cover
Contact Name
Hadi Rohyana
Contact Email
lppm@ubs.ac.id
Phone
+628978380006
Journal Mail Official
joebas@ubs.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Bani Saleh. Jl. Mayor M. Hasibuan No 68 Bekasi Timur 17113, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies
Published by Universitas Bani Saleh
ISSN : -     EISSN : 31103954     DOI : 10.65624
Core Subject : Education,
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies e-ISSN: 3110-3952 (Media Online) JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies adalah jurnal ilmiah yang memuat hasil penelitian, kajian teoretis, dan praktik terbaik dalam bidang pendidikan, perilaku, dan studi sosial. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun dibulan Juni dan Desember yang bertujuan menjadi tempat publikasi akademik bagi para dosen, peneliti, guru, praktisi pendidikan, dan mahasiswa. JOEBAS menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dengan sistem peer-review yang ketat untuk menjamin kualitas akademik dan orisinalitas naskah. Jurnal ini terbuka untuk umum (open access) dan dapat diakses secara bebas oleh siapa saja untuk mendukung penyebarluasan pengetahuan yang luas dan berdampak.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
EFEKTIVITAS METODE PERMAINAN WORD GUESS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI DI TINGKAT SEKOLAH DASAR Muhamad Andrian Wijaya; Fitri Ar-Rasyid; Hadi Rohyana
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): JOEBAS: Journal Of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i1.91

Abstract

Kemampuan literasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting untuk dikuasai oleh siswa sekolah dasar, karena menjadi fondasi dalam memahami berbagai materi pelajaran. Namun, rendahnya minat baca dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan pendekatan inovatif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode permainan Word Guess dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment), melibatkan 48 siswa dari kelas III yang di bagi menjadi 2 kelas yaitu kelas eksperimen yang menggunakan metode Word Guess dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes literasi sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada skor literasi siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Peningkatan ini mencakup aspek kosakata, pemahaman bacaan, dan kemampuan menyusun kalimat. Metode permainan Word Guess terbukti mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta mempermudah pemahaman materi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode permainan Word Guess efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa sekolah dasar dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif di lingkungan pendidikan dasar.
PEMANFAATAN PERMAINAN CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BILANGAN PADA TK LABSCHOOL BANI SALEH Ilham Jaya; Widi Astuti
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): JOEBAS: Journal Of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i1.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan anak dalam mengenal bilangan melalui media permainan congklak di TK Labschool Bani Saleh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Tindakan Kelas. Indikator keberhasilan meliputi kemampuan anak dalam mengurutkan bilangan 1 sampai 10, mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah biji congklak, serta membedakan antara jumlah yang banyak dan sedikit. Subjek dalam penelitian ini adalah 10 anak dari kelompok B2, terdiri dari 3 anak lakilaki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan congklak mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal bilangan. Hal ini terlihat dari hasil pada siklus I dan II, di mana anak menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam mengurutkan bilangan dan mencocokkan lambang bilangan dengan jumlah biji congklak yang digunakan dalam permainan
STRATEGI PEMBELAJARAN DEEP LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN RASA INGIN TAHU SISWA SEKOLAH DASAR Khailla Falsya Dewindri; Amanda Halimahtu Sa’diah; Maspupah
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): JOEBAS: Journal Of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i1.93

Abstract

Pendidikan di tingkat sekolah dasar (SD) memegang peran krusial dalam menumbuhkan rasa ingin tahu siswa, yang menjadi fondasi bagi pembelajaran sepanjang hayat. Namun, metode pembelajaran konvensional seringkali kurang efektif dalam memicu keingintahuan siswa, sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran berbasis deep learning dalam mengembangkan rasa ingin tahu siswa SD, dengan fokus pada penerapan teknik-teknik seperti inquiry-based learning, problem-based learning, dan eksplorasi mandiri. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber teoritis dan empiris terkait deep learning serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi deep learning mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk aktif bertanya, mengeksplorasi, dan mengkonstruksi pengetahuan secara mandiri. Simpulan dari penelitian ini mengungkap bahwa integrasi deep learning dalam kurikulum SD dapat meningkatkan rasa ingin tahu siswa melalui pendekatan yang berpusat pada siswa, kolaboratif, dan kontekstual. Implikasi dari temuan ini merekomendasikan guru untuk mengadopsi metode deep learning dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang interaktif, sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran modern yang berfokus pada pengembangan keterampilan kognitif dan afektif siswa di tingkat dasar
IMPLEMENTASI METODE DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DI SEKOLAH DASAR Fitri Ar-Rasyid; Khailla Falsya Dewindri; Lili Triani
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): JOEBAS: Journal Of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i1.94

Abstract

Meningkatkan keterlibatan siswa di jenjang sekolah dasar (SD) menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, banyak guru masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan minat dan partisipasi aktif siswa selama proses belajar mengajar. Seiring kemajuan teknologi, metode deep learning memberikan alternatif inovatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi metode deep learning dalam meningkatkan keterlibatan siswa SD di Indonesia dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dari beragam sumber ilmiah, termasuk jurnal yang terindeks di Scopus dan Sinta, buku-buku akademik, serta laporan dari lembaga resmi yang telah dipublikasikan. Analisis dilakukan secara tematik dengan pendekatan content analysis, mencakup penggunaan algoritma seperti Convolutional Neural Networks (CNN) dan Recurrent Neural Networks (RNN) dalam mendukung personalisasi konten, umpan balik waktu nyata, serta media belajar berbasis visual dan audio. Hasil kajian menunjukkan bahwa deep learning dapat meningkatkan keterlibatan siswa melalui pengenalan gaya belajar individu dan penyesuaian strategi pengajaran. Namun demikian, hambatan seperti keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru, dan isu privasi data perlu diperhatikan dalam implementasinya. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembang teknologi pendidikan dan pemangku kebijakan dalam merancang solusi pembelajaran berbasis AI di tingkat sekolah dasar.
STRATEGI DEEP LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Zayda Zafirah; Muhammad Andrian Wijaya; Hadi Rohyana
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 1 (2025): JOEBAS: Journal Of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i1.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan strategi deep learning terhadap hasil belajar siswa di tingkat sekolah dasar melalui pendekatan studi literatur. Strategi deep learning mengacu pada pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual yang mendalam, keterkaitan antar konsep, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa dalam proses belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu yang diperoleh melalui sumber-sumber terpercaya seperti Google Scholar, SINTA, dan referensi akademik lainnya. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa penerapan strategi deep learning secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa, khususnya dalam hal pemahaman konseptual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Studi studi yang dianalisis juga menunjukkan bahwa strategi ini mendorong pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan pembelajar abad ke-21. Dengan demikian, hasil penelitian ini merekomendasikan agar guru di tingkat sekolah dasar mulai mengintegrasikan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada pemahaman mendalam untuk membangun fondasi pengetahuan yang kuat sejak dini.
STUDI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DAN TANTANGAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM PEMBELAJARAN DIFERENSIASI Moh. Rizkon Syafrillah; Alif Ilham Wahyudi Musyawaman
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i2.229

Abstract

Pendidikan dasar memiliki peran krusial dalam membentuk kompetensi dan karakter peserta didik. Kurikulum Merdeka diperkenalkan sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 2013, dengan memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan untuk menyesuaikan proses pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam pelaksanaannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap artikel ilmiah dan buku relevan yang diterbitkan dalam 5–10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi, meskipun implementasinya masih terkendala oleh keterbatasan sarana, waktu, dan pemahaman guru. Kesimpulannya, Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka bergantung pada kesiapan guru, dukungan institusional, dan sinergi antara guru, sekolah, serta orang tua. Dengan demikian, pelatihan berkelanjutan dan dukungan manajerial sekolah menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di tingkat sekolah dasar.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL YANG DIKEMBANGKAN GURU UNTUK MENINGKATKAN ENGAGEMENT SISWA SEKOLAH DASAR Robi’Atus Sya’Bana; Nur Qomariyah
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i2.243

Abstract

Penelitian ini membahas inovasi media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang dikembangkan guru Sekolah Dasar untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Metode yang digunakan adalah studi Pustaka dengan menelaah berbagai penelitian dalam lima tahun terakhir terkait integrasi budaya lokal ke dalam media pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa media berbasis kearifan lokal, seperti permainan tradisional, cerita rakyat, kesenian maupun multimedia kontekstual, mampu meningkatkan hasil belajar, literasi budaya, motivasi, serta partisipasi aktif siswa. Media tersebut dinilai layak, praktis dan efektif karena dapat menumbuhkan keterlibatan siswa secara perilaku, emosiomnal, maupun kognitif. Selain mendukung pencapaian akademik, media ini juga berperan dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kebanggaan siswa terhadap identitas budaya daerahnya. Dengan deemikian, pemanfaatan media pembelajaran berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif untuk meninngkatkan kualitas pembelajaran sekaligus engagement di Sekolah Dasar.
INTERVENSI STRATEGI DEEP LEARNING GUNA MENINGKATKAN SELF-EFFICACY BELAJAR SISWA Okti Nurvadila; Suci Yuniati
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i2.255

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengkaji solusi efektif terhadap rendahnya literasi numerasi dan self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika. Data nasional menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin pada hasil PISA 2018 yang menempatkan Indonesia pada peringkat 74 dari 79 negara dengan skor di bawah rata-rata internasional (OECD, 2019), serta laporan INAP yang menunjukkan skor literasi numerasi nasional sebesar 46,83% (Kemdikbud, 2019). Rendahnya literasi numerasi berkaitan erat dengan self-efficacy siswa, yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi, ketekunan, dan hasil belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan teknik analisis isi terhadap publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis deep learning, yang menekankan pemahaman konseptual, pemecahan masalah kontekstual, eksplorasi, dan keterlibatan aktif siswa, efektif dalam meningkatkan self-efficacy dan kemampuan berpikir matematis. Melalui pengalaman keberhasilan pada tugas autentik (mastery experience), strategi ini memperkuat keyakinan diri siswa dalam menghadapi tantangan numerasi. Dengan demikian, pembelajaran deep learning direkomendasikan sebagai pendekatan alternatif yang efektif untuk meningkatkan self-efficacy dan literasi numerasi siswa serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Indonesia
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN NILAI PANCASILA SISWA KELAS V SD Vania Khomsah; Nur Laili Oktavianti; Agung Setyawan
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i2.256

Abstract

Menentukan pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terhadap pemahaman siswa kelas lima SD terhadap nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan campuran (Qualitative - Simple Quantitative) Hasil penelitian menunjukkan pemahaman nilai Pancasila yang tidak merata di kalangan siswa, yang disebabkan oleh satu faktor yaitu dominasi siswa aktif terhadap siswa pasif, sehingga menyulitkan guru untuk menilai pemahaman siswa secara komprehensif. Setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif Jigsaw, guru melaporkan dampak positif terhadap proses pembelajaran, mulai dari menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, mendorong pemahaman materi, dan meningkatkan nilai-nilai Pancasila, seperti kolaborasi, kerjasama, saling menghormati, dan musyawarah, yang akan memudahkan siswa untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan model pembelajaran kooperatif berhasil meningkatkan pemahaman siswa kelas lima SDN Sidomukti, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, tentang nilai-nilai Pancasila, meskipun ada beberapa kendala yang harus diatasi dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan dan strategi kelas. Kata kunci: Jigsaw, Kooperatif, Pancasila
IMPLEMENTASI METODE AMONG DALAM KEGIATAN PRAMUKA SIAGA DI SD ISLAM IMAM SYAFI’I Dwi Nurmansyah; Muhammad Fauzan Muttaqin
JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies Vol. 1 No. 2 (2025): JOEBAS: Journal of Education, Behavior, and Social Studies
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65624/joebas.v1i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Metode Among dalam kegiatan Pramuka Siaga di SD Islam Imam Syafi’i sebagai strategi pembentukan karakter peserta didik usia 6–9 tahun. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah bagaimana prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani diterapkan untuk menumbuhkan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama, motivasi positif, dan kemandirian anak. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Among di lapangan seringkali masih bersifat instruktif dan belum sepenuhnya menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada 15 Mei 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu pembina Pramuka Siaga dan observasi partisipatif terhadap aktivitas peserta. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian tematik, serta verifikasi melalui triangulasi sumber, member check, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan pembina melalui aturan yang konsisten, komunikasi humanis, dan sanksi edukatif efektif menumbuhkan kedisiplinan serta kepemimpinan sederhana. Strategi motivasi positif dan penghargaan simbolik meningkatkan rasa percaya diri, sementara dukungan teman sebaya memperkuat nilai kerja sama dan gotong royong. Penelitian merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi pembina serta kolaborasi intensif dengan orang tua untuk memastikan keberlanjutan pembinaan karakter anak di lingkungan sekolah dan keluarga.

Page 1 of 2 | Total Record : 14