Articles
265 Documents
Kontribusi manajemen supervisi kepala kepala sekolah, motivasi kerja guru, dan iklim organisasi terhadap kinerja kepala sekolah dasar
Andari, Sri
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2015): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6661.376 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v8i2.8276
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah manajemen supervisi kepalasekolah, motivasi kerja guru, dan iklim organisasi berpengaruh signifikan secara sendirisendiridan bersama-sama terhadap kinerja guru Sekolah Dasar di Kecamatan Wonosari,Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Subyek penelitianadalah 520 guru sekolah dasar yang ada di Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkiduldan sampelnya sebanyak 78 orang yang ditentukan dengan teknik multi stage randomsampling. Instrumen pengumpulan berupa kuesioner. Analisis data dilakukan dengananalisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 1) Manajemen supervisi kepala sekolah tergolong sangat baik, dan berpengaruhsignifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi 39,3%, 2) Motivasi kerja guru tergolongsangat baik, dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan kontribusi 31,7%,3) Iklim organisasi tergolong sangat baik, dan berpengaruh signifikan terhadap kinerjaguru dengan konstribusi 40,1%, dan 4) Manajemen supervisi kepada sekolah, motivasikerja dan iklim organisasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerjaguru di Sekolah Dasar Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul dengan konstribusi59,6%
Peran pengawas pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan SMP di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Iskandar, Dedi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (747.39 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v9i2.12918
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif dan komprehensif tentang proses perekrutan pengawas pendidikan dan peran pengawas pendidikan, serta mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung peran pengawas untuk meningkatkan mutu pendidikan SMP di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Tahapan analisis data menggunakan model interaktif dan analisis komponensial. Hasil penelitian menemukan: (1) proses perekrutan pengawas pendidikan belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan pemerintah dan undang-undang. (2) pemantauan pelaksanaan program sekolah yang dilakukan pengawas pendidikan belum terlaksana dengan optimal. (3) supervisi yang dilakukan pengawas pendidikan belum terlaksana dengan optimal. (4) evaluasi program kerja sekolah yang dilakukan pengawas pendidikan sudah terlaksana dengan baik. (5) pembuatan laporan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi yang dilakukan pengawas pendidikan terlaksana dengan baik. (6) Tindak lanjut yang dilakukan pengawas pendidikan belum optimal. Selanjutnya yang menjadi (7) faktor penghambat adalah: (a) letak geografis, (b) akses jalan, (c) fasilitas, (d) penguasaan teknologi, (e) sumber daya manusia; dan (8) faktor pendukung adalah: (a) dana operasional tambahan dari Pemerintah Daerah, (b) ketersediaan motor dinas, (d) pelatihan, (e) keterlibatan masyarakat, (f) tempat domisili pengawas pendidikan, (g) siswa, (h) semangat dalam diri pengawas pendidikan.
IMPLEMENTASI LEARNING CYCLES MODEL "THREE MURANOI'S INTERACTION ENHANCEMENTS" PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS
Mustadi, Ali
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2014): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (833.371 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v7i1.3104
Penelitian bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Learning Cycles Model"˜ThreeMuranoi's Interaction Enhancements' pada kompetensi English for Bilingual Instructiondalam proses pembelajaran mata kuliah bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa program studi PGSD. Pengumpulandata dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan catatan lapangan.Hasil menunjukkan bahwa implementasi tersebut telah berjalan dengan baik. Dalam prosespembelajaran, kompetensi English for Bilingual Instruction, yang merupakan salah satubagian dari kompetensi Sociolinguistic dan kompetensi Strategic dalam teori CommunicativeCompetence menjadi fokus utama penelitian ini, di mana desain pembelajaran kompetensiEnglish for Bilingual Instruction menggunakan ke-3 tahap yaitu: tahap 1) rehearsal phase,tahap 2) performance phase, dan tahap 3) debriefing phase yang dilaksanakan melalui 3 tahapLearning Cycles model Three Muranoi's Interaction Enhancements.Kata Kunci: Three Muranoi's Interaction Enhancements, English for Bilingual Instruction
Kajian perencanaan pendidikan orang dewasa pada program kesetaraan paket C PKMB Jayagiri Lembang
Mustangin, Mustangin
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2018): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.69 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v11i1.18556
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses perencanaan pembelajaran berbasis pendidikan orang dewasa pada penyelenggaraan Program Kesetaraan Paket C atau setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian adalah studi kasus. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran yang diterapkan dalam program kesetaraan paket C dilakukan dengan pendekatan orang dewasa dengan karakteristik peserta didiknya adalah orang dewasa. Kegiatan perencanaan yang dilakukan oleh tutor dan pengelola dilakukan mulai dari identifikasi awal pembelajaran yaitu proses mengenali latar belakang dari peserta didik serta apa kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh pserta didik ketika mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya menyusun kesepakatan sebagai wujud kolaborasi antara peserta didik dan tutor dan pengelola untuk menciptakan pembelajaran kondusif. Dan akhirnya proses-proses perencanaan untuk proses pembelajaran orang dewasa memang penting dilaksanakan guna mendapatkan hasil yang maksimal dan pembelajaran yang kondusif. The study of adult education planning on equality education in community learning center Jayagiri LembangThis study aims to reveal the process of adult education-based learning planning on the implementation of Equivalency Education. The method used in this study is qualitative with the type of research is a case study. The findings of this study indicate that the learning applied in the program is done with the approach of adults with the characteristics of students are adults. Planning activities undertaken by tutors and managers are done starting from the identification of early learning is the process of recognizing the background of learners as well as what needs to be met by the students while following the learning process. The process of arranging agreement as a form of collaboration between learners and tutors to create conducive learning. And finally the planning processes for adult learning process is important to be implemented in order to obtain maximum results and conducive learning.
Implementasi pembelajaran abad 21 dalam kurikulum 2013
Andrian, Yusuf;
Rusman, Rusman
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.83 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v12i1.20116
Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi yang dilakukan pada 39 SMA Rujukan yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran abad 21 dalam Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Fisika di SMA Rujukan Provinsi DKI Jakarta. Fokus penelitian diarahkan pada empat sub variabel yaitu; 1) perencanaan pembelajaran; 2) pelaksanaan pembelajaran; 3) penilaian pembelajaran; dan 4) pengawasan pembelajaran. Responden yang dilibatkan dalam penelitian adalah guru mata pelajaran Fisika. Pada penelitian ini digunakan angket untuk mengumpulkan data dan menggunakan skala Likert dengan skor 1 sampai 4. Selanjutnya, data tersebut diolah dengan menggunakan teknis analisis deskriptif persentase. Perencanaan pembelajaran abad 21 dalam kurikulum 2013 termasuk dalam kategori baik dengan rentang nilai antara 23-27. Sedangkan pelaksanaan pembelajaran juga pada kategori baik dengan rentang nilai antara 46-55. Adapun penilaian pembelajaran dalam kategori baik dengan rentang nilai antara 29-34. Dan pengawasan pembelajaran berada pada kategori baik dengan rentang nilai 23-27. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya bagi Direktorat Pembinaan SMA, mengenai kondisi riil di lapangan berkaitan dengan implementasi Kurikulum 2013 SMA sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan selanjutnya. Implementation of 21st century learning in curriculum 2013This research is a description research conducted from 39 SMA Rujukan in Province of DKI Jakarta. This study aims to describe the implementation of 21st century learning in Curriculum 2013 in the subject matter of physics at SMA Rujukan in Province of DKI Jakarta. The focus research is directed to four sub variables namely; (1) planning of learning; (2) implementing of learning; (3) assessment of learning; & (4) monitoring of learning. Respondents in this research are teacher of Physics subject. This study used questionnaires to collect data and use Likert scale with a score of 1 to 4. Furthermore, the data is processed by using technical analysis descriptive percentage. 1st century learning planning in the 2013 curriculum is included in the good category with a range of values 23-27. While the implementation of learning is also in the good category with a range of values 46-55. While learning assessment is in a good category with a range of values 29-34. And supervision of learning is placed in a good category with a range of values 23-27. The results of this study are expected to be an input or recommendation for the Ministry of Education and Culture, especially for the Directorate of High School Development, regarding with the real conditions in the school related to the implementation of Curriculum 2013 so it can be taken into consideration for the next policy making.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DEEP DIALOGUE DAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP PEMAHAMAN MATERI KULIAH TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Budiningsih, C. Asri
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2010): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (853.897 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v0i0.4631
The selection of instructional strategy is very important considering that students' characteristics are varied and the allocation of lecturing time is limited. Students of the educational technology department show dissatisfied results in learning and instruction theory. Students who don't possess the sufficient comprehension ability will experience difficulties in achieving the higher abilities such as synthesis, analysis, and evaluation. This research was conducted to verify whether the deep dialogue instructional strategy and the student's prior knowledge give different impacts toward the materials' comprehension or not. This research utilized quasi experimental design by non-equivalent control group design planning 2x2 factorial version. Research subjects were the students of Educational Technology department, FTP UNY, who took the Learning and Instruction Theory. The students consisted of two classes, class A (44 students) as experimental group, and class B (41 students) as the control group. Research tools utilized were: 1) Instrument to execute the deep dialogue Instructional Strategy, 2) Student's comprehension instruments, and 3) Student's prior knowledge instrument. Data's compilation was conducted in steps; 1) pretest, 2) learning treatment, and 3) post-test. Data analysis technique was done descriptively and by ANOVA factorial of 2 x 2. The results of research showed that; 1) there were no significant differences, of material comprehension level between the students who experienced deep dialogue instructional strategy with the students who performed the oral learning strategy, presentation and interactive conversation, 2) there were no distinct differences on the student's comprehension level to understand the delivered materials between the students who possessed high prior knowledge with the low prior knowledge students, 3) there were no interactions occurred in the utilization of deep dialogue instructional strategy with the student's initial comprehension ability to understand the delivered materials. Keywords: Deep Dialogue Instructional Strategy, Prior Knowledge
KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA MAHASISWA S-1 PGSD STIKIP NUUWAR FAK-FAK
Murtiningsih, Murtiningsih
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2013): Maret-Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.377 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v6i1.4743
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kesalahan dalam penggunaan Bahasa Indonesia pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Nuuwar Fak-fak. Subjek penelitian ini adalah 260 mahasiswa PGSD STKIP Nuuwar Fak fak. Objek yang akan diteliti adalah kesalahan penggunaan bahasa Indonesia, terutama pada penulisan kata baku. Data dihimpun dari kesalahan berbahasa dalam mata kuliah Keterampilan Berbahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2009. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesalahan yang paling banyak dilakukan mahasiswa dalam penulisan kata yang tidak sesuai dengan konteks kalimat sebesar 69,2% namun masih masuk dalam taraf kesalahan rendah; 2) untuk kategori sedang 17,4% terutama kesalahan dalam penulisan kata berimbuhan dan penggunaan kata depan; 3) taraf kesalahan dalam penulisan kata baku yang dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa percakapan; 4) kesalahan mahasiswa dalam penulisan kata yang rancu atau ambigu sebesar 13,4% Kata kunci: kesalahan berbahasa, penulisan kata baku
Peningkatan soft skills dan pemahaman konsep IPS melalui media MINDSCAPE dan metode cooperative learning
Dewi, Kirana Prama
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (584.436 KB)
|
DOI: 10.21831/jpipfip.v10i2.17905
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills dan pemahaman konsep IPS melalui media mindscape dan metode cooperative learning siswa kelas V SD Muhammadiyah Jogodayoh Bantul. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif dengan guru kelas sebagai kolaborator pelaksana tindakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara dan butir soal. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skills dan pemahaman konsep IPS siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran melalui media mindscape dan metode cooperative learning. Rata-rata skor soft skills siswa sebelum tindakan adalah 1,14 (sangat rendah) meningkat menjadi 2,06 (sedang) pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 3,50 (sangat tinggi) pada siklus II. Peningkatan skor rata-rata pemahaman konsep IPS siswa dilihat dari pembimbingan pembuatan mindscape pada siklus I adalah 1,8 (cukup) meningkat menjadi 2,8 (baik) siklus II serta dari presentasi mindscape pada siklus I 1,9 (cukup) meningkat menjadi 2,8 (baik) pada siklus II. Dari rata-rata skor hasil belajar siswa sebelum tindakan 63 meningkat menjadi 72 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 82 pada siklus II.