cover
Contact Name
Ahmad Faiz Muntazori
Contact Email
faiz.muntazori@gmail.com
Phone
+6288212348559
Journal Mail Official
desainjurnal@gmail.com
Editorial Address
Ruang Lembaga Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (LRPM) Universitas Indraprasta PGRI Address: Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Desain
ISSN : 23390107     EISSN : 23390115     DOI : https://doi.org/10.30998/jd.v13i1
Core Subject : Art,
Jurnal Desain focused to publish high-quality articles dedicated to all aspects of the latest outstanding research and developments include research reports, conceptual ideas, studies, theories, using the qualitative approach in Design and Visual Communications, Interior Design, Fashion Design, Product Design, Fine Art, Photography, Animation and other related fields of Visual Art. The scope of this journal encompasses to a study of typography, branding, photography, media studies, design studies, advertising, animation, illustration, visual culture, nirmana, film, videography, etc.
Articles 76 Documents
Penerapan design thinking dalam perancangan media promosi Instagram Abi Fashion Syar’i dari Hati untuk meningkatkan brand recognition Sharla Martiza Rochmadiyati; Sonhaji Arif
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2700

Abstract

Abi Fashion sebagai brand busana syar’i masih menghadapi permasalahan rendahnya brand recognition akibat komunikasi visual pada media promosi digital yang belum konsisten dan belum optimal dalam membangun kedekatan dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode design thinking dalam perancangan media promosi Instagram melalui kampanye “Syar’i dari Hati” untuk mendukung pembentukan brand recognition Abi Fashion. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan tahapan design thinking meliputi empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan kuesioner kepada 60 responden menggunakan skala Likert 1–5. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur persepsi audiens terhadap visual branding dan brand recognition, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui analisis visual pada konten Reels dan Feed Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten promosi yang dirancang berpotensi membantu audiens mengenali, mengingat, dan membangun persepsi positif terhadap Abi Fashion dengan nilai rata-rata seluruh indikator berada pada kategori tinggi di atas 4,00. Temuan visual menunjukkan bahwa konsistensi elemen desain, penggunaan storytelling, serta integrasi nilai religius melalui tema “Syar’i dari Hati” berpotensi mendukung keterikatan emosional audiens terhadap brand. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan design thinking berpotensi menghasilkan media promosi Instagram yang lebih sesuai dengan kebutuhan audiens sekaligus mendukung penguatan brand recognition melalui pendekatan visual branding berbasis nilai religius.
From ratings to discourse: Gen Z and film evaluation on rating platforms in Indonesia Dimas Ramadhiansyah; Danang Jaya Arganata; Deo Agung Sembada
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2841

Abstract

Although film rating and review platforms, alongside social media, have rapidly expanded among Generation Z, most existing research examines these platforms in isolation. Consequently, there is limited understanding of their combined influence on contemporary film evaluation practices. This study addresses this gap by investigating how Gen Z audiences in Indonesia engage with these platforms as part of an interconnected digital ecosystem that shapes film selection, evaluation, and cultural participation. Employing a qualitative-descriptive methodology, the study utilizes semi-structured, in-depth interviews with six purposively sampled Gen Z informants who actively use film rating and review platforms (such as IMDb, Letterboxd, and Rotten Tomatoes) and social media. Thematic analysis was conducted to identify recurring patterns in platform use, evaluation practices, and social interaction. Technological determinism serves as the primary analytical framework, further refined by the concept of digital dialectic, which highlights the reciprocal relationship between technological structures and user agency. The findings indicate that film rating and review platforms function not only as evaluative tools but also as social spaces where ratings, reviews, and algorithmic recommendations intersect with social media discourse, collectively shaping evaluation practices. Gen Z audiences are positioned as active participants who negotiate technological affordances while reinforcing platform-driven logics of simplification and visibility. This study contributes to media and film studies by illustrating how platform infrastructures and user practices operate dialectically, transforming film criticism into a participatory and algorithmically mediated cultural practice.
Branding Kota Palangka Raya: Perancangan identitas visual berbasis kearifan lokal melalui pendekatan design thinking Sean Elbert Jeremiah; Lely Surya Wardani; Abdulloh Eizzi Irsyada
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2854

Abstract

Kota Palangka Raya memiliki potensi pariwisata yang kaya, tetapi pengembangannya terhambat oleh absennya strategi city branding dan pedoman identitas visual terintegrasi. Penelitian ini bertujuan merancang identitas visual Kota Palangka Raya melalui pendekatan design thinking guna memperkuat citra pariwisata daerah. Metode dilakukan melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil penelitian menghasilkan sebuah logo yang mengintegrasikan kearifan lokal melalui penggabungan siluet burung enggang dan mandau (senjata tradisional Dayak) dengan menerapkan prinsip Gestalt figure-ground, yang diimplementasikan pada berbagai media promosi serta merchandise. Berdasarkan pengujian skala Guttman, perancangan ini memperoleh skor kelayakan sebesar 97,57%. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada penguatan strategi city branding melalui model transformasi nilai kearifan lokal ke dalam sistem identitas visual modern. Selain itu, penelitian menyediakan kerangka kerja praktis bagi pengembangan standar komunikasi visual pariwisata untuk memperkuat daya saing destinasi di tingkat nasional maupun internasional. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan strategis bagi penguatan pariwisata daerah.
A semiotic analysis of Ganep Tradisi Solo visual identity and packaging modernization strategy Yuannita Steila; Yana Erlyana
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2869

Abstract

The visual identity of traditional product packaging plays a significant role in maintaining brand relevance amid changing consumer preferences and intense market competition. This study analyzes the visual identity of the 90-gram Roti Kecik plastic pouch from Ganep Tradisi Solo as a basis for formulating a modernization strategy that remains rooted in cultural values. Using a descriptive qualitative approach, the research employs a structural semiotic framework (Roland Barthes’ denotation and connotation) integrated with social semiotics (Kress and van Leeuwen’s visual grammar) and heritage branding theory to explore the typography, color, illustration, and packaging structure elements. The analysis focuses on how these elements construct symbolic meaning, traditional narratives, and brand positioning in the contemporary market. The results demonstrate that while Ganep's visual elements effectively function as denotative markers of Surakarta's cultural heritage, the connotative delivery is visually fragmented and lacks the structural simplicity preferred by Generation Z. This study contributes to the field by establishing a "Neo-Traditional" design strategy as the primary conceptual framework for bridging heritage values with modern market demands.
Pengembangan multimedia interaktif Salihah Dress Up untuk edukasi adab berpakaian muslimah pada anak usia 7–9 tahun Maulidia Azizah Rahmah; Amalia Hartiningrum
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2952

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif “Salihah Dress Up” sebagai media edukasi adab berpakaian muslimah bagi anak usia 7–9 tahun serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisan media yang dikembangkan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas 5 responden pada tahap analisis kebutuhan dan 10 siswa sekolah dasar pada tahap uji coba produk. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara responden anak, wawancara ahli, dan studi literatur. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respons pengguna, serta soal pre-test dan post-test. Hasil validasi ahli media memperoleh persentase sebesar 83,33% dan ahli materi sebesar 81,33% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kepraktisan memperoleh persentase sebesar 93,99% dengan kategori sangat praktis berdasarkan respons pengguna. Selain itu, hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan skor pemahaman siswa terhadap adab berpakaian muslimah dari rata-rata 94,1% pada pre-test menjadi 97,1% pada post-test setelah menggunakan multimedia interaktif. Temuan tersebut mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dalam uji coba terbatas. Dengan demikian, multimedia interaktif “Salihah Dress Up” menunjukkan kelayakan dan kepraktisan sebagai media edukasi adab berpakaian muslimah bagi anak usia sekolah dasar.
Modernist aesthetics of the PERSIB logo and its representation of Bandung’s football visual culture Salma Martiani Putri; Irfansyah Irfansyah
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2954

Abstract

This study examines the PERSIB logo as a cultural artifact by integrating semiotic analysis with modernist design principles. It aims to identify how the logo’s visual elements function as a sign system and reflect modernist aesthetics. Employing Marcel Danesi’s qualitative semiotic framework, the research analyzes the 2025–2026 logo across three stages: signifier identification, signified interpretation, and cultural signification. The data corpus consists of the official logo and its representation in media, such as jerseys and digital materials. The analysis focuses on key components: the shield shape, dominant blue color, fortress symbol, water waves, geographical elements, and the “PERSIB” typography. Findings indicate that these elements act as signifiers for club identity, Bandung’s geographical context, and values of resilience and loyalty. Structurally, the logo aligns with modernist principles: formalism, "form follows function," and visual simplification ensuring clarity across diverse media. Furthermore, the logo’s consistent application in matches and merchandise stabilizes symbolic meanings within the supporter community. This study suggests that football logos are more than graphic identities they are elements of visual culture bridging design, symbolism, and social context. However, the scope is limited to interpretive visual analysis and excludes empirical audience perception data. This research highlights the importance of design structure in shaping cultural resonance within modern sports branding.
Analisis elemen visual carousel Instagram Griya Luhu dalam edukasi pengelolaan sampah Angelly Carol Mononutu; Anak Agung Ngurah Bagus Kesuma Yudha; Purwita Dewa Gede
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi elemen desain komunikasi visual dalam membentuk alur pesan dan kejelasan informasi pada konten carousel Instagram Griya Luhu periode 2024–2025. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kualitatif melalui desain embedded, mengintegrasikan tiga kerangka analisis, yakni Visual Grammar Kress dan van Leeuwen, semiotika Roland Barthes, serta prinsip desain komunikasi visual. Analisis dilakukan terhadap enam sampel konten carousel yang diperkuat dengan data survei terhadap 43 responden menggunakan skala Likert 1–5 dengan nilai reliabilitas instrumen α = 0,723. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten carousel Griya Luhu menerapkan pola struktural tiga bagian yang konsisten, yakni visual hook, penyajian isi, dan call to action, melalui kombinasi ilustrasi simbolik, fotografi kontekstual, warna kontras, dan hierarki tipografi. Analisis semiotika mengungkap bahwa elemen visual membangun makna konotatif positif terkait tanggung jawab lingkungan dan perilaku ramah lingkungan. Data survei mengonfirmasi tingkat pemahaman audiens yang tinggi dengan grand mean 4,57 dari skala 5 dan 91,5% responden memberikan skor ≥4. Temuan ini menunjukkan bahwa desain komunikasi visual pada media sosial berpotensi menjadi sarana edukasi lingkungan yang terukur dan efektif.
Perancangan identitas visual berbasis design thinking pada produk UMKM dodol Betawi Abah Basan Ade Maulana Aji; Kaffah Imanuddin Muhammad Rystian Santosa; Nofia Natasari
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.3012

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk dalam pelestarian kuliner tradisional. Salah satu di antaranya adalah Dodol Betawi Abah Basan di Kabupaten Bekasi yang dikenal sebagai produk oleh-oleh khas daerah. Namun, UMKM ini masih menghadapi kendala pada aspek identitas visual, seperti kemasan dan media promosi yang belum terstruktur sehingga kurang memiliki daya pembeda di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual UMKM Dodol Betawi Abah Basan guna memperkuat citra merek dan meningkatkan daya saing produk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis desain dengan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami kebutuhan serta permasalahan UMKM secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan identitas visual dilakukan dengan mengangkat nilai tradisional sebagai konsep utama, yang diwujudkan melalui elemen visual seperti logo, warna, dan tipografi yang merepresentasikan proses produksi dan karakter budaya Betawi. Selain itu, penggunaan nama “Abah Basan” sebagai identitas merek memperkuat nilai historis produk. Luaran desain berupa logo, kemasan, dan media promosi yang terintegrasi menunjukkan adanya konsistensi visual yang sebelumnya belum dimiliki oleh UMKM. Dengan demikian, penerapan design thinking dalam perancangan identitas visual mampu menghasilkan solusi desain yang sesuai dengan karakter produk serta mendukung penguatan identitas merek UMKM berbasis budaya lokal.
Eksplorasi Tipografi Vernakular dalam Perancangan Custom Typeface untuk City Branding Kota Bogor Fadli Ramadhan Iskandar; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; I Putu Gede Suyoga
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.3019

Abstract

Pemerintah Kota Bogor mengusung visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk menjadi Kota Sains Kreatif pada tahun 2045. Untuk mendukung visi tersebut, strategi city branding melalui identitas visual, khususnya tipografi, menjadi hal yang penting. Namun, Kota Bogor belum memiliki standar tipografi khusus pada media komunikasi pemerintah yang mampu merepresentasikan transisi identitas kota secara utuh. Kondisi ini menjadi dasar perancangan custom typeface berbasis tipografi vernakular sebagai elemen pendukung city branding Kota Bogor. Perancangan dilakukan menggunakan metode design thinking dengan mengkaji karakteristik visual kearifan lokal, seperti filosofi Lawang Salapan, struktur Tugu Kujang, rintik hujan, dan anatomi pohon kenari. Hasil analisis ditransformasikan menjadi rupa huruf digital bernama “Pakuan” dengan gaya humanist serif. Secara teknis, rancangan ini mengintegrasikan fitur inktrap dan bukaan open aperture yang lebar untuk mendukung keterbacaan (legibility). Kontribusi utama penelitian ini adalah menghadirkan aset tipografi baru yang memadukan memori kolektif dan fungsionalitas modern sebagai pendukung city branding Kota Bogor menuju Kota Sains Kreatif.
Perancangan dan evaluasi furnitur modular untuk efisiensi ruang pada hunian Tipe 36: Studi kasus Shelldom Latifah Amelia Wulan Sari; Joko Budiwiyanto
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.3047

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan lahan hunian perkotaan yang menyebabkan menurunnya kualitas penggunaan ruang, dan fleksibilitas aktivitas penghuni. Penelitian ini bertujuan merancang furnitur modular pada hunian tipe 36 Shelldom serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap efisiensi ruang berdasarkan kualitas sirkulasi dan ruang gerak pengguna. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka design thinking yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dan test. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif melalui simulasi model 3D skala 1:1 dan pengukuran sirkulasi antara konfigurasi furnitur konvensional, dan modular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan furnitur modular mampu meningkatkan fleksibilitas spasial melalui integrasi fungsi dan transformasi konfigurasi ruang. Peningkatan efisiensi terjadi pada area akses ranjang sebesar 7,3%, dan ruang kerja sebesar 193,3%, sedangkan area meja makan mengalami penurunan sirkulasi sebesar 27,8%, tetapi tetap berada dalam standar ergonomi. Secara keseluruhan, penerapan furnitur modular menghasilkan rata-rata peningkatan sebesar 57,6%. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi desain modular dan evaluasi spasial kuantitatif melalui indikator sirkulasi dan ruang gerak sebagai parameter efisiensi ruang pada hunian lahan terbatas.