Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pembinaan Keagamaan Masyarakat Melalui Kegiatan MajelisTaklim di Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok Putri, Nofembra; Jasmienti, Jasmienti; Alimir, Alimir; Fauzan, Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.719 KB)

Abstract

Latar belakang peneliti membuat skripsi ini adalah dilatarbelakangi oleh kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang ada di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Yang mana jamaah majelis taklim yang masih minim dalam pengetahuan keagamaan dan mempunyai sikap individualitas yang tinggi dalam lingkungan masyarakat. Tapi tidak menutup kemungkinan jamaah atau masyarakat untuk berubah ke yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan di majelis taklim Baitul Ikhlas yang membawa perubahan kepada hidup jamaahnya baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif, karena peneliti berusaha mendeskriptifkan bagaimana bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Ketua Pembina majelis taklim Baitul Ikhlas, sedangkan informan pendukungnya adalah beberapa jamaah majelis taklim Baitul Ikhlas. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.Hasil penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat, yaitu (1) kegiantan bimbingan akidah yaitu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada jamaah majelis taklim tentang keimanan kepada Allah Swt dan nabi Muhammad Saw. (2) kegiatan bimbingan ibadah yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengajarkan tata cara beribadah yang benar dan baik kepada jamaah majelis taklim. (3) kegiatan bimbingan akhlak yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara tidak lansung kepada jamaahnya tentang bagaimana berakhlak kepada Allah Swt, berakhlak kepada sesama manusia dan juga bagaimana berakhlak kepada diri sendiri, dan (4) memberikan bimbingan dan pengajaran tentang hukum Islam, yang mana disini majelis taklim Baitul Ikhlas memberikan bimbingan dan pengajaran khusus terkait fiqh wanita, kegiatannya berbentuk pengajian (ceramah agama) yang mana dalam kegiatan ini dijelaskan kepada jamaahnya bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam agama Islam.
Upaya Orang Tua Membina Pendidikan Agama Islam Anak di Dusun Embun Pagi Jorong Padang Galanggang Ramadhan, Pardi; Tamrin, M. Isnando; Alimir, Alimir; Supriadi, Supriadi
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 2 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Prodi PAI STAI Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v2i2.66

Abstract

This study aims to analyze the efforts of parents to foster their children's Islamic religious education. The focus of the study is on three things, namely the form of effort, supporting factors, and obstacles. This study analyzes the efforts made by parents in Embun Pagi Hamlet, Jorong, Padang Galanggang. The research method used is a descriptive study-based qualitative. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation studies. The data obtained were then analyzed using the Miles and Huberman technique, namely data reduction, data display, and conclusions. The results of the study explain that the form of efforts taken are involving children in non-formal religious education, fostering children's religious practices at home, involving children in religious traditions based on local wisdom, familiarizing children to grow up in the surau. The supporting factors for the implementation and success of these efforts are the high motivation and expectations of parents for their children, coupled with a religious village environment. However, there are also inhibiting factors, namely the busyness of parents at work which is an obstacle to not being able to fully control the religious development of children.
Pembinaan Keagamaan Masyarakat Melalui Kegiatan MajelisTaklim di Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok Putri, Nofembra; Jasmienti, Jasmienti; Alimir, Alimir; Fauzan, Fauzan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3002

Abstract

Latar belakang peneliti membuat skripsi ini adalah dilatarbelakangi oleh kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang ada di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Yang mana jamaah majelis taklim yang masih minim dalam pengetahuan keagamaan dan mempunyai sikap individualitas yang tinggi dalam lingkungan masyarakat. Tapi tidak menutup kemungkinan jamaah atau masyarakat untuk berubah ke yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan keagamaan yang dilakukan di majelis taklim Baitul Ikhlas yang membawa perubahan kepada hidup jamaahnya baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif, karena peneliti berusaha mendeskriptifkan bagaimana bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di majelis taklim Baitul Ikhlas jorong Tanjung Balik Kenagarian Salimpat Kabupaten Solok. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Ketua Pembina majelis taklim Baitul Ikhlas, sedangkan informan pendukungnya adalah beberapa jamaah majelis taklim Baitul Ikhlas. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan didukung dengan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.Hasil penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan pembinaan keagamaan masyarakat, yaitu (1) kegiantan bimbingan akidah yaitu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada jamaah majelis taklim tentang keimanan kepada Allah Swt dan nabi Muhammad Saw. (2) kegiatan bimbingan ibadah yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk mengajarkan tata cara beribadah yang benar dan baik kepada jamaah majelis taklim. (3) kegiatan bimbingan akhlak yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan pemahaman secara tidak lansung kepada jamaahnya tentang bagaimana berakhlak kepada Allah Swt, berakhlak kepada sesama manusia dan juga bagaimana berakhlak kepada diri sendiri, dan (4) memberikan bimbingan dan pengajaran tentang hukum Islam, yang mana disini majelis taklim Baitul Ikhlas memberikan bimbingan dan pengajaran khusus terkait fiqh wanita, kegiatannya berbentuk pengajian (ceramah agama) yang mana dalam kegiatan ini dijelaskan kepada jamaahnya bagaimana seharusnya seorang perempuan dalam agama Islam.
Penanggulangan Kenakalan Remaja Melalui Pendidikan Keluarga di Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Putri, Melliza; Fauzan, Fauzan; Alimir, Alimir; Deswalantri, Deswalantri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3579

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Di Desa Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat masih banyak remaja yang melakukan tindakan kenakalan remaja seperti bolos sekolah, merokok, mabuk- mabukan dan berkumpul hingga larut malam, serta beberapa remaja juga mengkonsumsi obat terlarang (narkoba), dan untuk perkembangan peredaran narkoba di tempat penulis teliti terdapat satu orang sebagai Bandar, tiga orang sebagai pengedar dan dua pengguna, untuk pengguna belum bisa dipastikan berapa jumlahnya, karena belum ada bukti yang kuat untuk menyatakan mereka pengguna narkoba. Adapun salah satu peran keluarga terutama orang tua dalam menangatasi kenakalan remaja adalah menasehati anak agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik. Jadi menurut penulis ketika orang tua sudah melaksanakan perannya sebagai orang tua maka seharusnya anak tidak melakukan tindakan kenakalan remaja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahi peran keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja di Alamanda jorong Bunuik, kec Kinali, kab Pasaman Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jadi, hasil dari temuan yang penulis dapatkan bahwasannya orang tua dari remaja Alamanda Jorong Bunuik Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat telah melaksanakan perannya sebagai pendidik di lingkungan keluarga dalam menanggulangi kenakalan remaja diantaranya mendidik anak dengan ketauladanan, adab dan latihan, nasehat dan pengawasan, dan mendidik anak dengan sanksi atau hukuman, namun remaja masih tetap melakukannya, hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya: kesibukan orang tua yang membuat anak kurang perhatian sehingga apa yang di ajarkan oleh orang tua tidak melekat kepada diri anak, selain itu rasa ingin tahu anak yang sangat besar membuat anak ingin terus coba-coba, dan faktor lingkungan yang tidak sehat membuat anak tetap melakukan tindakan kenakalan remaja.
Penerapan Keterampilan Guru Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MtsM Sitalang Kabupaten Agam Saputri, Silvia; Tamrin, M Isnando; Alimir, Alimir; Penmardianto, Penmardianto
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5802

Abstract

Adanya siswa yang kurang berpartisipasi dalam diskusi kelompok kecil, terlihat dari sikap enggan, pendiam, pemalu, dan acuh tak acuh. Kurangnya partisipasi siswa diduga disebabkan oleh faktor internal seperti kurangnya pengetahuan dan pemahaman materi, minimnya latihan, serta rendahnya minat dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa dan menawarkan solusi untuk meningkatkan efektivitas diskusi kelompok kecil di MTs Muhammadiyah Sitalang Kabupaten Agam. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi non partisipan digunakan untuk mencatat peristiwa terkait penerapan keterampilan guru membimbing diskusi kelompok kecil pada mata pelajaran akidah akhlak. Wawancara terstruktur dilakukan dengan guru mata pelajaran untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dokumentasi digunakan untuk mencari data tambahan mengenai variabel yang diteliti. Proses analisis data melibatkan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Triangulasi data dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan perspektif berbagai pendapat untuk meningkatkan kepercayaan informasi yang diperoleh. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru akidah telah melaksanakan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil dengan baik, namun kurang efektif dalam pelaksanaannya karena faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan siswa, masalah kesehatan, rendahnya keberanian, minimnya latihan diskusi di luar sekolah, dan kurangnya bimbingan dari guru. Guru juga menghadapi kendala seperti perbedaan latar belakang siswa, sikap siswa yang pendiam atau acuh tak acuh, kesulitan menyampaikan ide secara sistematis, serta pelaksanaan diskusi yang memakan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, guru memberikan solusi seperti memberikan motivasi, dukungan, bimbingan, dan pengaturan kelompok diskusi, dengan harapan meningkatkan partisipasi siswa dan efektivitas diskusi kelompok kecil.Kata Kunci: Keterampilan Guru; Diskusi Kelompok Kecil; Akidah Akhlak.
ANIMO MASYARAKAT DALAM MENGIKUTI KEGIATAN MAJELIS TA'LIM DI NAGARI TALUNAN MAJU, KECAMATAN SANGIR BALAI JANGGO, KABUPATEN SOLOK SELATAN Nuraini, Ai; Alimir, Alimir
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.6

Abstract

The background of the problems found, they do not want to attend the ta'lim assemblies but instead chat with each other, weather conditions, busy selling, busy with their respective jobs both housewife work, taking care of children or going to the garden. This shows that there is still a lack of public interest in participating in the activities of the ta'lim assembly. Therefore, the authors are interested in researching what are the causes of the low public interest in participating in the activities of the ta'lim assembly in Jorong Talunan Baru I. This type of research uses descriptive qualitative research methods and is in the form of field research. With key informants, namely the community and supporting informants, namely administrators, congregations and parties who directly know about the activities of the ta'lim assembly. To collect data, the authors conducted observations, interviews and documentation. After the data is collected, data processing and analysis is carried out. Furthermore, the technique of guaranteeing the validity of the data is carried out by means of data triangulation. Based on the results of the author's research, that the causes of the low interest of the community in participating in the activities of the ta'lim assembly include unfriendly weather conditions, having a baby and getting old sick, being busy as a farmer and selling, sudden work and external affairs, there is no will of heart, coming obstacles, long distances, and suddenly heavy rain, muddy roads, difficult vehicles and some still showing off clothes and decorations. So it can be concluded that the cause of the low public interest in Jorong Talunan Baru I, Nagari Talunan Maju, Sangir Balai Janggo District, South Solok Regency is still low. Keywords: Enthusiasm, community, ta'lim assembly
UPAYA REMAJA MESJID NURUL IMAN DALAM MENGAKTIFKAN KEGIATAN REMAJA MESJID DI KANAGARIAN GADUT KECAMATAN TILATANG KAMANG KAB AGAM Zulkifli, Zulkifli; Alimir, Alimir; Junaidi, Junaidi; Jasmienti, Jasmienti
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.28

Abstract

The background of this research is that the youth mosque is an organization under the auspices of the mosque whose scope of work is to youth who support work programs related to mosques. Mosque youth can provide support and participate in the success of various mosque activity programs which are the responsibility of mosque administrators. However, there are still some mosque youths who have not participated in mosque youth activities and youth activities are still minimal to do such as there are mosque youths who have not prayed in congregation at the mosque, and do not attend mosque youth activities so that the mosque youth activities are reduced. This type of research is qualitative research. The location of this research is the Nurul Iman mosque, Jorong Pandam Gadang Ranggomalai, Kanagarian Gadut, Tilatang Kamang sub-district, Agam district. From the research that has been done, it can be concluded that the efforts of the youth of the Nurul Iman mosque in activating the activities of mosque youth in Kanagarian Gadut, Tilatang Kamang district, as follows provide training, guidance and regeneration of the people, bring in famous outside ustadz, provide interesting book review activities in the area. among mosque youth, holding special mentoring for an-nisa, cooking/tataboga activities for mosque youth, holding training and coaching for the organization of corpses and marasanji for mosque youth. This activity is used by mosque youth for cadre of mosque youth so that they can be useful for themselves, their families and society.  Keyword: Nurul Iman Mosque Youth, Mosque Youth Activities
HAFALAN AL-QUR’AN MURID TPA BAITUL MAKMUR DI JORONG JAMBAK KECAMATAN LUHAK NAN DUO KABUPATEN PASAMAN BARAT Rahmawati, Kumala Sari; Hayati, Hayati; Alimir, Alimir; Jasmienti, Jasmienti
KOLONI Vol. 1 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i1.30

Abstract

The background of this study was to determine the memorization of the Qur'an by the students of Baitul Makmur TPA Jorong Jambak, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency. Memorizing the Qur'an is one of the subjects at Baitul Makmur TPA. Which at Baitul Makmur TPA has a program before students graduate from Baitul Makmur TPA must memorize juz 'amma first. In this case, of course, it does not always run smoothly, there will be obstacles to be faced. Considering that each student's ability to memorize the Qur'an is different, some are fast, some are slow, some have memorized it but for a few weeks forget to memorize it. The problem in this thesis is: there are students who do not survive their memorization. The purpose of the author's research is to find out what causes the memorization of juz 'amma in TPA Baitul Makmur students does not persist, the supporting and inhibiting factors for memorizing juz 'amma in TPA Baitul Makmur students in Jorong Jambak, Luhak Nan Duo District, West Pasaman Regency. This research is a field research research, with a qualitative descriptive approach, in this study the author describes the problems that exist in the field according to the facts that the authors find in the field while the data collection techniques in this study are interviews and documentation. The author uses key informants and supporters to obtain data. The data analysis used in this research is data reduction, display and verification. Based on the results of this study, it shows that students whose memorization does not last long, this happens because there are students who are less aware of the importance of memorizing, memorizing because it is not often repeated at home, memorizing only at the TPA, playing mobile phones more often, memorizing limited to memorization wants to go home quickly because those who memorize it can go home quickly. And also the conditions and atmosphere of children's learning that affect the memorization of the Baitul Makmur TPA students, namely the atmosphere is not conducive and there are children who do not focus on memorizing because there is noise that interferes with the focus of students in memorizing. Keyword: Memorization, Al-Qur'an
MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X DI SMAN 1 PALUPUH NAGARI PASIA LAWEH KECAMATAN PALUPUH KABUPATEN AGAM Airiza, Khalisa Dean; Alimir, Alimir; Supriadi, Supriadi; Jasmienti, Jasmienti
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.38

Abstract

The background of this research is that during the learning process, there are still students who show an unhappy face, some students are less interested in learning PAI, and also the lack of concentration of some students on PAI subjects. It can be seen from some students who do things other than teaching and learning activities. Besides that, there are also some students who have not been able to understand the material presented by the teacher in class, there are still students who are less active in the learning process, and some students are also affected by the surrounding environment. This research uses a qualitative descriptive research type. This research is located at SMAN 1 Palupuh. The key informants in this study were 10 students of class X IPS 3 and the supporting informants were PAI teachers and homeroom teachers of class X IPS 3 students. To collect data, the authors conducted interviews, observations, and documentation. After the data has been collected, the authors analyze the data. Furthermore, to ensure the validity of the data, the authors triangulate the data. Based on the results of the study, the authors can draw conclusions, that in the interest in learning PAI students in class X IPS 3, there are several causes for the low interest of students in learning PAI, as follows: Internal factors. Namely, the physical aspect, the psychological aspect which includes: lack of attention, poor student responses, the ability of students to learn PAI, and lack of student motivation in learning PAI. And external factors. First, the family environment: lack of support from parents, lack of parental attention to the student's learning process, and a home atmosphere that does not support students to study well. The second is the school environment: the way the teacher teaches, the condition of the classroom is not conducive, and the methods used by the teacher. The third, the community environment: the influence of friends, the influence of gadgets, unfavorable environmental conditions, and busy with activities in the community. Keyword: Interest in Learning, PAI Learning
METODE GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KARAKTER TOLERANSI SISWA DI SMK HARAPAN BANGSA PANTI KECAMATAN PANTI KABUPATEN PASAMAN Mardawiyah, Mardawiyah; Fauzan, Fauzan; Alimir, Alimir; Jasmienti, Jasmienti
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.40

Abstract

The background of this research is that students in SMK Class XI have a good habit of greeting when entering class, for example if the teacher greets Muslim students to non-Muslim students, the teacher says good morning, this is true for both teachers and students. In addition, before starting the lesson, students always pray together with their beliefs according to their respective beliefs. In SMK, students are able to apply an attitude of religious tolerance in interacting at school, for example they do not make groups in school based on race, ethnicity and religion. With these differences, students can respect each other and students can also respect each other between friends of different religions. The approach used in this research is a qualitative approach, namely research that is not interested in testing certain hypotheses, but only describes what a variable is. The key informants in this study were PAI teachers at Harapan Bangsa Panti Vocational School, while the supporting informants were students of class XI. Data collection techniques using observation and interview techniques. Based on the findings of data analysis, several conclusions can be drawn, namely the PAI teacher method in increasing the tolerance character of students in class XI Vocational Schools, the hope of the nation in the Pasaman District is quite good, it can be seen from the way students speak politely to teachers and peers, respect and respect each other. other. In addition, students are able to apply an attitude of religious tolerance in interacting at school. They do not make groups in school based on race, ethnicity and religion, for example in play groups, they can hang out with friends who are not of the same religion, such as Christian students can hang out with friends who are Muslim and they try to relate to each other without discriminating against religion, tribes and others. With these differences, students can respect each other and students can also respect each other between friends of different religions. Keyword: PAI Teacher Method, Tolerance Character Education