Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pembinaan Keagamaan Masyarakat Melalui Kegiatan MajelisTaklim di Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok Putri, Nofembra; Jasmienti, Jasmienti; Alimir, Alimir; Fauzan, Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.719 KB)

Abstract

Latar belakang peneliti membuat skripsi ini adalah dilatarbelakangi oleh kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang ada di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Yang mana jamaah majelis taklim yang masih minim dalam pengetahuan keagamaan dan mempunyai sikap individualitas yang tinggi dalam lingkungan masyarakat. Tapi tidak menutup kemungkinan jamaah atau masyarakat untuk berubah ke yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan di majelis taklim Baitul Ikhlas yang membawa perubahan kepada hidup jamaahnya baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif, karena peneliti berusaha mendeskriptifkan bagaimana bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Ketua Pembina majelis taklim Baitul Ikhlas, sedangkan informan pendukungnya adalah beberapa jamaah majelis taklim Baitul Ikhlas. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.Hasil penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat, yaitu (1) kegiantan bimbingan akidah yaitu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada jamaah majelis taklim tentang keimanan kepada Allah Swt dan nabi Muhammad Saw. (2) kegiatan bimbingan ibadah yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengajarkan tata cara beribadah yang benar dan baik kepada jamaah majelis taklim. (3) kegiatan bimbingan akhlak yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara tidak lansung kepada jamaahnya tentang bagaimana berakhlak kepada Allah Swt, berakhlak kepada sesama manusia dan juga bagaimana berakhlak kepada diri sendiri, dan (4) memberikan bimbingan dan pengajaran tentang hukum Islam, yang mana disini majelis taklim Baitul Ikhlas memberikan bimbingan dan pengajaran khusus terkait fiqh wanita, kegiatannya berbentuk pengajian (ceramah agama) yang mana dalam kegiatan ini dijelaskan kepada jamaahnya bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam agama Islam.
Upaya Orang Tua Membina Pendidikan Agama Islam Anak di Dusun Embun Pagi Jorong Padang Galanggang Ramadhan, Pardi; Tamrin, M. Isnando; Alimir, Alimir; Supriadi, Supriadi
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Prodi PAI STAI Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v2i2.66

Abstract

This study aims to analyze the efforts of parents to foster their children's Islamic religious education. The focus of the study is on three things, namely the form of effort, supporting factors, and obstacles. This study analyzes the efforts made by parents in Embun Pagi Hamlet, Jorong, Padang Galanggang. The research method used is a descriptive study-based qualitative. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The data obtained were then analyzed using the Miles and Huberman technique, namely data reduction, data display, and conclusions. The results of the study explain that the form of efforts taken are involving children in non-formal religious education, fostering children's religious practices at home, involving children in religious traditions based on local wisdom, familiarizing children to grow up in the surau. The supporting factors for the implementation and success of these efforts are the high motivation and expectations of parents for their children, coupled with a religious village environment. However, there are also inhibiting factors, namely the busyness of parents at work which is an obstacle to not being able to fully control the religious development of children.
Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Al-Quran (Kajian Tafsir Surat An-Nahl Ayat 90-97) Erfina, Sariaji Lina; Jasmienti, Jasmienti; Kamal, Muhiddinur; Alimir, Alimir
ANWARUL Vol 3 No 2 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v3i2.945

Abstract

The background of this research is that along with the times in this era of globalization, the inculcation of morals from an early age is still lacking, considering that many young people commit violations, such as fighting parents and teachers, smoking in class, skipping class, fights between students. student. Even though the government has implemented the 2013 curriculum system, which is about developing character education, it still tends towards cognitive abilities rather than towards developing the students' own character.This type of research is library research. The data sources used by researchers are primary data sources, namely Al-Quran Surah An-Nahl verses 90-97 and Tafsir al-Munir and al-Azhar. Secondary data sources are books and literature related to this research. The data collection technique that researchers used in this study was a documentation technique by collecting data on matters related to the research object in the form of books, commentaries, journals and so on. The data analysis technique uses deductive and inductive techniques.Based on the results of the research, it can be concluded that the educational values contained in surah an-Nahl verses 90-97 and according to the interpretations of al-Munir and al-Azhar are: (1) Fair is weighing equally, punishing those who are wrong, and justifying those who are wrong. Correct. Fair is divided into three, namely fair to Allah, fair to oneself and fair to others, (2) Keeping promises, Allah SWT forbids and threatens people who break agreements and Allah likens like a woman who is not sane who deciphers the threads spun that have been he spun firmly, (3) Patience, Allah SWT sees the patience of his servant by giving tests, for those who are weak will fall and for those who are strong will harvest the fruits of their patience.
Pembinaan Keagamaan Masyarakat Melalui Kegiatan MajelisTaklim di Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok Putri, Nofembra; Jasmienti, Jasmienti; Alimir, Alimir; Fauzan, Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3002

Abstract

Latar belakang peneliti membuat skripsi ini adalah dilatarbelakangi oleh kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang ada di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Yang mana jamaah majelis taklim yang masih minim dalam pengetahuan keagamaan dan mempunyai sikap individualitas yang tinggi dalam lingkungan masyarakat. Tapi tidak menutup kemungkinan jamaah atau masyarakat untuk berubah ke yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan di majelis taklim Baitul Ikhlas yang membawa perubahan kepada hidup jamaahnya baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif, karena peneliti berusaha mendeskriptifkan bagaimana bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Ketua Pembina majelis taklim Baitul Ikhlas, sedangkan informan pendukungnya adalah beberapa jamaah majelis taklim Baitul Ikhlas. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.Hasil penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat, yaitu (1) kegiantan bimbingan akidah yaitu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada jamaah majelis taklim tentang keimanan kepada Allah Swt dan nabi Muhammad Saw. (2) kegiatan bimbingan ibadah yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengajarkan tata cara beribadah yang benar dan baik kepada jamaah majelis taklim. (3) kegiatan bimbingan akhlak yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara tidak lansung kepada jamaahnya tentang bagaimana berakhlak kepada Allah Swt, berakhlak kepada sesama manusia dan juga bagaimana berakhlak kepada diri sendiri, dan (4) memberikan bimbingan dan pengajaran tentang hukum Islam, yang mana disini majelis taklim Baitul Ikhlas memberikan bimbingan dan pengajaran khusus terkait fiqh wanita, kegiatannya berbentuk pengajian (ceramah agama) yang mana dalam kegiatan ini dijelaskan kepada jamaahnya bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam agama Islam.
Penanggulangan Kenakalan Remaja Melalui Pendidikan Keluarga di Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Putri, Melliza; Fauzan, Fauzan; Alimir, Alimir; Deswalantri, Deswalantri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3579

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Di Desa Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat masih banyak remaja yang melakukan tindakan kenakalan remaja seperti bolos sekolah, merokok, mabuk- mabukan dan berkumpul hingga larut malam, serta beberapa remaja juga mengkonsumsi obat terlarang (narkoba), dan untuk perkembangan peredaran narkoba di tempat penulis teliti terdapat satu orang sebagai Bandar, tiga orang sebagai pengedar dan dua pengguna, untuk pengguna belum bisa dipastikan berapa jumlahnya, karena belum ada bukti yang kuat untuk menyatakan mereka pengguna narkoba. Adapun salah satu peran keluarga terutama orang tua dalam menangatasi kenakalan remaja adalah menasehati anak agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik. Jadi menurut penulis ketika orang tua sudah melaksanakan perannya sebagai orang tua maka seharusnya anak tidak melakukan tindakan kenakalan remaja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahi peran keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja di Alamanda jorong Bunuik, kec Kinali, kab Pasaman Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jadi, hasil dari temuan yang penulis dapatkan bahwasannya orang tua dari remaja Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat telah melaksanakan perannya sebagai pendidik di lingkungan keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja diantaranya mendidik anak dengan ketauladanan, adab dan latihan, nasehat dan pengawasan, dan mendidik anak dengan sanksi atau hukuman, namun remaja masih tetap melakukannya, hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya: kesibukan orang tua yang membuat anak kurang perhatian sehingga apa yang di ajarkan oleh orang tua tidak melekat kepada diri anak, selain itu rasa ingin tahu anak yang sangat besar membuat anak ingin terus coba-coba, dan faktor lingkungan yang tidak sehat membuat anak tetap melakukan tindakan kenakalan remaja.
Penerapan Keterampilan Guru Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MtsM Sitalang Kabupaten Agam Saputri, Silvia; Tamrin, M Isnando; Alimir, Alimir; Penmardianto, Penmardianto
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5802

Abstract

Adanya siswa yang kurang berpartisipasi dalam diskusi kelompok kecil, terlihat dari sikap enggan, pendiam, pemalu, dan acuh tak acuh. Kurangnya partisipasi siswa diduga disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pengetahuan dan pemahaman materi, minimnya latihan, serta rendahnya minat dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa dan menawarkan solusi untuk meningkatkan efektivitas diskusi kelompok kecil di MTs Muhammadiyah Sitalang Kabupaten Agam. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi non partisipan digunakan untuk mencatat peristiwa terkait penerapan keterampilan guru membimbing diskusi kelompok kecil pada mata pelajaran akidah akhlak. Wawancara terstruktur dilakukan dengan guru mata pelajaran untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dokumentasi digunakan untuk mencari data tambahan mengenai variabel yang diteliti. Proses analisis data melibatkan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan perspektif berbagai pendapat untuk meningkatkan kepercayaan informasi yang diperoleh. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru akidah telah melaksanakan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dengan baik, namun kurang efektif dalam pelaksanaannya karena faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan siswa, masalah kesehatan, rendahnya keberanian, minimnya latihan diskusi di luar sekolah, dan kurangnya bimbingan dari guru. Guru juga menghadapi kendala seperti perbedaan latar belakang siswa, sikap siswa yang pendiam atau acuh tak acuh, kesulitan menyampaikan ide secara sistematis, serta pelaksanaan diskusi yang memakan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, guru memberikan solusi seperti memberikan motivasi, dukungan, bimbingan, dan pengaturan kelompok diskusi, dengan harapan meningkatkan partisipasi siswa dan efektivitas diskusi kelompok kecil.Kata Kunci: Keterampilan Guru; Diskusi Kelompok Kecil; Akidah Akhlak.
Kompetensi Guru PAI dalam Menguasai Karakteristik Peserta Didik di SD Islam Ibnu Syam Kubang Putih Kabupaten Agam Zahara, Rinda Mai; Junaidi, Junaidi; Deswalantri, Deswalantri; Alimir, Alimir
Faidatuna Vol. 5 No. 2 (2024): Mei : Jurnal Faidatuna
Publisher : STAI Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/ft.v5i2.497

Abstract

This research is motivated by the fact that teacherss must have competence in mastering the characteristics of student. Competence can also be interpreted as ability, in this case teachers must also have their own abilities, which are useful for achieving the hopes we aspire to in implementing education in general and the teaching and learning process in particular. In order for a teacher to have the ability, he needs to develop himself well because the theacher’s function is to develop, develop students abilities professionally and master the characteristics of students, The result of this research show that the factors that cause teachers to not master the characteristics of students consist of several factors, including moral-emotional, sociol-cultural, physical, intellectual and moral factors. The teacher has mastered the characteristics of student in terms of moral- emotional factors well but is not optimal because when the teacher explains the learning material there are some students who do not pat attention to the teacher in explaining the learning material. To achieve good moral-emotional character for students, teachers try to increase self-awareness related to their own moral and emotional values.
Problematika Kegiatan Ekstrakurikuler Tahfidz Al-Qur’an Dengan Metode Sima’i Di Mtsn 9 Agam Lubuk Basung Heru Mayondri; Alimir, Alimir
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini dilatarbelakangi oleh beberapa masalah yang penulis temukan di MTSN AGAM Lubuk Basung kegiatan ekstrakulikuler, dari segi ekstrakulikuler Keagamaan yaitu seperti Tahfidz Al-qur’an. Maka kita lihat ekstrakulikuler Tahfidz ini bahwa ada sebagian siswa yang sering tidur ketika program Tahfidz Al-Qur’an terlaksana, masih ada sebagian siswa yang tidak bertanggung jawab terhadap kegiatan ekstrakulikuler karena siswa tersebut lebih mementingkan ekstrakulikuler olahraganya di bandingkan Ekstrakulikuler Tahfidz nya, masih ada sebagian siswa yang kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, sehingga siswa tersebut kesulitan ketika menghafal al-qur’an dengan benar. Metode yang digunakan dalam metode ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif, peneliti berperan langsung sebagai perencana, pelaksana, pengumpulan data, penganalisis data sekaligus pelapor data. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi, dan sumber data penelitian dari data primer yaitu guru dan siswa kelas VIII Di MTSN AGAM Lubuk Basung. Sedangkan data sekunder dari dokumentasi Kelas VIII MTSN 9 AGAM Lubuk Basung. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan masalah dalam kegiatan esktrakurikuler tahfidz Al-Qur’an ada beberapa siswa yang sering tidur di dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an, Ada sebagian siswa yang kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan esktrakurikuler, dan ada sebagian siswa yang kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an solusi dalam permasalahan tersebut yaitu sebagai siswa sebaiknya ketika pembelajaran tahfidz tersebut harus serius, jika tidak serius dalam mengikuti program esktrakurikuler tahfidz itu maka siswa akan kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an.
Dampak Aktivitas Bertanya Peserta Didik Terhadap Hasil Belajar Andriani, Windi; Supriadi, Supriadi; Junaidi, Junaidi; Alimir, Alimir
Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Research and Community Service STAI Yayasan Tarbiyah Islamiyah Kota Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by several problems that the authors found in Class VII Pondok Arabi Darul Yamani As-Syarif, especially in the Akidah Akhlak subject. Where in learning there are still students who are classified as active in asking questions, but their learning outcomes are mediocre and there are still students who are classified as passive in their beta, but their grades are very good. This research is a correlational quantitative research. The sampling technique used is total sampling, namely the population size is the same as the sample of 50 students. From the results of the analysis and discussion, it is obtained from the results of hypothesis testing using simple linear regression, then the results of parametric statistical tests then Ho is rejected and H1 is accepted. While the personalcorrelation value was 0.763, which means that it shows a positive relationship that the more active students ask questions, the higher the learning outcomes of Akidah Akhlak. So that it can be concluded that there is a relationship / correlation between the activeness of askingquestions and the learning outcomes of the Aqidah Akhlak in class VII at Pondok Arabi Darul Yamani As-Syarif Kec. Sasak Pasaman Coastal Realm.
Penerapan Etika Berbusana Muslimah pada Siswi Kelas VIII SMPN 1 Danau Kembar Kabupaten Solok Khairiyah, Muliatul; Deswalantri, Deswalantri; Jasmienti, Jasmienti; Alimir, Alimir
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 1 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.494 KB) | DOI: 10.31004/irje.v3i1.230

Abstract

This research was motivated by the presence of students who violated the dress code, their hair was visible when wearing the hijab, and deliberately did not give a needle to the hijab that fell down in front of the chest so that it showed their chest when their headscarf was blown by the wind. VIII at SMPN1 Danau Kembar, Solok Regency. The purpose of this study was to determine the application of Muslim dress ethics for class VIII students at SMPN1 Danau Kembar, Solok Regency. The type of research that the author uses is descriptive qualitative research. For data collection techniques the authors conduct participatory observation, in-depth interviews and documentation. The data that has been collected is then analyzed with data analysis techniques with data reduction activities, data display and conclusion drawing. To prove that this research is scientific and to test the data obtained, the author uses a data validity test with triangulation techniques. The results of the research and discussion revealed that the application of ethics in Muslim female attire at SMPN 1 Danau Kembar were: (1) functioning as a cover for genitalia, (2) not being tight, (3) not transparent, (4) not resembling men's clothes, (5 ) does not resemble the clothing of pagan women, (6) not for popularity.