cover
Contact Name
M. Ikhwan
Contact Email
m.ikhwan@staindirundeng.ac.id
Phone
+6285275735306
Journal Mail Official
jisrevjournal@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tgk. Chik Puasa No.01, GP. Pango Raya, Kec. Ulee Kareng Banda Aceh, Aceh-Indonesia, 23119
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JISRev: Journal of Islamic Studies Review
ISSN : -     EISSN : 31103324     DOI : https://doi.org/10.69548/jisrev
JISRev: Journal of Islamic Studies Review is a peer-reviewed academic journal dedicated to the scholarly examination of Islamic studies. The journal publishes original research articles, reviews, and critical analyses that explore various dimensions of Islam, including theology, law, history, philosophy, and culture. By providing a platform for rigorous academic discourse, JISRev aims to contribute to a deeper understanding of Islamic traditions and contemporary issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Tasawuf sebagai Basis Pluralisme: Studi Book Review terhadap Karya Syamsun Ni’am Abid Nurhuda; Muhammad Hariyadi; Nur Muhammad Lathif
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.62

Abstract

Buku Tasawuf Kebinekaan di Nusantara karya Prof. Dr. H. Syamsun Ni’am, M.Ag yang direview dalam naskah ini menawarkan perspektif baru mengenai hubungan tasawuf dengan kebinekaan, keberagamaan, dan kebangsaan di Indonesia. Melalui kajian historis-sosiologis, penulis buku menelusuri pemikiran dan praktik para tokoh sufi Nusantara, mulai dari Walisongo, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Achmad Siddiq, hingga KH. Abdurrahman Wahid. Mereka menampilkan tasawuf bukan sekadar laku individual, melainkan energi sosial yang melahirkan toleransi, moderasi, dan cinta tanah air. Buku ini menegaskan bahwa nilai-nilai tasawuf sejalan dengan prinsip Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga mampu menjadi basis epistemologis bagi nation-building di tengah ancaman radikalisme, polarisasi identitas, dan krisis kebangsaan. Keistimewaan karya ini terletak pada keberhasilannya mengaitkan ajaran klasik sufistik dengan konteks kontemporer Indonesia, sekaligus memperlihatkan bahwa pluralisme tidak hanya wacana, tetapi praksis nyata dalam kehidupan berbangsa. Dengan analisis yang mendalam dan sistematis, buku ini memberikan kontribusi penting bagi studi tasawuf, ilmu sosial keagamaan, dan diskursus pluralisme, serta relevan sebagai referensi akademis maupun praktis dalam merawat harmoni kebangsaan di era modern.
Problematika Hadis Ahad dan Mutawatir: Kritik Epistemik terhadap Paradigma Kepastian dalam Otoritas Sunnah Ahmad Hadi Pranoto; Raharjo Raharjo; Lutfiyah Lutfiyah; Abid Nurhuda; Dena Sri Anugrah
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.63

Abstract

Kajian ini menelaah problem epistemologis yang melingkupi perbedaan kedudukan antara hadis ahad dan hadis mutawatir dalam tradisi keilmuan Islam. Secara historis, perdebatan tentang otoritas keduanya berakar pada pertentangan antara kepastian (qath‘iy) dan dugaan kuat (zhanniy) dalam penerimaan riwayat. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis kritis terhadap sumber-sumber hadis klasik (seperti karya al-Khatib al-Baghdadi dan Ibn Hajar al-‘Asqalani) serta pandangan kontemporer yang mengkaji ulang legitimasi epistemik hadis ahad. Hasil analisis menunjukkan bahwa hadis mutawatir memperoleh otoritas karena jaminan kuantitas dan keotentikan periwayatannya, sedangkan hadis ahad tetap memiliki validitas normatif selama memenuhi standar keadilan dan ketepatan sanad. Dalam konteks modern, problematika ini muncul kembali ketika rasionalisme dan kritik historis mencoba menguji ulang posisi hadis ahad dalam ranah hukum dan teologi. Artikel ini menawarkan sintesis baru bahwa keabsahan hadis tidak semata ditentukan oleh jumlah perawi, tetapi oleh integritas epistemologis, koherensi matan, dan relevansi moralnya dengan maqaṣid al-syari‘ah. Dengan demikian, perbedaan antara hadis ahad dan mutawatir harus dipahami secara dialektik: bukan sebagai dikotomi hierarkis, melainkan sebagai dua jalur epistemik yang saling melengkapi dalam menjaga kontinuitas ajaran profetik di tengah perubahan paradigma keilmuan Islam modern.
Pendidikan Karakter Menurut KH. Hasyim Asy’ari: Telaah Kitab At-Tibyan Alfiyah Sholihah; Imam Sopingi; Athi’ Hidayati
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.64

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran KH. Hasyim Asy’ari mengenai pendidikan karakter melalui telaah terhadap Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalati al-Qur’an. Di tengah krisis moral yang melanda dunia pendidikan, KH. Hasyim Asy’ari menawarkan konsep pendidikan karakter yang menekankan pentingnya nilai-nilai keikhlasan, penghormatan kepada guru, tanggung jawab, dan kerendahan hati sebagai inti dari proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap teks kitab klasik serta literatur pendukung lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam At-Tibyan tidak hanya relevan tetapi juga sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pendidikan karakter di era modern. Ajaran KH. Hasyim Asy’ari memberikan kontribusi besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan global dengan fondasi moral yang kuat.
Menanamkan Akhlak Qur’ani sebagai Upaya Membentuk Karakter Islami Generasi Z dalam Lingkungan Keluarga Dwi Novita Sari; Nini Rosnida Yanti; Tri Ulandari
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.65

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali konsep akhlak Qur’ani, pembentukan karakter Islami, peran keluarga, dan fenomena Generasi Z. Data dikumpulkan dari literatur berupa buku, jurnal, artikel, dan dokumen resmi, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam Al-Qur’an sangat menekankan pembentukan moralitas dan kepribadian mulia, dengan peran penting guru dan orang tua sebagai teladan. Akhlak Qur’ani menjadi kebutuhan mendesak bagi Generasi Z yang hidup di era digital dan globalisasi, guna menghadapi tantangan moral dan sosial. Keluarga sebagai madrasah pertama berperan strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui keteladanan, komunikasi Islami, dan pengawasan penggunaan media digital. Di era 5.0, strategi penanaman karakter perlu menggabungkan keteladanan, nasehat, perhatian, pengawasan, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam pendidikan dan keluarga untuk membentuk karakter Islami yang kuat dan berdaya saing pada Generasi Z.
Analisis Kesalahan Bahasa dalam Kegiatan Pidato dengan Materi Moderasi Beragama di STIBA Ar-Raayah Sukabumi Muhammad Ashadi Rasyad; Amirul Haq RD
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.66

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya melalui kegiatan pidato mahasiswa sebagai sarana penguatan materi Pendidikan Moderasi Beragama di STIBA Ar-Raayah Sukabumi. Dalam praktiknya, kegiatan pidato masih menunjukkan berbagai kesalahan bahasa yang berpotensi mengganggu pemahaman pesan dan ketepatan berbahasa Arab fusha. Permasalahan penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kesalahan bahasa yang sering muncul dalam pidato mahasiswa, faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut, serta upaya korektif yang dapat dilakukan untuk meminimalkan kesalahan berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data penelitian berupa tuturan lisan mahasiswa yang diperoleh melalui observasi, perekaman, transkripsi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kesalahan bahasa (error analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan fokus pada aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pidato berperan penting dalam meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa, namun masih ditemukan kesalahan dominan seperti kekeliruan pengucapan huruf Arab, pemanjangan vokal, penggunaan bentuk maskulin dan feminin, struktur gramatikal, serta pengaruh bahasa ibu dan faktor psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan bahasa dapat diminimalkan melalui koreksi sistematis, program pembinaan bahasa yang terarah, dan pembiasaan penggunaan ungkapan bahasa Arab yang benar secara berkelanjutan.
Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Talaqqī: Kajian Living Qur’an di Pesantren Ruhul Qur’ani Meulaboh Hayya Maisura; Hanif Hanif; Muhammad Firdaus
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 1 No. 2 (2025): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.1.2.68

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an di pesantren tidak hanya menekankan pencapaian hafalan, tetapi juga pembentukan kualitas bacaan, adab, dan karakter Qur’ani santri. Metode talaqqī, yang menitikberatkan interaksi langsung antara guru dan santri, tetap relevan dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai praktik Living Qur’an. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi talaqqī di Pesantren Ruhul Qur’ani Meulaboh dan menganalisis perannya dalam meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, pembentukan adab, serta relasi spiritual guru–santri. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa talaqqī diterapkan terstruktur pada tahap tahsin dan tahfiz melalui setoran bacaan, koreksi langsung, dan pengulangan berkelanjutan. Metode ini efektif meningkatkan ketepatan tajwid, makhārij al-ḥurūf, kelancaran hafalan, disiplin, dan adab belajar santri. Selain itu, talaqqī memperkuat relasi spiritual yang mendukung motivasi dan keberlanjutan hafalan, menjadikannya metode pembelajaran Al-Qur’an yang komprehensif, mengintegrasikan aspek teknis, psikologis, dan spiritual secara seimbang.

Page 2 of 2 | Total Record : 16