cover
Contact Name
Irjus Indrawan
Contact Email
jurnaljupik@gmail.com
Phone
+6282262540979
Journal Mail Official
jurnaljupik@gmail.com
Editorial Address
Jl. DT. Said Desa Belantaraya Kecamatan Gaung , Kab. Indragiri Hilir, Provinsi Riau, 29282
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 30901200     DOI : https://doi.org/10.65226
Core Subject : Religion,
JUPIK: Jurnal Pelita Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Yayasan Pelita Negeri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau. Terbit 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember. JUPIK: Jurnal Pelita Pendidikan sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada publik akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi keilmuan bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Pendidikan Nilai dan Karakter, Teknologi Pendidikan, Bimbingan dan konseling, Pendidikan Non-Formal, Psikologi Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan, Pembelajaran dan Pengajaran, Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Guru
Articles 48 Documents
Konsep Dasar Profesi Keguruan Nanang Romadi
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.163

Abstract

Profesi keguruan merupakan landasan utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami secara mendalam konsep dasar profesi keguruan, meliputi karakteristik, kompetensi, dan peran guru dalam sistem pendidikan. Alasan pentingnya penelitian ini adalah karena profesi guru tidak hanya menuntut penguasaan materi ajar, tetapi juga integritas moral, kemampuan pedagogis, dan komitmen profesional yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan regulasi pendidikan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesi keguruan memiliki ciri khusus sebagai profesi yang memerlukan keahlian khusus, komitmen pada kode etik, dan tanggung jawab sosial. Guru yang profesional mampu menjadi fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, dan agen perubahan dalam masyarakat. Dengan memahami konsep dasar ini, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Sistem Kearsipan Dalam Mendukung Akreditasi Sekolah Muhammad Fajri; Raziqin Nadhir; Silvia Wulandari
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan sistem kearsipan dalam mendukung akreditasi sekolah dengan menggunakan pendekatan kepustakaan dan literatur yang terkait dengan tema penelitian ini. Penelitian ini dilakukan karena masih banyak sekolah yang menghadapi kendala dalam pengelolaan arsip, seperti kurangnya sistem yang terstandar, minimnya pemanfaatan teknologi informasi, serta lemahnya kapasitas sumber daya manusia dalam bidang kearsipan. Kondisi ini dapat menghambat proses akreditasi yang menuntut tersedianya dokumen secara lengkap, tertib, dan mudah diakses. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem kearsipan yang tertib, sistematis, dan terintegrasi memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian standar akreditasi sekolah. Strategi yang dapat diterapkan antara lain digitalisasi arsip, penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) kearsipan, pelatihan bagi tenaga administrasi, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mempermudah pengelolaan dan akses dokumen. Pengembangan sistem kearsipan yang efektif akan meningkatkan efisiensi manajemen data, memperkuat transparansi administrasi, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap penilaian akreditasi lembaga pendidikan.
Implementasi Model Cooperative Learning Tipe Make A Match Dalam Memotivasi Siswa Pada Pembelajaran PPKn Kelas II SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara Samsina Samsinan; Mahfud Ifendi; Anggra Prima
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.181

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana implementasi model cooperative learning tipe make a match dalam memotivasi siswa kelas II pada mata pelajaran PPKn di SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara serta apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaanya. Jenis penelitian yang penelti gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan penelitian yaitu kualitatif, dimana penulis mencari data yang akurat dengan cara turun langsung ke lapangan yaitu mencari informasi terkait penelitian yang dilakukan di SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara dengan mengamati fenomena yang terjadi di lapangan serta melakukan wawancara bersama informan dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi valid berdasarkan observasi yang dilakukan di lapangan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Guru Kelas sebagai seorang tenaga pendidik yang menerapkan model pembelajaran dan Siswa yang merasakan dan melakukan suatu pembelajaran dan metode yang digunakan serta Waka Kurikulum sebagai penanggung jawab mengatur seluruh kegiatan pembelajaran guru di sekolah. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data dari Miles and Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasannya Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe make a match dalam memotivasi siswa ini, dikatakan cukup efektif dan sudah di terapkan dan berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas II SD Muhammadiyah 2 Sangatta Utara. Namun tentunya tetap banyak hal yang harus diperbaiki dan dikembangkan lagi oleh pihak sekolah untuk dapat mencapai keberhasilan pembelajaran yang lebih besar lagi.
Penilaian Kinerja Guru PAI Siti Rahma
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.182

Abstract

Penilaian kinerja guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta memastikan guru menjalankan perannya secara profesional dan amanah. Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi ajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan beragama siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses penilaian kinerja guru PAI, baik dari sisi kebijakan, implementasi teknis di lapangan, hingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta studi dokumentasi terhadap perangkat penilaian dan laporan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun perangkat penilaian telah tersedia dan pelaksanaan penilaian secara administratif berjalan, namun dalam praktiknya masih terdapat sejumlah kendala. Kendala tersebut meliputi rendahnya pemahaman kepala sekolah dan pengawas terhadap karakteristik mata pelajaran PAI, keterbatasan waktu pelaksanaan, serta belum adanya tindak lanjut yang terarah pasca-penilaian. Selain itu, proses penilaian cenderung bersifat formalitas dan belum sepenuhnya menjadi alat refleksi diri serta pengembangan profesionalisme guru. Oleh karena itu, diperlukan reformulasi sistem penilaian kinerja guru PAI yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual, etis, dan kontekstual. Penilaian yang bersifat pembinaan, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran keagamaan menjadi kebutuhan mendesak dalam rangka membentuk guru PAI yang berkualitas, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Sertifikasi Guru Pai Romadhon
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.185

Abstract

Sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan proses penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik di bidang agama Islam. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa guru PAI memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan, baik dari segi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Melalui sertifikasi, guru PAI tidak hanya mendapatkan pengakuan formal tetapi juga berpeluang meningkatkan kesejahteraan melalui tunjangan profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sertifikasi terhadap kinerja guru PAI, tantangan dalam pelaksanaannya, serta solusi untuk meningkatkan efektivitas program. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi guru PAI berperan signifikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran, meskipun dihadapkan pada kendala seperti ketidakmerataan distribusi sertifikasi dan rendahnya kesadaran guru dalam pengembangan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala dan pelatihan berkelanjutan untuk memaksimalkan manfaat sertifikasi guru PAI.
Kode Etik Profesi Guru PAI Hartati
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.186

Abstract

membentuk perilaku yang baik berdasarkan moral. Tujuannya adalah menjaga etika, serta meningkatkan harkat dan martabat guru agar menjadi pendidik yang profesional dan mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal. Penelitian kualitatif ini, yang berfokus pada studi penelitian studi pustaka (library Research), dan analisis deskriptif, mengkaji bagaimana kode etik guru PAI. Kode etik guru adalah pedoman utama agar guru tetap profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab. Dengan memahami esensi profesi ini, guru diharapkan dapat bertindak secara profesional, etis, dan bermartabat di tengah perkembangan pendidikan. Kajian ini diharapkan bisa menjadi bahan refleksi dan penguat pemahaman bagi calon guru, guru yang aktif mengajar, dan pembuat kebijakan untuk memenuhi kode etik profesi guru terutama guru PAI. Oleh karena itu, penerapan kode etik profesi sangat penting untuk menciptakan pembelajaran berkualitas. Keberhasilan pendidikan secara keseluruhan sangat bergantung pada kemampuan profesional guru PAI dalam memfasilitasi pembelajaran yang efektif dan efisien. Selain itu, norma agama menjadi dasar kuat bagi guru untuk menjunjung tinggi perilaku baik dan menghindari perilaku buruk.
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Riska Paulina
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.195

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Guru PAI diharapkan tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi khusus yang diperlukan oleh guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI yang kompeten harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam seluruh aspek pembelajaran, memanfaatkan teknologi pendidikan secara efektif, serta menunjukkan perilaku yang patut dicontoh dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kemampuan memahami kebutuhan spiritual siswa dan membimbing mereka secara holistik merupakan bagian penting dari kompetensi khusus guru PAI. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru PAI harus menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah.
Beban Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Juliana
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pendidikan nasional sangat bergantung pada kinerja guru, namun kinerja tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti beban kerja dan disiplin kerja. Beban kerja yang tidak proporsional (berlebihan atau terlalu ringan) berpotensi menimbulkan kelelahan, kebosanan, ketidakmerataan tugas, serta konflik sosial. Sementara itu, disiplin kerja yang rendah dapat menghambat penyelesaian tugas dan merusak citra sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak kedua faktor tersebut terhadap kinerja guru, khususnya dalam konteks Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Tujuan Penelitian ini menganalisis pengaruh beban kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru melalui studi literatur, serta mengidentifikasi solusi inovatif untuk mengoptimalkan beban kerja dan kinerja guru. Metode Penelitian ini menggunakan metode Library Research (studi kepustakaan) dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis data sekunder dari sumber-sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan (UU No. 14/2005, PP No. 19/2017), dan publikasi OECD/UNESCO. Hasil dari penelitian ini adalah Beban kerja guru mencakup: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran, bimbingan peserta didik, tugas tambahan (administrasi, wali kelas). Beban tatap muka diatur 24-40 jam/minggu, namun realitasnya mencapai rata-rata 47 jam/minggu akibat tugas non-mengajar (40% total waktu). Dampak beban berlebihan dapat menurunkan kualitas interaksi edukatif, burnout, gangguan work-life balance, serta pengurangan waktu persiapan materi. Disiplin kerja menjadi penentu penyelesaian tugas seperti ketidakteraturan berpotensi merusak kinerja dan citra sekolah. Dengan demkian, beban kerja dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Beban berlebihan mengakibatkan penurunan kualitas pembelajaran, sementara disiplin kerja yang optimal menjadi kunci pencapaian tujuan pendidikan.
Optimalisasi Kinerja Tenaga Kependidikan Dalam Lembaga Pendidikan Rayula
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset utama dalam lembaga pendidikan yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan manajemen sekolah. Sistem seleksi dan penempatan SDM yang tepat akan menentukan kualitas dan efektivitas kerja individu maupun organisasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sistem seleksi SDM di lembaga pendidikan berperan krusial dalam menentukan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan. Seleksi yang tepat berdasarkan kompetensi teknis, kepribadian, dan kesesuaian budaya organisasi menghasilkan SDM yang mampu menjalankan tugasnya secara profesional. Penempatan SDM yang sesuai dengan kompetensi dan minat individu akan meningkatkan efektivitas kerja, kepuasan kerja, serta motivasi kerja. Penempatan yang tidak tepat dapat menimbulkan konflik dan menurunkan produktivitas lembaga.
Peran Siswa Dalam Menjaga Keberlanjutan Sarana Dan Prasarana Sekolah Azka Fathan Fansuri; Syarifah Puspita Dewi; Leni Hafsari
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyelidiki peran siswa dalam menjaga keberlanjutan sarana dan prasarana sekolah melalui pendekatan pendidikan karakter dan keterlibatan komunitas sekolah. Prasarana dan sarana sekolah seperti laboratorium, ruang kelas, dan perpustakaan sangat penting untuk proses pembelajaran yang efektif. Namun, masalah seperti kerusakan fasilitas karena kurangnya perawatan dan kurangnya kesadaran siswa sering menghentikan keberlanjutan fasilitas. Dengan desain fenomenologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman, persepsi, dan dorongan siswa untuk mempertahankan sarana dan prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan dengan pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif. Namun, kendala utama termasuk kekurangan fasilitas, kerusakan, dan kurangnya rasa tanggung jawab warga sekolah. Peningkatan kreativitas pendidik, dukungan keuangan dari pemerintah dan orang tua, dan upaya pemerintah untuk mempromosikan kesetaraan fasilitas pendidikan, terutama di daerah terpencil, adalah solusi yang disarankan. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pemeliharaan dan pendidikan karakter dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah. Ini juga dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terkait komunitas yang berkelanjutan dan pendidikan berkualitas tinggi.