cover
Contact Name
Marsel Ridky Maulana
Contact Email
ridkymarsel@upi.edu
Phone
+6285792413189
Journal Mail Official
ostinatojournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudi No.229 Isola Kec. Sukasari, Kota. Bandung, Jawa Barat, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
OSTINATO Journal of Music Study and Research
ISSN : -     EISSN : 3123917X     DOI : -
Ostinato Journal of Music Study and Research is a scholarly journal that publishes research findings theoretical studies in the field of music the journal aims to serve as an academic platform for the advancement of knowledge skills and musical creativity within the contexts inquiry and artistic research this journal publishes articles that address issues of music studies encompassing ethnomusicology musicology musical analysis aesthetics and interdisciplinary approaches by integrating theoretical empirical and creative approaches this journal aspires to become a valuable reference for scholars researchers and music practitioners in fostering critical thinking and innovation in the discipline of music
Articles 15 Documents
Kontribusi Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) terhadap Pemain Biola Jalanan Otodidak di Lapangan Merdeka Medan Prasetyo Bagaskara; Uyuni Widiastuti; Herna Hirza; Lanang Riyadi
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan akses pemain biola jalanan terhadap pendidikan musik formal, peluang ekonomi, dan dukungan sosial yang memadai menjadi permasalahan struktural musisi marginal di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) terhadap pemain biola jalanan otodidak di Lapangan Merdeka Medan serta mengidentifikasi dampak multidimensional yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus komunitas serta pemain biola jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi SPMI secara signifikan meningkatkan efisiensi hidup melalui pelatihan teknis informal, pengelolaan jadwal tampil, dan efisiensi biaya operasional. Selain itu, efektivitas hidup para pemain meningkat secara nyata yang ditandai dengan transformasi kesadaran identitas diri menjadi pekerja seni, peningkatan kepercayaan diri, serta terbukanya peluang profesional di panggung formal. Signifikansi peran komunitas musik bertindak sebagai agen pemberdayaan yang mampu merekonstruksi modal sosial dan kultural musisi jalanan secara mandiri. Dampak yang dihasilkan bersifat multidimensional; meliputi penguatan solidaritas sosial dan kesejahteraan ekonomi sebagai dampak positif, serta risiko ketergantungan komunitas dan homogenisasi ekspresi musikal sebagai dampak negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi komunitas memiliki peran vital dalam memberdayakan musisi marginal, namun memerlukan manajemen yang adaptif agar manfaatnya berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini memberikan kontribusi praktis terhadap formulasi kebijakan di bidang seni dan ekonomi kreatif, serta dapat dijadikan acuan model tata kelola program pemberdayaan musisi jalanan berbasis komunitas yang lebih terstruktur dan inklusif.
Dari Ekspresi Kreatif ke Nilai Tukar: Proses dan Hasil Komodifikasi Musik dalam Album “Photograph” Karya Grup Band Themilo Shabira Rajwa Wiriasukma Radhinata; Henry Virgan; Novi Purnama Koswara
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi musik dari ekspresi kreatif menjadi nilai tukar melalui komodifikasi album “Photograph” karya grup band Themilo. Album ini berangkat dari pengalaman personal dan proses kreatif yang bertujuan merepresentasikan berbagai emosi, pengalaman dan narasi. Namun, dalam perkembangan industri musik, karya musik tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi artistik, tetapi juga sebagai komoditas yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, teknologi dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berdasarkan kerangka Robert K. Yin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan dukungan teknik pattern matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi album “Photograph” berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari pengembangan ide, produksi, hingga distribusi dalam format fisik dan digital. Proses tersebut menghasilkan berbagai bentuk nilai tukar, tidak hanya berupa keuntungan ekonomi, tetapi juga peluang pertunjukan, atensi audiens, capaian streaming, konten visual seperti artwork dan music video, serta merchandise. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai guna musik sebagai ekspresi artistik dapat bertransformasi menjadi berbagai bentuk nilai tukar. Selain memperkuat konsep komodifikasi musik dalam perspektif ekonomi politik komunikasi, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa musisi independen dapat mempertahankan identitas artistiknya sekaligus menghasilkan nilai ekonomi melalui strategi distribusi dan pengemasan karya yang adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Themilo berhasil mengkomodifikasikan karya musiknya yang awalnya berangkat dari ekspresi kreatif menjadi nilai tukar melalui berbagai bentuk keuntungan ekonomi dan non-ekonomi.  
Addressing Temporal Instability in Drum Learning through Deliberate Practice: An Educational Intervention Study Piter Sembiring; Marsel Ridky Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the development of rhythmic control in drum learning through deliberate practice. The study addresses temporal instability, a common problem in early drum performance characterized by rushing, dragging, and inconsistent timing during repetitive execution. A qualitative educational intervention design was employed involving 15 students aged 9–12 years in a private drum learning setting. Data were collected through observations, performance recordings, and interviews across four instructional cycles. The findings indicate that rhythmic control develops through structured and error-focused practice rather than repetition alone. Tempo reduction, pattern segmentation, and immediate feedback enabled students to identify timing errors, improve temporal stability, and maintain synchronization with the metronome. Across the intervention, students demonstrated greater self-correction, improved timing awareness, and more consistent rhythmic performance. The findings suggest that rhythmic control involves not only tempo accuracy but also temporal self-regulation and integrated musical understanding. This study contributes to music education by proposing a developmental framework for rhythmic control in drum learning. The findings may serve as a pedagogical reference for drum educators in designing systematic instructional strategies to support rhythmic development and self-regulated learning
Estetika Vokal Ronggeng Gunung Gaya Bi Raspi: Analisis Musikal pada Repertoar Lagu Rajapulang Hamdah Hafidah Hafidah; Iwan Gunawan; Engkur Kurdita; Arif Rachman Hakim; Hasan Irfanul'Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji estetika vokal Ronggeng Gunung gaya Bi Raspi melalui analisis musikal pada repertoar Rajapulang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik dokumentasi audio, analisis auditif, serta pengukuran frekuensi menggunakan perangkat lunak Sonic Visualiser yang kemudian dikonversi kedalam satuan cent untuk mengidentifikasi kecenderungan interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem nada pada lagu Rajapulang memiliki tujuh nada utama dengan rentang sekitar satu oktaf (±1200 cent) dan pola interval yang tidak seragam, sehingga tidak mengikuti sistem temperasi sama maupun belum dapat dipetakan secara pasti ke dalam laras baku karawitan Sunda. Analisis melodi memperlihatkan dominasi pola melismatis dan neumatis dengan penggunaan ornamentasi seperti melisma, portamento, dan scatting, sementara pembawaan tempo menunjukkan fleksibilitas ritmis yang mencerminkan karakter sekar irama merdeka (rubato). Dari aspek produksi suara, gaya vokal Bi Raspi ditandai oleh timbre yang ringan dan natural, artikulasi jelas, kecenderungan karakter ujaran (speech-like singing), penggunaan register campuran pada wilayah tengah hingga atas, serta ornamentasi khas Bi Raspi yang disebut dengan istilah geureuleung. Temuan ini menunjukkan bahwa estetika vokal Ronggeng Gunung terbentuk melalui interaksi antara sistem nada yang fleksibel, kelenturan melodi dan ritme, serta karakter produksi vokal yang natural dan ekspresif. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris awal terhadap dokumentasi dan pemahaman sistem nada serta gaya vokal dalam tradisi Ronggeng Gunung, serta membuka kemungkinan untuk mengkaji secara lebih lanjut yang mencakup lebih banyak repertoar dan perbandingan antar penyanyi untuk memperoleh gambaran sistem laras yang digunakan dalam tradisi Ronggeng Gunung secara lebih komprehensif.
Wanda Anyar: Tradisi Baru dalam Karawitan Sunda Wildan Waliyudin
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 2 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan Wanda Anyar sebagai tradisi baru dalam karawitan Sunda melalui perspektif invented tradition Eric Hobsbawm. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap berbagai literatur, dokumen historis, dan penelitian yang berkaitan dengan perkembangan Wanda Anyar serta kiprah Koko Koswara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wanda Anyar tidak hanya merupakan inovasi musikal, tetapi juga hasil konstruksi tradisi yang terbentuk melalui respons terhadap perubahan sosial, budaya, dan artistik. Proses tersebut berlangsung melalui negosiasi dengan pakem karawitan Sunda, menghadapi berbagai bentuk resistensi, serta memperoleh legitimasi melalui institusi pendidikan, organisasi seni, media publikasi, dan sistem regenerasi seniman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Wanda Anyar diterima sebagai tradisi baru tidak hanya ditentukan oleh kreativitas individual Mang Koko, tetapi juga oleh proses institusionalisasi dan reproduksi budaya yang berlangsung secara berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian karawitan Sunda dengan menunjukkan bahwa hubungan antara inovasi dan tradisi bersifat dinamis, di mana inovasi dapat menjadi mekanisme pembentukan tradisi baru melalui proses legitimasi dan pewarisan budaya.

Page 2 of 2 | Total Record : 15