cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN
ISSN : 19799594     EISSN : 25415492     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
Pengembangan media pembelajaran tangga pintar materi penjumlahan dan pengurangan kelas I sekolah dasar Erviana, Vera Yuli; Muslimah, Muslimah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2018): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.142 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v11i1.23798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan kelayakan media Tangga Pintar penjumlahan dan pengurangan Matematika kelas I sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah ahli media, ahli materi, ahli pembelajaran, guru dan peserta didik. Instrumen penelitian berupa wawancara dan angket. Hasil pengembangan berupa media pembelajaran Tangga Pintar penjumlahan dan pengurangan Matematika kelas I sekolah dasar, berdasarkan hasil penilaian ahli media mendapat nilai 78,12 (baik). Ahli materi mendapat nilai 88,75 (sangat baik). Ahli pembelajaran mendapat nilai 78,94 (baik). Hasil uji coba I dan II, penilaian angket dari guru diperoleh nilai 97,36 (sangat baik). Penilaian angket respon peserta didik uji coba I diperoleh hasil 78,07, uji coba ke II 89,92 dengan rata-rata nilai kedua uji coba tersebut 83,99 (sangat baik) nilai pretest 54,58 dan nilai posttest 84,58. Sehingga dari hasil tersebut media pembelajaran tangga pintar layak digunakan oleh peserta didik. The development of tangga pintar learning media in addition and subtraction learning materials of first grade elementary schoolThis research aimed to determine the development and feasibility of tangga pintar (smart ladder) media in Mathematics addition and subtraction learning materials of first grade elementary school. This was development research with the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research subjects were media expert, material expert, learning expert, teachers, and students. The research instruments were interviews and questionnaires. The results of the development were in the form of Tangga Pintar (smart ladder) learning media of Mathematics addition and subtraction of first grade elementary school. The results of the media expert assessment was scored 78,12 (good). The material expert scored 88,75 (very good). Learning expert scored 78,94 (good). For the results of trials I and II, the questionnaire assessment from the teacher obtained a score of 97,36 (very good). The questionnaire of students' responses of the Trial I is 78, 07, while the Trial II is 89,92, thus the average of the two trials is 83,99 (very good). pretest score is 54,58, while the posttest is 84,58. Therefore, from these results, Tangga Pintar (smart ladder) learning media is feasible to be used by students.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) DALAM KONTEKS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Tohani, Entoh
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2009): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.102 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v0i0.4618

Abstract

Key Words: Nonformal Education, Community Empowerment, Evaluation, Program, Community learning center
Evaluation of the implementation of the 2013 curriculum reviewed from the aspect of the learning process and assessment of learning outcomes (case study: SMA / SMK / MA Pringsewu regency) Trisnawati, Trisnawati; Anggraeni, Leni; Waziana, Winia; Puspita, Dian
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.915 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v12i2.26991

Abstract

This study aims to determine and evaluate the implementation of the 2013 curriculum specifically in aspects of the learning process and aspects of assessment of learning outcomes. This study is a qualitative descriptive study, with the population being SMA / SMK equivalent in Pringsewu Regency while the sample is 10 high school / SMK level schools in Pringsewu Regency selected from 9 different sub regency. In terms of the learning process aspect, achieving the highest percentage is the teacher's understanding of the subject matter in student textbooks, while the lowest percentage is the suitability of learning procedures with a scientific approach. In terms of the assessment of learning outcomes, the highest percentage achievement is the teacher's understanding of the concepts and applications of midterm tests, while the lowest percentage is the teacher's understanding of portfolio-based assessment concepts and applications. The results of the overall analysis show that, in terms of the learning process aspects and assessment of learning outcomes, the implementation of K-13 at the SMA/SMK/MA level in Pringsewu Regency was in a good category although there were still a few things that needed to be improved.Evaluasi implementasi kurikulum 2013  ditinjau dari aspek proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar (studi kasus: SMA/SMK/MA Kabupaten PringsewuPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi implementasi kurikulum 2013 khususnya dalam aspek proses pembelajaran dan aspek penilaian hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan populasinya adalah SMA/SMK sederajat di kabupaten pringsewu lampung sedangkan sampelnya adalah 10 SMA/SMK sederajat di kabupaten Pringsewu Lampung yang dipilih dari 9 kecamatan yang berbeda. Ditinjau dari aspek proses pembelajaran, pencapaian persentase tertinggi adalah pemahaman guru tentang materi pelajaran yang ada di buku pelajaran siswa, sedangkan persentase terendah adalah kesesuaian prosedur pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Ditinjau dari aspek penilaian hasil belajar, pencapaian persentase tertinggi adalah pemahaman guru tentang konsep dan aplikasi ulangan tengah semester, sedangkan persentase terendah adalah pemahaman guru tentang konsep dan aplikasi penilaian berbasis portofolio. Hasil analisis secara menyeluruh menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar, implementasi K-13 di tingkat SMA/SMK/MA di kabupaten Pringsewu berada pada kategori baik meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. 
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASIBELAJARIPA-FISIKA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRITERBIMBING PADA SISWA KELAS VHI DI MTsN Suwanto, Kirno
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2010): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.197 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v0i0.4637

Abstract

This research is aim to know : 1) to implementation of guided inquiry learning strategy for for the increasing of students achievement's IPA-Fisika, 2) to increasing of students achievement's IPA-Fisika throug implementation of guided inquiry learning strategy. The research subject of this class action research is all of the students of who sit on class VIII STsN 1 Ngemplak Boyolali, there are consist of 36 students. The data is collected with the technique test and observation. The technique test is to know the student achievement while the observation is to know the students attention, response, and activeness. The data is analyzed by utilization student comparative description analysis and T-test. The result of this research are: 1) implementation of guided inquiry learning strategy for for the increasing of students achievement's IPA-Fisika by step: a) phase of presentation of internal issue form of spread sheet student, b) discussion of guidance, c) activity of descovery, d) final discussion, e) to make the conclusion and follow-up..2) improvement of achievement learn of IPA-Fisika at interest elementary wake up the side space arch to pass guided inquiry learning strategy to show at improvement attainment of achievement learn the student at cycle I and H at cycle I from 36 student obtain to sum up value counted 217,5 average value 6,024 with standard deviasi 1,003. at cycle II: get to sum up value counted 252, average value 7,00 with standard deviation 0,802. From result obtain of achievement learn at cycle I and n analysis by using test t. From result calculation the show that to 4,933, ttabie= 1,67 at level signifikansi 0,05 with db=70. So that inferential that applying guided inquiry learning strategy can to improve achievement learn of IPA-Fisika. Keyword: Guided Inquiry Learning Strategy, Achievement's IPA-Fisika
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN TEKNIK SCRAMBLE SISWA KELAS RENDAH Suyatinah, Suyatinah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2012): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.711 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v5i2.4750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran membaca dengan tehnik scramble pada siswa Sekolah Dasar kelas rendah. Adapun spesifikasi produk yang dikembangkan model perangkat pembelajaran membaca permulaan dengan teknik scramble dengan instrumen membaca. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I Sekolah Dasar Negeri Demangan. Model penelitian pengembangan ini adalah model Plomp. Prosedur pengembangan model Plomp terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) tahap investigasi awal, 2) tahap perancangan, 3) tahap realisasi, dan 4) tahap validasi, uji coba dan revisi. Hasil pengembangan model pembelajaran membaca permulaan dengan teknik scramble kata dan kalimat adalah sebagai berikut. Langkahnya adalah: 1) memilih tema sesuai latar belakang siswa kelas rendah, 2) memilih suku-suku terbuka sesuai tema yang dipilih, dan dilanjutkan dengan suku-suku tertutup, 3) menggunakan kalimat sederhana atau kalimat yang hanya terdiri dari subjek dan predikat.   Kata kunci: membaca, scramble, kelas rendah
STUDI KOMPARASI SELF-EFFICACY GURU SD SN DAN RSBI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Dowa Bili, Kristoforus
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2014): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.195 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v7i2.4913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-efficacy guru SDSN dan SD eks RSBI di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis komparasi. Populasi yang dipilih adalah guru SDSN dan SD eks-RSBI di DIY dengan jumlah sampel sebanyak 351 guru, yaitu 248 guru SDSN dan 103 guru SD eks-RSBI. Data dikumpulkan dengan lembar skala psikologi tentang self-efficacy, berdasarkan tiga dimensi Bandura. Data dianalisis secara univariat dan bivariat memakai uji-t dua sampel independen. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa self-efficacy guru SD eks RSBI lebih tinggi dibanding guru SDSN dengan selisih sebesar 0,1881.Berdasarkan uji-t dua sampel independen diperoleh signifikansi perbedaan nilai p-value sebesar 0,012, meskipun di masing-masing kabupaten menunjukan hasil berbeda
Evaluasi manajemen penerimaan peserta didik baru sistem real time online dinas pendidikan kota Yogyakarta Imam Ardhi, Mohammad
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2015): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.348 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v8i1.4930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program penerimaan peserta didikbaru sistem real time online. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan modelevaluasi goal attainment. Penilaian dilakukan untuk menggambarkan sejauh mana tujuanprogram telah dicapai. Populasi penelitian ini adalah seluruh panitia penerimaan pesertadidik baru dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, kepala sekolah, guru, dan komitedelapan SMA negeri di Kota Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Sampel diambil darikeseluruhan populasi dengan teknik purposive sampling, yang dipilih khusus berdasarkantujuan penelitiannya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, yang diberikansecara langsung kepada responden. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif,yaitu dengan cara melakukan perhitungan secara kuantitatif pada masing-masingkomponen penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi penerimaanpeserta didik baru sistem real time online menghasilkan: 1) tingkat pencapaian programPPDB sistem real time online sudah sesuai dengan rencana yaitu 94,6%; 2) tujuan programPPDB sistem real time online sebesar 97,4% dengan kategori sesuai; 3) kualitas pelayananpanitia PPDB sebesar 93,9%, yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan panitia PPDBtermasuk kategori sesuai; 4) manfaat program PPDB sistem real time online sebesar 98%,menunjukkan bahwa manfaat dari penerimaan peserta didik baru sistem real time onlinemeningkatkan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan efektifitas pelaksanaanpenerimaan siswa baru
Pengaruh pengaturan tempat duduk terhadap motivasi dan hasil belajar pada pembelajaran tematik integratif Rohmanurmeta, Fauzatul Ma'rufah; Farozin, Muh.
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2016): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1940.241 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i1.10691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pengaturan tempat duduk terhadap motivasi belajar dan hasil belajar pada pembelajaran tematik integratif bagi peserta didik kelas IV SD Muhammadiyah Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain pretest-posttest with nonequivalent groups. Pretest dan Posttest digunakan untuk mengukur motivasi dan hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan variasi gaya pengaturan tempat duduk terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik SD Muhammadiyah Ponorogo pada tema cita-citaku. Terbukti dari hasil uji-t dengan signifikansi 0,000 pada kelompok eksperimen I dan eksperimen II, artinya variasi gaya pengaturan tempat duduk mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar tema cita-citaku peserta didik SD Muhammadiyah Ponorogo.
MODEL PENGEMBANGAN KULTUR AKADEMIK DI LINGKUNGAN FIP UNY Sisca Rahmadonna, Arif Rohman, Farida Hanum, Rahayu Condro, Nany Sutarini,
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2014): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.068 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v7i1.3106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pengembangan kulturakademik di lingkungan FIP UNY. Pendekatan yang dipakai adalah R and D denganmengadopsi model Borg dan Gall. Tahap awal, mengkaji aneka pustaka dan memotretkultur. Tahap kedua, mendalami elemen kultural untuk menemukan modelpengembangan kultur yang akan dilakukan tahap berikutnya. Populasi penelitian adalahseluruh dosen FIP UNY. Tiga puluh subyek dari unsur mahasiswa dan 20 dosen dipilihsecara purposive berdasarkan kriteria pengalaman dan akademik. Data digali denganwawancara mendalam kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasilnyaadalah pengembangan kultur akademik sangat memerlukan keteladan dari figur yangdijadikan contoh dari pimpinan dan dosen senior. Strategi efektif dapat dipakai untukmengembangkan kultur akademik adalah dimulai dari yang simple, visible, feasible,possible, dan passable. Diperlukan sosialisasi secara berulang dan melekat.Pengembangan kultur diadopsi dan diaplikasikan melalui sistem reward bukanpunishment. Perlunya unit khusus non-struktural yang bertugas melakukan sosialisasidan law inforcement terhadap etika dan aturan akademik. Untuk itu, diperlukananggaran yang cukup dan komitmen kolaborasi sinergis antara pimpinan fakultas,jurusan, dan dosen.Kata Kunci: pengembangan model, kultur akademik, kampus FIP
Kondisi insani dan material sekolah menengah negeri "pilihan kedua" di kota Yogyakarta Amirin, Tatang M.; Wijayanti, Wiwik; Abd. Jabar, Cepi Safruddin
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2016): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.434 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i1.10686

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara evaluatif kondisi sumber daya manusia (guru) dan material (fasilitas) di sekolah-sekolah yang termasuk kelompok "pilihan kedua" atau kurang favorit di Yogyakarta, dan apakah guru dan fasilitas sekolah itu menjadi salah satu bahan pertimbangan memilih sekolah. Data dihimpun langsung dari sekolah dan lewat website sekolah, blog siswa, dan informasi terkait di internet. Penelitian menunjukkan bahwa guru dan fasilitas sekolah bukan faktor penting dalam memilih sekolah, bahkan kebanyakan calon murid tidak tahu kondisi sekolah yang sebenarnya. Kefavoritan sekolah  dan NUN menjadi dasar pertimbangan utama. Guru di sekolah-sekolah tersebut sebenarnya sudah hampir seluruhnya memenuhi  kualifikasi akademik dan memiliki sertifikat pendidik. Fasilitas sekolah pun sedikit banyak sudah memadai, hanya saja beberapa dari sekolah-sekolah ini berada di lingkungan padat dan bising dan atau tidak memiliki lahan yang luas. Sebagian sekolah bahkan mempunyai ruang kelas yang seragam berukuran standar 9 x 8 m, yang melebihi ketentuan minimum 2 m2 per siswa dengan maksimum isi kelas 32 orang. Memang di sebagian sekolah ruang kelasnya tidak seragam ukurannya dan ada yang di bawah standar. Penempatan murid pun tidak proporsional dengan luas ruang kelas. Salah satu sekolah, yaitu SMA Negeri 4, mempunyai tatabangunan sekolah yang ideal, yaitu menempatkan arena olah raga di luar (di depan) bangunan sekolah, sementara yang lain, karena lahan yang dimiliki terbatas, menempatkannya di dalam atau di samping bangunan sekolah yang dapat mengganggu ketenangan kelas. Hampir seluruh sekolah ini tidak memanfaatkan website sekolah sebagai wahana modal sosial dengan baik, yang dapat memberikan informasi yang akurat, lengkap, up to date dan "mengundang minat masuk sekolah" dan membentuk opini publik yang menguntungkan sekolah.