cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN
ISSN : 19799594     EISSN : 25415492     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
Model blended learning untuk meningkatkan kemandirian belajar dan daya tarik dalam perkuliahan Ismaniati, Christina; Sungkono, Sungkono; Wahyuningsih, Dian
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2015): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.337 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v8i2.8269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa dandaya tarik instruksional perkuliahan menggunakan model blended learning. Penelitianini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkanbahwa, kemandirian belajar mahasiswa Prodi TP FIP UNY dan daya tarik instruksionalperkuliahan Multimedia Pembelajaran meningkat dengan digunakannya modelblended learning. Kemandirian belajar mahasiswa semula berada pada kategori sangatkurang dengan persentase 39%, meningkat pada siklus pertama dengan persentase60% yang berada pada kategori rendah, dan kembali meningkat pada siklus keduadengan persentase 73% yang berada pada kategori tinggi. Daya tarik instruksional jugamengalami peningkatan, semula berada pada kategori sangat rendah dengan persentase33%, meningkat pada siklus pertama dengan persentase 61,5% yang berada padakategori rendah, dan kembali meningkat pada siklus ketiga menjadi 87,5% pada kategorisangat tinggi. Peningkatan tersebut diperoleh melalui pengaturan setiap tahap modelblended learning dengan mengoptimalkan peran mahasiswa dalam mengelola kegiatanbelajarnya. Faktor pembiasaan pemanfaatan e-learning dalam perkuliahan juga membantumeningkatkan kemandirian belajar mahasiswa. Daya tarik instruksional perkuliahandapat meningkat melalui penggunaan dua bentuk pembelajaran yaitu tatap muka danonline. Penggunaan metode hypertext dalam e-learning juga memiliki kontribusi dalammeningkatkan daya tarik instruksional perkuliahan. Metode hypertext dapat membantumahasiswa untuk mencari materi yang paling dibutuhkan dalam belajar
Perbedaan pengaruh media pembelajaran lagu dan slide pada praktik mencuci tangan ditinjau dari jenis kelamin Putri, Hanifa Andisetyana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.862 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i2.12910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh media pembelajaran lagu dan slide terhadap praktik mencuci tangan ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian menggunakan quasi experimental design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 74 siswa TK Negeri Pembina Sragen. Instrumen yang digunakan adalah checklist mencuci tangan. Teknik analisis data menggunakan two way anova. Hasil: 1) Ada perbedaan pengaruh media pembelajaran lagu dan slide terhadap praktik mencuci tangan, dengan nilai p=0,005; 2) Ada perbedaan pengaruh kelamin laki-laki dan perempuan terhadap praktik mencuci tangan, dengan nilai p=0,000; 3) Tidak ada interaksi antara media pembelajaran terhadap praktik mencuci tangan ditinjau dari jenis kelamin, dengan nilai p=0,377. Kesimpulan: Tidak ada interaksi antara media pembelajaran lagu dan slide terhadap praktik mencuci tangan ditinjau dari jenis kelamin. 
Kurikulum holistik integratif berbasis permainan tradisional pada PAUD di Yogyakarta Pramudyani, Avanti Vera Risty; Kurniawan, M. Ragil; Rasyid, Harun; Sujarwo, dan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.153 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v10i2.17910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kurikulum holistik integratif yang dikembangkan pada PAUD. Kurikulum holistik integratif yang diterapkan di PAUD lebih bermakna apabila lingkungan sekitar anak yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan. Permainan tradisional sebagai salah satu kearifan lokal dapat menjadi dasar pengembangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif jenis surveI. Penelitian ini melibatkan pendidik PAUD yang tersebar di tiga kabupaten yaitu Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif menggunakan rerata, median, modus, persentase, dan pengelompakan berdasarkan interval data. Hasil penelitian diperoleh bahwa 94% lembaga PAUD di tiga wilayah tersebut belum mengembangkan holistik integratif. Sedangkan 65% responden menggunakan permainan tradisional di luar pembelajaran dengan jenis permianan yang paling sering digunakan yaitu, Petak Umpet, Cublak-cublak suweng, Jamuran, dan Jaranan.
KONTRIBUSI KEMAMPUAN MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN, KECERDASAN EMOSIONAL DALAM INTERAKSI SOSIAL DAN SIKAP PROFESIONAL GURU TERHADAP KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN Maharsi, Diah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2009): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.958 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v0i0.4605

Abstract

Keyword: Ability Use of Instruction Media, Intelegence Emotional, Teacher's Attitude In Profession, Teacher's Performance In Learning
Profil kemandirian belajar mahasiswa bimbingan dan konseling Sukirman, Dadang
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2018): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.157 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i2.19748

Abstract

Kurikulum pada kelas inklusif dikembangkan dengan mengikuti kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Dengan demikian kurikulum yang digunakan adalah kurikulum modifikasi dan sebagai perwujudan sekolah ramah anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi kurikulum pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif terkait aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dan pendekatan kualitatif yang dilakukan di dua Sekolah Dasar Negeri penyelenggara pendidikan inklusif di Kota Bandung. Penggalian data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) sekolah pertama belum melakukan penyelarasan kurikulum, sedangkan sekolah kedua sudah melakukan penyelarasan kurikulum dengan cara melakukan asesmen-mengembangkan program pembelajaran individual-diskusi dengan orang tua, guru kelas, dan kepala sekolah; b) kedua sekolah melakukan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran pada pemberian materi dan evaluasi hasil belajar. Sekolah pertama, pada pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru kelas sepenuhnya. Sekolah kedua, pelaksanaan pembelajaran dipimpin oleh guru kelas, namun bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang menerima materi di bawah kelas, saat pembelajaran dibimbing oleh guru pendamping khusus; c) evaluasi pembelajaran dilakukan dengan penyesuaian tingkat kesulitan pertanyaan, jumlah soal, dan cara menjawab pertanyaan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. d) dukungan pimpinan, rekan sejawat dan orang tua murid sangat dirasakan, sedangkan beberapa faktor yang menghambat adalah masih terdapat kebijakan yang belum komprehensif, masyarakat yang belum paham, perencanaan penyelarasan kurikulum yang belum di supervisi, sarana dan prasarana yang kurang memadai. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah pemerintah melakukan sosialisasi kebijakan keseluruh pelaksana kebijakan, memperhatikan kompetensi sumber daya manusia, serta melakukan supervisi implementasi pendidikan inklusif, memberikan aturan jelas terkait dokumentasi kurikulum pendidikan inklusif.Curriculum implementation in inclusive schoolsThe curriculum in inclusive classes is developed by following the needs and conditions of each child, thus the curriculum used is a modified curriculum and the realization of a child-friendly school. This study aims to look at the implementation of the curriculum in schools providing inclusive education related to aspects of planning, implementing and evaluating learning as well as supporting factors and obstacles to the implementation of inclusive education. This research was conducted using descriptive methods, and a qualitative approach that was carried out in two public elementary schools providing inclusive education in the city of Bandung. Researcher collect data using interview, observation and document study techniques. The results is a) the first school had not yet conducted curriculum alignment, while the second school had aligned the curriculum with developing individual education program, by step, assement-individual learning program-discussion the program with parents, class teachers, and principal. b) the implementation of learning in these two schools has made adjustments to the provision of content and evaluation of learning outcomes. The first school, in the implementation of classroom learning is carried out by class teacher fully. The second school, the implementation of learning is led by the class teacher, but for students with special needs who receive the material under the class, when learning is guided by a special mentoring teacher. c) Learning evaluation is adjusted to the level of difficulty of the question, number of questions, and how to answer questions is modified by looking at students' abilities. d) Support of the leaders, peers and parents is very felt, while some factors that hinder are that there are still policies that are not comprehensive, people who do not understand, the document of modified curricula have not been supervised, inadequate facilities and infrastructure. The recommendation from the results of this study is that the government disseminates policies to all policy implementers, paying attention to the competence of human resources, as well as supervising the implementation of inclusive education, providing clear rules regarding inclusive education curriculum documentation.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA SD DALAM IPA MELALUI PENERAPAN GUIDED DISCOVERY Sri Hastuti, Woro
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2010): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.09 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v0i0.4625

Abstract

The aim of this research was to improve students' thinking ability in science through the application of guided discovery. This research is a kind of class room action research. The subject is all of students in fifth-grade SD N Delegan II Dinginan Prambanan Sleman Yogyakarta. Before doing first action, researcher was improving lesson planning and student worksheet which is based on guided discovery strategies that is used in the action. This collaborative research consists of researcher, observer, and teacher. The students' thinking was obtained from observation data, scientific activity report, and formative test. The kind of data analysis technique is descriptive statistic. Implementating strategies in guided discovery that used open ended students' worksheet media, plus giving reward, giving the same chance of all students to be active, and giving individual responsibility in each group in presentation & discussion sessions, had improved the ability of students' thinking from sufficient into good category. Keywords: Thinking Ability, Science, Guided Discovery, Elementary School
Pengaruh model pembelajaran integratif dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar sejarah siswa sma Wulandari, Reni; Sarkadi, Sarkadi; Kurniawati, Kurniawati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.2 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v12i2.23473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 13 Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen desain treatment by level 2x2. Populasi terdiri dari seluruh siswa kelas XI IIS. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IIS 2 dan XI IIS 3 dengan jumlah 72 siswa. Instrumen yang digunakan untuk hasil belajar adalah tes pilihan ganda dan yang digunakan untuk kemampuan berpikir kritis adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa yang diberikan model pembelajaran integratif lebih tinggi dari siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif; 2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis; 3) hasil belajar sejarah siswa yang diberikan model pembelajaran integratif dan memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, lebih tinggi dari siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif dan memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi; 4) hasil belajar sejarah siswa yang diberikan model pembelajaran integratif dan memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, lebih rendah dari siswa yang diberikan model pembelajaran kooperatif dan memiliki kemampuan berpikir kritis rendah.The effect of integrative learning model and critical thinking ability toward students' historical learning outcome in SMA Negeri 13 BekasiThis study aims at determining the effect of learning model and critical thinking ability toward students' historical learning outcome in State Senior High School 13 Bekasi. This study is quantitative research by using experiment method with treatment by level 2x2 design. The population of this study is all students of XI IIS class. While, the sample is chosen two classes, namely XI IIS 2 class and XI IIS 3 class with total of 72 students. The instruments used are multiple choice test to measure learning outcome and questionnaire to measure critical thinking ability. The results of this study indicated that: 1) students' learning outcome by using integrative learning model is higher than using cooperative learning model, 2) there is an interaction effect between learning model and critical thinking ability, 3) students' historical learning result using integrative learning model and having higher critical thinking ability is higher than using cooperative learning model and having higher critical thinking ability, (4) students' historical learning outcome using integrative learning model and having low critical thinking ability is lower than using cooperative learning model and having low critical thinking ability.
INTENSITAS PERAN AKTOR KEBIJAKAN DAN KEKUATAN POLITIS DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN SERTIFIKASI PENDIDIK Budi Wibowo, Udik
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2013): Maret-Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.283 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v6i1.4736

Abstract

Kebijakan sertifikasi pendidik pada awalnya tidak begitu diterima dan tidak mudah diterapkan lebih lebih dengan masih adanya masalah pada subsidi pemerintah. Masalah-masalah tersebut dapat berasal dari tahap perumusan kebijakan yang telah melibatkan para pelaku kebijakan yang juga memiliki kepentingan. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan snowball sampling. Untuk menganalisis data hasil penelitian, peneliti menggunakan interpretative inductive analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sertifikasi pendidik merupakan sebuah proses politis yang dirancang oleh para pembuat kebijakan sesuai dengan perundangan yang berlaku, intensitas DPR dan PGRI lebih dominan daripada pemerintah dan para pejabat tidak resmi lain, dan pengaruh DPR dan PGRI merupakan pihak-pihak yang signifikan dalam perubahan paradigm atau perubahan preferensi nilai dari peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru.   Kata kunci: peran intensitas, pelaku kebijakan, perumusan kebijakan, kekuatan politis, kebijakan sertifikasi pendidik, guru dalam masa jabatan
ASESMEN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN KHUSUS Ishartiwi, Ishartiwi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2012): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.528 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v5i2.4748

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru pendidikan khusus dari aspek: kondisi profesionalisme guru, kebutuhan pengembangan profesi, dan kendala yang dihadapi guru dalam pengembangan profesi. Desain penelitian adalah survei dengan populasi seluruh guru pendidikan khusus di 10 sekolah luar biasa dan 35 sekolah inklusif se Kota Yogyakarta. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, guru pendidikan khusus sebagian besar guru berstatus Pegawai Negeri Sipil, bertugas di sekolah inklusif karena jumlah sekolah luar biasa di Kota Yogyakarta juga lebih sedikit, telah memiliki pengalaman pelatihan, tetapi guru belum pernah menghasilkan karya tulis ilmiah pengembangan profesi dan juga tidak mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan. Kedua, sebagian besar guru membutuhkan peningkatan kemampuan berkesinambungan, modifikasi kurikulum untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) dan buku ajar untuk ABK, jurnal ilmiah guru bidang pendidkan luar biasa (PLB), referensi untuk mengajar dan penulisan karya ilmiah serta sarana penunjang berupa komputer. Ketiga, kendala yang dihadapi guru dari segi eksternal berupa sarana prasarana aksesbilitas belum lengkap, dari segi internal berupa kurangnya pemahaman ABK dan layanananya, rendahnya motivasi, komitmen mengikuti informasi kebijakan layanan ABK, rendahnya pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran ABK dan Menulis karya ilmiah pengembangan profesi.   Kata Kunci: asesmen kebutuhan, profesionalisme guru, guru pendidikan khusus
Pengembangan Model Peningkatan Kultur Akademik Di Lingkungan FIP UNY Sisca Rahmadonna, dan Rahayu Condro M., Farida Hanum, Y.Ch. Nany Sutarini,
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2014): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.458 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v7i2.4912

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi tentang Pengembangan modelpeningkatan kultur akademik di lingkungan FIP UNY. Pendekatan dalam penelitian iniadalah R and D yang mengadopsi model Borg and Gall. Hasil penelitian menunjuk bahwauntuk mengembangkan kultur akademik di lingkungan civitas akademika Fakultas sangatmemerlukan keteladan dari sosok figur yang dapat dijadikan sebagai contoh terutamadari pimpinan formal dan figur informal yang berasal dari dosen senior. Peran yangdapat dilakukan oleh pimpinan fakultas dan dosen senior adalah dengan memulai daridirinya mengembangkan kultur yang bersifat positif. Strategi efektif yang dapat dipakaiuntuk mengembangkan kultur akademik adalah dimulai dari yang simple, visible, feasible,possible, dan passable

Page 10 of 27 | Total Record : 265