cover
Contact Name
Marsel Ridky Maulana
Contact Email
ridkymarsel@upi.edu
Phone
+6285792413189
Journal Mail Official
ostinatojournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Setiabudi No.229 Isola Kec. Sukasari, Kota. Bandung, Jawa Barat, 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
OSTINATO Journal of Music Study and Research
ISSN : -     EISSN : 3123917X     DOI : -
Ostinato Journal of Music Study and Research is a scholarly journal that publishes research findings theoretical studies in the field of music the journal aims to serve as an academic platform for the advancement of knowledge skills and musical creativity within the contexts inquiry and artistic research this journal publishes articles that address issues of music studies encompassing ethnomusicology musicology musical analysis aesthetics and interdisciplinary approaches by integrating theoretical empirical and creative approaches this journal aspires to become a valuable reference for scholars researchers and music practitioners in fostering critical thinking and innovation in the discipline of music
Articles 10 Documents
Penggunaan Teknik Phase Shifting dalam Karya Musik Minimalis “ParPhase” Berbasis Eksplorasi Suara Alat Dapur Salsabila Restu Evtiani Sunandar; Henry Virgan; Widya Febiyanti
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17801586

Abstract

Karya ParPhase merupakan eksperimen penciptaan musik yang memanfaatkan suara parutan dapur berbahan stainless steel sebagai sumber bunyi utama. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi artistik dari benda sehari-hari yang jarang digunakan dalam musik, dengan menerapkan teknik phase shifting dengan pendekatan musik minimalis. Teknik ini menghasilkan pergeseran ritme secara bertahap dari pola yang berulang, sehingga membentuk struktur musik yang dinamis meskipun berasal dari elemen sederhana. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-Based Research (PBR), di mana proses penciptaan karya tidak hanya dilihat sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai metode untuk menggali pengetahuan musikal melalui praktik yang reflektif. Proses kreatif dilakukan dalam beberapa tahap: eksplorasi bunyi, eksplorasi pola, penyusunan karya, dan produksi karya. Hasil karya menunjukkan bahwa tiga jenis suara utama (TAK, TEK, dan TENG) yang dihasilkan dari teknik pukulan berbeda pada parutan, memiliki karakteristik timbral unik dan saling melengkapi. Ketiganya disusun dalam lapisan suara yang mengalami pergeseran ritmis secara bertahap, menciptakan kesan perubahan meskipun pola dasarnya tetap berulang. Karya ini membuktikan bahwa benda non-musikal dapat memiliki nilai musikal yang tinggi bila diolah dengan pendekatan komposisi yang terstruktur dan didukung teknologi digital. Selain memperluas batas-batas musik kontemporer, ParPhase juga memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan musik, terutama dalam mendorong eksplorasi bunyi dan pemanfaatan teknologi untuk pemula.
Eksplorasi Teknik Repetisi dalam Permainan Musik Minimalis dengan Instrumen Non-Konvensional Gelas, Panci, dan Sendok Muhamad Ihsan; Henry Virgan; Widya Febiyanti
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17802241

Abstract

Musik non-konvensional merupakan bentuk eksplorasi seni musik yang menggunakan objek sehari-hari sebagai alat musik alternatif selain instrumen konvensional seperti gitar, piano, dan drum. Bentuk musik ini membuka cakrawala baru dalam penciptaan suara dan ritme, memberikan pengalaman unik dalam bermusik sesuai perkembangan zaman dan selera yang terus berubah. Eksplorasi musik non-konvensional menekankan kreativitas dan kebebasan dalam menciptakan karya musik tanpa batasan alat musik tradisional. Penelitian ini fokus pada teknik permainan alat musik non-konvensional dengan pendekatan repetisi, yang merupakan salah satu ciri khas musik minimalis, terinspirasi oleh tokoh-tokoh seperti Steve Reich dan La Monte Young. Teknik repetisi ini menciptakan kompleksitas bunyi yang menarik dari alat-alat sederhana yang digunakan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan Digital Audio Workstation (DAW) sebagai media produksi musik digital, yang membantu dalam proses rekaman, penghilangan noise, pengolahan suara, serta mixing. Tujuan dari penilitian ini adalah sebagai bentuk pembelajaran musik, analisis teknik permainan musik, khususnya teknik repetisi dengan menggunakan alat musik non-konvensional, serta ingin memberikan perspektif baru dalam bermusik. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menekankan pada penggambaran mendalam tentang teknik dan proses pembuatan karya ini. Hasil daripada penelitian ini adalah bentuk pembelajaran musik, yang menekankan pada eksplorasi alat musik non-konvensional serta dalam memanfaatkan media yang ada sebagai ekspresi baru dalam bermusik.
Penerapan Konsep Musik Minimalis dalam Membuat Komposisi Musik dari Alat Dapur Sopian Muhamad Reza
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17802033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemungkinan penciptaan komposisi musik minimalis dengan memanfaatkan alat dapur rantang sebagai media bunyi utama, dengan pendekatan metode penciptaan karya seni menurut Alma M. Hawkins yang terdiri dari tahapan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Karya ini terinspirasi dari komposisi Steve Reich berjudul Music for Pieces of Wood, yang dikenal melalui penggunaan pola ritmis sederhana dan repetitif. Dalam karya yang diciptakan berjudul “La Rantang”, penulis mengembangkan pola-pola ritme yang diadaptasi dari karya Reich, namun dengan pemanfaatan warna suara (timbre) yang dihasilkan dari teknik pukulan pada bagian-bagian berbeda dari rantang berbahan stainless steel. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan pendekatan praktik artistik, dibantu media digital dalam proses penyusunan partitur dan perekaman audio-visual. Hasil karya menunjukkan bahwa rantang dapat berfungsi sebagai alat musik idiofon alternatif, menghasilkan berbagai timbre unik yang dapat dipakai untuk menyusun struktur musikal repetitif khas musik minimalis. Selain sebagai ekspresi artistik, karya ini juga memiliki potensi signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran musik di sekolah dengan pendekatan project based learning dan cooperative learning. Siswa dapat diajak mengeksplorasi suara dari benda di sekitar mereka serta menciptakan komposisi sendiri secara kolaboratif dan kreatif. Dengan demikian, “La Rantang” tidak hanya menjadi eksperimen bunyi, tetapi juga menjadi alternatif inovatif dalam pendidikan seni berbasis teknologi dan pemanfaatan benda yang ada di sekitar.    
Analisis Proses Kreatif dan Unsur Musikal Aransemen Lagu "Jempling Peuting" Gaya Kacapi Inovatif Karya Yadi Piteuk Eka Santya Kanya Furi; Toni Setiawan Sutanto; Rita Tila; Hasan Irfanul’Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17801928

Abstract

Penelitian ini merupakan studi interpretatif yang mengkaji proses kreatif Yadi Piteuk dalam mengaransemen lagu Jempling Peuting karya Ubun Kubarsah, yang sebelumnya hadir dalam dua versi tradisional, yaitu kliningan (2002) dan celempungan (2010). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tahapan proses kreatif yang dilalui, mengidentifikasi unsur-unsur musikal yang diolah, serta mendeskripsikan bentuk hasil akhir aransemennya. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan menghadirkan inovasi dalam musik tradisional Sunda agar tetap relevan di era modern tanpa menghilangkan identitas budayanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif dengan triangulasi sumber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif Yadi Piteuk mencakup tahap persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi, dengan perubahan menonjol pada tempo awal lagu, penerapan harmoni berbasis scoring yang lebih fleksibel, serta modifikasi tekstur instrumen melodis menjadi fill-in untuk memperkuat dominasi vokal. Hasil akhir menunjukkan bahwa inovasi tersebut berhasil menciptakan nuansa musikal yang segar, menarik minat generasi muda, dan tetap mempertahankan karakter khas musik Sunda. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian musikologi, khususnya sebagai referensi pengembangan aransemen musik tradisi secara kreatif dan kontekstual.
Struktur Musikal Pada Opening Song “Shinzou wo Sasageyo” Dalam Serial Anime Attack on Titan Season 2 Khoridatun Lailia Al Ayuni; Nanang Supriatna; Iwan Gunawan
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17802077

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana unsur-unsur musikal membentuk identitas artistik serta mendukung narasi cerita anime. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana organisasi unsur musikal, seperti ritme, melodi, harmoni, dinamika, timbre, dan artikulasi sehingga identitas dalam anime Attack on Titan Season 2. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten. Data diperoleh melalui studi kajian, transkripsi  dan analisis partitur, serta pengamatan pada cuplikan visual opening anime. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur musikal dalam lagu "Shinzou wo Sasageyo" memiliki karakter epik yang ditandai dengan penggunaan ritme sinkopasi, modulasi, serta perpaduan instrumen orkestra, band, dan paduan suara. Unsur-unsur tersebut menciptakan nuansa heroik dan dramatis yang selaras dengan atmosfer cerita yang merefleksikan tema besar anime Attack on Titan pada musim kedua. Struktur musikal membentuk identitas yang kuat, menjadikan lagu "Shinzou wo Sasageyo" bukan hanya sebagai musik pembuka, tetapi juga sebagai representasi ideologis dan emosional dari keseluruhan cerita.
Content Analysis as a Foundational Methodology in Music Research Marsel Ridky Maulana; Regina Darmawanti; Raffa Arya Saputra
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/cetbjh89

Abstract

This study aims to examine a methodological framework based on content analysis for music research. Although content analysis has been widely applied across various scientific disciplines, its implementation within music studies remains sporadic, unsystematic, and lacks an operational framework that can be widely adopted. Accordingly, this research formulates a central inquiry: can content analysis be positioned as a foundational methodology in music research, and how can its methodological structure be scientifically constructed? The research employs a conceptual–qualitative approach using theoretical analysis and literature synthesis, drawing primarily on Krippendorff’s theoretical formulations on content analysis and Scopus-indexed empirical publications that apply this method within music-related contexts. The analytical processes were conducted through unitizing, sampling, coding, inferencing, and validation procedures, which were subsequently mapped onto music research settings. The findings indicate that content analysis possesses both epistemological flexibility and procedural structure, enabling its applicability in musicology, ethnomusicology, music education, music psychology, performance studies, as well as broader domains including the humanities and technology-based research. The novelty of this study lies in the formulation of a comprehensive methodological model that positions music as a representation of meaning rather than merely an acoustic phenomenon. In conclusion, content analysis warrants consideration as a primary methodological approach in music research, as it effectively bridges interpretive frameworks and data-driven approaches. Future research recommendations include the empirical testing of the proposed model across diverse genres and research contexts, as well as the exploration of its integration with computational methods such as AI based approaches and Music Information Retrieval.
Character Education Values in Pupuh Pucung from Ki Hadjar Dewantara’s Educational Perspective Wilky Leonady; Uus Karwati; Reni Haerani
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/98kw2477

Abstract

This study examines Pupuh Pucung as a culturally grounded medium for character education by analyzing its moral values through the educational philosophy of Ki Hadjar Dewantara. Using a qualitative descriptive approach with content analysis, this study analyzes selected Pupuh Pucung texts to identify character values and interpret their alignment with the principles of Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, and Tut Wuri Handayani. The results show that Pupuh Pucung contains core character values, including perseverance, discipline, responsibility, self-reflection, togetherness, and social awareness, which are conveyed through simple, rhythmic, and easily memorized poetic structures. These values function not merely as moral advice but as experiential narratives that encourage internalization through reflection and social context. The analysis further reveals that Pupuh Pucung operationalizes Ki Hadjar Dewantara’s educational principles by presenting moral exemplars, fostering collective learning motivation, and encouraging learners’ autonomy. This study concludes that Pupuh Pucung is not only a traditional literary form but also a pedagogical text with strong relevance for character education based on local wisdom. The findings imply that integrating Pupuh Pucung into educational practices can strengthen moral awareness, cultural identity, and holistic character development in both formal and nonformal learning contexts. Future research is recommended to explore the empirical implementation of Pupuh Pucung–based learning models and their impact on students character development.
The Richness of Vocal Ornamentation in Lagu Gedé: A Case Study of Nunung Nurmalasari’s Performance of  "Sungsang” Song Lusyana Lusyana; Toni Setiawan Sutanto; Rita Tila; Hasan Irfanul'Alim Maulana
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/mj05en05

Abstract

This study investigates the richness of vocal ornamentation in the lagu gedé repertoire through a focused case study of Sundanese pesinden Nunung Nurmalasari’s performance of “Sungsang.” Within Sundanese vocal tradition, ornamentation constitutes a central expressive mechanism through which musical identity, stylistic continuity, and interpretative creativity are articulated. Employing a qualitative case study approach, the research analyzes audiovisual recordings sourced from the official Nunung Nurmalasari Official YouTube channel, supported by numeric transcription, document analysis, and interview data. Content analysis is applied to identify, categorize, and interpret ornamentation techniques in relation to melodic structure, laras, surupan, and formal design. The findings reveal eleven distinct vocal ornamentation techniques: eluk tungtung, geregel, ombak, galasar, golosor, leotan, besot, eur-eur, gedag, dorong, and beulit systematically integrated throughout the performance. These ornaments function not merely as melodic embellishments but as structural and expressive devices that shape phrasing, reinforce modal modulation, and preserve lyrical clarity amid dense melodic decoration. Several techniques emerge as stylistic hallmarks, reflecting Nurmalasari’s distinctive vocal identity and deep mastery of Sundanese singing practice. The study concludes that vocal ornamentation in “Sungsang” operates as a coherent expressive system embedded within lagu gedé aesthetics. Its findings contribute to musicological and ethnomusicological discourse on kepesindenan and offer pedagogical value for Sundanese vocal education. Future research is encouraged to extend comparative analysis across performers and repertoires to further elucidate stylistic diversity in Sundanese vocal traditions.
Pelatihan “Pupuh Dangdanggula” Berbasis Metode Demonstrasi dan Teknik Ngabeo dalam Pembelajaran Seni Tradisi Sunda: Studi kasus pada siswa SMP Pasundan 1 Cimahi Hilmia Latifatuzzahra; Yudi Sukmayadi; Fensy Sella
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/je9dx885

Abstract

Pupuh sebagai warisan sastra dan seni vokal Sunda menghadapi tantangan keberlanjutan akibat menurunnya minat generasi muda, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang relevan dalam pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses dan efektivitas pelatihan nembang Pupuh Dangdanggula berbasis metode demonstrasi dan teknik ngabeo pada siswa SMP Pasundan 1 Cimahi dalam persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi demonstrasi, teknik ngabeo, dan notasi sederhana secara signifikan meningkatkan penguasaan melodi, ketepatan ornamentasi vokal (dongkari), ekspresi musikal, serta kepercayaan diri siswa, yang tercermin dalam capaian Juara Harapan I pada lomba FTBI. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis transmisi lisan yang dipadukan dengan strategi pedagogis terstruktur efektif untuk materi pupuh yang bersifat kompleks. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pelatihan pupuh yang kontekstual dan adaptif dengan menjembatani tradisi lisan Sunda dan pembelajaran seni di sekolah formal, sehingga memperkuat posisi pupuh sebagai praktik pedagogis yang berkelanjutan.
Pembelajaran Teknik Bowing dan Fingering pada Permainan Biola Anak Usia Sekolah Dasar di Purwacaraka Music Studio Mangga Muhamad Ihsan; Yudi Sukmayadi; Fensy Sella
OSTINATO: Journal of Music Study and Research Vol. 1 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/wwan9b77

Abstract

Pendidikan musik berperan penting dalam mendukung perkembangan motorik halus dan konsentrasi anak usia sekolah dasar, salah satunya melalui pembelajaran biola yang menuntut koordinasi tangan kanan dan kiri secara presisi. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembelajaran teknik dasar bowing dan fingering, kemampuan siswa dalam menerapkan kedua teknik tersebut, serta kendala dan faktor pendukung yang muncul dalam konteks pendidikan musik nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pengajar dan peserta didik di Purwacaraka Musik Studio Mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bowing dan fingering dilaksanakan secara bertahap melalui pengenalan instrumentasi, pembiasaan posisi tubuh dan bow, serta latihan teknik dasar yang terstruktur dengan mengacu pada Suzuki Violin Book Grade I. Temuan utama mengindikasikan bahwa kestabilan bowing dan ketepatan fingering merupakan tantangan utama bagi anak usia sekolah dasar, terutama pada aspek kontrol gesekan dan intonasi, namun dapat diatasi melalui strategi pedagogis yang menekankan latihan refleks, pengulangan bertahap, dan penyesuaian pembelajaran sesuai kemampuan individu siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pedagogis yang sistematis dan adaptif dalam pembelajaran biola tidak hanya berkontribusi pada penguasaan teknik bermain, tetapi juga mendukung perkembangan motorik halus dan disiplin belajar anak, sehingga memperkaya kajian pedagogi musik anak dalam konteks pendidikan non-formal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10