cover
Contact Name
Aulia Novemy Dhita
Contact Email
aulianovemydhita@unsri.ac.id
Phone
+6285377767024
Journal Mail Official
criksetra@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, km. 32. Indralaya-Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 19788673     EISSN : 26569620     DOI : https://doi.org/10.36706/jc.v13i2.13
Historiography means the writing of history based on the critical examination of sources, the selection of particular details from the authentic materials in those sources, and the synthesis of those details into a narrative that stands the test of critical examination. Historiography studies cover chronologically various themes, such as local history, social history, cultural history, economic history, political history, military history, intellectual history, environmental history, and other historical studies. History of education is a study of the past that focuses on educational issues. These include education systems, institutions, theories, themes and other related phenomena in the past. History education includes studies of how history teaches in school or society, curriculum, educational values in events, figures, and historical heritage, media and sources of historical learning, history teachers, and studies of textbooks.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2020)" : 7 Documents clear
“Sesuatu yang Tak Pernah Terjadi” Membayangkan Kemenangan Nusantara Melawan Kolonialisme Haldi Patra
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.260

Abstract

Ketika kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, para bapak bangsa Indonesia sepakat bahwa wilayah kedaulatan republik yang akan dibentuk ini adalah bekas wilayah Hindia-Belanda. Alasan atas integrasi ini adalah karena mereka merasa “senasib sepenanggungan”, karena sama-sama pernah dikalahkan dan dijajah oleh Belanda. Tulisan mengenai counterfactual ini, akan mengangkat permasalahan mengenai pemikiran nasionalisme sebagai sesuatu yang bersifat absolutely splendid ancestors (warisan dari nenek moyang kita yang cemerlang). Tujuan penulisan ini untuk mengelaborasi pemikiran nasionalisme bangsa Indonesia. Metode yang digunakan yaitu kepustakaan dengan mengumpulkan bahan-bahan penelitian yang berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan nasib di masa lalu nasionalisme Indonesia tidak akan tertanam dalam diri bangsa-bangsa itu. Ketiadaan rasa senasib itu membuat mereka tidak merasa perlu untuk berintegrasi dengan Indonesia. Nasionalisme yang muncul pada dalam diri mereka adalah nasional suku bangsa mereka masing-masing.
Nilai-Nilai Dealektika Hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah (Abad VII M) Wandiyo; Ida Suryani; Kabib Sholeh
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.261

Abstract

Hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah sudah terjadi pada abad VIII Masehi yang ditandai dengan saling mengirimkan surat sebagai bentuk hubungan kerjasama. Untuk lebih dalam membahas topik tersebut, penelitian ini mengangkat permasalahan bagaimana nilai-nilai dealektika hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai dealektika hubungan Sriwijaya dengan Dinasti Umayah pada abad VIII Masehi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis yaitu heuristik, verifikasi sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini mengungkapakan hubungan Kerajaan Sriwijaya dengan penguasa Arab yaitu Dinasti Umayah, tepatnya pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (717 M) pada abad VIII Masehi. Dalam hubungan tersebut dibuktikan dengan pengiriman surat oleh Sriwijaya kepada pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, yang menyebutnya Sriwijaya sendiri sebagai kerajaan maha raja, rajanya sendiri keturunan dari para raja. Pengiriman surat tersebut terjadi sampai dua kali, yang menariknya salah satu isi surat tersebut terdapat dealek dari raja Sriwijaya yang menginginkan untuk dikirimkannya seorang ulama atau ahli dalam agama Islam ke pusat Sriwijaya di Palembang. Dalam dealektika hubungan keduanya terdapat nilai-nilai yang terkandung baik secara politik, ekonomi dan agama.
Dwifungsi ABRI Dalam Konflik Internal PDI 1976-1998 Alphonsius Rodriquest Eko. W; Kurniawati; M. Hasmi Yanuardi; Maulani
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.262

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pelaksanaan konsep Dwifungsi ABRI dalam konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterlibatan militer dalam konflik internal PDI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yakni terdiri dari pengumpulan sumber, verifikasi/ kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terlibatnya militer dalam kehidupan sosial-politik di Indonesia tidak lepas peran Jenderal A.H.Nasution. Puncak dari campur tangan ABRI dalam konflik internal PDI adalah dengan terjadinya Peristiwa 27 Juli 1996. Konflik yang melibatkan DPP PDI Megawati dan DPP PDI Soerjadi ini diduga juga melibatkan pihak eksternal partai, khususnya pemerintah dan ABRI. Dampak dari Peristiwa 27 Juli 1996 dirasakan semua pihak yang terlibat, baik pemerintah, ABRI, PDI dan bahkan masyarakat
Perempuan Minangkabau dalam Dunia Pers di Sumatra’s Westkust Risa Marta Yati
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.263

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi dan menganalisis bagaimana perkembangan dunia pers di Sumatra’s Westkust? Seberapa besar perempuan Minangkabau mengambil bagian di dalam kemajuan pers Bumiputra di Sumatra’s Westkust? Apa kontribusi kemajuan pers ini bagi peningkatan kualitas kehidupan perempuan Minangkabau masa itu? Berpijak pada empat tahapan metode sejarah yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan Minangkabau dalam dunia pers di Sumatra’s Westkust ditandai dengan kemunculan mereka sebagai penulis, editor dan redaktur surat kabar seperti Roehana Koeddoes, Zoebeidah Ratna Djoewita, Saadah Alim, Rasoena Said, dan Rangkaja Ch. Sjamsoe isteri Datoek Toemenggoeng. Kehadiran perempuan Minangkabau dalam dunia pers ini semakin kokoh melalui penerbitan beberapa surat kabar khusus perempuan seperti Soenting Melajoe (1912), Soeara Perempoean (1917), ASJRAQ (1925), Soeara Kaoem Iboe Soematra (1925), Medan Puteri, Suara Puteri. Kemunculan surat kabar khusus perempuan ini berhasil menjadi pemantik yang sukses mengobarkan semangat kemajuan di antara perempuan Minangkabau saat itu dan menginiasiasi perempuan-perempuan lainnya di Hindia-Belanda untuk semakin sadar akan pentingnya eksistensi perempuan dalam kemajuan kaumnya serta pergerakan kemerdekaan bangsanya.
Sejarah Perumnas Depok I: Perumahan Nasional Pertama di Indonesia (1974-1980) Yusuf Budi Prasetya Santosa; Rani Noviyanti
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.264

Abstract

Sejak terjadi perpindahan industri dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia, banyak bermunculan kota-kota industri baru. Tingginya angka industrialisasi meningkatkan arus urbanisasi sehingga banyak permasalahan yang muncul di kota-kota industri baru tersebut termasuk persoalan pemukiman. Perumnas Depok I merupakan role model bagi pembangunan pemukiman rakyat yang dibangun oleh pemerintah di seluruh Indonesia. Masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana sejarah Perumnas Depok I yang merupakan perumahan nasional pertama di Indonesia (1974-1980). Tujuan penelitian yaitu menelusuri sejarah pemukiman Perumnas Depok I (1974-1980). Penelitian ini menggunakan metode historis yang melalui empat tahapan penelitian di antaranya heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perumnas Depok I merupakan pembuktian oleh perusahaan Perum Perumnas dalam menjalankan tugasnya untuk menyediakan pemukiman murah bagi rakyat golongan menengah ke bawah. Pembangunan Perumnas Depok I oleh Perum Perumnas tidak hanya telah menyediakan rumah murah dan layak bagi para penghuninya, melainkan juga telah mendorong pembangunan Kota Depok sehingga menjadi Kota Satelit.
Peran Generasi Milenial dalam Pemanfaatan dan Pelestarian Museum di Kota Lubuklinggau Sarkowi Sarkowi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.265

Abstract

Generasi milineal merupakan usia produktif yang dianggap sebagai penentu arah masa depan dalam pelestarian budaya dan kearifan yang dimiliki daerah Kota Lubuklinggau. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana urgensi generasi milineal dalam pemanfaatan dan pelestarian museum di Kota Lubuklinggau. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui urgensi generasi milineal dalam pemanfaatan dan pelestarian musem di Kota Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milineal merupakan ujung tombak dan aktor terdepan dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal yang ada, termasuk museum sebagai wadah yang bertujuan mengoleksi benda cagar budaya ataupun bukan cagar budaya untuk menjamin kesinambungan pewarisan kebudayaan dan kelestarian museum di Kota Lubuklinggau.
Seloko Adat Melayu dalam Membangun Masyarakat Jambi yang Berkarakter dan Multikultural Nelly Indrayani; Siti Syuhada
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v9i2.266

Abstract

Heterogenitas tidak jarang berpengaruh kepada perbedaan yang berujung konflik. Akan tetapi daerah yang menjadi tujuan perpindahan sering kali memiliki sejumlah aturan atau hukum adat untuk mengatur heterogenitas masyarakatnya. Penduduk yang mendiami daerah Jambi berasal dari berbagai wilayah sehingga didiami suku dan etnik yang beraneka ragam. Seperti Minangkabau, Pelembang, Melayu Riau dan Jawa. Jambi sebagai daerah tujuan perpindahan masyarakat itu, memiliki seloko Adat Melayu yang memiliki pesan makna sosial terhadap masyarakat heterogenitas itu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan adat Seloko di Jambi dan apa nilai-nilai dari adat Seloko. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran perkembangan adat Seloko dan nilai-nilai yang dikandungnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yakni mengumpulkan sumber-sumber yang berkaitan Seloko. Kemudian mengungkapkan pesan-pesan nilai seloko adat, dan menginterpretasikan serta mengintegrasikannya dengan kultur masyarakat Jambi yang heterogen. Melalui metode ini menunujukkan bahwa budaya Melayu menjadi pandangan hidup yang tercermin dalam sejumlah aturan yang berlaku di daerah Jambi. Sejumlah aturan, hukum-hukum adat yang berlaku di dalam masyarakat suku bangsa Melayu Jambi hampir semuanya disampaikan melalui seloko adat Melayu. Seloko berupa patatah-petitih dan pandangan hidup yang berisi pesan nilai untuk seluruh warga Jambi yang heterogen. Seloko adat memiliki nilai pesan moral, pertama pesan dalam bidang keagamaan, kedua pesan bidang sosial, dan ketiga pesan bidang pendidikan karakter. Nilai pesan ini memberikan makna dalam masyarakat yang multi etnik, sehingga tertanam pembentukan nilai- nilai karakter Melayu dalam konteks masyarakat heterogen. Kata Kunci: Seloko Adat Melayu Jambi, Nilai Karakter, Multikultural.

Page 1 of 1 | Total Record : 7