cover
Contact Name
Irjus Indrawan
Contact Email
jurnaljupik@gmail.com
Phone
+6282262540979
Journal Mail Official
jurnaljupik@gmail.com
Editorial Address
Jl. DT. Said Desa Belantaraya Kecamatan Gaung , Kab. Indragiri Hilir, Provinsi Riau, 29282
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 30901200     DOI : https://doi.org/10.65226
Core Subject : Religion,
JUPIK: Jurnal Pelita Pendidikan adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Yayasan Pelita Negeri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau. Terbit 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember. JUPIK: Jurnal Pelita Pendidikan sebagai sebuah jurnal ilmiah diharapkan dapat menunjukkan kepada publik akan kekayaan khazanah keilmuan melingkupi keilmuan bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Pendidikan Nilai dan Karakter, Teknologi Pendidikan, Bimbingan dan konseling, Pendidikan Non-Formal, Psikologi Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan, Pembelajaran dan Pengajaran, Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Guru
Articles 48 Documents
Keberhasilan Pembelajaran dilihat dari Pengaruh Psikologi pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Palembang AKHMAD SAYUTI
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v1i1.86

Abstract

This research aims to analyze the influence of psychological factors such as motivation, self-efficacy, stress and anxiety on the learning success of Vocational High School (SMK) students. Quantitative and qualitative approaches are used to gain a comprehensive understanding of the relationship between these factors and student learning outcomes. The research participants consisted of 300 vocational school students from various majors and grade levels, who were chosen randomly. Data were collected using validated questionnaires to measure motivation, self-efficacy, academic stress, and academic anxiety. Additionally, in-depth interviews were conducted with teachers to obtain their perspectives on the influence of psychological factors on student learning. The research results show that there is a significant positive correlation between motivation and self-efficacy and learning success. Students with high motivation and self-efficacy tend to achieve better learning outcomes. In contrast, stress and anxiety have a significant negative correlation with learning success, where high levels of stress and anxiety are associated with lower academic achievement. Regression analysis revealed that learning motivation and self-efficacy made a significant positive contribution to learning success, while stress and anxiety had a significant negative effect. Interviews with teachers support these quantitative findings, showing that psychological factors greatly influence student participation and performance in learning. In conclusion, psychological factors such as motivation, self-efficacy, stress and anxiety play an important role in the learning success of vocational school students. Therefore, effective learning strategies must pay attention to and support students' psychological health to maximize their academic potential. The results of this research provide insight into the development of programs that can improve students' mental and emotional well-being, as well as increase the effectiveness of the teaching and learning process in vocational schools
URGENSI ANALYSIS KEBUTUHAN (NEED ANALYSIS) PADA MATA KULIAH ESP (English For Specific Purposes) PADA MAHASISWA SISTEM INFORMASI STMIK IN PEKANBARU Nurul Mahfuza; Agung Setiabudi
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v1i1.88

Abstract

The achievement of learning English for Specific Purposes (ESP) in the Information Systems Department of the Indragiri Pekanbaru College of Information Management and Computer Science is considered less than optimal. Many alumni, even though they have mastered the field of science and profession very well in the field of computer science, can be said to be less than optimal in terms of communicating using English, both verbally and non-verbally in their field of work. One of the causes is the less than optimal learning planning where the material provided is often not in accordance with the field of science taught by students. In this regard, a learning plan is needed that begins with carrying out a needs analysis of English learning materials with specific purposes (ESP). This study uses a survey method in the form of a structured questionnaire that is closed-ended to obtain qualitative data on respondents, namely; students majoring in information systems semester 3 of the Indragiri Pekanbaru College of Information Management and Computer Science. From the data obtained, a summary of important English learning materials has been found, covering 4 areas of language skills and language topics that are relevant to the fields of science and work of students majoring in information systems. The results of the study revealed that a needs analysis is needed to determine the level of student learning and the relevant materials that they have mastered in the ESP course, in addition, needs analysis also helps lecturers in making RPS, choosing teaching materials that are relevant to student needs in order to achieve effective learning. The results of this study are also expected to be used as reference material for further research, namely syllabus/RPS planning and development of English teaching materials for other departments that are considered to have to have English communication skills. Keywords: Need analysis, English for specific purposes (ESP), English information systems, RPS.
STRATEGI DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI Mahdayeni yeni; Albatwi Ahmat Baidowi; Zul Rahman; Ayu Mawarni; Bunga Fanesa
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.95

Abstract

Strategi dalam komunikasi organisasi memainkan peran penting dalam menciptakan hubungan yang efektif antara individu, tim, dan berbagai bagian dalam sebuah organisasi. Sering terjadi dalam sebuah lembaga atau organisasi permasalahan yang menumpuk dan mengakibatkan buruknya sebuah instansi dikarenakan komunikasi yang tidak baik, ketidak transparansian juga menyebabkan ketidakjelasan visi dan misi dalam sebuah instansi tersebut. Komunikasi yang jelas, terbuka, dan terstruktur dapat meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat hubungan internal, serta memperlancar proses pengambilan keputusan. Penelitian ini mengkaji berbagai strategi komunikasi yang diterapkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan Bersama. Selain itu, komunikasi informal seringkali menjadi sarana yang efektif dalam mempercepat aliran informasi dan memperkuat budaya organisasi. Dalam komunikasi organisasi penting untuk memperhatikan faktor budaya dan konteks sosial agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh berbagai pihak dalam organisasi.
KONSEP DASAR KOMUNIKASI ORGANISASI PENDIDIKAN Mahdayeni yeni; Mahdayeni; Andika; Sarmiyati; Indini
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v1i1.96

Abstract

AbstractThis article aims to determine the importance of communication of Islamic education organization using the literature and literary approach related to the theme of this research. The authors ' analysis results showed that organizational communication is indispensable in running an organization of Islamic educational institutions. The success of Islamic educational institutions is determined by the management and organanization factor and interpersonal communication skills owned by each stake holders in carrying out their duties. Effective communication can be seen from the best service and school management, the quality and excellence of graduates as the expectations of stakeholders, the communication skills for school personnel is indeed the task of managers and school leaders To always be enhanced to make it clearer the benefits or contributions of communication skills and effectiveness in realizing the achievement of educational objectives in Islamic educational institutions.Keywords: Communication, Organization, Education
PENGARUH TUNJANGAN SERTIFIKASI DAN IKLIM KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 BATANG HARI Kholid Anshori; Maryam; Raden Salman Aji Pranata
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v1i1.99

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Pengaruh tunjangan sertifikasi terhadap motivasi kerja guru. (2) Pengaruh iklim kerja terhadap motivasi kerja guru. (3) Pengaruh tunjangan sertifikasi dan iklim kerja sama-sama berpengaruh terhadap motivasi kerja guru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru pegawai negeri sipil di Sekolah Menengah Kejuaruan Negeri 1 Batang Hari, dikarenakan jumlah populasi kurang dari 100, maka sampel penelitian ini adalah seluruh guru pegawai negeri sipil di Sekolah Menengah Kejuaruan Negeri 1 Batang Hari sebanyak 28 guru, untuk uji coba instrumen nya dilakukan di lembaga berbeda yaitu 1/3 dari keseluruhan sampel di SMK Negeri 2 Batang Hari yaitu sebanyak 10 guru Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, data telah memenuhi uji validitas, uji reliabelitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji linearitas serta uji hipotesis. Menunjukkan bahwa: (1) Pengukuran Tunjangan Sertifikasi terhadap motivasi kerja guru sebesar 52,1% perhitungan thitung>ttabel (2,093 >1,708) bahwa tolak Ho dan terima Ha, ini artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Tunjangan sertifikasi dan motivasi kerja guru. (2) Pengaruh Iklim Kerja terhadap Motivasi Kerja guru sebesar 35% pada perhitungan thitung>ttabel (1,798 > 1,708) bahwa tolak Ho dan terima Ha, ini artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Iklim kerja dan Motivasi kerja guru. (3) Pengaruh Tunjangan Sertifikasi dan Iklim Kerja secara simultan terhadap Motivasi Kerja guru sebesar 87,1% pada perhitungan fhitung > ftabel(5,089>3,39) bahwa tolak Ho dan terima Ha. Ada pengaruh yang signifikan antara tunjangan sertifikasi dan iklim kerja berpengaruh secara simultan terhadap motivasi kerja guru. Katakunci: Tunjangan sertifikasi, Iklim Kerja, dan Motivasi Kerja.
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KERJASAMA TIM TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 14/1 SUNGAI BAUNG KECAMATAN MUARA BULIAN husnul awalia; Maryam; Andri Astuti
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v1i1.100

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of managerial competence and teamwork on teacher motivation at State Elementary School 14/1 Sungai Baung, Muara Bulian District. This study is a quantitative study with observation data collection techniques, interviews with the principal, and distribution of questionnaires to all teachers at State Elementary School 14/1 Sungai Baung, Muara Bulian District, while the research sample uses a saturated sample where all members of the population are sampled, namely 17 teachers. The data analysis used is multiple linear regression analysis, and the data is processed with the help of the SPSS Version 20 program. The results of the study indicate that, partially, managerial competence has a significant effect on teacher work motivation by 41.6%. Teamwork has a significant effect on teacher work motivation by 29.4%. Simultaneously, there is a significant effect between managerial competence and teamwork on teacher work motivation by 70.1%, with the obtained f count> f table (271.528> 3.68). This indicates rejecting H0 and accepting Ha. This means that there is a significant influence between managerial competence and teamwork together (simultaneously) on teacher work motivation at State Elementary School 14/1 Sungai Baung, Muara Bulian District. Where if managerial competence and cooperation are better, the better the teacher work motivation at State Elementary School 14/1 Sungai Baung, Muara Bulian District. While the remaining 29.9% is influenced by other variables not included in this study.Keywords: Managerial Competence, Teamwork, Work Motivation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi manajerial dan kerjasama tim terhadap motivasi guru di Sekolah Dasar Negeri 14/1 Sungai Baung kecamatan Muara Bulian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi ,wawancara bersama kepala sekolah,dan penyebaran angket keseluruh guru di Sekolah Dasar Negeri 14/1 Sungai Baung kecamatan Muara Bulian, adapun sampel penelitian menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 17 guru. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, serta data diolah dengan bantuan program SPSS Versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara parsial kompetensi manajerial berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja guru sebesar 41,6%. Kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja guru sebesar 29,4%. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi manjerial dan kerjasama tim terhadap motivasi kerja guru sebesar 70,1%, dengan diperoleh nilai fhitung>ftabel (271,528 >3,68). Hal ini menunjukkan tolak H0 dan terima Ha. Ini artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi manajeral dan kerjasama tim secara bersama-sama (simultan) terhadap motivasi kerja guru di di Sekolah Dasar Negeri 14/1 Sungai Baung kecamatan Muara Bulian. Dimana apabila kompetensi manajerial dan kerjasama semakin baik maka akan semakin baik pula motivasi kerja guru di di Sekolah Dasar Negeri 14/1 Sungai Baung kecamatan Muara Bulian. Sedangkan sisanya sebesar 29,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.Kata Kunci: Kompetensi Manajerial, Kerjasama Tim, Motivasi Kerja
Peningkatan Kinerja Guru Melalui Observasi Administrasi Kelas Refika; Idris Harun; Firza Alkhoiri; Nur Annisa; Ruhul Zikraini Syafitri
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.106

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang meningkatkan kinerja guru melalui supervisi teknik observasi kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang supervisi observasi kelas dapatmeningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Negeri 024 Tambusai Kabupaten Rokan Hulu . Guru merupakan salah satu komponen utama dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. Oleh sebab itu, tugas yang berat dari seorang guru ini pada dasarnya hanya dapat dilaksanakan oleh guru yang memiliki kompetensi profesional yang tinggi. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan sekolah atau PTS memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan kinerja guru. Hasil kajian ini menunjukan bahwa Peningkatan kinerja guru oleh kepala sekolah melalui supervisi observasi kelas menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. Aktivitas guru menunjukan bahwa kegiatan pembinaan melalui supervisi observasi kelas bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan kinerja guru, untuk lebih muda memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga kinerja guru dapat meningkat, dengan demikian capaian mutu sekolah dapat ditingkatkan.
ADMINISTRASI PEMBELAJARAN GURU DALAM KURIKULUM MERDEKA Nur Aini; Salsa Bila Ivanda; Siti Patimah; Refika; Idris Harun
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya administrasi pembelajaran terhadap guru terkait kurikulum merdeka. Kurikulum Merdeka adalah konsep pendidikan yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kurikulum mereka agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa pada zaman ini. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga memberikan kebebasan guru untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran serta mengembangkan metode pengajaran yang inovatif. Sehingga pentingnya administrasi pembelajaran bagi guru tidak bisa diabaikan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu penelitian yang menggunakan bahan-bahan dari jurnal yang berkaitan dengan pendidikan, khususnya kurikulum. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif merupakan metode yang melibatkan pengumpulan data, penyusunan atau pengklasifikasian, analisis, dan interpretasi data tersebut. Pentingnya Administrasi pada guru dalam proses pembelajaran yaitu dapat meningkatkan efisiensi dan aktivitas pengajaran dan memudahkan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik. Selain itu hubungan administrasi pembelajaran dengan kurikulum merdeka yaitu dapat memfasislitasi guru untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya sesuai kurikulum merdeka. Namun, terdapat tantangan dalam mengimplementasikannya, seperti keterbatasan sumber daya dan dukungan, dan terdapat juga solusinya yaitu dengan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah. Selain itu, administrasi pembelajaran yang baik memungkinkan guru untuk lebih fokus dalam menyampaikan materi secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, peran semua pihak dalam mendukung dan terlibat dalam peningkatan administrasi pembelajaran sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas bagi siswa.
Pengaruh Gadget Dan Pola Asuh Orangtua Terhadap Perkembangan Anak Mahdayeni; Daris; Hani Maja Riani; Nisma Saniyya Hasibuan; Jenny Tria Zuliani
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan gadget dan pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak melalui pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa gadget dapat berperan positif sebagai alat bantu pembelajaran yang merangsang kemampuan kognitif, kreativitas, dan literasi digital anak, apabila penggunaannya diiringi dengan pengawasan dan pendampingan yang tepat dari orang tua. Sebaliknya, paparan gadget yang berlebihan tanpa adanya bimbingan dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, keterlambatan perkembangan motorik, serta isolasi sosial, yang berdampak negatif pada perkembangan emosional dan sosial anak. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa penerapan pola asuh otoritatif di mana orang tua mengombinasikan aturan yang tegas dengan dukungan emosional berperan penting dalam mengoptimalkan manfaat teknologi serta meminimalkan dampak negatifnya. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan peningkatan literasi digital bagi orangtua dan penerapan strategi pengawasan yang konsisten dalam penggunaan gadget. Kolaborasi antara keluarga, institusi pendidikan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendukung tumbuh kembang anak secara optimal di era digital.  
KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ARSIP DI LEMBAGA PENDIDIKAN Oktafia; Ardiansyah Maulana; Siti Naimah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpp.v2i1.162

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan arsip di lembaga pendidikan menghadapi tantangan kompleks, terutama terkait kompetensi tenaga administrasi. Data menunjukkan 78% lembaga pendidikan di Asia Tenggara telah memulai digitalisasi arsip, tetapi hanya 35% yang berhasil mengoptimalkannya akibat keterbatasan kompetensi sumber daya manusia. Regulasi (UU No. 43/2009 dan ISO 15489-1:2016) menuntut standar kearsipan yang belum sepenuhnya terpenuhi, dengan kendala utama pada aspek sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi tenaga administrasi terhadap efektivitas pengelolaan arsip. Jenis penelitian ini menggunakan metode library research (studi kepustakaan) dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari sumber-sumber tertulis seperti jurnal, buku, peraturan perundang-undangan, laporan institusi, dan karya ilmiah terkait, sebagai bahan utama untuk mengumpulkan data dan menganalisis suatu masalah. Penelitian studi kepustakaan ini tidak melibatkan pengumpulan data secara langsung dilapangan (field research), tetapi berfokus pada eksplorasi dan sintesis informasi yang sudah ada. Kompetensi tenaga administrasi (meliputi aspek teknis kearsipan, teknologi informasi, manajerial, dan komunikasi) berkorelasi positif dengan efektivitas pengelolaan arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tenaga administrasi berkompetensi tinggi mampu mengurangi waktu retrievial dokumen sebesar 83,3% (dari 30 menit menjadi 5 menit) dan menurunkan kehilangan arsip hingga 90%. Peningkatan kompetensi spesifik memberikan dampak signifikan yakni seperti kompetensi teknis meningkatkan akurasi dokumen (40%), kompetensi TI meningkatkan efisiensi digitalisasi (65%), dan kompetensi manajerial menurunkan biaya penyimpanan (30%). Strategi pengembangan kompetensi (pelatihan rutin, sertifikasi, mentoring, dan integrasi penilaian kinerja) terbukti memberikan Return on Investment (ROI) 300% dalam 3 tahun. Dengan Demikian, pengembangan kompetensi tenaga administrasi merupakan faktor kritis dalam menciptakan sistem pengelolaan arsip yang efektif dan berkelanjutan. Investasi dalam peningkatan kompetensi memberikan return on investment (ROI) tinggi, termasuk efisiensi waktu, pengurangan biaya, dan peningkatan akuntabilitas. Lembaga pendidikan perlu mengadopsi pendekatan holistik yang memadukan aspek teknis, manajerial, dan SDM untuk mengatasi tantangan yang ada.