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa labiatenic acid memiliki afinitas terhadap BACE1 dengan binding affinity -8,4 kcal/mol. Senyawa uji memenuhi aturan Lipinski dan memiliki toksisitas rendah, namun tidak memiliki kemampuan dalam menembus BBB, yang dapat menghambat efektivitasnya sebagai terapi AD. Senyawa Momordica balsamina potensial sebagai obat terapi Alzheimer meskipun pengembangan lebih lanjut terkait penghantaran obat diperlukan kedepannya guna meningkatkan penetrasi BBB.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PENGEMBANGAN NANOPARTIKEL SEBAGAI SISTEM PENGHANTARAN OBAT Hannie Fitriani; Muhammad Hidayatullah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanotechnology has developed rapidly in various aspects, one of which is in the pharmaceutical industry, particularly in drug delivery systems. The Nanotechnology as a drug carrier can increase the efficiency of delivery systems. The process of developing drug formulations using nanoparticles remains highly complex, expensive, and time-consuming. The application of Artificial Intelligence (AI) is a rapid method and is expected to improve drug delivery through nanotechnology effectively, efficiently, and accurately, starting with pre-formulation and formulation. This article aims to discuss the application of various AI methods such as Machine Learning (ML), Deep Learning (DL), and Neural Networks (NN) in the development of nanoparticle-based drug delivery systems. This research was conducted through a review of the latest literature from the last three years (2022–2024) accessed from various scientific databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The AI in the development of nanoparticles as drug delivery systems has significant potential to increase efficiency, accelerate the development process, and reduce research costs and time. However, AI implementation requires multidisciplinary collaboration and improved data quality for model validation.
OPTIMASI KONSENTRASI BAHAN PENGIKAT DAN WAKTU IMOBILISASI PADA INDIKATOR KUBIS MERAH (Brassica oleracea var capitata L. forma rubra L) UNTUK MENDETEKSI KESEGARAN BUAH PEPAYA POTONG Diana Lady Yunita Handoyo
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pepaya yang dipotong adalah contoh buah potong yang dijual di supermarket. Buah pepaya yang dipotong mudah mengalami penurunan kualitas, sehingga diperlukan indikator yang dapat mendeteksi kesegaran buah pepaya yang dipotong. Kubis merah sebagai tanaman sumber pigmen alami yakni antosianin dapat diaplikasikan sebagai indikator alami karena sifatnya yang dapat berubah warna sebagai respon terhadap perubahan pH. Indikator kubis merah pertama-tama mengalami optimasi bahan pengikat dan waktu immobilisasi untuk memberikan hasil deteksi yang akurat. Indikator kubis merah disiapkan dengan mengimobilisasi kertas saring Whatmann pada ekstrak kubis merah. Indikator yang diimobilisasi dianginkan dan kemudian nilai rata-rata biru diukur menggunakan ImageJ. Konsentrasi optimum bahan yang terikat (PVA) adalah 1% dan waktu imobilisasi optimum adalah 10 menit.
EVALUASI ADVERSE DRUG REACTIONS (ADRs) ANTIDIABETES ORAL BERDASARKAN ALGORITMA NARANJO DI RAWAT INAP SOEWONDO PATI PERIODE JANUARI 2020 – DESEMBER 2022 Putri Kartika Sari; Ovikariani; Gilang Rizky Al Farizi; Fransisca Gloria
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit gangguan metabolisme kronis yang disebabkan karena faktor genetik akibat berkurangnya produksi insulin oleh pankreas yang diindikasikan dari kenaikan kadar gula darah sehingga menyebabkan komplikasi kronik baik mikrovaskuler maupun makrovaskuler akibat insufisiensi fungsi insulin.Tujuan : Mengevaluasi ADRs pada pasien antidiabetes berdasarkan algoritma naranjo di rawat inap Rumah Sakit Soewondo Kabupaten Pati.  Metode Penelitian : Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dimana data yang diperoleh berupa angka-angka. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif, dikarenakan penelitian ini menggambarkan fenomena masalah kesehatan berupa kejadian efek samping dari penyakit diabetes melitus di RS Soewondo Kabupaten Pati. Hasil : Pasien Diabetes Mellitus di Rawat Inap di Rumah Sakit Soewondo Pati yang paling banyak terjadi adalah pusing dengan persentase sebanyak 21,1%, penggunaan metformin kombinasi 2 obat pada pasien DM dapat menyebabkan mual, muntah dan pusing. diperoleh bahwa tingkat kejadian ADR pada skor 5-8 dengan derajat kepastian probable (Dapat Terjadi ESO) memiliki persentase paling tinggi yakni (55,5%). Berdasarkan jenis kelamin laki – laki sebanyak 43 pasien (52,2%) dan perempuan sebanyak 47 pasien (47,7%). dapat diketahui bahwa selama periode tahun januari 2020 – desember 2022 pada usia 30-40 tahun terdapat 20 pasien dengan persentase sebanyak (22,2%), usia 41-50 tahun terdapat 25 pasien dengan persentase sebanyak (27,7%), sedangkan usia 51-60 tahun terdapat 45 pasien dengan persentase sebanyak (50,0%).Kesimpulan : ADRs antidiabetes berdasarkan Algoritma Naranjo pada pasien DM di rawat inap Soewondo Pati, dapat diperoleh nilai yang paling banyak antara kategori 5-8 yang artinya “Dapat Terjadi ESO” (Probable).

Page 10 of 12 | Total Record : 119