cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 499 Documents
Evaluation of hybrid learning in college using CIPP model Aman Aman; Risky Setiawan; Lantip Diat Prasojo; Kunal Mehta
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v25i2.46348

Abstract

Learning in the millennial era provides significant changes in technology and communication. The COVID pandemic period requires every educational institution, especially universities, to carry out online learning. This influences the performance of lecturers in the online learning process, especially the implementation of hybrid learning at Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). The purpose of this study is to (1) describe the implementation of hybrid learning at UNY; (2) know the hybrid learning lecture model carried out at UNY; (3) describe the results of hybrid learning evaluation. This research is an evaluation study with a mixed-method approach that is a mixture of qualitative and quantitative. The evaluation model selected is the CIPP model from Stufflebeam. This model was chosen because the evaluation is comprehensive, including (1) context, (2) input, (3) process, and (4) product. The results show that the hybrid learning evaluation model developed through the instrument already met an excellent construct of loading factor values and had a composite reliability score above 0.7 and Cronbach alpha above 0.6. Implementation of difficulties or obstacles to hybrid learning includes heterogeneity of origin of student residence to make the emergence of internet network signal problems. In comparison, the problem of lecturers is that not all lecturers have skills for technology and media in the implementation of hybrid learning. The results of hybrid learning evaluation showed that the value of context, input, process, and product aspects fall into the category of "excellent," i.e., with a total average score of 3.05.
Analysis of the difficulty index of item bank according to cognitive aspects during the Covid-19 pandemic Maizura Fauzie; Andi Ulfa Tenri Pada; Supriatno Supriatno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 25, No 2 (2021)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v25i2.42603

Abstract

The Covid-19 pandemic is a major challenge for the education system. The face-to-face learning process shifted to online learning, including the school exams. In Aceh province, the school exams have changed from paper-based and computer-based. This research aims to analyze the difficulty index of an item bank based on cognitive aspects of Bloom’s Taxonomy. The study samples included 850 students. The data were the item bank of a final semester exam consisting of 200 multiple-choice items, answer keys, and students’ answer sheets. The empirical analysis of the item bank using classical test theory (CTT) found that 141 out of 200 items are valid based on content validity and computing data set using the Aiken’s V formula. Item tests have reliability of 0.983. The reliability is calculated using the Kuder-Richardson 21 formula. If the reliability coefficient is r11 ≥ 0.70, then the item is declared reliable. In addition, 62 out of 141 (43.97%) items from the item bank are classified with a moderate difficulty index, and 79 items (56.03%) are categorized with a high difficulty index. The cognitive aspects found in the items are remembering, understanding, applying, and analyzing. Students mostly found items with the cognitive aspects of remembering and understanding are difficult to solve.
MENGGUNAKAN MODEL DINA DALAM PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENDETEKSI SALAH KONSEPSI Kusaeri, Kusaeri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v16i1.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) menemukan cara me-ngembangkan tes diagnostik dengan model DINA, sehingga mampu memberikan informasi salah konsepsi dalam aljabar, 2) mengidentifikasi karakteristik tes diagnostik yang baik yang dikembangkan dengan model DINA. Penelitian pengembangan ini merupakan penelitian empirik, dengan pendekatan deskriptif eksploratori. Pendekatan tersebut digunakan untuk mendeskrip-sikan tahapan pengembangan tes dan mencari karakteristik item. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Yogyakarta, SMPN 1 Sanden Bantul dan SMPN 1 Panjatan Kulon Progo. Data dianalisis dengan software CDM, Mplus dan R. Hasil penelitian menunjukan 1) tahapan pengembangan tes meliputi: identifikasi kompetensi dasar dan merumuskan indi-kator, menyusun learning continuum, menyusun hierarki materi, merumuskan atribut, mengonstruk soal, validasi ahli dan uji empirik. Setelah melalui tujuh tahapan, dikembangkan 37 item tes diagnostik, 2) dari 37 item tes diagnostik, 15 item di antaranya harus dihilangkan/dihapus dari paket tes,  karena tidak memenuhi uji fit model dan kualitas item tersebut jelek (indeks daya beda kurang dari 0,2).Kata kunci: DINA, latent class, atribut, salah konsepsi, dan aljabar_____________________________________________________________DINA IN DEVELOPMENT MODEL USING DIAGNOSTIC TESTS FOR DETECTING WRONG CONCEPTIONAbstract This research aims to 1) find out a way to develop the diagnostic test  using the DINA model, so that it can give information about misconceptions in algebra, 2) Identify the characteristics of the good diagnostic test developed by using the DINA model. This research and development  is an empirical research with the descriptive explanatory used to describe the development stages of the test. The subjects of this research were year VIII students of SMPN 1 Yogyakarta, SMPN 1 Sanden Bantul, and SMPN 1 Panjatan, Kulon Progo. The data were analyzed by using the CDM, Mplus, and R software. The results of the study are as follows 1) The stages of the test development in this research were: identifying basic competence and formulating indicators, constructing the learning continuum, constructing the material hierarchy, formulating the attributes, constructing the problems, conducting validation by expert judgment, and administering an empirical test. Through those seven stages, 37 items of the diagnostic test were developed, 2) Of the 37 items, 15 items must be eliminated/discarded from the test. The items were eliminated because their quality was low and they did not meet the requirements of the model fit test because their discrimination indexes were less than 0.2.Keywords: DINA, latent class, attribute, misconceptions, and algebra
Hambatan Sufisme terhadap Pendidikan Kognitif dan Sumbangan Sufisme terhadap Pendidikan Afektif Akbarizan Akbarizan; Darmiyati Zuchdi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 4, No 5 (2002)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v4i5.2066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang: 1) hambatan sufisme terliadap pendidikan kognitif. dan 2) sumbangan sufisme terliadap pendidikan afektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan prosedur analisis isi. Sumber data utama adalah kitab A l-Risalah al-Qusyaihyyah. Sekurang-kurangnya ada tiga hal utama dalam sufisme yang menjadi penghambat pengembangan kemampuan kognitif, yaitu penghargaan yang terlalu tinggi kepada ilmu kasyaf daripada pengetahuan ilmiah empiris. pengutamaan perasaan (dzaug) dan pengalaman rohani daripada berpikir kritis, dan sistem pendidikan yang bersifat teacher centered. Selanjutnya, terdapat empat sumbangan sufisme bagi pendidikan afektif. yaitu berbagai potensi pengembangan dan pembinaan iman dan taqwa. potensi pendidikan budi pekerti, dan potensi metodc pendidikan yang praktis. Kata Kunci: sufisme, kognitif, afektif.
MODEL EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS KAIZEN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Wijayati, Primardiana Hermilia; Suyata, Suyata; Sumarno, Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2013)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v17i2.1703

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengembangkan model evaluasi pembelajaran yang hasilnya dapat digunakan untuk mendeteksi kekeliruan dan melakukan koreksi sendiri, serta sistem informasi-nya. Pengembangan dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam empat tahap, yaitu penelitian, penciptaan dan desain, rekayasa dan pengemasan, tahap pengujian dan evaluasi. Konstruk model evaluasi dimodifikasi dari model Marzano dan divalidasi melalui focus group discussion dan teknik Delphi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa di enam SMAN dan satu SMA swasta di Malang. Hasil penelitian: 1) model evaluasi didukung oleh instrumen evaluasi diri guru, evaluasi teman sejawat, dan evaluasi siswa; 2) karakteristik instrumen evaluasi mencakup validitas, reliabilitas, dan kepraktisan telah teruji; 3) sistem informasi hasil evaluasi disajikan dalam bentuk bar chart yang memuat informasi kelebihan dan kekurangan guru, rencana perbaikan guru, dan saran perbaikan untuk guru dan sekolah; 4) instrumen evaluasi berbentuk software disertai manualnya. Kata kunci: model evaluasi, kaizen, pembelajaran, sekolah menengah atas ______________________________________________________________A TEACHING EVALUATION MODEL BASED ON KAIZEN AT SENIOR HIGH SCHOOL Abstract This study aimed at developing an evaluation model to find out problems in the teaching process in order to prevent mistakes and to make a self-correction for assuring a continuous teaching improvement, and to deliver its information system. This was a development study which used quantitative and qualitative approaches carried out in four phases, namely initial research, invention and design, engineering and packaging, and test and evaluation. The construct of this evaluation model was adapted from Marzano's evaluation model and had been validated by a focus group discussion and Delphi technique. The subjects of this study were senior high school teachers and students from six public senior high schools (SMAN) and a private senior high school in Malang. This study shows the following conclusions: 1) The evaluation model based on kaizen has been equipped by self-evaluation instrument, evaluation instrument by colleagues and students; 2) The characteristics of the evaluation model based on kaizen for quality assurance of teaching at senior high school consisted of validity, reliability, and practicability which had been verified. The validity evidence had been obtained through focus group discussion and Delphi techniques, and had been analyzed using content validity ratio (CVR) and content validity index (CVI) proposed by Lawshe. The construct validity was elaborated through the structural equation modeling based on component; 3) The results of model fit test using GesCA-program developed by Heungsun Hwang indicate that the model is supported by the data shown by the value of GFI 0,997, and SRMR 0.076; 4) The information system of the evaluation results is presented in bar chart which accommodates teachers' strengths and weaknesses, teachers' planning of improvement, and suggestion of improvement for teachers and school.Keywords: development model, evaluation model, teaching process
Pengembangan Instrumen Kompetensi Penilik dan Penerapannya di Kabupaten Musi Rawas Hartoyo Hartoyo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v8i1.2013

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) mengembangkan standar kompetensi penilik pendidikan luar sekolah (PLS), 2) mengembangkan instrumen untuk menganalisis kompetensi penilik, dan 3) mendes-kripsikan profil kompetensi penilik di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Instrumen dikembangkan melalui diskusi terbatas (focus group discussion) dan teknik Delphi. Diskusi terbatas melibatkan prakusi bidang PLS, pamong belajar SKB/BPKB, pejabat dan staff di Subdin PLS Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten BantuL Teknik Delphi ditetapkan sebanyak dua putaran untuk memperoleh konsensus atas pentingnya masing-masing indikator. Profil kompetensi penilik didesknpsikan dalam empat kategori yaitu: sangat baik, baik, kurang, dan sangat kurang. Validitas konstruk butir-butir instrumen kuesioner ditentukan dengan analisis fektor dan reliabilitas ditentukan dengan Alpha Cronbach. Indeks reliabilitas butir-butir instrument tes uraian analisis dengan relibilitas antar penilal Hasil penelitian menunjukan: Pertama, standar kompetensi penilik terdiri dari kompetensi personal, sosial, akademis, dan teknis. Kompetensi personal mencakup aspek nilai-nilai hidup dan komunikasi. Kompetensi sosial mencakup aspek sikap terhadap kelompok, lingkungan masyarakat, dan kerja-sama. Kompetensi akademis menekankan pada aspek pendidikan dan latihan, pengalaman kerja, serta pemahaman konsep PLS dan satuan-satuannya. Standar kompetensi teknis yang mencakup aspek perencanaan dan pengolahan data, pemantauan, penilaian, dan bimbingan. Selain itu, standar komptensi dilengkapi juga dengan kompetensi pemahaman budaya. Kedua, instrumen kompetensi penilik terdiri dari: tes pemahaman tentang konsep PLS dan kuesioner kompetensi personal, sosial, dan teknis. Ketiga, penilik di Musi Rawas masih memiliki kompetensi yang rendah untuk aspek kompetensi teknis dan aspek kompetensi akademis. Adapun kompetensi personal dan sosial termasuk baik. Kata kunci: pengembangan instrumen, kompetensi penilik pls.
Efisiensi Internal SMK Program Studi Sekretaris Tahun Pelajaran 1994/1995-1996/1997 di Kabupaten Klaten Jawa Tengah Winarso Winarso; Dakir Dakir
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2082

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi internal SMK Program Studi Sekretaris di Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 1994/1995-1996/1997. Populasi sekaligus sebagai sampel penelitian yaitu 17 SMK yang terdiri dari 4 negeri dan 13 swasta. Uji validitas instnimen pada validitas tampak pertimbangan para ahli (expert judgement). Teknik analisis data dengan deskriptif dilanjutkan dengan cost-effectiveness analysis.Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi internal sebagai berikut: Pertama: ditinjau dari indikator-indikator: 1. Masukan Pendidikan: a) rata-rata untuk pengeluaran gaji guru selama tiga bulan sebesar Rp. 5.379.470,00; b) rata-rata untuk pengeluaran fasilitas praktik selama tiga tahun sebesar Rp. 5.126.470,00; 2. Produk Pendidikan: a) rata-rata kenaikan kelas 99,99%; b) rata-rata mengulang kelas 0.71%; c) rata-rata putus sekolah 0,94%: d) rata-rata tingkat produksi pendidikan 99,99%; 3. Keluaran Pendidikan: a) rata-rata proporsi kelulusan 99,88%; b) rata-rata nilai STTB Kejuruan 7,10; dan rata-rata NEM 6,41; 4. Ditinjau dari lama belajar peserta didik penyelenggaraan pendidikan hampir efisien, yaitu rata-rata selama 3,007 tahun, angka koefisien guru 0,87: Kedua: ditinjau dari perbandingan antara keluaran dengan masukan pendidikan: 1. Secara keseluruhan bila dibandingkan antara keluaran dengan masukan, penyelenggaraan pendidikan SMK Kabupaten Klaten efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi internal sebesar 1,0289; 2. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi 1,0287; 3. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,0025; 4. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0642; 5. Per­bandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru hampir efisien secara internal, indek efisiensi 0,9990; 6. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0749; 7. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,00372; 8. Perbandingan antara NEM dengan masukan gaji guru menunjukkan penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal, yaitu dengan indek efisiensi 1,0136; Ketiga: Ditmjau dan biaya pendidikan: 1. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama tiga tahun (Cycle Cost) rata-rata sebesar Rp. 4.503.870,00; 2. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama satu tahun dan satu bulan (unit cost) rata-rata sebesar Rp. 1.560.055,00 dan Rp. 130.004,00 dengan biaya paling rninimal (least cost) adalah Rp. 881.600,00: 3. Besarnya Attrition Cost Index sebesar 9,0212 yang berarti penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal.Katakunci: efisiensi internal, cost effectiveness analysis.
Karakteristik Soal Tes Masuk SMP Negeri di Kabupaten Bantul Kabul Mulyana
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v10i2.1985

Abstract

PeneHtian ini bertujuan untuk mengetahui: karakteristik, kualitas, dan daya prediksi tes seleksi masuk SMP Negeri Kabupaten Bantul tahun pelajaran 2004/2005. Subjek penelitian ini adalah butir soal tes seleksi masuk SMPN di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumber data adalah 1.657 lembar jawaban (respon) peserta tes seleksi atas 100 butir soal pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban. Data dianalisis secara kuantitatif dengan teori tes klasik berbantuan komputer program MicroCat Iteman versi 3.00 dan dengan teori respons butir menggunakan bantuan komputer program MicroCat Bigsteps versi 2.30. Daya prediksi butir soal dianalisis secara regresi menggunakan program SPSS versi 11.00. Hasil analisis menggunakan teori tes klasik menunjukkan bahwa lima mata pelajaran (Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS) mempunyai indeks reliabilitas 0,70 dan hanya mata pelajaran matemarika yang mempunyai tingkat kesukaran baik. Berdasarkan teori tes modern untuk kelima mata pelajaran, tingkat kesukaran, daya beda, fungsi informasi, dan kecocokan dengan model semuanya baik. Berdasarkan analisis butir soal menggunakan teori tes klasik 45% jumlah butir soal baik, sedangkan berdasarkan analisis menggunakan teori respon 90% butir baik. Butir soal mata pelajaran matematika memiliki daya prediktif tertinggi ((5=0,282). Kata kunci: karakteristik, tingkat kesukaran, daya prediksi.
VALIDASI DIMENSIONALITAS PERANGKAT TES UJIAN AKHIR NASIONAL SMP MATA PELAJARAN MATEMATIKA 2003-2006 Kartowagiran, Badrun
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2008)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v12i2.1426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui banyaknya dimensi perangkat tes UAN Matematika tahun 2003, 2005, dan 2006. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan dimensi adalah subkemampuan yang ada dalam kemampuan matematik. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif. Data utama penelitian ini adalah respon siswa peserta Ujian Akhir Nasional yang ada di Provinsi D.I. Yogyakarta. Jumlah lembar jawaban siswa yang dianalisis sebanyak 2700 untuk tahun 2003, 3400 untuk tahun 2005, dan 3020 untuk tahun 2006. Respon siswa diambil dari SMP kelompok tinggi, sedang, dan rendah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis faktor eksploratori, kemudian diestimasi banyaknya muatan dimensi/faktor dalam perangkat tes. Disimpulkan bahwa perangkat tes UAN Matematika tahun 2003, 2005, dan 2006 mengukur 3 dimensi subkemampuan yakni aljabar, geometri, dan pengukuran. Perangkat tes tersebut, hanya mampu menjelaskan sekitar 35% atau sekitar sepertiga varians kemampuan matematika siswa. Terkait dengan hal ini, pengembang tes UAN mata pelajaran matematika perlu mengusahakan agar menambah faktor dan variasi tingkat kesulitan butir tes, sehingga tes lebih dapat menjelaskan variansi kemampuan peserta tes. Sebaliknya bagi praktisi, sebaiknya memanfaatkan hasil penelitian ini untuk umpan balik dalam pembelajaran matematika di sekolah.Kata kunci: validasi dimensionalitas
Developing "Pancasila Student Profile" instrument for self-assessment Sabon, Yuliana Olga Siba; Istiyono, Edi; Widihastuti, Widihastuti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 26 No. 1 (2022)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v26i1.45144

Abstract

Character assessment is critical for understanding student progress and determining policies and measures that must be taken to direct and strengthen positive character. This research falls under the category of R & D. The study aimed to create Pancasila character self-assessment questionnaires for students. The approach of generating effective instruments by Mardapi. As a result of the development, 20 items of valid and reliable instruments were obtained. The Aiken formula and exploratory factor analysis (EFA) are used to prove content validity and construct validity, while the alpha Cronbach formula is used to estimate reliability. The coefficient of reliability is 0.71, and the instrument validity index is 0.97. The instrument is accurate and dependable. Exploratory factor analysis (EFA) yielded seven components that describe Pancasila's ideals: (1) work ethic, (2) open-minded, (3) initiative, (4) values and culture, (5) resilience, (6) faith, peace, and cooperation, and (7) caring. These seven characteristics are included in the Pancasila student profile. The instrument was used to assess the character of 153 students, and the results revealed that the students' overall attitude matched Pancasila's specified character of excellent and good. However, numerous actions must be completed to strengthen Pancasila's character so that Pancasila's student profile can be fulfilled.