cover
Contact Name
Ahmad Faiz Muntazori
Contact Email
faiz.muntazori@gmail.com
Phone
+6288212348559
Journal Mail Official
desainjurnal@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRPM) Universitas Indraprasta PGRI Address: Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Desain
ISSN : 23390107     EISSN : 23390115     DOI : https://doi.org/10.30998/jd.v13i1
Core Subject : Art,
Jurnal Desain focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments include research reports, conceptual ideas, studies, theories, using the qualitative approach in Design and Visual Communications, Interior Design, Fashion Design, Product Design, Fine Art, Photography, Animation and other related fields of Visual Art. The scope of this journal encompasses to a study of typography, branding, photography, media studies, design studies, advertising, animation, illustration, visual culture, nirmana, film, videography, etc.
Articles 76 Documents
Integrated visual culture in Neo-Chinese branding: A semiotic analysis of CHAGEE’s packaging and digital campaigns Erlyana, Yana; Hidajat, Henny; Sutanti, Keisya Annabella
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2247

Abstract

The "Guochao" (Neo-Chinese) aesthetic trend has significantly transformed contemporary visual communication by redefining how traditional culture is represented in urban markets. This study explores CHAGEE’s visual culture to understand the deconstruction and modernization of historical Chinese elements through design. Utilizing a qualitative case study integrated with systematic digital archiving, the research applies Roland Barthes’ semiotic framework to analyze packaging designs (beverage cups) and digital social media campaigns. The analysis reveals that CHAGEE utilizes toile de Jouy motifs and constellation symbols on physical packaging to establish historical legitimacy, while digital media transcodes these elements into urban lifestyle narratives and emotional storytelling. These findings indicate that the synergy between physical and digital domains aims to construct modern myths of "authenticity through origin" and "urban escapism." This study concludes that integrating archaic physical design with dynamic digital narratives allows cultural heritage to be successfully translated into contemporary lifestyle branding that resonates with modern audiences.
Interior rumah sakit jiwa dan produksi stigma spasial: Studi kasus RSJMM Bogor berbasis healing environment dan psikologi lingkungan Fharhany, Muhammad Irzam; Harahap, Rachmita Maun
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.1821

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana desain interior Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor berperan dalam membentuk stigma spasial serta merumuskan strategi transformasi berbasis healing environment. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif analitik dengan strategi studi kasus, melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan menggunakan thematic coding yang diinformasikan oleh prosedur grounded theory serta divalidasi melalui prinsip evidence-based design. Hasil penelitian menemukan adanya fenomena duality of spatial identity, yaitu kesenjangan spasial antara area publik yang modern-humanis dan area perawatan yang masih berkarakter kustodial. Elemen interior seperti jeruji besi, minimnya privasi, serta kualitas sensorik yang belum optimal diindikasikan berkontribusi terhadap persepsi terintimidasi, kehilangan kontrol personal, dan ketidaknyamanan psikologis pengguna. Penelitian ini menghasilkan empat strategi transformasi desain, yaitu de-institusionalisasi visual, restorasi privasi dan otonomi, integrasi biofilik, serta manajemen sensorik. Studi ini menegaskan bahwa desain interior berfungsi sebagai agen aktif dalam produksi stigma sekaligus sebagai instrumen terapeutik pada fasilitas kesehatan jiwa.
Perancangan animasi edukatif keamanan siber berbasis storytelling untuk Generasi Z Prasetyo, Didit; Hualakhi, Ersita Aisha; Ramadhani, Nugrahardi; Wardani, Kartika Kusuma
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2120

Abstract

Tingginya intensitas penggunaan internet dan media sosial pada Generasi Z berbanding terbalik dengan tingkat kesadaran keamanan siber sehingga meningkatkan risiko menjadi korban serangan siber. Media edukasi yang tersedia belum sepenuhnya relevan dengan karakteristik remaja sebagai audiens visual dan digital native. Oleh karena itu, animasi dipandang memiliki potensi sebagai media edukasi yang komunikatif dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode design research yang menekankan proses perancangan sebagai satu kesatuan, meliputi analisis kebutuhan audiens, perancangan konsep animasi, produksi visual, dan evaluasi melalui audiens testing. Objek perancangan berupa animasi edukasi keamanan siber yang ditujukan bagi Gen Z usia 16–18 tahun. Hasil penelitian berupa episode pertama animasi edukasi berdurasi enam menit yang mengangkat tema kebocoran data akibat oversharing dan pengenalan autentikasi. Evaluasi pengguna menunjukkan animasi mampu meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan audiens terhadap risiko keamanan siber, dengan desain karakter dan alur naratif berbasis storytelling sebagai elemen paling menarik. Penelitian ini menunjukkan bahwa animasi naratif yang dirancang berbasis karakteristik audiens efektif digunakan sebagai media edukasi keamanan siber. Pendekatan desain yang terintegrasi berkontribusi pada pengembangan praktik desain komunikasi visual dalam konteks literasi digital remaja.
Perancangan identitas visual kelurahan Duri Kepa berbasis data lapangan melalui pendekatan design thinking dalam mendukung komunikasi visual publik Putrinda, Tisa; Damayantie, Irma; Rezasyah, Erwin
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual Kelurahan Duri Kepa berbasis data lapangan melalui pendekatan design thinking. Latar belakang penelitian ini adalah belum adanya sistem identitas visual yang dapat menggambarkan karakter wilayah, nilai lokal, dan peran kelurahan dalam komunikasi publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tahapan design thinking yang meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan survei terhadap masyarakat serta pihak kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data lapangan mampu mengidentifikasi elemen kunci identitas wilayah, meliputi nilai sosial budaya, karakter lingkungan, dan persepsi masyarakat, yang kemudian diterjemahkan ke dalam sistem identitas visual yang terstruktur. Proses design thinking yang dilakukan secara bertahap menunjukkan bahwa keterlibatan pengguna penting untuk menghasilkan identitas visual yang sesuai dengan kondisi wilayah dan mudah dipahami. Temuan ini menunjukkan bahwa perancangan identitas visual wilayah tidak hanya merupakan proses estetis, tetapi juga melibatkan pemahaman terhadap kondisi sosial dan budaya yang digunakan dalam komunikasi visual publik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian identitas visual wilayah dengan menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan partisipasi pengguna, serta memberikan kerangka konseptual yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perancangan identitas visual wilayah dengan pendekatan serupa.
Restorasi phronesis dan martabat seni-desain melalui kerangka Prote Philosophia aristotelian Bambang Sunarto
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi bangunan pengetahuan seni-desain yang mengalami distorsi ontologis akibat dominasi ekonomi atensi dan integrasi AI generatif. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis atas teks Metaphysics dan Nicomachean Ethics karya Aristotle, naskah ini memformulasikan kembali relasi antara theoretike, poietike, dan praktike di bawah pengarah phronesis. Analisis dilakukan terhadap artefak digital kontemporer, khususnya fitur infinite scroll dan consent banner, untuk menunjukkan bagaimana efektivitas teknis (techne) sering kali mengorbankan horizon etis (praktike). Hasil kajian menunjukkan bahwa infinite scroll bekerja sebagai mekanisme pembentukan habitus temporal yang mengikis otonomi subjek, sementara consent banner beroperasi melalui asimetri pilihan visual yang memanipulasi keputusan pengguna. Melalui matriks Prote Philosophia, penelitian ini menawarkan kerangka kerja operasional yang memposisikan eudaimonia sebagai telos utama praktik kreatif untuk memulihkan martabat desainer. Simpulan menegaskan bahwa pemulihan martabat seni-desain mensyaratkan reposisi desainer dari sekadar operator sistem menjadi subjek reflektif yang mampu menimbang konsekuensi sosial-budaya artefak secara kontekstual melalui pengaktifan kebijaksanaan praktis.
Analisis media terapeutik visual untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa atlet sepatu roda Salwa Khairunnisa Rajwadhani; Rosa Karnita
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.1871

Abstract

Mahasiswa atlet sepatu roda menghadapi tekanan ganda sebagai atlet dan mahasiswa, terutama terkait tuntutan performa, ekspektasi diri, dan kondisi kompetitif. Tekanan tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan kestabilan emosi atlet, khususnya pada fase pra- dan pascapertandingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana media terapeutik visual dapat mendukung stabilitas emosi dan kesejahteraan mental atlet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui studi literatur sebagai landasan awal penelitian dan wawancara terhadap tujuh mahasiswa atlet sepatu roda. Hasil menunjukkan bahwa kondisi emosional atlet lebih dominan dipengaruhi oleh faktor internal seperti ekspektasi diri, keberhasilan atau kegagalan performa, kelelahan fisik, serta tekanan pertandingan, sementara lingkungan dan aspek visual berperan sebagai pendukung regulasi emosi. Media terapeutik visual seperti clay making dan fotografi dapat membantu atlet, terutama pada fase pra- dan pascapertandingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media terapeutik visual berpotensi dikembangkan sebagai alat pendukung regulasi emosi yang praktis, non-verbal, fleksibel, dan berbasis pendekatan desain visual bagi mahasiswa atlet sepatu roda.
Designing motion graphics for the cultural translation of Ciak Po postpartum nutrition knowledge Edy Chandra; Jessica Liandra
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2116

Abstract

The postpartum period is a critical phase requiring adequate nutritional support for maternal recovery. However, in urban societies, traditional nutritional practices are often met with skepticism due to perceptions of irrelevance and lack of scientific credibility. Ciak Po, a traditional Chinese postpartum dietary system, exemplifies this challenge. This study aims to design and analyze motion graphics animation as a visual communication system to translate culturally rooted postpartum nutrition knowledge into a contemporary urban context. Using a qualitative design research approach, data were collected through literature review, in-depth interviews, focus group discussions, and iterative visual design development. The findings suggest that culturally adaptive motion graphics storytelling may support audience comprehension and positively influence perceptions of traditional practices. This research contributes to visual communication design by framing motion graphics as a cultural translation tool rather than merely an instructional medium.
Value upgrading kayu jati apkir menjadi nightstand melalui model integratif laminasi, CNC, dan design thinking Taufik Ramadhan Fitrianto; Khayla Gladis Puti Salma
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2266

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model integratif value upgrading kayu jati (Tectona grandis) kategori apkir (reject) melalui kombinasi teknik laminasi, pemesinan presisi berbasis Computer Numerical Control (CNC), dan pendekatan design thinking dalam perancangan furnitur. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya selektivitas industri terhadap mutu visual dan dimensional kayu jati, yang menyebabkan sebagian material dengan sifat mekanis memadai dikategorikan sebagai apkir dan berpotensi mengalami downcycling. Metode penelitian menggunakan tahapan design thinking yang meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test, dengan produk nightstand sebagai media eksplorasi. Purwarupa dikembangkan melalui laminasi panel untuk homogenisasi dimensi material, integrasi CAD–CAM dalam pemesinan CNC untuk presisi bentuk, serta konstruksi furnitur konvensional. Pengujian dilakukan melalui evaluasi pengguna terhadap lima aspek—fungsional, mobilitas, estetika, persepsi nilai, dan keberlanjutan—dengan melibatkan 52 responden. Hasil menunjukkan bahwa evaluasi pengguna menghasilkan skor rata-rata sebesar 3,97–4,04 dari skala 5 pada seluruh aspek, yang mencerminkan tingkat penerimaan yang konsisten tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa model integratif yang dikembangkan mampu mentransformasikan keterbatasan material menjadi nilai desain, serta memperkuat potensi kayu jati apkir sebagai material furnitur dalam kerangka circular design.
Instagram reels as a medium of transcultural interaction: A netnographic study of wedding, humor, and diaspora family content Indah Tjahjawulan; Iwan Gunawan
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2281

Abstract

In the context of globalization, cultural practices and ideologies are increasingly shaped through processes of borrowing, mixing, and remaking, resulting in new hybrid cultural forms. This article examines Instagram Reels as a medium of transcultural interaction by focusing on selected user-generated content related to wedding ceremonies, pre-wedding photo shoots, humor scenes, and slice-of-life narratives of diaspora families or international couples. Using a qualitative netnographic approach, the study selected 15 publicly accessible Reels and analyzed their visual elements, sound, narration, language use, symbolic references, and cultural markers. The findings show that Instagram Reels functions not only as a short-video platform for self-expression and entertainment, but also as a participatory space where local traditions, global popular culture, and everyday intercultural practices are remixed. Through these interactions, influencers and ordinary users produce hybrid cultural expressions that circulate beyond geographical and national boundaries. The study contributes to the understanding of digital platforms as fluid spaces of transcultural dialogue, where culture is continuously negotiated, reproduced, and recontextualized through user participation.
Reinterpretasi simbol tongkonan sebagai elemen dekoratif pada perancangan kursi inovatif Nila Salsabila Maulidia; Jati Widagdo; Sutarya Sutarya
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2463

Abstract

Penelitian ini berfokus pada reinterpretasi simbol tongkonan sebagai elemen dekoratif dalam perancangan kursi inovatif. Simbol tongkonan, yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Toraja, memiliki makna budaya filosofis yang mendalam, namun belum banyak diterapkan dalam perancangan furnitur modern. Pokok permasalahan yang diangkat adalah bagaimana mengadaptasi elemen-elemen simbol tongkonan, seperti bentuk atap melengkung, ukiran tradisional, dan struktur kapal ke dalam desain kursi yang estetis, ergonomis, dan fungsional. Terdapat kesenjangan penelitian berupa belum tersedianya mekanisme metodologis yang mampu mentransformasikan simbol budaya menjadi parameter desain operasional yang menjembatani makna simbolik dengan performa ergonomis produk. Metode penelitian menggunakan pendekatan culture-based design yang dioperasionalkan melalui metode perancangan S.P Gustami, meliputi tiga tahap, yaitu: eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol tongkonan, dengan elemen-elemen seperti struktur melengkung dan ukiran yang diterapkan menjadi parameter desain yang memengaruhi struktur, proporsi, estetika, dan performa ergonomis kursi. Kontribusi konseptual penelitian ini terletak pada formulasi model reinterpretasi simbol budaya sebagai kerangka desain berbasis makna yang menjembatani analisis simbolik, proses perancangan sistematis, dan validasi fungsional produk. Temuan ini memperluas wacana desain produk berbasis kearifan lokal dengan menempatkan simbol budaya berfungsi sebagai sumber inovasi desain, bukan sekadar referensi estetika dekoratif.